
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Secara mengejutkan Ragna muncul dihadapan Jigra dengan kemampuan teleportasi.
"Hahahaha..." Jigra 'sang dragon slayer' tertawa lepas dan meremehkan lawan, "Kau pikir dengan kemampuan teleport dirimu lebih kuat dariku?"
"Jangan bercanda!!! Dengan kemampuan apapun aku lebih kuat darimu, pecundang...!!" Ucap Jigra dengan tersenyum menyeringai.
Ragna berkata dengan tegas, "Kita lihat saja siapa yang akan jadi pecundang nanti setelah pertarungan ini berakhir...!!!"
"Sudah jelas akulah yang lebih kuat..." teriak Jigra yang berlari ke arah lawan untuk menyerang.
Ragna berdiri tegak dengan menatap penuh kewaspadaan.
Erinka yang berada dibelakangnya berkata, "Hati-hati, Ragna!! Pertahanannya sangatlah merepotkan dan dia terlindungi oleh lapisan hitam diseluruh tubuhnya yang merupakan pasir besi..."
"Sip, aku mengerti!!" Ucap Ragna dengan singkat yang kemudian menghilang menggunakan kemampuan teleport, "Zink!!"
Jigra yang berlari menyerang akhirnya menghentikan langkah kaki sejenak, "Dia menghilang dengan teleport dan sekarang dimana ia akan muncul?" Gumamnya yang waspada.
"Zink!!" Ragna mendadak muncul dari atas dengan kepalan lengan kanan terlapis kegelapan yang membentuk ukurannya menjadi besar, iapun langsung menghantam dari atas, "DYYEESS...!!"
Jigra terkejut akan tetapi ia mampu menghindar dengan melompat mundur.
"Cih..." Ragna agak kesal, "Dia mampu menghindar..." gumamnya dalam hati dan iapun menghilang lagi dengan teleport, "Zink!!"
"Ini merepotkan!!" Pikir Jigra yang waspada.
"Zink!!" Mendadak Ragna muncul dibelakang punggungnya, "...!!!" Jigra terkejut akan tetapi ia memiliki respon cepat dan segera berbalik ke belakang dengan menyilangkan kedua tangan.
"HIIIAAA...!!!"
"Terimalah ini...!!!!"
"Jbbllast...!!" Ragna menghantamkan kepalan tinju kegelapan berukuran besar pada lawan.
Jigra yang kehilangan pijakan dan terhempas jauh menuju gedung guild Black Tiger lagi.
Iapun tertimpa dinding bangunan dan beberapa perabotan seperti meja kursi.
Orang-orang yang ada diguild lantai bawah bergegas memeriksanya, "Apa dia baik-baik saja?"
"Hantamannya tadi kuat sekali!!"
Jigra perlahan bangkit dari reruntuhan dinding dan ia terlihat jengkel begitu melihat orang-orang mengelilinginya, "Enyahlah, kalian semua!!!!"
Orang-orang Black Tiger perlahan menjauh karena takut pada Jigra.
__ADS_1
'Sang Dragon Slayer' berdiri tegak lagi dan secara perlahan berjalan keluar, "Dia lumayan juga tapi aku masih lebih kuat darinya..." ucap Jigra yang terlihat baik-baik saja.
"Ini semua terjadi karena kecerobohan si bodoh Gojou itu..." iapun kembali menuju keluar.
Diluar Ragna tersenyum lebar dan orang-orang Black Tiger terkejut pada hal yang ia lakukan, "Dia menghempaskan Jigra!!"
"Apa Jigra sudah kalah?"
"Pria ini kuat!!"
Erinka berjalan mendekati Rikie, "Terima kasih, Ragna!! Jika kau tak muncul mungkin dia sudah menghabisi nyawaku..."
"Hmm..." Rikie berfikir, "Ada yang aneh pada dirimu?"
"Apa maksudmu?"
Ragna berkata dengan entengnya, "Yah, kau adalah gadis bangsawan angkuh jadi mengucapkan kata 'terima kasih' terdengar aneh ditelingaku..."
"Itu sangat jarang sekali terjadi..."
"Lo mau gue pukul...!!!" Ucap Erinka yang menjadi tersulut emosi.
"Khihihi... tentu saja tidak mau!!" Jawab Ragna dengan tersenyum lebar.
Ya, disaat mereka bercanda sejenak Jigra muncul kembali melalui lubang pada dinding guild.
Iapun terlihat emosi penuh kekesalan, "Jangan pikir hanya dengan kemampuan teleportasi kau menganggap dirimu lebih unggul!! Dari segi manapun aku tetap lebih kuat dari padamu..." ucapnya dengan sorot mata tajam.
Jigra 'sang dragon slayer' memasang kuda-kuda dan secara mendadak energinya meningkat yang membuat pasir berputar disekitarnya, "Bersiaplah!!!"
"Aku selalu siap kapanpun..." ucap Ragna dengan tersenyum lebar, iapun berbisik pada Erinka yang berdiri dibelakangnya, "Untuk sekarang kau istirahat saja dulu..."
"HIIAA...!!!" Jigra melesat dengan sekali pijakan dan kepakan sayap hitam dipunggunya, iapun menyerang dengan menggunakan cakaran secara langsung, "Sllash...!!!"
"Zink!!!" Mendadak Ragna menghilang dengan kemampuan teleport sebelum cakaran tajam lawan mengenai dirinya.
"Apa...!!!!" Jigra terkejut.
"Zink!!!" Dalam sekejap Ragna muncul dibelakang punggunanya dan langsung memukul dengan kepalan tangan berlapiskan kegelapan, "Jbbuuak...!!!!" Jigra terjatuh ke tanah.
"Uhuk...!!"
Ragna menciptakan empat kepalan tangan dari elemen kegelapan yang muncul dari punggungnya, "Kau pembunuh, sialan...!!!"
"Jbbuuak...!! Jbbuuak...!!" Iapun memukuli Jigra dengan empat kepalan tinju bayangan tanpa memberikan kesempatan pada dirinya untuk berdiri.
Ragna terus menerus memukul tanpa peduli pada kondisi lawan karena terlalu marah, "Bagaimana mungkin pak tua Boon yang kuat itu bisa kalah darimu!!"
"Kau pasti menggunakan cara licik...!!" Teriak Ragna dengan terus memukul punggung lawan yang jatuh.
Pukulan yang beruntun tanpa jeda itu membuat tanah retak bahkan sebuah cekungan tercipta karenanya.
"Hah... hah... hah..." Ragna mulai kelelahan dan iapun melompat ke belakang, ia perlahan mengatur nafas.
Orang-orang Black Tiger hanya bisa terdiam dan terbelalak saat melihat anggota elite dari mereka dihajar habis-habisan, "Apa mungkin Jigra kalah?"
__ADS_1
"Jangan bicara yang tidak-tidak, dia pasti bangkit lagi!!"
"Tapi untuk orang normal serangan seperti itu pasti sudah membuatnya pingsan..."
Orang-orang Black Tiger mulai dalam kepanikan dan mulai berfikir bahwa Jigra telah kalah.
Ragna tetap menatap tajam pada cekungan yang ada dipermukaan tanah, "Berdirilah, aku tau kau masih mampu bertarung lagi!!!"
"Aku masih belum puas menghajarmu..."
Ya, secara perlahan Jigra berdiri lagi akan tetapi ia terlihat babak belur dan dirinya tak lagi terlapisi pasir besi, "Sialan...!!!!"
Kepalanya bahkan berdarah dan tentu saja punggung terluka, "Jika saja aku tak melapisi punggungku dengan pasir besi mungkin diriku ini sudah mati..."
"Khi..." Ragna tersenyum menyeringai dan berkata dengan entengnya, "Lapisan besimu tadi hanya menunda kematianmu saja!!! Serangan selanjutnya ku pastikan kau akan tamat..."
"Buktikan saja!!" Jigra memasang kuda-kuda meningkatkan energi dan memfokuskan energi tersebut pada sarung tangan besi.
Ya, item sihir itu berubah warna menjadi merah membara.
"Ku bunuh kau, sialan...!!!!" Teriak Jigra penuh emosi dan iapun berlari ke arah lawan dengan cepat.
Jigra memukul akan tetapi Ragna tersenyum menyeringai karena mampu mengelak dengan mudah tanpa kemampuan teleport dan iapun membalas menendang perut lawan, "Jbbuuak...!!"
"Uhuk..." Jigra terlempar.
"Pergerakanmu melambat karena kau sudah terluka..." ucap Ragna dengan tatapan remeh pada lawan.
Iapun berniat segera menghabisi Jigra akan tetapi tanah tempatnya berpijak jadi hancur dan meledak, "DHHUUAARR...!!!" Ragna segera melompat kebelakang dan menatap tajam.
Ya, Gojou keluar dari dalam tanah dan langsung berteriak penuh emosi saat melihat Ragna, "Berani-beraninya kau lari dariku...!!!!!"
"Sial..." gumam Ragna yang menyadari lawan merepotkan telah muncul dari bawah tanah.
Tetapi Erinka berjalan mendekat dan berdiri disamping Ragna, "Kita bisa mengalahkan keduanya bersama...!!"
"Ya..." Ragna yang sudah kelelahan setuju.
Jigra dengan susah payah bangkit lagi dan berdiri di dekat Gojou, "Ini semua salahmu karena kau lengah dia bisa memakan daging iblis dan mendapatkan kekuatan teleport..."
"Ya, ku akui aku salah..." ucap Gojou dengan sorot mata tajam pada Ragna, "Dan untuk menembus kesalahanku mari bertarung bersama..."
"Cih, kurasa tak ada pilihan lain..." ucap Jigra yang sudah terlanjur babak belur.
Ya, pertarungan dua lawan dua!!
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 47 : Kejahatanmu Tak Bisa Diampuni
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
__ADS_1
Trima kasih atas perhatiannya.
*****