
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Langit semakin gelap dengan awan hitam berada disana.
Angin kuat berhembus dilautan gila itu lalu secara mendadak tentakel-tentakel raksasa keluar dari air laut yang gelap itu.
"...!!!!" Ragna dan semua yang ada dikapal terkejut tak terkecuali Koga yang berasal dari Batalion Bayangan.
"Bagaimana mungkin aku bisa setakut ini?" Gumam Ragna dalam hati
Kai membuat keputusan cepat, "Semuanya!!! Matikan semua pencahayaan dikapal ini!!! Laut sangat gelap jadi ku yakin dia tak akan melihat kita...!!!!!"
"Siap!!!!" Jawab semuanya serentak dan merekapun segera paham akan hal apa yang seharusnya dilakukan.
Semuanya bergerak mematikan lampu atau pencahayaan yang lainnya didalam kapal tersebut hingga semuanya terasa semakin menakutkan karena gelap gulita.
Lautan semakin mencekam dengan munculnya sang monster lautan yaitu Kraken
Koga secara perlahan berjalan ke arah bagian depan kapal yang kebetulan disana ada Pak Gamou yang sedang diobati oleh Lisha.
"Khahahaha..." pemimpin ke-9 Batalion Bayangan itupun tertawa lepas dan malah terlihat sangat senang.
Pak Gamou menatap tajam lalu berkata, "Apa yang kau tertawakan? Padahal kita dalam bahaya dan mungkin saja kau bisa terbunuh..."
Koga menyeringai, "Aku merasa senang karena bisa bertemu dengan salah satu peliharaan 'raja iblis'..."
"Lalu 'Fenomena Seratus Tahun' yang dimana setiap seratus tahun sekali muncul iblis kuat yang dijuluki 'raja iblis'..."
"Ada tujuh 'raja iblis' yang terkenal dalam sejarah dan Kraken merupakan peliharan raja iblis ke-5..."
"Lalu apa tujuan kalian?" Tanya Pak Gamou dengan sorot mata tajam.
Koga tersenyum lebar, "Tahun-tahun ini adalah tahun kemunculan 'raja iblis' baru setelah 100 tahun kemunculan 'raja iblis' ketujuh..."
"Dan kami mempunyai rencana yang sangat besar untuk menaklukan dunia dengan kemunculan 'raja iblis' baru itu..."
"Dengan mengumpulkan monster seperti Kraken dan makluk-makluk sejenisnya kami menyiapkan pasukan 'raja iblis' yang baru dan kelak akan digunakan untuk menaklukan dunia..."
"Apa!!!!" Lisha yang mendengarnya terkejut.
Pak Gamou dengan segenap kekuatannya berusaha berdiri tegak, "Kalau begitu aku tak akan membiarkanmu berbuat sesuka hatimu..."
__ADS_1
"Memangnya apa yang bisa kau lakukan?" Ucap Koga dengan sorot mata tajam.
Keduanya saling berhadapan dengan sorot mata tajam akan tetapi mendadak Koga tertawa lepas, "Hahahahaha...!!! Ya, jika kau mampu maka hentikan kami akan tetapi bagaimana caranya kalian selamat dari Kraken?"
"DHUUAARR...!!" Petir mengglegar dilangit dan ombak menggulung tinggi, Koga memanfaatkan kesempatan itu dengan melompat kembali ke kapalnya sendiri.
Ia sebagai pemimpin memberikan perintah pada pasukan yang telah berada didalam kapal, "Semuanya!!! Tujuan kita sudah ada didepan mata jadi mari kita tangkap Kraken 'sang monster laut'..."
"Siap!!!!" Jawab semua pasukan dengan serentak.
Pasukan itupun mempersiapkan meriam-meriam untuk menyerang.
Ya, tentakel-tentakel raksasa keluar dari dalam air dan secara mendadak kepala sang monster laut yaitu Kreken naik ke permukaan.
Ragna dan rekan-rekannya hanya bisa terdiam membisu dan terbelalak akan tetapi dilain sisi kapal yang membawa Batalion Bayangan malah bergerak ke arah kepala Kraken.
"Apa mereka sudah gila?" Ucap Denjirou yang sedang dipeluk erat oleh ketiga istrinya.
"Lupakan mereka!! Keselamatan kita lebih penting!!" Sahut Erinka.
Kai dalam lautan yang gelap itu segera memutar kemudi sehingga kapal bisa berubah haluan dan perlahan mereka bergerak menjauh.
Ragna, Pak Gamou dan Lisha berada dibelakang, ketiganya menatap Kraken 'sang monster laut' yang sangat besar dan mengerikan.
Koga dan pasukannya mendekat pada kepala Kraken, iapun memberikan sebuah perintah, "Serang!!! Tembak dia!!!"
Meriam-meriam itupun ditembakan dan karena ukurannya yang terlalu besar tembakan-tembakan itu tepat mengenai kepala sang monster lautan.
Koga menyeringai, "Tembak!!!"
"WUUSS...!!"
"DHUUAARR...!!" Meriam menembak dan tepat mengenai kornea mata sang monster lautan.
"WOOAARRGGH...!!" Serangan terakhir itupun sukses membuat Kreken marah besar, ia mengangkat satu tentakelnya yang sangat besar itu dan menghantamkannya dengan secepat mungkin, "DYYEESS...!!!!" Kapal yang ditumpangi oleh Koga dan pasukannya hancur lebuh karena satu sabetan tentakel sang Kreken.
Ombak jadi bergelombang-gelombang karena satu serangan sang monster lautan.
"...!!!!" Ragna dan rekan-rekannya terbelalak saat melihat serangan hebat sang monster lautan.
"Mereka hancur lebur dengan sekali serang..." gumam Lisha tak percaya.
"Denjirou-sama, kita akan selamat, 'kan?" Ucap Sumika yang ketakutan.
Denjirou memeluk ketiga istrinya, "Tenang saja, aku bersama dengan kalian..." ucapnya untuk menenangkan mereka.
Kai yang mengendalikan perahu menjadi sangat tertekan, "Sebentar lagi kita akan lolos darinya!! Kita akan keluar dari wilayahnya..." iapun berharap mimpi buruk itu segera berakhir.
Dalam lautan yang gelap itu kapal mereka yang tanpa cahaya dapat pergi tanpa dideteksi oleh sang monster lautan.
__ADS_1
Akan tetapi disaat mereka sudah sangat jauh dari Kraken mendadak hal yang sangat buruk terjadi, "ARRGGH...!!" Entah mengapa secara mendadak Erinka berteriak kesakitan.
Ia memegangi tangan kirinya yang secara perlahan muncul asap.
"Apa yang tengah terjadi?" Tanya Ragna.
"Entahlah..." ucap Erinka dengan meringis kesakitan lalu kobaran api biru menyelimuti tubuh bagian kirinya.
"Api biru!!!!!" Semua yang ada disana terkejut begitu mengetahui api biru menyala-nyala ditubuh bagian kiri Erinka.
Pak Gamou mendekatinya, "Bagaimana mungkin Erinka bisa memiliki api biru?"
"Jujur saja, sebenarnya Erinka menyegel sang burung api Phoenix dalam tubuhnya..." jelas Ragna.
"Kalau begitu ini gawat..." ucap Pak Gamou.
Denjirou menjadi sangat geram, "Apa maksud dengan gawat pak tua!! Disaat genting seperti ini apakah ada keadaan yang lebih buruk lagi...!!"
Dengan ekspresi wajah serius Pak Gamou berkata, "Kreken sang monster lautan dan burung api Phoenix adalah makluk mitologi dan kebangkitan sang Phoenix dalam tubuh Erinka sepertinya gara-gara adanya Kreken..."
"Singkatnya mereka berdua saling beresonansi..."
"Apa!!!" Semuanya terkejut.
Denjirou menjadi lebih geram dari pada sebelumnya karena adanya sang Phoenix bisa memancing kembali Kraken yang mungkin bisa membuat ketiga istrinya bisa dalam bahaya lagi, "Sialan, kau, Erinka!!!! Kendalikan Phoenix yang ada didalam tubuhmu atau kita semua akan mati...!!!!"
"ARRRGGGH...!!!" Erinka si gadis bangsawan itu tak menjawab dan hanya bisa berteriak kesakitan.
Dilain sisi Kraken menatap ke arah kapal yang ditumpangi mereka karena melihat cahaya terang yang berasal dari api biru Sang Phoenix.
Mereka semua terkejut karena meski jaraknya sudah cukup jauh tapi Kraken masih bisa melihat kapal yang mereka tumpangi.
"Dia merasakan energi kuat Burung Api Phoenix..." ucap Pak Gamou, "Mau tidak mau kita harus menghadapinya..."
Sang Kraken menyelam ke laut akan tak butuh waktu lama Sang Monster Lautan itu sudah berada dibawah kapal mereka.
Ya, bahaya yang luar biasa hebat datang pada mereka!!!
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 66 : Terdampar
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
__ADS_1
*****