
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Malam pun berlalu begitu cepat dan hari yang semula gelap gulita secara perlahan berganti dengan pagi.
Dari ufuk timur secara perlahan cahaya sang surya menyinari kota yang letaknya ditepi lautan itu.
Hari yang sangat cerah untuk memulai sebuah petualangan baru.
"Huuaamms..." Erinka si gadis bangsawan secara perlahan membuka matanya dengan mulut menguap dan terbuka lebar, ia terlihat sangat malas sekali meski cahaya sang surya sudah menyinari wajahnya lewat kaca jendela, "Sudah pagi rupanya..." gerutunya yang malas bangun dari tempat tidur.
Erinka menutup dirinya lagi dengan selimut agar bisa berlindung dari dinginnya angin pagi akan tetapi mendadak ia teringat pada misi yang harus ia kerjakan sehingga sifat mata duitannya langsung kambuh, "Oh, iya, kami punya misi dengan bayaran luar biasa..." iapun bangkit dengan semangat.
Erinka segera menyibakan gorden yang menutupi jendela sehingga cahaya matahari bisa sepenuhnya menyinari, ia juga membuka jendela sehingga hembusan angin segar pagi hari bisa masuk ruangan itu, "Dasar pemalas!!" Ucapnya ketika melihat rekan-rekannya masih meringkuk ditempat tidur.
Si gadis bangsawan itupun berjalan ke arah tempat tidur Ragna yang masih tertidur pulas, "Tak biasanya ia jam segini ia belum bangun..." pikir Erinka dalam hati.
"Bangun, Ragna!!" Ucapnya dengan menggoyang-goyangkan tubuh rekannya tetapi Ragna tak merespon apapun, "Woiy, bangun!!" Erinka yang kesal tanpa pikir panjang langsung menendang Ragna.
"Jbbuuak!!" Ragna sampai terjatuh dari tempatnya tidur, "Kau ini kenapa sih?"
"Bukankah kau lihat hari sudah pagi..."
Ragna menatap ke arah jendela, "Cih, ternyata benar sudah pagi!! Tetapi aku masih ngantuk...!!
"Memangnya apa yang kau lakukan semalam? Bergadang?" Ucap Erinka dengan berkacak pinggang.
Ragna terdiam dan iapun tak mau mengatakan pada Erinka bahwa ia semalam bersama dengan Sumika yang merupakan salah satu istri Denjirou, ia langsung melompat dari tempat tidurnya, "Yosh!! Mari kita jalankan misi dan dapatkan uang!!" Ucapnya dengan semangat agar Erinka tak curiga.
Erinka yang mata duitan sama sekali tak curiga, "Nah, gitu dong!! Semangat dalam mencari uang biar cepat kaya..."
Ragna agak jengkel dan iapun bergumam dalam hati, "Dasar wanita mata duitan..."
Ya, keduanya segera mengemasi barang yang dibutuhkan dalam misi kali ini dan tak butuh waktu lama keduanya turun lalu keluar.
Mereka berdua terkejut begitu melihat rekan-rekannya yang lainnya sudah menunggu diluar, "Eeehh...!!??"
"Kalian terlambat!! Kami sudah menunggu terlalu lama dan memangnya apa yang kalian kerjakan sih?" Bentak Lisha dari Sabertooth dengan mengomel-ngomel.
Ragna menjawab dengan entengnya, "Ini semua salah Erinka!! Dia terlambat bangun..."
__ADS_1
"Hey, bukankah aku yang malah membangunkanmu?" Erinka membela dirinya, "Jangan memutar balikan kenyataan!! Kau membuat namaku tercemar!!"
Semuanya tak mempedulikan ucapan Erinaka dan Kai dari Sabertooth berkata, "Karena semuanya telah ada disini maka sudah waktunya berangkat..."
"Siap...!!!" Jawab semuanya serentak.
Erinka menjadi agak kesal karena diabaikan dan ia bergumam dalam hati, "Sial, aku dikacangin..."
Kelompok yang terdiri dari anggota dua guild itu bergerak dari penginapan menuju ke laut dengan berjalan kaki saja.
Ragna berjalan disamping Pak Gamou dan ia menatap Kai yang berjalan dibagian depan, "Hmm... anu... Kai itu orangnya seperti apa sih? Dan juga mengapa ia membenci rekan kami yaitu Reynhard?"
"Akupun juga tak tau hubungan apa yang ia miliki dengan si Reynhard tetapi kurasa keduanya hanya sebatas keturunan pahlawan saja..."
"Dan juga kalau kau ingin tau sifat serta sikap Kai maka akan ku beritahu..."
"Hmm... aku hanya penasaran tapi aku juga ingin tau..." ucap Ragna.
Pak Gamou berkata, "Kai memiliki sikap dingin dan seolah tak peduli pada hal yang tak dianggapnya penting lalu ia memiliki kepemimpinan dan ketegasan yang luar biasa sehingga membuatnya dikagumi oleh banyak orang..."
"Lalu dia selalu hati-hati dalam setiap mengambil keputusan dan baginya kecerobohan adalah hal yang tak boleh dilakukan karena kecerobohan bisa menggagalkan misi yang berakibat merugikan dirinya dan guild..." jelas Pak Gamou.
Ragna bergumam dalam hati, "Sepertinya sifat dan sikapnya sangat berbeda dengan Reynhard dan kurasa hal itulah yang membuat keduanya saling membenci satu sama lainnya..."
Kelompok yang terdiri dari dua guild itupun pada akhirnya sampai dipelabuhan dan merekapun menuju sebuah kapal yang ukurannya lumayan besar.
"Benarkah kita akan menggunakan kapal ini dalam misi kali ini?" Tanya Lisha.
"Benar..." jawab Kai.
"Asik...!!" Sahut Erinka dan keduanya buru-buru masuk ke kapal.
"Dasar!! Wanita memang suka barang mewah dan hal itulah yang membuat mereka terkesan murahan..." gumam Ragna dalam hati yang melihat sikap keduanya, iapun menatap ke pada ketiga istri Denjirou yang terlihat biasa saja, "Eeehh...!!"
"Apa kalian tak suka pada kapal itu?"
"Tentu saja kami suka..." ucap Makio.
"Tapi kenapa ekspresi kalian biasa saja dan tak sesenang seperi Erinka?"
"Kami menyukai kapal itu akan tetapi meskipun dalam kondisi seperti apapun asalkan bersama dengan Denjirou-sama kami akan tetap bahagia..." ucap Sumika.
"Eemm..." Tifa hanya mengangguk dan setuju.
Denjirou memeluk ketiga istrinya dan berkata dengan riang gembira, "Hahaha... Aku makin menyukai kalian saja!! Aku sangat beruntung!!"
"Ah... Denjirou-sama bisa aja!!" Ucap ketiganya yang senang.
__ADS_1
Ragna agak kesal dan bergumam dalam hati, "Mereka berempat membuatku iri!! Kapan ya aku punya istri?"
"Hahahaha... tak perlu berlama-lama lagi mari berlayar!!" Ucap Pak Gamou.
"Eehh...!! Tapi bukankah orang yang mengendalikan kapal belum sampai dan kita harus menunggunya?" Ucap Ragna.
"Aku dan Pak Gamou bisa menjalankan kapal ini dan juga ini misi berbahaya jadi kita tak bisa melibatkan warga sipil..." jelas Kai
"Oh, begitu rupanya..." Ragna paham dan iapun makin terkesan pada Kai yang mampu mengendalikan sebuah kapal.
Mereka semua naik ke atas kapal itu lalu meletakan barang bawahannya masing-masing dan kemudian jangkar diangkat lalu layar dibentangkan.
"Mari jalankan misi ini!!!" Ucap Kai.
"Ya..." jawab semuanya serentak.
Mereka terlihat bersemangat lalu angin berhembus kencang dan membuat kapal tersebut mulai meninggalkan pelabuhan lalu berlayar bebas dilautan biru.
Anggota dua guild penyihir itupun menuju samudra luas dan mulai menjalankan misi.
*****
Lalu disebuah pelabuhan yang lainnya, orang-orang berpakaian ninja sedang memuat kotak-kotak barang pada sebuah kapal.
"Apa semuanya sudah selesai?"
"Ya, sepertinya semua peledak ini sudah cukup untuk menaklukan makluk itu..."
"Tap... tap... tap..." terdengar suara langkah kaki mendekat pada kapal itu, ia seorang pria dengan pakaian ninja tanpa penutup kepala dan memiliki tubuh besar kekar dengan wajah menyeramkan.
"Shinobi, karena semua persiapan sudah selesai mari berlayar..." ucap pria bertubuh besar dan menyeramkan itu.
"Ya..." sahut orang-orang dengan baju hitam tertutup itu.
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 62 : Pasukan Rahasia
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****
__ADS_1