
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Dewan Sihir adalah orang kepercayaan raja dan mereka memiliki wewenang untuk mengatur suatu wilayah. Keputusan mereka mutlak dan melawan mereka sama halnya melawan hukum kerajaan Albion.
Mereka para Dewa Sihir memiliki kekuasaan setara dengan para bangsawan Albion.
Ya, setelah pertarungan antara antara Master White Tiger dan Master Black Tiger berakhir salah satu Dewan Sihir muncul.
Ia sangat membenci White Tiger dengan alasan tertentu dan karena pertarungan antar dua Master itu iapun memutuskan untuk membubarkan White Tiger.
Disaat yang tak terduga Ragna muncul dengan kemampuan teleport, "Zink!!!!" Ia langsung memukul wajah Dewan Sihir itu sekuat tenaga, "Jbbuuak...!!!"
Kemunculan Ragna itu membuat semuanya terkejut apalagi dengan perbuatannya yang tak terduga.
Ragna menarik nafas panjang lalu berteriak, "Angkat kepalamu, Master!!!! Jangan buang harga dirimu demi kami...!!!!!"
"Mari bertarung sampai mati...!!"
Master Mark dengan cepat mengangkat wajahnya dan dilain sisi pasukan bersenjata segera mengarahkan senapan ke arah Ragna.
Tuan Liu atau Dewan Sihir segera berdiri tegak dengan emosi yang memuncak, "Dasar bocah bodoh!! Apakah kau tak tau siapa yang telah kau pukul?"
"Aku adalah Dewan Sihir ditempat ini yang artinya melawanku sama halnya melawan kerajaan...!!!"
Ragna menarik nafas panjang dan berteriak dengan lantang, "Aku tak mengenalmu dan aku sama sekali tak menyesal telah memukulmu...!!!!!!"
Teriakan Ragna itu membuat Tuan Liu menjadi sangat marah dan membuat emosinya meluap-luap sehingga iapun memberikan perintah, "Kurang ajar!! Bocah ini tak dapat dimaafkan!! Tangkap dia...!!!"
Semua pasukan bersenjata yang telah mengarahkan senapan ke arah Ragna tanpa ragu menarik pelatuknya setelah mendapatkan perintah, "DOORR...!!! DOORR...!!!"
Dengan sorot mata tajam Ragna menghilang dengan kemampuan teleport, "Zink!!" Iapun muncul tepat dihadapan Tuan Liu dan langsung mengepalkan tangan lalu tanpa ragu memukul wajah Dewan Sihir itu, "Kaulah yang bodoh...!!!!"
"Jbbuuak...!!!!" Sekali lagi Dewan Sihir itu terkena pukulan kuat pada bagian hidung sampai terhempas jauh kebelakang.
Para pasukan bersenjata segera menembaki Ragna lagi akan tetapi Ragna dengan cepat menghilang menggunakan kemampuan teleport.
__ADS_1
Tuan Liu yang merupakan Dewan Sihir berdiri kembali setelah terjatuh ditanah, "Sialan!!! Dia hanyalah bocah, apakah kalian tak bisa menyingkirkannya...!!!" Teriaknya yang terlihat emosi.
Para pasukan berusaha keras dengan terus menembak akan tetapi Ragna muncul dan berulang kali juga menggunakan kemampuan teleport.
Master Mark terdiam membisu akan tetapi ia tengah berfikir keras antara melawan mereka yang artinya memiliki resiko berurusan dengan hukum kerajaan atau tidak melawan yang artinya tunduk pada kata-kata Dewan Sihir itu, "Bagaimana ini?" Gumamnya dalam hati yang tengah kebingungan.
Lalu disaat yang sama tiga anggota White Tiger muncul, "Master...!!" Teriak Djarot 'si cyborg'
Master Mark semakin terkejut mengetahui anggotanya yang sebelumnya melarikan diri akhirnya kembali, "Kenapa kalian kembali kesini padahal aku sudah menyuruh kalian pergi? Jelaskan padaku, Djarot?"
Djarot 'si cyborg' terdiam akan tetapi Erinka berkata, "Jangan salah paham, Master!! Kami tak akan pergi dari sini tanpa dirimu jadi kami kembali...!!!"
Master Mark terdiam, iapun merasa senang akan tetapi dilain sisi ia juga merasa risau karena anggotanya sekali lagi dalam bahaya.
Reynhard yang merupakan keturunan pahlawan melihat Dewan Sihir ada disana dan bergumam dalam hati, "Sialan, Dewan Sihir yang menyebalkan itu muncul juga yang artinya kita dalam masalah yang semakin besar juga?"
"Cih, kalaupun kita semua bisa kabur dari tempat ini ku yakin masalah belum selesai..." gumam Reynhard yang ikut berfikir mencari jalan keluar.
*
Dilain sisi setiap Ragna muncul ia langsung dibrondong oleh tembakan-tembakan senapan, "DOORR...!! DOORR...!!" akan tetapi ia terus saja mampu menghindar dengan menggunakan kemampuan teleport.
"Cih, aku tak bisa selamanya menghindar!! Tembakan mereka memang dapat ku atasi dengan berteleport akan tetapi jika energiku sampai habis nanti maka disaat itulah aku akan menjadi sasaran empuk..."
Tembakan-tembakan tak satupun mengenai Ragna dan hal itu membuat Tuan Liu yang merupakan Dewan Sihir menjadi sangat kesal, "Apakah kalian itu amatiran!!!! Kenapa tembakan kalian tak ada satupun yang mengenainya??"
"Maaf tuan, tapi dia selalu saja berteleport kesana kemari dan hal itu merepotkan..." ucap salah satu prajurit yang merupakan pemimpin pasukan itu.
"Berikan senjata itu padaku...!!!" Ucap Tuan Liu dengan merebut senapan dari salah satu prajurit.
Iapun membidik Ragna dengan penuh konsentrasi, "Ku bunuh kau, bocah..."
"DOORR...!! DOORR...!!" Tembakan penuh emosi itupun secara mengejutkan mengenai kaki kanan Ragna
"ARRGGH...!!" Ragna berteriak kesakitan sambil memegangi kakinya yang berdarah karena terkena tembakan dan ia yang kesakitan tak bisa fokus menggunakan kemampuan teleport, "Sial..."
Disaat itulah semua prajurit mengarahkan senapannya ke arah Ragna, "Khehehehe..." Tuan Liu yang merupakan Dewan Sihir tersenyum menyeringai, iapun mengarahkan senapannya ke arah Ragna.
"Kau akan mati, bocah..." ucapnya yang terlihat puas dan Tuan Liu berteriak dengan lantang memberikan perintah pada pasukannya, "Semuanya tembak dia...!!!!"
"Siap...!!!" Jawab pasukan dengan serentak.
Ya, Ragna hanya bisa pasrah saat pelatuk- pelatuk senapan ditekan, "DOORR...!!! DOORR...!!!"
__ADS_1
Disaat yang tak terduga dan saat yang sangat tepat para anggota White Tiger termasuk Master Mark berdiri tegak menghalau tembakan itu dengan kemampuan mereka masing-masing.
Ragna menjadi sangat terkejut dan bernafas lega, "Fiuh... Aku selamat!!!" meski terluka Ragna dengan memaksakan diri berusaha berdiri tegak.
"Meskipun begitu tapi kita belum keluar dari masalah..." ucap Reynhard dengan sorot mata tajam penuh keseriusan.
"Aku tau itu!! Masalah yang kita hadapi semakin buruk saja..." ucap Djarot 'si cyborg'
Erinka terlihat geram saat menatap Tuan Liu, "Dewan Sihir itu aku sangat membencinya!!!"
Kelima orang White Tiger itu terlihat sangat waspada dalam kepungan pasukan penjaga yang dipimpin Tuan Liu.
Master Mark masih ingin semua masalah diselesaikan dengan cara damai dan iapun berkata, "Tuan Liu, kami bukanlah musuhmu dan jangan buat kami jadi musuhmu..."
"Kekacauan yang terjadi ini terjadi karena salah satu anggota Black Tiger menyerang guild kami bahkan salah satu rekan kami terbunuh..."
"Ini salah mereka dan mereka yang memulainya!! Kami sama sekali tak ingin bermusuhan dengan anda!! Kami cinta kedamaian..."
Tuan Liu menjadi semakin emosi, "Kurang ajar!!! Setelah bocah itu memukuliku maka kalian secara otomatis menjadi musuhku!!! White Tiger adalah musuh dari kerajaan Albion..."
"Tembak mereka...!!!"
Semua pasukan menarik pelatuknya dan tanpa ragu menembakan senapan, "DOORR...!!! DOORR...!!!" Peluru-peluru yang tak terhitung jumlahnya melesat ke arah kelima anggota White Tiger itu akan tetapi secara mengejutkan peluru-peluru itu melayang diudara seakan lajunya berhenti.
Ya, hal itu mengejutkan semua orang.
"Siapa? Siapa lagi yang berani menentangku?" Teriak Tuan Liu yang menjadi semakin geram, ia tau bahwa peluru-peluru itu terhenti oleh sebuah sihir.
Seseorang melayang diudara dan secara perlahan turun, "Itu adalah aku!!! Aku yang menghentikanmu, Tuan Liu"
"Aku adalah Kaisar Sihir kerajaan Albion, Julius Nova"
Bersambung Ke Devil Slayer Chapter 54 : Kesepakatan
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
__ADS_1
*****