The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 147 : Sang Waktu II


__ADS_3

Tak terduga, penyihir terkuat yaitu Kaisar Sihir, Julius Nova datang.


Iapun berhadapan secara langsung dengan Gamora dan Fibel, "Yah, kalian punya dua pilihan..."


"Pertama menyerah atau pilihan kedua kalah?"


Gamora dan Fibel yang waspada menjadi sangat geram akan tetapi Sang Kaisar Sihir berkata dengan entengnya, "Nah, kalian pilih yang mana?"


Merasa diremehkan dan hal itupun membuat Fibel marah, "Aku memilih untuk bertarung...!!!" Iapun membuka grimoire sihirnya dan mulai membaca mantra didalamnya.


"Fibel, hentikan!! Jangan melawannya!!" Teriak Gamora memperingatkan


Kristal-kristal es yang tajam tercipta dan melayang diudara, Fibel terlanjur emosi dan iapun tanpa ragu menyerang Sang Kaisar Sihir.


Tuan Julius tetap tenang dan tak menganggap serangan Fibel sebagai ancaman, "Kalian membuat pilihan yang salah dengan melawanku..."


"Time Stop!!"


Ya, mendadak kristal-kristal es yang sedang bergerak melesat terhenti begitu saja diudara.


"Apa!!!" Sontak hal itupun membuat Fibel terkejut.


Lalu bagaikan teleportasi Sang Kaisar Sihir telah berada tepat dihadapan Fibel dan iapun tanpa ragu memukul pada bagian perut, "Jbbuuak!!"


"Uhuk..." wanita pemilik grimoire itupun terkena serangan telak sehingga hal itu membuatnya jatuh tersungkur ke tanah.


"Sebenarnya aku tak ingin memukul wanita..." ucap Tuan Julius.


"Sial..." gumam Gamora dalam hati yang melihat rekannya berhasil dijatuhkan, "Kurasa aku tak punya pilihan selain melawan..." iapun mengambil pedang besar dipunggungnya lagi dan menggenggam senjata tersebut erat-erat sehingga berkobar api.


Dari atas Tuan Julius menatap ke bawah dengan remeh, "Sihir api, ya?"


"HIIIAAA...!!!" Gamora meningkatkan energi dan menebaskan senjatanya sekuat tenaga, "Sllash!!"


"WUUSS...!!!" Sebuah gelombang api super besar mengarah pada sang penyihir terkuat itu.


"Oh, serangan yang sungguh kuat tapi sayangnya tak berguna melawanku..." ucap Sang Kaisar Sihir itu dengan tenangnya.


Iapun meningkatkan energi, "Time Stop!!"


"Time Return!!"


Ya, serangan itupun terhenti lalu berbalik lagi kembali ke semula bagaikan waktu yang berjalan mundur.


"Dia membalikan seranganku dengan mudahnya..." gumam Gamora yang terlihat jengkel.


Bagaikan berteleport mendadak Tuan Julius mendadak muncul tepat dihadapan pemimpin ke-5 Batalion Bayangan itu dan langsung saja melesatkan tendangan pada bagian wajah lawan, "Jbuuak...!!"

__ADS_1


Gamora terhempas ke belakang dan jadi agak sempoyongan, "Time Return!!" Tuan Julius mengaktifkan kemampuannya lagi.


Gamora yang terhempas ke belakang kembali ke tempatnya semula dan Tuan Julius kembali menendangnya lagi, "Jbuuak...!!"


"Time Return!!" Tuan Julius mengulangi hal itu lagi dan lagi sebanyak 5 kali.


"Hah... hah... hah..." nafas Gamora tak beraturan akan tetapi fisik dari Tuan Julius tetap seperti sedia kala.


"Jika waktu hanya berputar seperti semula seharusnya aku tak kelelahan tapi nyatanya tidak..." ucap Gamora.


Tuan Julius berkata, "Aku memang dapat memutar waktu secara sempurna akan tetapi yang ku lakukan padamu sedikit berbeda..."


"Aku memodifikasi sedikit pengulangan waktu sehingga meski waktu kembali seperti sedia kala kau akan tetap merasakan sakit dan enerimu akan tetap berkurang..."


Gamora mengerti dan menjadi sangat geram, "Sialan, kalau begitu kau bisa seenaknya mempermainkan lawan..."


"Tentu saja, akan tetapi aku tak suka mempermainkan lawan bertarungku!! Aku menghargai setiap perlawanan musuhku..." jelas Tuan Julius dengan entengnya.


"Omong kosong!!" Gamora yang emosi meningkatkan energi dan iapun meledakan kobaran api dari kedua pijakan kakinya, iapun bergumam dalam hati, "Bagaimana caranya kami kabur dari pria ini?" Gamora mulai sedikit ragu.


"HIIAA...!!!" Iapun berlari ke arah Sang Kaisar Sihir secepat mungkin.


Tuan Julius mengarahkan telapak tangannya ke depan lalu mengaktifkan kemampuannya, "Time Return!!"


Waktupun berjalan mundur dan hal itupun membuat Gamora kembali ke tempat berpijaknya semula, "Sial..." pemimpin ke-5 itupun semakin jengkel.


"Aku muak denganmu..." Fibel yang sebelumnya terhempas juga bangkit lagi dan iapun langsung membuka grimoire sihirnya lalu membaca mantra didalamnya.


Tuan Julius terlihat tenang, "Luar biasa!! Kau bahkan mampu menggunakan beberapa elemen sekaligus..."


"Berisik!!!!" Teriak Fibel dan iapun melemparkan semua elemennya sekaligus.


"DHHUUAARR...!!!!" Ledakan besar pun tercipta dan Tuan Julius tak menghindarinya.


Nafas Fibel nampak tak beraturan akan tetapi ia yang lelah tersenyum lebar penuh kepuasan, "Hehehehe...!! Aku berhasil!! Aku telah mengalahkannya!!! Teriaknya yang kegirangan.


"Sudah cukup Fibel!!"


"Hah? Apa maksudmu, Gamora?"


"Bukankah kau sudah tau bahwa kita tak mungkin menang melawan penyihir waktu itu jadi selagi sempat mari kita kabur..." jelas Gamora.


Fibel terdiam dan iapun mengakui apa yang dikatakan Gamora itu, "Cih, baiklah, mari kita pergi!!"


"Kalian tak akan pergi kemanapun..." ucap Tuan Julius yang entah mengapa sudah berada dibelakang punggung keduanya.


"Apa!!!" Sontak keduanya terkejut dan langsung saja melompat ke belakang untuk mengambil jarak.

__ADS_1


"Bagaimana bisa kau selamat dari seranganku?" Ucap Fibel yang shock


"Dia pasti berteleport..." sahut Gamora.


Tuan Julius tersenyum tipis lalu menjelaskan, "Sayang sekali aku tak punya kemampuan seperti berpindah tempat..."


"Kemampuan yang ku gunakan hanyalah menghentikan waktu sejenak lalu disaat yang sama aku menghindari serangan yang datang lalu berjalan ke tempat ini..."


"Kemampuanku memang terkesan seperti teleport akan tetapi itu bukan teleport..."


Fibel dan Gamora paham pada penjelasan Sang Kaisar Sihir itu dan keduanya bertambah geram.


"Aku punya satu pertanyaan untuk mu..." ucap Gamora.


"Apa itu?"


"Jika kau mampu menghentikan waktu secara mutlak termasuk menghentikan pergerakan kami jadi mengapa kau tak menghentikan saja waktu kami lalu langsung saja membunuh kami saat waktu terhenti?"


Tuan Julius tersenyum menyeringai, "Aku tak akan melakukan hal itu..."


"Kenapa?" Teriak Fibel.


"Karena hal itu terkesan curang..."


"Maksudku tanpa memberikan kesempatan bagi lawan untuk berjuang maka hal itu terkesan tak adil..." ucap Sang Kaisar Sihir dengan entengnya.


"Sialan!!!" Teriak keduanya emosi


"Segala usaha kalian akan percuma jadi menyerah sajalah dan semua akan jadi lebih mudah..." ucag sang penyihir waktu itu yang tersenyum meremehkan.


Ya, dihadapan penyihir terkuat itu, Gamora dan Fibel tau betul bahwa mereka tak mungkin bisa melarikan diri atau bahkan memenangkan pertarungan dengannya.


*


Dikejauhan Erinka yang melihat cara bertarung Tuan Julius menjadi sangat kagum, "Hebat sekali!! Mereka berdua tak berdaya dihadapan Tuan Julius..."


"Tuan Julius terlihat mempermainkan mereka..."


Jack Rakan menghisap rokok dan menghembuskan asapnya secara perlahan, "Hah..." ia pun berkata dengan entengnya, "Kau tau gadis kecil?"


"Huh? Apa?"


"Tuan Julius adalah penyihir terkuat yang pernah ada dan jika sekalipun seluruh penyihir dikerajaan ini bersatu untuk melawannya maka Tuan Julius akan tetap menang..."


"Ya, julukan yang terkuat padanya bukan isapan jempol semata..."


Erinka menelan ludah dan tak ingin mempercayai ucapan Sang Komandan Pasukan Sihir itu, "Kalau begitu aku tak bisa membayangkan bila Tuan Julius berada disisi kejahatan..."

__ADS_1


"Yah, bila Tuan Julius jahat maka aku akan langsung menyerah padanya atau mungkin berada dipihaknya saja dari pada bertarung dengannya..." jelas Jack Rakan 'si seribu pedang'.


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 148 : Kembali Pulang


__ADS_2