The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 69 : Bala Bantuan III


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Sumika menemukan sebuah kapal yang berlayar ditengah samudra,


Ragna bertanya, "Apa mereka adalah rekan-rekan kita?"


"Sayang sekali!! Kabar buruknya kapak itu adalah kapal perompak dan disana sudah dapat dipastikan penuh dengan kriminal..."


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang ini?" Ucap Sumika dengan ekspresi murung.


"Hahahaha... mari serahkan diri pada mereka!!"


Kai dan Sumika terkejut, "Apa maksudmu?" Tanya si keturunan pahlawan itu.


"Ya, dari pada terombang-ambing tak jelas disebuah rakit yang rawan terbalik oleh ombak bukankah lebih baik jika kita berada diatas kapal?"


"Dan juga ku yakin mereka akan membawa kita ke markas mereka yang merupakan daratan terdekat..."


"Aku setuju dengan idemu akan tetapi mereka perompak bukan regu penyelamat jadi ku yakin mereka tak akan membawa mereka jika kita berharga..."


"Hmm... benar juga" ucap Sumika.


Ragna tersenyum lebar, "Bukankah kau merupakan keturunan pahlawan dan Sumika seorang wanita? Jadi kurasa mereka sudah cukup tertarik untuk membawa kita..."


Keduanya sependapat, "Yap, kalau begitu mari kita tunggu para perompak itu..." ucap Kai.


"Siap...!!!" Jawab Ragna dan Sumika dengan semangat.


Mereka bertiga sekarang duduk tenang, santai dan penuh kesabaran menunggu datangnya kapal perompak itu pada mereka.


Diatas rakit mereka bertiga menghabiskan segala perbekalan yang ada seperti buah-buahan apel dan kelapa.


Ya, tak butuh waktu lama kapal perompak itu sampai dan berada tepat didekat rakit mereka.


Sang kapten perompak berdiri paling depan memperhatikan kelompok itu.


Sumika bersembunyi dibalik punggung Ragna, ia berakting seolah-olah takut pada perompak itu dan juga Kai berakting seperti seseorang yang tengah sekarat dengan berbaring diatas rakit.


"Siapa kalian?" Tanya sang kapten perompak pada Ragna, iapun bertanya untuk memastikan seberapa berharga kelompok itu.

__ADS_1


Ragna terdiam dan iapun menarik sebuah pedang yang ada dipinggangnya dan menghunuskannya, "Enyahlah!!!" Ucapnya dengan sorot mata tajam.


Ya, sebenarnya pedang yang dibawa oleh Ragna adalah milik Kai.


Kapten perompak memperhatikan dengan seksama pakaian yang mereka kenakan, "Pakaian mereka lusuh akan tetapi sepertinya pakaian mereka dulunya mewah..."


"Ku yakin mereka dari kalangan orang terpandang atau dari golongan bangsawan..." gumamnya dalam hati saat melihat kecantikan Sumika dan penampilan Kai.


"Siapa kalian?" Tanya kapten perompak itu lagi.


Ragna berkata dengan tegas, "Lancang sekali ucapanmu yang tak sopan itu!!!! Apakah kau tak mengenali bahwa tuanku adalah salah satu bangsawan terhebat dikerajaan ini!!!"


Kapten perompak itupun tersenyum menyeringai, "Wah, kalian bangsawan rupanya?"


"Hey, kalian!!! Tangkap mereka dan kita akan meminta tebusan pada pihak kerajaan!!" Perintah kapten perompak itu begitu mendengar kata-kata penuh kebohongan dari Ragna.


"Siap, kapten!!!" Awak kapal yang terdiri dari para kriminal itu mulai turun dari kapal.


Ya, mereka terlihat sangat bersemangat dan supaya terkesan meyakinkan Ragna melakukan perlawanan meski ia hanya pura-pura saja dan ia bahkan pura-pura dikalahkan.


Kelompok itupun sengaja menyerahkan diri untuk ditangkap oleh perompak itu.


Dan para perompak tak hanya membawa mereka bertiga ke atas kapal akan tetapi mereka juga menyita barang berharga seperti tombak milik Sumika dan pedang milik Kai.


Mereka ditawan secara terpisah, Kai dan Sumika berada disebuah ruangan yang cukup nyaman untuk beristirahat lalu diruangan itu juga disediakan berbagai macam makanan.


Sedangkan Ragna ditahan disebuah sel yang bau dan kotor lalu gelap, ia tak sedikitpun mendapatkan makanan karena para perompak menganggap Ragna hanya pelayan saja yang tak berharga.


Perut Ragna terasa kosong akan tetapi ia juga merasakan gatal diseluruh tubuhnya karena sudah beberapa hari tak mandi, "Ah... menyebalkan!!" Iapun terlihat sangat kesal dan memutuskan untuk tidur agar tak merasakan penderitaannya.


"Kondisiku yang terjebak dalam penjara sempit dan bau ini terasa lebih buruk dari terdampar lalu seakan seperti dineraka saja..." gumamnya dalam hati.


"Ya, jika sudah waktunya tiba aku akan segera keluar dari tempat ini lalu cari makan dan berganti pakaian..." iapun secara perlahan memejamkan mata.


*


Dilain tempat kondisi Kai dan Sumika benar-benar berbeda.


Meski mereka perompak tapi keduanya diperlakukan dengan sangat baik bagaikan raja dan ratu.


Beberapa makanan enak tersedia, ruangan yang layak bahkan ada toilet dan tempat untuk mandi serta kamar tidur dan kamar ganti pakaian.


Kai mengamati ruangan itu dengan seksama dan bergumam dalam hati, "Mereka benar-benar menganggap kami orang yang sangat berharga sehingga memperlakukan kami dengan sangat baik..." ucapnya dengan mengambil segelas susu dari kulkas lalu menengguknya.


"Hah... setelah terdampar lalu menjalani hal seperti ini terasa bagaikan disurga saja..." gumamnya dengan penuh rasa bersyukur.


Sumika mandi lalu setelahnya ia berganti pakaian lalu hendak makan, "Hah... keputusan dibawa perompak lalu melakukan sedikit akting memang hal yang sangat tepat!! Aku sedikitpun tak merasa kesal meski ditangkap oleh perompak..."

__ADS_1


"Hmm..." Sumika teringat pada Ragna yang diterpisah dari keduanya, "Apa dia juga mendapatkan kenyamanan seperti ini, ya?"


"Itu sudah pasti..." sahut Kai, "Kita tak perlu khawatir padanya..."


"Emm..." Sumika hanya mengangguk senang.


*


Kapal yang mereka tumpangi itupun berlayar dilautan lepas lalu menuju ke sebuah pulau yang merupakan markas para perompak.


Kai dan Sumika terborgol dan dibawa langsung oleh kapten perompak itu, mereka benar-benar menjadi tawanan yang spesial dan dikawal dengan sangat ketat, "Khehehe... kami akan punya banyak uang dengan meminta tebusan pada pihak kerajaan..."


Seorang awak kapal mendekati sang kapten dan ia memberikan sebuah laporan, "Kapten gawat!! Satu orang lagi yang kita tahan telah melarikan diri dan sepertinya ia juga mengambil tombak dan pedang yang kita sita..."


"...!!!" Kai dan Sumika yang mendengarnya menjadi sangat terkejut, "Ragna melarikan diri? Sebenarnya apa yang tengah ia pikirkan?" Gumam keduanya dalam hati.


"Hahahaha...!!" Sang kapten perompak itupun malah tertawa lepas meski mendengar Ragna kabur, "Biarkan saja dia melarikan diri!! Dia bocah yang tak berharga jadi kita tak perlu repot-repot mencarinya..."


"Tapi kapten, bagaimana bila ia membuat masalah?"


"Langsung saja bunuh..." ucap kapten perompak itu.


"Siap...!!!!" Jawab awak kapal itu.


Sementara itu Ragna ternyata menyamar menjadi salah satu perompak.


"Begini lebih baik..." ucap Ragna yang berkeliaran bebas.


Kai dan Sumika dibawa ke markas begitu kapal perompak itu berlabuh dan para perompak yang lainnya menurunkan muatan kapal termasuk Ragna yang sedang menyamar.


Ragna mengangkat balokan-balokan kotak kayu yang tak jelas isinya, "Hadeh, sekali kabur dan menyamar malah jadi kuli..."


"Menyebalkan sekali!!" Gerutunya dalam hati.


"Ku harap Kai dan Sumika baik-baik saja dan tak mengalami hal yang lebih buruk seperti penyiksaan atau semacamnya..." gumam Ragna yang bolak-balik mengangkat muatan kapal.


Ya, mereka bertiga akhirnya sampai juga dimarkas para perompak dan tinggal mencari waktu yang tepat untuk beraksi!!!


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 70 : Bala Bantuan IV


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi

__ADS_1


Trima kasih atas perhatiannya.


*****


__ADS_2