
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Pertarungan memanas.
Kanna berhadapan kembali dengan pemimpin ke-9 Batalion Bayangan yaitu Hiruko.
Keduanya saling menatap tajam akan tetapi mendadan Hiruko tersenyum menyeringai, "Gadis kecil, kau tak ada kapoknya juga, ya?"
"Apa kau lupa kemarin aku telah membuatmu menderita..."
Kanna mengacungkan pedang yang ia genggam ditangan kanannya dan berkata, "Aku sudah lupa tentang hal yang kemari dan sekarang dipertarungan ulang ini ku pastikan aku akan menang melawanmu..."
"Akan ku penggal kepalamu itu..."
Hiruko tersenyum menyeringai, "Ya, jika kau meminta pertarungan ulang maka akan ku ladeni tapi hasilnya sudah jelas akan sama seperti yang kemarin..."
Kanna bersiaga dan iapun berkata pelan pada Rikka yang berada dibelakang punggungnya, "Rikka, mundurlah!!"
"Aku mengerti!!" Jawab gadis kecil itu.
Kanna kembali fokus pada lawannya, "Kami tak mungkin lari lagi!! Pertarungan ini adalah pertarungan penghabisan jadi mari bertarung sampai ada salah satu diantara kita ada yang mati..."
"Hahahaha..." Hiruko malah tertawa lepas, "Yang benar saja!! Bukankah sudah jelas kau akan mati!!"
Kanna menatap tajam dan iapun memulai serangan dengan berlari ke arah lawannya.
Hiruko tetap tenang, ia secara perlahan menarik kedua pisau besar yang ada dipunggungnya, "HIIAA...!!" Dua pisau besar yang dilemparkan itu berputar lalu dengan kemampuan mengendalikan pisau miliknya putaran pisau semakin cepat hingga bergerak seperti baling-baling.
"Dia bahkan bisa mengendalikan pisau sampai seperti itu..." Kanna memegang erat pedang ditangan kanannya.
"Cthing!!!" Dengan pedang ditangan kanannya iapun menahan baling-baling pisau itu dan melemparkan tinggi ke udara.
"Satu lagi!!" Ucap Kanna yang memegang erat pedang ditangan kiri.
Baling-baling pisau melesat akan Kanna berputar dan menebas baling-baling pisau itu, "Cthiing...!!!"
"HIIAA...!!" Kanna melemparkan baling-baling pisau itu ke angkasa lagi.
__ADS_1
Setelah mengatasi dua baling-baling pisau, iapun berlari kembali mendekat pada Hiruko.
"Percuma saja!!" Teriak Hiruko dan dengan kemampuan mengendalikannya dua baling-baling pisau itupun kembali lagi mengarah pada Kanna.
Kanna agak kesal akan tetapi dari pada menahan serangan itu, ia berlari sambial bergerak menghindar.
Ya, meski kesusahan tapi pada akhirnya Kanna berhasil mendekat pada lawan dan langsung saja menyerang dengan tusukan.
Mendadak Hiruko tersenyum menyeringai dan dari jarak ia melemparkan semua pisau-pisau yang ia miliki, "Jleebb... Jleebb..." tubuh pemimpin ke-9 itupun bersarang pisau-pisau.
Kanna terhenti sejenak, "Hahahaha..." hal itu membuat Hiruko tertawa lepas, "Aku sudah menang!!" Ucapnya penuh rasa bangga.
Mendadak Kanna meningkatkan energi dan dengan kemampuan sihir regenerasinya ia menyembuhkan diri, "HIIAA...!!!" Penyembuhan Kanna membuat pisau-pisau yang bersarang ditubuhnya terlempar keluar.
"Apa!!!!" Sontak hal itu membuat Hiruko terkejut.
Kanna kembali berlari ke arah lawannya, "Aku memiliki regenerasi super!! Aku tak akan kalah darimu!!"
Iapun melesatkan tusukan akan tetapi baling-baling pisau mendadak melesat dan jatuh tepat pada cengkraman tangan Hiruko, "Cthing!!!" Hiruko menangkis tusukan Kanna dengan pisau besarnya.
Satu baling-baling pisau melesat ke arah punggung Kanna akan tetapi Kanna menghindar dengan bersalto ke belakang.
"Yang tadi itu nyaris saja..." ucap Hiruko.
Kanna menggenggam erat dua pedangnya dan kembali berlari ke arah lawannya.
Kanna meningkatkan energi dan mengaktifkan sebuah sihir unik miliknya yang membuat tubuhnya terlapisi sebuah segel sihir, "Inilah kekuatanku yang sebenarnya!! Sihir regenerasi super..."
"Bagiku sihirmu itu bagai sihir murahan..." ucap Hiruko.
Kanna berlari langsung maju ke depan, ia menggenggam erat dua pedangnya dengan dua tangan, "Sllash!! Sllash!!" Dengan kedua pedangnya, ia menangkis setiap pisau yang datang.
"Cih..." Hiruko kesal dan iapun mengarahkan semua pisau-pisaunya.
"Sllash!! Sllash!!" Kanna melesatkan tebasan cepat untuk menangkis setiap pisau yang datang ke arahnya.
Ia kerepotan akan tetapi pisau yang mengarah dan menusuk tubuhnya langsung saja terpental bagaikan menusuk benda sekeras besi.
"Apa!!! Bagaimana mungkin tubuhnya tak mempan tusukan pisauku?" Gumam Hiruko yang kesal, iapun memperhatikan dengan seksama dan menyimpulkan, "Pisauku mempan padanya akan tetapi karena regenerasinya sangat cepat pisau yang menancap pada tubuhnya seakan tak berguna..."
"Benar sekali!!! Dari semua orang yang pernah ku temui gadis inilah yang memiliki regenerasi paling cepat..."
"Ya, mungkin regenerasinya terhebat yang paling ada..." gumam Hiruko yang terheran pada kemampuan lawannya.
Kanna terus saja berlari dengan menangkis pisau-pisau yang datang dan meski pisaunya menusuk tubuh, Kanna dengan cepat mementalkan pisau tersebut dengan kemampuan regenerasi.
__ADS_1
Hiruko sekarang ini tak lagi meremehkan Kanna, ia menganggap Kanna sebagai lawan yang sepadan dan sangat berbahaya, "HIIIAAA...!!!!" Iapun berlari sangat cepat dan menebaskan pisau besarnya.
"Apa!!" Pisau tersebut mengenai bagian leher dan hanya menembusnya, "Bagaimana mungkin!!!!" Hiruko tak mengerti.
"Jbbllast!!!" Kanna melesatkan serangan balasan dengan tendangan pada kepala Hiruko.
Hiruko jatuh tersungkur akan tetapi ia segera bangkit lalu mengambil pisau besarnya yang terlepas, ia menggenggam kembali pisaunya akan tetapi Kanna terlebih dahulu melesat dan menebas tangan lawan, "Sllash!!!"
"Cruat!!!" Tangan kanan Hiruko terputus.
"ARRGGHH...!!!!" Darah mengalir deras dan pemimpin ke-9 itupun berteriak kesakitan.
Ia lalu membalas dengan menebaskan pedang yang digenggamnya ditangan kirinya akan tetapi pedang tersebut hanya menembus tubuh Kanna, "Bagaimana mungkin!!!!" Iapun shock.
Kanna dengan cepat segera membalas dengan menebas lengan kiri lawan, "Sllash!!!"
"Cruat...!!!!" Lengan kiri Hiruko kembali terputus.
"Sialan!!!" Teriak Hiruko yang telah kehilangan kedua lengan, ia hanya bisa menyerang dengan mengendalikan pisau-pisau tetapi pisau-pisau itupun hanya memantul pada tubuh Kanna.
Kanna berlari ke arah lawan dan ia melompat lalu menebas mata lawan, "Sllash!!"
"Cruat!!!!" Hiruko tak lagi dapat melihat dan hal itu membuat dirinya tak lagi dapat mengendalikan pisau-pisau.
Pisau-pisau terjatuh begitu saja ditanah lalu dalam kondisi yang tak berdaya, Hiruko berkata, "Bagaimana mungkin kemampuan regenerasi bisa sehebat itu!!! Pedangku bahkan hanya bisa menembus tubuhnya..."
Kanna menatap tajam, "Itu rahasiaku dan aku tak akan memberitahukan padamu..." iapun menggenggam erat dua pedangnya, "Sllash!!!" Gadis itupun memenggal kepala.
"Sllash!!" Dan Kanna sekali lagi melesatkan tebasan yang membuat kaki Hiruko terpotong juga.
Darahpun berceceran ke segala tempat dan mengalir dari tubuh yang telah kehilangan kepala dan kedua kaki itu.
Ya, pemimpin ke-9 Batalion Bayangan itu tewas ditangan Kanna.
"Hah... hah... hah..." gadis dari White Tiger itupun bersimbah darah dan ia perlahan mengatur nafasnya, "Aku menang dan aku seorang pembunuh..." ucapnya yang terlihat sangat sedih.
Mendadak Rikka si gadis iblis berlari dan memeluk punggung Kanna dari belakang, "Terima kasih..."
"Kau telah melindungiku, kak..."
"Ya, tapi aku seorang pembunuh..." meski menang dalam pertarungan tapi entah mengapa Kanna malah terlihat sedih.
"Bukan!! Kau bukan pembunuh!! Kau adalah pahlawanku..." ucap gadis iblis kecil itu.
Kanna tersenyum tipis, "Ya, kau bisa menganggapku sebagai pahlawan..."
__ADS_1
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 137 : Mana Zone