The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 128 : Ketemu!!


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Ragna telah berhasil menyusup lalu dilain tempat Jack Rakan mengajak Erinka dan Kanna untuk mendekat pada kamp perkemahan musuh.


"Ya, mari kita bergerak lebih dekat pada perkemahan musuh..." ucap sang Komandan Pasukan Sihir kerajaan Albion itu dengan santainya.


Erinka agak keberatan dengan ucapan Jack Rakan itu, "Hey, bukankah kau tadi bilang bila kita terlalu dekat maka akan ketahuan oleh pihak musuh yang memasang sensor sihir disekitar area perkemahan mereka?"


"Hah..." Jack Rakan menghembuskan asap rokok dan kemudian merokok lagi, "Ya, aku memang bilang seperti itu akan tetapi kondisi yang sekarang sangatlah berbeda..."


"Jika sebelumnya kita langsung ketahuan maka sudah dapat dipastikan akan terjadi perburuan besar-besaran dan sekuat apapun kita pasti nantinya kita akan tertangkap..."


"Tetapi sekarang berbeda, Ragna sepertinya telah berhasil menyusup dan kita harus berada didekat kamp perkemahan bila nanti Ragna membutuhkan bantuan maka dengan cepat kita bisa beraksi..."


Erinka terdiam setelah paham akan rencana Jack Rakan sementara Kanna setuju pada ide sang Komandan Pasukan Sihir itu dan ia pun berkata, "Baik, aku mengerti jadi sekarang mari bergerak mendekati mereka..."


"Kalau begitu kita tak boleh membuang-buang waktu lagi..." ucap Jack Rakan, "Mari bergerak!!"


"Siap!!" Jawab keduanya serentak.


Mereka bertiga kmbali turun dari air terjun lalu bergerak dengan menyusuri aliran sungai yang arusnya sangat deras.


*****


Sementara itu.


Ragna yang perutnya berbunyi karena lapar memutuskan mencari dapur dulu untuk mengisi kebutuhan perutnya, "Ya, sebelum beraksi ada baiknya perutku kenyang dulu!! Aku tak bisa bertarung dalam keadaan perut kosong..."


Iapun terus mencari-cari dengan memeriksa setiap tenda, "Duh, dimana sebenarnya dapurnya?" Pikirnya dengan menahan rasa lapar diperut.


Ragna yang tak kunjung menemukan dapur akhirnya memutuskan untuk bertanya pada salah satu pasukan, "Hey, kawan!! Sebenarnya dimana dapur berada?"


"Hah?" Ia agak terkejut, "Bagaimana mungkin kau tak tau lokasi dapur? Jangan-jangan kau penyusup?"


Ragna terdiam dan berkeringat dingin, ia merasa penyamarannya telah terbongkar, "Duh, gi mana ni?" Pikirnya panik.

__ADS_1


"Ah, benar!! Kau pasti anggota baru yang datang dari markas pusat bersama dengan pemimpin ke-5 dan ke-6..."


Ragna langsung mengangguk, "Benar, aku adalah anggota baru!! Jadi sekarang dimana dapur berada?"


"Letak dapur ada dibagian barat perkemahan?"


"Ya, terima kasih..."


"Kau sampai tak tau lokasi dapur jadi sebenarnya ada apa denganmu?"


"Hahahaha... tempat ini terlalu besar jadi aku dengan mudahnya tersesat..."


"Dasar..." pria itupun mudah saja percaya, "Kalau begitu cepat cari makan sana!! Dari tadi aku sudah mendengar perutmu berbunyi terus..."


"Hahahaha... Ya, aku akan cari makan..."


Keduanya berpisah akan tetapi pria itu mendadak menaruh rasa curiga sehingga membuatnya membalikkan badan, "Ah, kau dari divisi mana?" Ucapnya akan tetapi ia mendadak tak melihat keberadaan Ragna lagi.


"Dia tak ada?" Pria itu agak heran, "Iih... seram..." ia merasa takut dan menganggap Ragna adalah hantu padahal sebenarnya Ragna pergi dengan kemampuan teleport.


*


"Zink!!" Dengan menggunakan kemampuan teleport sekejap saja, Ragna sudah berada ditempat yang ia cari.


Ragna masuk ke dalam sana dan ia melihat banyak orang sedang mengantri untuk mendapatkan jatah makanan, "Wah, ramai juga, ya? Meski organisasi ilegal tak ku sangka mereka memiliki anggota sebanyak ini..." gumam Ragna dalam hati dan iapun ikut mengantri dengan berbaris.


Ia bergumam dalam hati, "Jika dilihat dari besarnya perkemahan mereka kurasa ditempat ini ada sekitar 2.000 sampai 3.000 orang..."


"Aku harus berhati-hati agar tak menimbulkan keributan!! Jika nantinya aku membuat kesalahan yang berakibat harus melawan seluruh orang yang ada ditempat ini dapat dipastikan kami akan kalah dengan mudah..."


Setelah beberapa waktu menunggu akhirnya Ragna mendapatkan jatah makanannya dan iapun mengikuti orang-orang yang lainnya lalu duduk ditempat yang disediakan.


Ragna memakannya dengan lahap dan secepat mungkin karena ia tau harus segera mencari tempat Rikka ditahan.


Sambil makan ia mendengar beberapa orang sedang berbincang-bincang dan iapun mempertajamkan pendengarannya.


"Hey, apa kau dengar?"


"Apa?"


"Ku dengar ada penyusup yang mendadak muncul dikamar mandi lalu ia mengambil pakaian dan membaur dengan kita..."


"Itu berita rumor atau sudah pasti..."

__ADS_1


"Entahlah, tapi kurasa beritanya sudah pasti karena para pasukan khusus sedang bergerak mencari penyusup itu..."


Ragna yang mendengar pembicaraan mereka merasa sedikit khawatir, "Duh, gawat!! Ternyata keberadaanku sudah ketahuan..." ia pun cepat-cepat menghabiskan makanannya.


Dua orang juga sedang berbincang-bincang dan Ragna yang merasa tertarik mendengarkannya dengan seksama.


"Kau sudah dengar kabar terbaru?"


"Apa?"


"Dalam sebuah misi Tuan Satoru yang merupakan pemimpin divisi ke-8 telah tewas akan tetapi misi itu berjalan sukses karena pemimpin divisi ke-9 yang baru yaitu Tuan Hiruko berhasil menangkap targetnya..."


"Ya, aku dengar hal itu dan target Tuan Hiruko ternyata anak iblis dan ia sedang ditahan diruang bawah tanah tak jauh dari tempat makan ini..."


"Itu dia!!!" Teriak Ragna dengan semangat yang secara tak sengaja menemukan keberadaan Rikka lewat pembicaraan para pasukan yang sedang makan.


Ragna segera mendekati dua orang yang sedang ngobrol itu, "Terima kasih..." ucapnya dengan tersenyum lebar.


"Eeehh...!!??" Keduanya tak mengerti.


Ragna tak menjelaskan dan iapun segera keluar dari tenda besar itu lalu segera mencari tempat Rikka ditahan.


Dengan mengumpulkan sedikit demi sedikit informasi Ragna akhirnya menemukan penjara tempat ditahan Rikka secara pasti dan iapun segera bergerak menuju ke sana.


"Ketemu juga..." ucap Ragna ketika melihat sebuah bangunan menuju ruang bawah tanah, "Tapi penjagaannya ketat sekali jadi bagaimana caraku masuk ke dalam sana?" Ragna berfikir akan tetapi mendadak ia menyadari sesuatu.


"Benar juga!! Aku memiliki kemampuan teleport jadi melewati mereka semua bukan perkara yang susah..." ucapnya yang kemudian meningkatkan energi lalu menghilang dengan kemampuan teleport, "Zink!!"


Sekejap mata saja, Ragna sudah berada diruang bawah tanah itu.


Disana ia melihat berbagai kerangkeng besi dengan berbagai makluk didalamnya seperti binatang, goblin, minotour atau bahkan para siluman setengah binatang.


"Cih, aku seakan sudah pernah melihat tempat yang seperti ini tapi dimana, ya?" Ucap Ragna yang teringat suatu tempat, "Benar juga, ruang bawah tanah ini sama persis dengan ruang bawah tanah yang dimiliki oleh guild penyihir Black Tiger..."


"Ya, aku paham betul bahwa organisasi Batalion Bayangan ini sedang mengumpulkan sempel penelitian..."


Ragna menjadi sangat geram dan bergumam dalam hati, "Mereka benar-benar kejam..." iapun terus mencari-cari keberadaan Rikka diantara kerangkeng-kerangkeng itu.


"Di mana dia ditahan?" Ragna mulai khawatir karena tak kunjung menemukan keberadaan Rikka.


Ya, setelah mencari-cari iapun memperoleh sebuah harapan yang luar biasa besar, "Ketemu!! Aku telah menemukan Rikka!!" Ucap Ragna dengan tersenyum lebar.


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 129 : Habisi

__ADS_1


__ADS_2