
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Ragna secara tak terduga bertemu dengan gadis kecil yang merupakan ras iblis.
Iapun memeluk erat Ragna dan sepenuhnya telah percaya, "Aku sangat takut sendirian dan aku sangat senang bisa bertemu dengan orang yang jadi pesuruh kakak ku..."
Ragna merasa kasihan pada gadis kecil iblis itu dan iapun balas memeluknya erat-erat, "Sudah, kau sudah tak sendiri lagi dan sekarang bersamaku semuanya akan jadi aman..."
"Khihihi..." gadis kecil itupun melepaskan pelukannya dan tersenyum lebar karena senang, "Lalu sekarang dimana kakak?"
Ragna yang tak tau apapun tentang kakak gadis iblis kecil itupun jadi kebingungan menjawab, "Duh, kebohongan seperti apa yang harus ku katakan padanya?" Pikirnya dengan keras.
"Apa kakak ku menunggu disuatu tempat lalu menyuruh dirimu untuk menjemputku?"
"Ah, benar sekali!! Kakak mu berada disuatu tempat dan aku akan membawamu kembali padanya..." ucap Ragna entengnya meskipun dalam hati ia merasa bersalah, "Maafkan aku gadis kecil karena terus menerus membohongimu..."
"Apa kakak ku baik-baik saja..."
"Tentu saja!! Dia sehat walafiat..." ucap Ragna tanpa ragu.
"Hahahahaha... itu wajar saja!! Kakak ku itu kuat jadi tak mungkin kalah dari mereka..." gadis iblis kecil itupun jadi ceria.
Ragna tak mengerti akan tetapi ia memasang ekspresi senang untuk menutupi segala kebohongan yang ada.
"Ah, ngomong-ngomong siapa namamu?"
"Eehh...!!" Gadis iblis kecil itupun menaruh rasa agak curiga, "Bukankah kau pesuruh kakak ku jadi seharusnya kau tau namaku?"
"Yah, kalau soal itu..." Ragna kebingungan untuk menjawab, "Aku bertemu dengan kakakmu dijalan secara singkat dan ia tak memberitahu ku namamu!! Ia hanya memberikan bau tubuhnya padaku!! Lalu dia percaya padamu bahwa hanya dengan sebuah bau pasti kau akan dapat menemukan jalan keluar..."
"Oh, gitu rupanya..." gadis itupun mengangguk dan dengan polosnya ia percaya begitu saja.
"Jadi siapa namamu?"
"Namaku Rikka dan aku iblis dengan sihir cahaya..." ucap gadis kecil itu dengan tersenyum lebar.
"Baik, sekarang aku telah mengetahui namamu dan sekarang biarkan aku memperkenalkan diri..."
"Namaku adalah Kurogami Ragna..."
"Kurogami? Tapi kok warna rambutmu putih?"
__ADS_1
"Ya, mana ku tahu..." jawab Ragna agak jengkel.
Mendadak perut Rikka berbunyi dengan keras bagaikan gendang yang ditabuh.
"Kau lapar?"
"Tentu, sudah seharian aku tak makan..."
"Yosh, kalau begitu ikuti aku..." ucap Ragna dan iapun berjalan didepan sementara anak iblis yang bernama Rikka itupun mengikuti dari belakang.
Rikka tak lupa menutup kembali kepalanya agar jati dirinya sebagai iblis tak ketahuan oleh para penumpang yang lainnya.
Keduanya menuju ke tempat Erinka dan Kanna yang sekarang ini sudah terbangun dari tidur pulas mereka.
Ragna langsung saja duduk dan Rikka juga langsung saja duduk disamping Ragna.
Erinka mendekatkan mulutnya pada telinga Ragna dan berbisik dengan suara pelan, "Siapa dia?"
"Dia adalah saudara jauhku..."
"Namanya adalah Rikka..."
"Oh..." Kanna dan Erinka langsung saja mengangguk paham meski mereka berdua sebenarnya agak curiga mengapa saudara Ragna harus memakai penutup kepala.
"Kenapa ia harus menutupi wajahnya?" Tanya Kanna.
"Begitu rupanya..." Kanna mengangguk paham.
Ragna terpaksa membohongi kedua rekannya agar tak banyak bertanya, iapun berkata, "Nah, Rikka!! Mereka ini adalah teman-temanku dan kau tak perlu takut pada mereka..."
"Emm..." Rikka hanya menjawab dengan mengangguk.
"Dia lapar jadi apakah masih ada sisa-sisa makanan perbekalan kita?"
"Tentu saja masih ada..." ucap Erinka dengan mengeluarkan sepotong roti dari tas punggungnya.
Ya, roti tersebut langsung diberikan pada Rikka dan gadis iblis kecil itupun memakannya dengan lahap.
Kanna terlihat senang saat melihat nafsu makan dari Rikka itu dan iapun juga mengeluarkan roti dari tas punggungnya, "Ini punyaku juga masih sisa..." ucapnya.
"Emm..." Rikka yang masih sangat lapar menerimanya dengan senang hati dan memakannya dengan lahap.
Ragna dan Erinka terkejut pada nafsu makan Rikka yang merupakan anak kecil sementara itu Kanna malah tersenyum senamg melihatnya, "Dia mengingatkan diriku saat pertama kali keluar dari dalam hutan dan saat itu Master Mark mengajakku makan disebuah warung makan..."
"Oh, begitu rupanya..."
Erinka menaruh rasa sedikit curiga, "Jika ia adalah saudaramu bagaimana bisa dia berada ditempat ini?"
"Hmm..." Ragna berfikir dan mencari cara untuk berbohong lagi.
__ADS_1
"Hey, Ragna!! Bukankah dulu kau bilang bahwa kau kehilangan ingatan sehingga berada dihutan belantara dan juga kau bilang padaku bahwa hanya punya satu saudara yaitu Kurogami Ai?"
Ragna kebingungan untuk menjawab pertanyaan dari Erinka itu, "Waduh, aku harus jawab apa?" Gumamnya dalam hati yang kebingungan dan ia yang berfikir berbohong lagi, "Yah, aku memang kehilangan ingatan dan hanya punya satu saudara yaitu Kurogami Ai..."
"Tetapi sewaktu dihutan aku punya saudara lain yaitu Rikka ini dan kami terpisah oleh sebuah insiden beberapa waktu yang lalu..."
Erinka masih menaruh rasa curiga akan tetapi karena dirasa tak terlalu penting, iapun tak bertanya lagi, "Mungkin untuk sekarang aku percaya padamu akan tetapi aku merasa ada yang janggal..."
"Dan entah mengapa sepertinya kau menyembunyikan sesuatu dari kami yang meskipun begitu aku tak peduli karena tak menguntungkan bagiku..."
Ragna agak lega akan tetapi ia juga merasa sedikit kesal pada sifat Erinka, "Dasar, wanita mata duitan..." gumamnya dalam hati.
Merekapun bersendau gurau dalam kereta yang berjalan cepat didaerah peggunungan terjal itu hingga suatu kejadian tak terduga terjadi yaitu mendadak kereta yang mereka naiki itu berhenti ditengah jalan.
Sontak semua penumpang yang ada disana panik karena mendadak kereta berhenti didaerah lereng gunung, "Apa yang sebenarnya terjadi?"
"Bukankah seharusnya kita belum berhenti?" Para penumpang bertanya-tanya dan petugas kereta pun kebingungan untuk menjelaskan.
Ragna, Kanna dan Erinka yang semula diam saja kini berdiri tegak dan memasang sorot mata tajam.
"Ini aneh..." ucap Kanna dengan serius.
"Akupun juga tau mengapa kereta mendadak berhenti didaerah lereng gunung..." ucap Ragna.
Erinka menjadi merinding dan teringat kejadian yang lalu, "Situasi dan keadaan panik seperti ini mengingatkan ku pada saat berhadapan dengan para goblin..."
"Hey, jangan ingatkan aku tentang hal itu..." ucap Ragna agak trauma.
Rikka memegangi lengan kanan Ragna erat-erat, "Kau takut?"
"Emm..." Rikka menjawab hanya dengan mengangguk.
Ragna tersenyum lebar dan mengusap kepala gadis kecil iblis itu, "Tenang saja!! Semuanya akan baik-baik saja karena kami ada bersama mu..."
"Emm..." Rikka menjawab dengan mengangguk dan tersenyum lega.
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 119 : Mereka Lagi!!
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****
__ADS_1