
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
"Zink!!" Dengan kemampuan teleport secara mendadak Ragna muncul tepat dihadapan kapten perompak itu, ia berdiri tepat dimeja tempat ia makan.
"Aku sudah disini jadi sekarang bagaimana caramu menangkapku..." ucap Ragna dengan melesatkan tendangan tepat pada wajah kapten perompak itu, "Jbbuuak...!!"
Kapten perompak terlempar keluar ruangan dan aksi Ragna itupun membuat Sumika terkejut dan Kai hanya tersenyum menyeringai, "Akhirnya kau datang juga, kawan..."
"Ya, aku datang untuk menjemput kalian berdua..." ucap Ragna dengan tersenyum lebar.
Sumika menjadi sangat senang, "Aku sangat senang mengetahui dirimu baik-baik saja..."
"Hmm... sebenarnya aku tak baik-baik saja!! Aku kabur karena dipenjara dan tak dapat makanan lalu tempatnya sangat kumuh..."
"Jadi apa yang mereka lakukan pada kalian?"
"Mereka mengajak kami makan..." ucap Kai.
"Emm..." Sumika hanya mengangguk.
"Kalian bercanda?"
"Tentu saja tidak..." jawab keduanya serentak.
Ragna memperhatikan semua makanan mewah yang ada dimeja tempatnya berdiri dan ia pun jadi sangat iri, "Sialan!! Mengapa mereka mendapatkan kemewahan sementara aku tidak!!!!"
"Woiy, berhenti basa-basi dan segera berikan senjata kami..." ucap Kai.
"Ambil saja..." Ragna melempar pedang dan tombak sementara ia sendiri sibuk memunguti makanan yang ada dimeja.
Setelahnya mereka bergegas segera pergi dari ruangan itu akan tetapi kapten perompak dan beberapa bawahannya segera berdatangan lalu mengepung ketiganya.
Mereka bertiga berdiri tegak saling membelakangi, "Tak masalah, kita bisa mengalahkan mereka..." ucap Kai.
"Meskipun begitu kita tak boleh meremehkan jumlah mereka yang sekitar 300 sampai 400 orang..." ucap Ragna.
Sumika berkata, "Kalau begitu kita tak boleh membuat keributan yang lebih besar..."
Kapten perompak menjadi sangat geram, "Aku tak peduli lagi meski kalian bangsawan yang berharga!!! Kalian yang telah membuatku marah harus mati..!!!"
"Habisi mereka!!!" Teriaknya dengan lantang dan semua bawahannya bergerak menyerang.
Mereka bertiga serius.
Ragna meningkatkan energi sihir dan melapisi kedua kepalan tangannya dengan kegelapan.
Kai mencengkram erat sebilah pedangnya dan membalut senjatanya tersebut dengan kobaran api.
Sumika menatap tajam dan iapun melapisi tombaknya dengan pusaran angin.
"HIIAA...!!!" Ketiganya menyerang secara bersamaan dan terlihat sangat kompak, "Sllash!! Jbbuuak!! Jbbuuak!!"
Ya, tak butuh waktu lama mereka bertiga berhasil mengalahkan semua perompak termasuk kapten mereka.
__ADS_1
"Fiuh..." Ragna terlihat lega.
"Ayo pergi!!" Ucap Kai.
"Siap...!!!" Jawab Sumika.
Ketiganya keluar dari ruangan itu lalu Kai dan Sumika sangat terkejut begitu mengetahui diri mereka berada dipuncak gunung.
"Jadi markas mereka ada ditempat seperti ini?" Ucap Kai.
"Benar, dan untuk sampai tepi pantai kita harus turun gunung..." sahut sahut Sumika.
Ragna menemukan sebuah ide tercepat untuk sampai ke bawah, "Khehehe..."
"Mengapa kau tertawa?" Tanya Kai.
"Aku punya ide supaya kita cepat sampai bawah..."
"Apa itu?" Tanya Sumika
Ragna menunjuk ke tempat berdirinya dua pohon, "Potong dua pohong itu...!!"
"Sllash!! Sllash!!" Tanpa banyak bertanya Kai memotong dua pohon yang dimaksud oleh Ragna, iapun menjadikannya dua potong gelondong kayu, "Lalu?"
Ragna mengikat dua batang gelondongan pohon itu dengan kemampuan kegelapannya, "Khehehehe... mari meluncur!!!" Teriaknya dengan memeluk erat kedua rekannya dan iapun melompat ke atas batang pohon itu.
Batang pohon itupun mulai meluncur ke bawah dengan sangat cepat menerjang segala apa yang ada dihadapannya seperti semak-semak, binatang buas dan bahkan perompak, "KYYYAAA....!!!!!!" Jerit Kai dan Sumika sementara Ragna malah tersenyum lebar.
Para perompak yang berusaha menangkap mereka malah terhempas ke udara, "DYYEESS...!!" Ragna terlihat sangat menikmati sementara Kai dan Sumika terlihat sangat ketakutan.
"Ini tidakan gila!!!!" Teriak Kai.
Ragna dengan tersenyum lebar berkata, "Kenapa? Bukankah ini menyenangkan karena seperti berselancar?"
"Dasar bodoh!!!" Bentak keduanya serentak.
"Hahahaha..." Ragna tak peduli dan ia malah tertawa.
Balokan kayu yang mereka naiki m.enerjang beberapa pepohonan kecil lalu melompat ke jurang, "KYYYAAA...!!!!" Kai dan Sumika menjerit sekeras-kerasnya saat terlempar dari atas batangan pohon itu.
"Yap, waktu bermain selesai..." ucap Ragna dengan tersenyum lebar dan iapun membentuk kegelapan dipunggungnya menjadi sebuah sayap lalu melapisi kedua kepalan tangannya dengan kegelapan sehingga ukurannya menjadi besar dan digunakan untuk menangkap kedua rekannya.
"Eeeehhh...!!!" Kai dan Sumika terkejut saat Ragna dengan kemampuannya dapat terbang.
"Langit dan udara ditempat ini benar-benar cerah, ya?" Ucap Ragna dengan tersenyum lebar saat angin laut berhembus menerpa mereka.
"Emm..." keduanya mengangguk setuju.
Ragna membawa kedua rekannya terbang merendah menuju pelabuhan tempat kapal-kapal perompak berlabuh.
Dipelabuhan sudah banyak sekali perompak yang berkumpul dan mereka terlihat sudah siap dengan berbagai senjata, "Bersiaplah, kawan-kawan!!! Hal yang sulit ada didepan mata kita..."
"Ya..." jawab Kai dan Sumika dengan sorot mata tajam.
Para perompak yang telah berkumpul dan melihat keberadaan Ragna langsung saja berteriak, "Itu penyusupnya!!!"
"Dia membawa sandera berharga kita!!!"
"Jatuhkan dia!!!"
Merekapun melemparkan tombak dan menembakan anak panah dari bawah.
__ADS_1
Ragna terbang dengan berkelok-kelok menghindari setiap serangan yang datang dari bawah, "Cih, merepotkan sekali!!!"
Kai dan Sumika yang dibawanya juga menangkis serangan yang datang menggunakan tombak dan pedang mereka.
"Hati-hati, Ragna..." ucap Sumika.
"Aku tau!!"
Kai berkata, "Mendarat saja diatas salah satu kapal..."
"Aku tau!! Mengatakannya tak semudah melakukannya..." teriak Ragna yang bergerak berkelok-kelok, iapun mencoba mendarat disalah satu kapal meski banyak serangan mengarah pada mereka.
Diatas sebuah kapal secara mendadak Ragna menonaktifkan kemampuannya, "Lompat!!!" Mereka pun jatuh tepat diatas sebuah kapal.
Kai memberikan perintah dengan tegas, "Rebut kapal ini dan segera berlayar...!!"
"Dimengerti!!" Jawab Ragna dan Sumika serentak.
Mereka bertiga mengeluarkan semua kemampuan yang dimilikinya untuk merebut kapal tersebut.
Lalu setelah bersusah payah menjatuhkan semua perompak yang berada diatas kapal pada akhirnya mereka bertiga berhasil menjatuhkan semua lawan dari atas kapal.
"Mereka terus berdatangan..." ucap Ragna yang melihat para perompak yang lainnya berusaha naik kembali ke atas kapal.
"Kalau begitu kita berlayar..." ucap Kai dengan menuju ke kemudi kapal.
"Siap...!!!" Jawab keduanya dengan kompak, Sumika segera membentangkan layar kapal sementara Ragna segera mengangkat kembali jangkar kapal.
Ya, mereka pun secara perlahan mulai berlayar dan meninggalkan pulau penuh perompak itu.
"Fiuh..." Ragna dan Sumika menghela nafas lega.
"Jangan senang dulu!!!" Ucap Kai dengan ekspresi serius dan benar saja kapal-kapal perompak juga mulai berlayar mengejar ketiganya.
"Apa!!!!" Ragna dan Sumika terkejut.
Disalah satu kapal ada kapten para perompak dan ia terlihat sangat geram, "Tenggelamkan mereka!!!"
"Siap!!!!" Jawab para bawahan dengan mulai mempersiapkan meriam.
Ketiganya terdesak lagi.
Kapten perompak yang berada dikapal utama memberikan sebuah perintah, "Tembak!!!!!"
"DHUUAARR...!!!" Disaat yang tak terduga muncul sebuah kapal dari arah berbeda dan kapal itupun menyerang kapal-kapal perompak itu.
Diatas kapal itu pada bagian depan ada seseorang yang berdiri tegak tanpa rasa takut dan orang itu adalah Denjirou, "Aku datang untuk membawa istriku kembali...!!!"
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 72 : Berkumpul Kembali
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****
__ADS_1