
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Erinka yang mengetahui Jigra berada dilantai dua segera berlari cepat menuju tangga dan ia diikuti oleh Ragna, Djarot si cyborg dan Reynhard.
Akan tetapi mereka bertiga yang bergerak maju dihalangi oleh jumlah musuh yang terlalu banyak jadi mereka kesulitan untuk mendekati tangga, "Sial..." gumam ketiganya serentak.
Ketiganya terpaksa harus bertarung.
"Erinka, sudah tak terlihat lagi..." ucap Ragna dengan memukuli petarung rendahan menggunakan empat kepalan tangan raksasa yang terbuat dari kegelapan dan munculnya lewat punggung.
Djarot 'Si Cyborg' berkata sambil menembakan laser, "Kita harus segera mengejar Erinka!!! Ini adalah markas musuh dan akan sangat berbahaya jika dia menerobos seorang diri..."
"Sllash...!!"
"Cruuat...!!"
"ARRGH...!!" Reynhard melesatkan angin pemotong untuk mengurangi jumlah musuh yang menghadang.
"Gadis itu seperti biasanya!! Tak sabaran, gegabah dan ceroboh!! Hal itu sangat merepotkan..." ucap Reynhard yang terlihat sangat kesal akan tetapi ia sendiri juga khawatir pada Erinka.
Mereka terus menerus bertarung tiada henti hanya untuk menuju tangga dan mengejar Erinka.
Berpisah dimarkas musuh adalah sebuah hal yang salah dan hal itulah yang tengah mereka pikirkan.
"KRAK...!!" Mendadak langit-langit ruangan yang ada tepat diatas mereka retak dan seseorang jatuh dengan keras.
"WUUSS..."
"DYYEESS..." tekanan sihir meledak dan ia menghentakan kaki dengan begitu keras yang bahkan menghempaskan beberapa orang.
Ragna, Reynhard dan Djarot menghentikan pertarungannya sejenak dan menatap ke arah orang yang jatuh itu karena ia memiliki aura dan pancaran energi yang amat kuat dan mengerikan.
"Tap... tap... tap..." iapun melangkahkan kaki mendekat ke arah ketiganya dan orang-orang yang merupakan penyihir rendahan hanya bisa membukakan jalan untuknya.
Iapun menatap remeh 3 anggota White Tiger yang ada dihadapannya itu, "Untuk apa orang dari guild White Tiger datang kemari?" Ucap pria bertubuh besar kekar tanpa mengenakan pakaian itu.
Ketiganya tak menjawab tapi ucapannya itu membuat ketiganya geram.
"Ku ulangi pertanyaanku!! Untuk apa kalian kemari?" Ucapnya dengan sorot mata tajam.
Ragnj yang geram menjawab dengan berteriak, "Tentu saja kami kemari untuk menghajar Jigra...!!!!!"
Pria itu terlihat kesal dan berkata, "Jika kalian ingin menghajar Jigra maka lakukan saja dan jangan buat keributan!!! Kalian ini mengganggu ketenangan ku..."
__ADS_1
"Dan juga Jigra ada dilantai dua..."
Ragna menjadi kesal, iapun membentuk kepalan tangan yang sangat besar dari elemen kegelapan dan langsung memukul pria bertubuh kekar besar yang ada dihadapannya itu, "Jbbuuak...!!!" Iapun terlempar sangat jauh karena tak sempat menghindar.
"Aku punya firasat dia akan mengganggu kita jadi kalian berdua pergilah dan aku akan menyusul kalian nanti..." ucap Ragna dengan tatapan serius.
"Kau yakin?" Tanya Djarot 'Si Cyborg' yang sedikit ragu pada anggota baru White Tiger itu.
Reynhard menepuk pundak Djarot dan berkata, "Ayo pergi saja!! Aku lebih khawatir pada Erinka..."
"Baik..." ucap Djarot 'Si Cyborg' meski agak ragu-ragu, iapun berkata pada Ragna sebelum pergi, "Hati-hati..."
"Ya..." jawab Ragna tanpa ragu.
Djarot 'Si Cyborg' terbang melayang dengan roket pendorong dikedua kakinya, iapun menggenggam tangan Reynhard dan pergi melalui langit-langit yang hancur.
"Biarkan mereka pergi dan tak perlu mengejar mereka..." teriak pria Black Tiger yang berdiri dihadapan Ragna.
"Ya..." jawab para bawahannya.
Ragna menatap tajam dan bertanya, "Kenapa kau membiarkan kedua rekanku pergi?"
"Ya, karena di lantai atas ada rekan-rekanku yang merupakan penyihir elite dan jelas saja rekan-rekanmu akan kalah atau bahkan mati..." ucap pria itu.
Ragna menjadi marah, "Itu tak mungkin terjadi!! Teman-temanku itu kuat..."
"Hahahahaha...!!! Dari pada mengkhawatirkan orang lain lebih baik kau khawatir pada dirimu sendiri karena aku yang merupakan penyihir elite Black Tiger akan menghancurkan tulang-tulangmu..."
Ragna menjadi geram, "Aku tak akan kalah!!! Aku akan menang!! Dan namaku adalah Kurogami Ragna...!!"
Keduanya menatap tajam dan mulai meningkatkan energi sihirnya. Mereka berdua meluapkan aura penuh keseriusan sehingga penyihir lain tak berani ikut campur.
"Hahahaha...!!" Pria yang bernama Gojou langsung melompat dan mengepalkan tangan lalu memulul.
Ragna merespon cepat, ia membentuk telapak tangan berukuran besar untuk menahan, "Jbbuuak...!!!" Pukulan Gojou ditahan dengan telapak tangan kegelapan oleh Ragna akan tetapi Ragna terdorong dari tempatnya berpijak.
"Sial, penyihir elite Black Tiger benar-benar kuat!!" Gumam Ragna dalam hati yang geram, ia merasakan kekuatan fisil lawan benar-benar luar biasa.
Ragna segera melapisi lengan kanannya dengan kegelapan dan membentuk kepalan tangan dari elemen kegelapan yang ukurannya besar, "Terima ini...!!!"
"HIIAA...!!"
"Jbblast...!!!!" Pria yang bernama Gojou itu terkena pukulan itu secara langsung dan terpental lumayan jauh.
Orang-orang yang merupakan penyihir rendahan dari Black Tiger terkejut saat melihat hal itu, "Yang benar saja!!"
"Gojou dihempaskannya!!"
"Ini kejadian yang langka!!"
Orang-orang yang panik dan penasaran itu mengelilingi Gojou dan ingin tau kondisinya, "Jbbuuak...!!! Jbbuuak...!!!" Gojou menjadi kesal dan iapun menendang lalu melempar orang-orang yang mendekatinya.
__ADS_1
"Sudah ku bilang orang lemah jangan ikut campur dan sayangnya aku juga benci pada orang lemah yang ikut campur..." iapun secara perlahan berdiri tegak dan berjalan ke arah Ragna kembali.
"Yah, pukulanmu lumayan juga akan tetapi hanya membuatku pusing..." ucapnya yang nampak biasa saja tanpa mengalami luka ataupun cidera, "Apa kau punya teknik yang lain?"
"Sial..." gumam Ragna dalam hati yang geram.
Gojou memperhatikan wajah Ragna yang terlihat geram, "Raut wajahmu terlihat kesal yang artinya kau tak punya teknik lain..."
"Sekarang giliranku untuk membalasmu..." Gojou memasang kuda-kuda dan meningkatkan energi.
Ragna menjadi waspada mengingat lawan mengeluarkan aura yang terkesan berbahaya.
Gojou melompat dan mengepalkan tangan, "Terima ini...!!!"
Ragna langsung membuat kubah pelindung dari elemen kegelapan akan tetapi Gojou tanpa ragu memukulnya, "Jbbllast...!!!"
Pukulan penyihir elite Black Tiger itu begitu sehingga lantai tempat berpijak Ragna menjadi retak, "Krak...!!!"
"Apa...!!" Ragna terkejut karena pertahanannya dapat tertembus dan hal yang paling mengejutkan adalah retakan semakin melebar hingga membentuk sebuah lubang, "Uwwaah...!!" Rikie menjadi terjatuh ke dalam lubang itu dan terperosok ke dalam tanah.
Gojou berkata dengan entengnya, "Sial, pukulanku terlalu kuat dan bocah itu kini berada di ruang bawah tanah..."
"Aku harus segera mengejarnya..." ucapnya dengan santai tapi ia segera bergegas.
*****
Erinka yang maju bebas berlari menaiki anak tangga menuju lantai dua tanpa dihalang-halangi oleh siapapun.
"Hah... hah... hah..." nafasnya terngah-ngah karena kelelahan akan tetapi emosinya masih berapi-api.
Erinka langsung berteriak begitu sampai di lantai 2, "Jigra!!!! Dimana kau!!"
"Tunjukan dirimu dan aku akan menghajarmu...!!!!"
Ditempat itu Jigra sedang berjudi dengan dua wanita penyihir elite dari Black Tiger, iapun menjadi sedikit tergangu, "Berisik sekali!!!"
Jigra kemudian berdiri tegak dengan tersenyum menyeringai, "Maafkan aku nona-nona, aku akan bersenang-senang dulu...!!"
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 39 : Kekuatan Phoenix
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****
__ADS_1