The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 98 : Pertarungan Sesama Anggota Guild


__ADS_3

Ragna dan Kanna sedang mandi bersama.


Kanna sedang duduk sementara Ragna berdiri dengan membersihan rambutnya.


"Hey, kapan terakhir kali kau mandi?"


"Hmm..." Kanna berfikir dan mencoba mengingat-ingat, "Terakhir kali mandi saat awal aku bergabung dengan guild..."


"Aku mandi bersama dengan Master Mark dirumahnya..."


"Saat itu sangat mengasikkan sekali karena dirumah Master Mark ada bak mandi yang sangat besar dan kami masuk ke bak itu bersama..." jelas Kanna dengan tersenyum lebar.


Ragna yang mengkramasi rambut Kanna mengarahkan air shower ke kepalanya, "Dasar, pak tua mesum itu pasti memanfaatkan kesempatan..."


"Ya, aku tak tau apa yang dilakukannya tapi sifatnya yang bejat bisa dibayangkan pasti Master Mark melakukan beberapa hal tak bermoral..." gumam Ragna dalam hati.


Ia pun sesekali menatap ke bawah, "WOW... ukurannya boleh juga..." gumamnya dalam hati.


Kanna berkata, "Hmm... mengapa ukuran benda yang ada diantara kedua kakimu itu berubah menjadi besar..."


"Hey, jangan menoleh ke belakang dan menatapnya!! Aku ini sedang mengkramasimu jadi jangan banyak gerak..." ucap Ragna padahal dalam hati ia bergumam lain, "Anjir, kok jadi tegang sih?"


"Bodoh ah!! Aku adalah laki-laki dan kalaupun tegang dan tegak itupun normal..." gumamnya dalam hati yang panik.


"Hmph..." Kanna menoleh ke depan lagi, "Hachu... cepatlah, aku mulai dingin..."


"Iya, iya..." ucap Ragna.


Setelah waktu berjalan cukup lama Kanna telah selesai mandi, iapun telah bersih dan sekarang giliran Ragna yang mandi.


Kanna merasa nyaman dengan bau harum dari tubuhnya terutama dari rambutnya, dan iapun berkata, "Sekarang giliranku yang memandikanmu..."


"Terserah saja..." ucap Ragna malas


"Hehehehe..." Kanna merasa senang.


Yap, Ragna menuruti saja apa maunya gadis polos itu, iapun duduk sementara Kanna berdiri membasuh rambutnya.


Ragna merasa ada yang aneh yaitu kepalanya seakan menyundul sesuatu, "Ah, sensasi lembut apa ini? Seperti bantal tapi lebih empuk..." gumamnya dalam hati, iapun memberanikan diri untuk melirik ke atas, "Benar sekali!! Kanna memiliki tubuh pendek sehingga itunya berada tepat diatas kepalaku..."


"Hey, jangan mendongak ke atas!! Aku jadi sulit membersihkan kepalamu..."


"Ah, baik..." Ragna menurut saja.


Kanna menatap ke bawah dan berkata, "Benda diantara dua kakimu itu membesar lagi..."


"Berisik!!!" Bentak Ragna malu-malu, "Fokus saja membersihkan rambutku..."

__ADS_1


"Ya, ya..." ucap Kanna dengan polosnya, "Ah, apa perlu juga aku membersihkan rambut yang ada dibawah perut diantara kedua kakimu itu..."


"Woiy, jangan pernah lakukan itu!!!" Bentak Ragna semakin malu, ia bergumam dalam hati, "Seberapa polos gadis ini?"


*


Diluar wajah Erinka memerah karena mendengar percakapan keduanya lalu dalam kepalanya dipenuhi pikiran kotor.


Ia yang sudah tak tahan memutuskan berteriak dengan keras, "Apa yang tengah ku pikirkan!!!!! Dasar diriku yang mesum dan bejat!!!!" Erinka mengatai dirinya sendiri.


Keduanya terus berbicara dikamar mandi dan hal itupun makin membuat Erinka salah paham.


Kemudian pikiran gadis angkuh itu pun semakin kotor dan jadi tak terkendali, "Aku tak tahan lagi!! Aku harus mengetahui apa yang sedang keduanya lakukan?" Rasa penasarannya memuncak.


Iapun menuju ke kamar mandi cepat-cepat dan tanpa ragu mendobrak pintunya, "Gubrak!! Woiy, sebenarnya apa yang kalian lakukan?" Teriaknya dengan menutup mata.


"Hah..." meski telanjang bulat tapi keduanya nampak biasa saja.


Ragna perlahan berdiri tegak, "Bukankah kau sudah tau sendiri bahwa kami ini sedang mandi?"


Erinka perlahan membuka matanya dan langsung berteriak dengan lantang begitu melihat Ragna telanjang dalam posisi berdiri tegak, "KYYAA...!!!! Singkirkan benda mengerikan itu dari hadapanku!!" Teriaknya dengan melesatkan pukulan dan apesnya mengenai barang kebanggaan milik Ragna.


"Ugh!!" Ragna merasa sangat kesakitan dan iapun bergumam dalam hati, "Rasanya sakit sekali!! Dasar wanita gemblung, apa dia pikir burungku adalah samsak tinju?"


Acara mandi mereka berdua selesai dengan Erinka yang mendobrak pintu masuk kamar mandi.


Ragna yang sedang mengenakan ****** ***** berkata sendiri, "Duh, sialan si Erinka itu!! Kalau terjadi memar akibat pukulannya memangnya ia mau tanggung jawab?" Setelah mengenakan celana iapun berpakaian lalu keluar ruangan.


"Hey, apa kalian sudah selesai?" Teriak Ragna pada Erinka yang kamarnya ada disebelah kamar miliknya.


"Sebentar lagi selesai..."


"Kalau begitu aku akan menunggu diluar rumah saja..."


"Silakan!!" Jawab Erinka.


"Hadeh..." Ragna bergumam dalam hati, "Dalam hal berdandan wanita memang jauh lebih lama..."


Ragna lalu keluar rumah dan menunggu dengan menatap langit biru, "Cuacahnya cerah sekali..." gumamnya dengan suara pelan.


Lalu setelah menunggu beberapa saat kemudian dari balik pintu masuk rumah Erinka bersama dengan Kanna keluar.


"Ta-da... inilah penampilan Kanna yang baru..." ucap Erinka yang datang bersama dengan Kanna.


Rambut Kanna terurai rapi dan ia mengenakan rok yang menutupi sampai dengkul, pakaiannya lengan panjang dengan warna pink lalu dipinggangnya ada dua pedang dan terakhir ia memakai lipstik yang membuatnya bertambah cantik.


Ragna sekejap saja tak bisa mengalihkan pandangan dari Kanna dan hal itu membuat Erinka yang mendadaninya tersenyum lebar dengan penuh rasa bangga, "Gi mana penampilannya? Cantik, 'kan?"

__ADS_1


"Emm..." Ragna hanya mengangguk.


Mendadak Kanna memeluk Ragna dan hal itupun membuatnya terkejut, "Eeehh?? Kenapa kau memelukku?"


"Tidak ada apa-apa hanya saja aku suka bau tubuhku yang sekarang!! Bau kita berdua saja dan sekarang lalu seterusnya mari mandi bersama-sama..."


"Eeeehhh...!!" Sontak ucapan Kanna itupun membuat Erinka dan Ragna terkejut


"Kau tak boleh mandi dengannya lagi...!!" Ucap Erinka.


"Kenapa?" Tanya Kanna yang tak mengerti dengan memiringkan kepala.


"Yah, itu karena kalian adalah laki-laki dan perempuan..." Erinka bingung untuk menjelaskan.


"Kenapa laki-laki dan perempuan tak boleh?" Kanna masih tak mengerti.


Erinka semakin kebingungan, "Anu... soal itu..."


Ragna mengacungkan jari jempol pada Erinka, iapun berkata dengan senyum lebar penuh kebanggaan, "Tenang saja!! Dia itu masih polos jadi tak masalah bila kami mandi lagi!!"


"Cih, justru karena dia masih polos maka kau tak boleh dekat-dekat dengannya..." ucap Erinka, "Pokoknya Kanna, lelaki dan perempuan sebenarnya tak boleh mandi bersama sebelum mereka menikah..."


Ragna mengangguk-angguk setuju.


"Hmm..." Kanna berfikir lalu dengan entengnya ia berkata, "Kalau begitu aku mau menikah dengan Ragna agar bisa mandi bersama selamanya..." iapun kembali memeluk Ragna erat-erat.


"Yang benar saja..." ucap Erinka dengan menepuk jidak dan ia yang sudah malah menjelaskan berkata, "Terserah kau saja tapi yang jelas kita harus segera kembali ke guild..."


"Siap...!!" Jawab Kanna dan Ragna dengan semangat.


Ya, ketiganya bergegas kembali menuju ke gedung Guild White Tiger.


Dengan langkah kaki perlahan dan wajah ceria penuh semangat mereka bertiga bergerak menuju ke guild tanpa mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 99 : Pertarungan Sesama Anggota Guild II


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.


*****

__ADS_1


__ADS_2