The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 58 : Sabertooth


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Ragna yang tak percaya pada kata-kata Denjirou bertanya langsung pada tiga wanita itu, "Apa kalian istri dari Denjirou?"


"Benar..." jawab ketiganya secara spontan.


"Kalian bercanda, 'kan?"


"Tidak..." jawab ketiganya datar.


Ragna menarik nafas panjang lalu berteriak dengan lantang, "Bikin iri aja...!!!!!"


Erinka menepuk jidatnya karena ia malu pada sikap Ragna, gadis bangsawan itu berbisik pada Ragna, "Kau tak perlu terkejut seperti itu!! Denjirou berasal dari keluarga bangsawan yang mengharuskannya punya banyak istri..."


"Ya, bahkan diantara keluarga Denjirou ada yang memiliki 10 sampai 50 istri..."


Ragna bergumam dalam hati dan semakin iri saja, "Ku harap aku dilahirkan dikeluarga bangsawan seperti itu..."


*


Denjirou mengambil selebaran misi gabungan milik Erinka yang sebelumnya jatuh karena bertabrakan dengannya, "Apa ini?"


"Hey, itu milikku!! Jadi kembalikan padaku!!" Ucap Erinka dengan merebut selebaran itu.


Denjirou yang memiliki tinggi badan lebih dari Erinka memegang selebaran itu dengan satu tangan ke atas.


"Kembalikan padaku!!!" Erinka semakin kesal serasa dipermainkan.


"Ini bukan milikmu!! Diselebaran misi ini ditunjukan untuk White Tiger jadi kami ingin melihatnya dahulu..." ucap Denjirou akan tetapi Erinka yang angkuh berusaha merebutnya kembali.


"Kunyuk!! Berikan padaku!!!" Teriak Erinka.


"Hmm... kami telah mengetahui situasi guild saat ini yang benar-benar sepi jadi aku dan ketiga istriku akan menjalankan misi ini..."


"Emm..." ketiga istri Denjirou mengangguk.


"Mana bisa begitu!! Kembalikan, misi itu punyaku!!" Teriak Erinka yang mencoba merebutnya akan tetapi ia yang pendek tetap saja tak bisa meraih selebaran misi yang digenggam Denjiro dengan mengangkat tangan itu.


Ragna dengan lengan bayangannya dapat dengan mudah merampas selebaran itu.


"Eeehh...!!" Denjirou sampai dibuat terkejut.


"Yap, selebaran misi ini punyaku!!"


"Kembalikan kunyuk!!" Teriak Denjirou yang kesal.


"Aku tak mau berdebat lagi jadi dari pada saling ribut mari jalankan misi ini bersama-sama dan nantinya bayaran akan dibagi menjadi 2..."


"Woiy, kita sangat butuh duit Ragna!!!"


"Aku tak peduli jika kalian tak setuju maka akan ku robek selebaran ini..." ucap Ragna yang memegang selebaran itu dengan dua tangan dan akan merobeknya.

__ADS_1


Denjirou dan Erinka yang semula berdebat tak ada pilihan lain selain sepakat, "Baik, mari jalankan misi ini bersama..." ucap keduanya serentak.


"Denjirou-sama, kurasa itu bukan ide yang buruk..." ucap Tifa.


"Emm..." kedua istri Denjiro yang lainnya mengangguk.


"Hah..." Denjirou menghela nafas lega dan tiada pilihan lain selain menerima kerja sama dari Erinka.


Sementara Erinka yang angkuh masih tak terima dengan keputusan Ragna, "Apa sih yang dipikirkan lelaki hutan itu?" Gumamnya dalam hati yang sangat kesal.


Yap, pada akhirnya dua kelompok yang tak sengaja bertemu itu sepakat untuk menjalankan misi bersama.


Kelompok yang terdiri dari 6 orang itu memulai perjalanan menjalankan misi yang tertulis diselebaran itu. Mereka menyewa kereta kuda dan saat ini berada ditengah hutan belantara.


Suasana hutan yang lebat ditambahkan dengan heningnya malam membuat perjalanan mereka terasa menakutkan.


Denjirou yang tertua diantara mereka bertugas mengendalikan kuda supaya baik jalannya sementara Ragna berada diatas kereta untuk berjaga sedangkan para wanita berada didalam gerbong kereta.


Ragna bertanya pada Denjirou, "Anu, Denjirou-senpai..."


"Apa?"


"Jika kau ngantuk atau lelah maka aku bisa menggantikanmu..."


"Itu tidak perlu..." Denjirou langsung menolak.


"Oh..." Ragna merespon datar.


Denjirou melirik ke atas, "Jika kau ngantuk maka kau bisa tidur, aku bisa mengendalikan kuda sambil berjaga!!"


"Hmm... kalau ada teman ngobrol aku tak akan ngantuk!!"


"Khihihi..."


"Sekarang pertanyaanku, darimana kau berasal dan apa alasanmu bergabung dengan guild kecil seperti White Tiger?"


"Yap, aku berasal dari pedalaman hutan belantara dan alasan aku bergabung dengan White Tiger adalah ingin mencari kembali ingatanku yang telah lama hilang..." jelas Ragna dengan entengnya.


"Owh, jadi itu alasanmu bergabung, ya?" Denjirou mengangguk dan mulai paham, "Jadi sekarang apa kau mulai menemukan petunjuk tentang ingatanmu yang hilang itu?"


"Belum.."


"Kalau begitu sayang sekali!!"


"Itu tak masalah bagiku..." jawab Ragna yang seakan tanpa beban.


"Ngomong-ngomong sekarang bagaimana kesanmu setelah bergabung dengan White Tiger?" Tanya Denjirou.


"Yah, Erinka memang merepotkan tapi meski anggota guild terdiri dari orang-orang aneh tapi sekarang ini aku mulai merasa nyama di White Tiger..."


Denjirou merasa senang, "Hahaha... jarang sekali ada orang sepertimu!!"


"Masak sih?" Ragna heran dan merasa tak ada yang spesial dari apa yang dikatakannya, "Denjirou-senpai, sekarang giliranku bertanya!!"


"Silahkan..."


"Hmm... apa benar Tifa, Makio dan Sumika adalah istrimu?" Tanya Ragna tanpa takut menyinggung Denjirou.


"Yap, ketiganya adalah istriku!! Apa kau menganggapku aneh?"

__ADS_1


"Tentu saja..." jelas Ragna dengan mengangguk.


"Wajar saja, keluargaku adalah bangsawan yang mengharuskan pewaris laki-laginya memiliki istri lebih dari satu dan bahkan ada diantara keluargaku yang memiliki istri 20 wanita..."


"Wah, luar bias sekali!!" Ucap Ragna yang pura-pura kagum yang padahal dalam hati berkata lain, "Cih, aku jadi iri dengannya!! Apa dia tak kasihan dengan nasib para jomblo didunia ini?"


Ragna bertanya lagi, "Lalu Denjirou-senpai, apa yang membuamu bergabung dengan guild kecil seperti White Tiger?"


"Aku diusir oleh keluargaku dan hanya White Tiger yang mau menampungku..." ucap Denjirou dengan wajah tertunduk, "Aku memiliki hubungan yang buruk dengan keluargaku..."


"Oh, tak apa jika kau tak mau menceritakannya, senpai!! Aku minta maaf..." ucap Ragna yang merasa bersalah.


Ya, kedua anggota White Tiger itu saling bercerita satu sama lain selama diperjalanan dan tak terasa pagipun datang.


Mereka telah sampai ditempat yang dijanjikan untuk menjalankan misi dan mereka berenam itupun turun dari kereta.


"Kota pelabuhan lagi, ya?" Ucap Ragna ketika memasuki kota dan melihat laut.


"Memangnya kenapa kalau kota pelabuhan..." tanya Erinka.


"Tidak ada masalah!! Hanya mengingatkanku tentang pertemuan kita..." jelas Ragna.


"Oh..." Erinka merespon datar.


Denjirou melihat selebaran misi dan ia berkata, "Tempat pertemuannya ada dipusat kota jadi mari kita kesana!!"


"Baik!!" Jawab ketiga istrinya serentak dengan mengikuti Denjirou dari belakang.


Erinka bergumam, "Bagi Mereka misi ini seperti bulan madu saja..."


"Aku setuju dan hal itu membuatku iri..." sahut Ragna.


"Yah, wajar saja karena kau jomblo..."


"Berhenti mengejekku, gadis angkuh..."


"Cih..." Erinka agak kesal dan keduanya mengikuti dari belakang.


Di tengah kota terdapat sebuah pohon yang sangat rindang dan disana telah ada seorang pria yang duduk pada sebuah bangku.


Pria itupun memiliki warna rambut biru laut dan mengenakan pakaian kerajaan berwarna putih.


Iapun berdiri tegak begitu melihat Ragna dan teman-temannya, "Apa kalian dari White Tiger?"


"Benar sekali!! Dan kau sendiri siapa?" Tanya Ragna.


"Namaku adalah Kai Sinaga dan aku merupakan anggota dari guild Sabertooth yang memberikan kalian misi gabungan ini..." jelas pria yang bernama Kai Sinaga itu.


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 59 : Guild Besar


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.

__ADS_1


*****


__ADS_2