
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Seorang penyihir berlari dengan tergesa-gesa pada anak tangga menuju ke lantai 2.
"Hah... hah... hah..." iapun terlihat kelelahan dan berhenti sejenak akan tetapi segera lari lagi lalu begitu sampai di lantai dua, iapun berteriak, "Jigra, orang-orang dari White Tiger menyerang kita dan mereka mencarimu...!!"
"Hah??" Jigra hanya menoleh dan nampak tak peduli, iapun sedang berjudi dengan tiga orang, "Aku sibuk jadi kalian urus saja mereka sendiri sana..."
"Dasar, kau ini sangat tak bertanggung jawab..." ucap Alexa yang merupakan teman berjudinya.
"Kau benar-benar tak bertanggung jawab Jigra!! Lebih baik kau turun sana sebentar..." sahut Betty yang juga merupakan gadis pejudi dengan enam lengan.
"Hahahaha... aku tak peduli kita lanjutkan saja judinya!!" Ucap Jigra yang acuh.
Seorang pria yang bertubuh kekar dan tak memakai baju berdiri tegak, "Jika kau tak mau menemui mereka maka aku yang akan turun..."
"Aku tak bisa berjudi jika ada keributan..." pria itu bernama Gojou.
"Ya, terserah kau saja..." ucap Jigra yang masih acuh.
Keempat orang yang ada dilantai 2 itu adalah para penyihir elite dari guild Black Tiger.
*****
"Eehh...!!??" Erinka yang menyerang dari pintu belakang mendadak terkejut karena teriakannya diabaikan oleh semua orang yang ada ditempat itu.
Semua orang yang ada disana sedang melawan para perusuh yang ternyata adalah 3 anggota White Tiger yaitu Reynhard, Djarot dan Ragna.
"Cih, kalian melarangku membuat keributan tapi kenapa malah kalian sendirilah membuat keributan itu...!!!"
Ketiganya tersenyum menyeringai, "Tentu saja kami mau balas dendam!!"
"Yah, tapi kau telah mengabaikan ucapan kami..." ucap Djarot 'Si Cyborg' yang sedang menghajar orang.
"Pulanglah saja, Erinka..." sahut Ragna.
"Biarkan kami saja yang merupakan para pria untuk mengurus masalah ini..." ucap Reynhard.
Erinka menjadi kesal dan segera berlari ke arah ketiganya, "Tidak mau...!!!! Aku datang kemari untuk menghajar Jigra...!!!!!"
"Keluarlah dan jangan sembunyi Jigra...!!!!" Teriaknya dengan lantang yang menggema diruangan itu.
"Khi..." ketiga pria White Tiger itu hanya menyeringai begitu mendengar teriakan penuh semangat dari rekan wanitanya itu.
__ADS_1
Djarot 'Si Cyborg' berkata dengan tegas seolah-olah menjadi seorang pemimpin, "Tindakan kita merupakan kesalahan dimata hukum jadi mari segera temukan Jigra dan hajar dia lalu lari setelahnya...!!"
"Aku mengerti...!!" Jawab ketiganya serentak.
Mereka berempat dikepung oleh puluhan orang dari Black Tiger.
"Mereka adalah White Tiger!!"
"Mereka menyerang kita secara terang-terang!!"
"Ayo segera singkirkan mereka!!"
Para anggota Black Tiger itu terlihat geram dan mulai mengangkat senjata.
Meski hanya empat orang tapi anggota White Tiger tak mengenal rasa takut melawan puluhan orang.
Erinka menarik pedang besar yang ada dipunggungnya, iapun melapisi tangan kanannya dengan api. Pedang yang merupakan item sihir itu menyerap energi dari Erinka dan menghasilkan kobaran api, "Aku siap bertarung!!"
Kurogami Ragna juga menggunakan kemampuannya, iapun meningkatkan energi dan melapisi kedua tangannya dengan kegelapan sehingga kepalan tangannya menjadi besar, "Majulah dan akan ku pukul...!!!"
Reynhard menarik pedang yang tersarung dipinggangnya dan pedang tersebut terlapisi pusaran angin, "Berikan kami jalan atau kalian akan tersayat..."
Djarot 'Si Cyborg' juga mengeluarkan kemampuannya, ia merubah kedua telapak tangannya menjadi muncul lubang yang bisa menembakan laser, "Suruh pria yang bernama Jigra keluar atau kami akan menggila ditempat ini!!"
Orang-orang Black Tiger menjadi sangat geram saat melihat empat anggota White Tiger dengan beraninya menyerang guild mereka.
Mereka mengabaikan ancaman dari Djarot 'Si Cyborg' dan malah berteriak serentak, "Serang...!!" Mereka semua menyerang secara bersama-sama.
"HIIAA...!!!" Ragna mengepalkan tangan yang berlapiskan kegelapan, kepalan tangan besar itu langsung memukul orang-orang yang berusaha mendekatinya, "Jbbllast...!!!" Beberapa dari mereka langsung terhempas dengan sekali pukulan
"Keluarlah kau, Jigra!!!" Erinka menggenggam erat pedang besarnya yang berlapiskan elemen api dan menebaskannya, "Sllash...!!"
"DYYEESS...!!" Orang-orang yang terkena tebasannya terlempar dan dan terbakar.
"Sampah..." Reynhard juga menunjukan kemampuannya, iapun menebas setiap orang yang mendekatinya, "Sllash...!! Slash...!!" Orang-orang yang ada disekitarnya tersayat.
"Kalian menyebalkan...!!" Djarot 'Si Cyborg' memfokuskan energi pada telapak tangan kanannya dan sebuah kilauan cahaya mulai terkumpul, "Sllash...!!"
"DHUUAARR...!!" Barikade dari orang-orang Black Tiger tercerai berai karena ledakan itu, mereka kocar-kacir tak karuan.
Setelah melesatkan serangan terhebatnya masing-masing dan mengalahkan banyak orang, keempat anggota White Tiger itu berdiri saling membelakangi satu sama lainnya.
Mereka terkepung dari berbagai sisi.
"Ini buruk!! Aku sudah sebisa mungkin menumbangkan banyak dari mereka tapi kenapa seakan jumlah mereka tak berkurang..." ucap Ragna
"Aku muak dengan mereka!!" Ucap si gadis bangsawan yang mulai kelelahan.
Reynhard yang merupakan keturunan pahlawan berkata, "Simpan energi kalian dan jangan terlalu boros!! Mereka hanya petarung rendahan jadi jangan terlalu kelelahan..."
"Para petarung elite ada di lantai atas...!!"
__ADS_1
"Huh?? Apa maksudmu?" Ragna yang merupakan anggota baru tak mengerti.
"Menurut informasi dari yang ku dengar, penyihir di White Tiger terdiri dari beberapa kasta..."
"Di lantai bawah yang sedang kita lawan ini adalah sekumpulan kasta penyihir rendahan..."
"Lantai dua ada penyihir yang cukup tangguh dan mungkin Jigra yang kita cari ada disana..."
"Di lantai ketiga ada kasta penyihir elite dan ruangan terakhir adalah milik Master Black Tiger..." jelas Djarot 'Si Cyborg'
"Sekarang aku mengerti...!!" Ragna mengangguk paham.
Reynhard berkata dengan serius, "Jangan lupa kita hanya empat orang jadi jangan pernah bermimpi mengalahkan seluruh isi guild ini!!! Kembali ke tujuan awal yaitu temukan Jigra dan hajar lalu pergi dari sini!!"
"Kita tak punya harapan menang melawan guild White Tiger yang kekuatannya penuh..."
"Aku mengerti!!!" Teriak Erinka dan iapun berlargi menerjang orang-orang yang mengepungnya dengan tebasan-tebasan pedang api.
"Memangnya kau mau kemana...??" Teriak Ragna
"Tentu saja ke lantai 2 tempat Jigra berada..." jawab Erinka yang ternyata berlari menuju tangga.
"Dia itu benar-benar keras kepala dan selalu merepotkan seperti biasanya..." gerutu Ragna yang melihat sepak terjang gadis bangsawan itu.
Djarot 'Si Cyborg' berkata dengan tegas, "Yang dikatakan Erinka ada benarnya!! Jika Jigra tidak ada ditempat ini pasti dia ada dilantai dua atau tiga..."
"Segera ikuti Erinka...!!"
"Di mengerti..." jawab Reynhard dengan serius, iapun memfokuskan energi pada pedang yang ia genggam dan mengayunkannya sekuat tenaga, "Sllash...!!!"
"Cruat...!!" Beberapa orang yang menghalanginya terkena luka tebasan.
Ragna juga tak mau kalah dari rekan wanitanya, ia membentuk empat kepalan tangan raksasa dari kegelapan yang dihasilkan punggungnya, "Jbbuuak...!! Jbbuuak...!!" Orang-orang yang menghalanginya terpental.
Mereka bertiga bergerak maju akan tetapi jumlah musuh yang menghalanginya terlalu banyak jadi mereka kesulitan untuk mendekati tangga, "Sial..." gumam ketiganya serentak.
Hanya Erinka yang maju bebas tanpa dihalang-halangi dan iapun berteriak dengan lantang, "Jigra!!!! Aku akan menghajarmu...!!!!"
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 38 : Petarung Elite
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****
__ADS_1