The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 30 : Mari Pulang!!


__ADS_3

Terjadi guncangan yang luar biasa hebat dan bebatuan dari lorong bawah tanah itu perlahan runtuh.


Pak Tua Boon naik ke atas bola kegelapan yang diciptakan Ragna dan mulai mengumpulkan energi lalu mengepalkan dua tangan.


"HIIAA...!!"


"Jbbuuak...!! Jbbuuak...!!" Ia memukul secara bertubi-tubi ke atas untuk menghancurkan setiap puing-puing yang jatuh.


"Ini tiada apa-apanya...!!" Teriaknya yang penuh semangat.


Meskipun begitu goncangan semakin menjadi-jadi dan bebatuan yang jatuh semakin banyak.


"Sialan...!!!!" Pak Tua Boon menolak menyerah dan malah semakin bersemangat, "Ada orang-orang yang harus ku lindungi...!!!!" Teriaknya dengan lantang yang dipijakan kakinya ada bola kegelapan berisikan 5 orang yang tak berdaya.


Pak Tua Boon mengerahkan seluruh lemah yang disimpan ditubuhnya dan diubah menjadi energi, "Aku bisa mengatasi ini...!!!" Teriaknya yang seakan semuanya terkendali.


"HIIAA...!!!!" Iapun berjuang sekuat tenaga dan seakan tak kenal kata menyerah.


Ragna yang ada dalam bola kegelapan nampak khawatir karena tidak bisa melihat keadaan luar, "Apa Pak Tua Boon akan baik-baik saja??"


"Percayalah saja padanya!! Dia adalah penyihir kelas atas White Tiger dan ku yakin dia akan menyelamatkan kita..." ucap Erinka yang percaya pada sesama anggota White Tiger, "Yang lebih penting lagi fokuslah untuk mempertahankan pelindung ini karena nyawa kita juga bergantung padamu..."


"Tak usah kau peringatkan akupun juga sudah tau..." ucap Ragna yang sekarang lebih tenang tanpa adanya rasa khawatir.


Semakin lama goncangan malah semakin menjadi-jadi dan membuat bebatuan yang jatuh semakin banyak akan tetapi tiada tanda-tanda Pak Tua Boon menyerah sedikitpun juga.


Para penambang yang sudah diselamatkan menunggu bersama rekan-rekannya diatas dan mereka terlihat khawatir karena guncangan tak kunjung berhenti lalu para petualang tak juga keluar dari area tambang.


"Bagaimana ini??"


"Haruskah kita masuk dan mencari mereka?"


"Dasar bodoh, jangan berfikir yang tidak-tidak!!"


"Kita tetap menunggu mereka diatas sini!!"


Meski terlihat cemas akan tetapi mereka tetap menunggu diatas dengan penuh kesabaran, "DYYEESS...!!!!" Sebuah guncangan yang luar biasa besar terasa dan lebih kuat dari pada yang sebelumnya.


Lalu setelah guncangan besar itu tiada lagi suara yang terdengar.


Para penambang itu akhirnya memberanikan diri untuk memasuki area penambangan lagi, "...!!!" Merekapun terkejut lalu terbelalak ketika tambang sudah hancur dan cahaya mentari menyinari mereka.


"Apa-apaan ini??" Pikir mereka yang terkejut.

__ADS_1


Ya, mereka semakin terkejut saat Pak Tua Boon berdiri dengan tegak penuh luka diatas bola kegelapan, "Dia luar biasa...!!!" Gumam para penambang itu yang takjub.


"Bruuk...!!" Pada akhirnya Pak Tua Boon jatuh karena kelelahan.


Ragna akhirnya juga membuka penghalang kegelapannya dan sangat terkejut begitu melihat Pak Tua Boo jatuh tepat dihadapannya, "Pak Tua Boon...!!!!!" Teriaknya histeris.


*****


Lalu setelahnya Pak Tua Boon dan 3 anggota Black Tiger yang terluka segera dibawa ke sebuah tenda milik para para penambang untuk dirawat.


Dan beberapa saat kemudian Pak Tua Boon tersadar lalu tertawa lepas, "Hahahahaha...!!!" Mulutnya penuh makanan dan tubuhnya yang sekarang menjadi kurus bagaikan tak memiliki daging.


"Padahal tadi aku cemas tapi sekarang kau malah tertawa lepas sambil makan-makan..." ucap Ragna yang agak jengkel pada sikap rekannya itu meski merupakan orang tua.


"Ya, apa boleh buat..." ucap Pak Tua Boon dengan santainya, "Aku harus terus makan untuk memulihkan diri lagi..."


"Maksudnya??"


"Asal kau tau saja setelah aku menggunakan sihir maka aku harus makan terus untuk menggemukan tubuhku lagi supaya aku bisa menggunakan sihir lagi..."


"Sihirku merubah lemak menjadi otot jadi semakin aku gemuk maka aku semakin kuat..." jelas Pak Tua Boon.


"Owh... begitu, ya? Kekuatan yang memiliki batasan..." Ragna paham.


"Benar, kekuatanku harus diisi lagi..." ucap Pak Tua Boon dengan memasukan makanan ke mulutnya, "Kemampuanku membakar kalori yang ada..."


Mereka berbincang-bincang sesama penyihir sambil memulihkan diri dan memulihkan energi.


Lalu diluar ada Erinka yang sedang membahas sesuatu hal dengan tiga penyihir Black Tiger.


"Kami sangat berterima kasih pada kalian..." ketiganya membungkukan badan dan terlihat merendahkan diri.


"Eehh...!!??" Erinka kebingunan harus menjawab bagaimana.


Salah satu dari mereka yang merupakan pengguna item sihir sebuah sarung tangan besi berkata, "Aku berhutang budi pada kalian!! Kami adalah saingan kalian tapi tak ku sangka kalian mau menyelamatkan kami..."


Mereka masih membungkukkan badan.


"Sudah, sudah, tegakkan tubuh kalian!! Kami sama sekali tidak menyelamatkan kalian tapi yang benar kita berkerja sama untuk mengalahkan makluk itu..." ucap Erinka.


Ketiganya menegakkan tubuh, "Ya, meskipun begitu kami sangat berterima kasih pada kalian!! Kami berhutang budi..."


"Hmm..." Erinka yang mata duitan berfikir, "Yah, daripada karena kalian telah berhutang budi lebih baik kalian membayarnya sekaran!! Serahkan saja uang yang kalian punya..."

__ADS_1


"Yang benar saja...!!" Teriak ketiganya secara serentak.


Orang-orang dari Black Tiger itu lalu pergi dan Erinka menyadari bahwa dirinya merasa pernah melihat item sihir yang berupa sarung tangan besi itu, "Hmm... kurasa aku pernah melihat item sihir itu tapi dimana, ya?"


"Oh, benar!! Saat penyelundupan senjata itu tapi apa benar, ya?" Ucapnya yang agak ragu.


Pak Tua Boon yang terluka dan Ragna mendekati gadis bangsawan itu.


"Ayo pulang, Erinka-chan!!" Ucap Pak Tua Boon.


"Eehh?? Tapi bagaimana dengan bayarannya?"


"Dasar mata duitan..." ucap Ragna yang agak jengkel.


"Apa katamu...!!" Bentak Erinka.


"Yah, bukan apa-apa..." Ragna mengalah dan tak mau berdebat.


"Kau tau? Bayaran itu sangat penting bagi kelangsungan hidupku dan kau yang merupakan lelaki hutan tak akan pernah mengerti..." ucap Erinka dengan tatapan serius.


"Hahahahaha...!! Kau benar sekali, Erinka-chan!! Dan soal bayaran sudah dikirimkan langsung ke guild..." jelas Pak Tua Boon.


"Kalau begitu ayo pulang...!!!!" Ucap Erinka singat yang ingin segera pulang dan langsung menghabiskan bayarannya.


Ya, ketiga anggota Guild White Tiger itu pulang dengan menaiki kereta kuda lagi akan tetapi mereka sekarang bergerak dengan cepat karena Pak Tua Boon telah kehilangan berat badannya.


*****


Lalu scan berubah ke tengah hutan dimana tiga anggota Black Tiger bertemu dengan seseorang.


"Sialan!!!"


"Jika saja kau ikut dalam misi ini maka kami bisa menang!!"


"Kami tak perlu berkerja sama dengan orang-orang White Tiger itu...!!!!" Ketiganya nampak marah.


"Hahahahaha...!!" Pria yang bersandarkan pada batang pohon itu malah tertawa, "Kalianlah yang lemah dan menyalahkan diriku atas kelemahan kalian itu..."


"Ya, kalian telah berkerja sama dengan saingan kita jadi kalian harus mati..." iapun meningkatkan energi dan seketika tanah menjadi gersang


"...!!!!" Ketiganya terkejut dan tak bisa berbuat apapun dan secara perlahan ketiganya ditelan oleh bumi.


Orang itu mengambil item sihir yang berupa sarung tangan itu, "White Tiger, ya? Mungkin sudah waktunya bergerak..."

__ADS_1


Dia adalah anggota dari Black Tiger yang bernama Jigra dan merupakan 'Dragon Slayer'


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 31 : Pembagian Bayaran


__ADS_2