The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 89 : Hari Yang Cerah


__ADS_3

"WOOAARRGGH...!!!!" Sang Kraken berteriak kesakitan saat hampir seluruh tubuhnya terbakar oleh api yang ada dipedang milik Kai.


"Kita berhasil..."


"Belum..." ucap Ragna dengan sorot mata tajam.


Kai menusukan pedangnya dengan lebih dalam dan iapun memenggangnya erat-erat menggunakan dua tangannya, "Kekuatan tambahan dari kakak ku tak akan bertahan lama jadi kita secepatnya harus segera mengalahkannya..."


"Kami mengerti!!!!" Jawab keduanya dengan semangat karena mendapatkan tambahan energi dari Master Sabertooth.


"Zink!!" Mendadak Ragna muncul tepat dihadapan Sang Kraken, ia melapisi kedua kepalan tangannya dengan kegelapan sehingga ukurannya berubah menjadi besar, "HIIAA...!!!!" Ragna melesatkan pukulan secara bertubi-tubi pada kepala gurita raksasa itu.


Disaat yang bersamaan Erinka melesat mendekat, ia menggenggam pedang besarnya dan menfokuskan energi pada satu titik sehingga pedang besarnya berkobar-kobar, "Sllash!! Sllash!!"


Setiap tebasan dari Erinka membuat darah berceceran ke mana-mana tetapi meskipun begitu Sang Kraken berusaha memulihkan diri dengan meregenerasi luka ditubuhnya.


Makluk lautan itupun terdesak lalu secara perlahan ia mundur menuju lautan.


"Dia mundur!!!" Pikir ketiganya yang merasa serangan mereka berpengaruh.


Master Sabertooth yang melihat dari kejauhan berkata dengan tersenyum lebar, "Bagus, kita berhasil memojokan Sang Kraken..."


"Lakukan seperti itu terus lalu aku akan memberikan perintah terakhir..." Pemimpin guild Sabertooth itupun memperkuat pijakan kakinya dan berteriak, "Teruslah berjuang, anak-anak...!!!!"


Ketiganya yang mendengarnya tersenyum menyeringai dan makin semangat, "Ya, kami akan melakukan yang terbaik..." gumam ketiganya dalam hati.


Mereka menyerang 'monster lautan' itu secara bertubi-tubi, tanpa jeda dan secara bergantian.


Ya, tak terasa pertarungan mereka melawan Sang Kraken telah berlangsung seharian dan bahkan sekarang waktu hampir tengah malam.


Kekuatan tambahan yang berasal dari sihir 'Absolute Order' milik Master Sabertooth perlahan memudar dan hal itupun membuat ketiganya nampak kelelahan.


Dilain sisi, Sang Kraken terus menerus dipojokkan hingga sampai dipelabuhan yang telah hancur.


"Hah... hah... hah..." ketiganya berdiri tegak diatas permukaan tanah dan menatap tajam ke arah 'monster lautan' itu.


"Sial, padahal tinggal sedikit lagi kita bisa mengusir makluk jahat ini tapi pada akhirnya kita kehabisan energi sebelum sempat mengusirnya..." ucap Kai yang terlihat kesal.

__ADS_1


Erinka nampak kesakitan lagi dan sayap yang ada dipunggungnya memudar lalu berubah menjadi kobaran api biru yang tak terkendali, "Ugh!!!"


"Erinka, jangan paksakan dirimu lebih dari ini dan jika kau melakukannya maka Sang Phoenix akan mengambil alih lalu semua akan jadi kembali tak terkendali..." ucap Ragna.


"Aku tau itu!!" Ucap Erinka yang terlihat sangat kesal, "Tetapi tinggal sedikit lagi kita bisa mengusir makluk ini jadi aku akan melampaui batasanku..."


"Tap... tap... tap..." secara perlahan Master Sabertooth muncul dan mendekati ketiganya, ia tersenyum lebar dan berkata, "Kerja bagus dan kalian tak perlu lagi melakukan apapun karena saat ini giliranku beraksi..."


"Memangnya apa yang akan kau lakukan, Kak?"


"Hmm..." Master Sabertooth menatap Sang Kraken dan memperhatikan 'monster lautan' itu dengan seksama, "Dia telah terluka sangat parah dan juga sepertinya energiku sudah berada diatasnya..."


"Ya, aku akan memberikan sebuah perintah padanya untuk meninggalkan tempat ini..." ucapnya dengan enteng.


Master Sabertooth berdiri tegak, memperkuat pijakan kedua kakinya, menatap tajam pada Sang Kraken lalu menarik nafas panjang dan meningkatkan energi.


Ia berteriak dengan lantang, "Pergilah dari sini dan jangan tunjukan dirimu lagi...!!!"


"WOOAARRGGH...!!!!" Sang Kraken meraung karena merespon sihir perintah dari Master Sabertooth, ia berusaha menolak perintah tersebut.


Makluk itupun mulai takut akan tetapi hal itu belum cukup untuk membuatnya menuruti perintah pergi, "WOOAARRGGH...!!!" Ia meraung dengan keras.


"Zink!!!" Mendadak Ragna muncul tepat dihadapan Sang Kraken dengan kemampuan teleport, iapun mengangkat kedua tangannya lalu menyatukan dua kepalan tangan dan melapisinya dengan kegelapan sehingga ukurannya sangat besar, "Pergi dari sini, sialan!!!!"


"Jbbuuak!!!" Iapun menghantam dari atas sekuat tenaga.


Sang Kraken bangkit lagi akan tetapi Master Sabertooth memberikan perintah lagi, "Pergi dari sini!!!!!"


Ya, monster lautan itupun takut pada sorot mata tajam dan aura terpancar dari Master Sabertooth, iapun perlahan masuk ke dalam air laut dan pergi meninggalkan tempat itu.


Erinka yang semula berdiri tegak secara perlahan menjatuhkan diri dalam posisi duduk, "Huh... akhirnya semuanya selesai juga!!" Ucapnya dengan ekspresi lega.


Kai bertanya pada Master Sabertooth, "Kakak, bukankah kau bilang bahwa kau hanya bisa memberikan satu perintah lagi tapi mengapa nyatanya disaat-saat terakhir kau bisa memberikan perintah berulang-ulang?"


Master Sabertooth tersenyum lebar, "Rupanya kau memperhatikan juga adikku!! Ya, kalian yang telah mengulur waktu membuatku dapat beristirahat sejenak sehingga hal itu membuatku bisa memulihkan energi..."


"Oh..." Kai mengangguk paham.

__ADS_1


Master Sabertooth menatap tajam dan jadi sangat serius, "Jadi lawan seperti apakah yang membuat Pak Tua Gamou terbunuh?"


Kai tertunduk akan tetapi secara perlahan ia mengangkat wajahnya dan meski terpukul akan keadaan telah terjadi tapi pada akhirnya ia menjelaskan tentang kematian Pak Gamou.


*


Dilain sisi Ragna duduk diatas tumpukan puing-puing bangunan yang menggunung, ia menatap hamparan kerusakan akibat pertarungan melawan Sang Kraken.


"Hah..." ia menghela nafas panjang.


Erinka naik ke atas tumpukan puing bangunan itu dengan susah payah.


"Awas, hati-hati..." ucap Ragna.


"Mengapa kau tak terlihat senang meski kita telah berhasil mengusir Sang Kraken?" Tanya Erinka yang sudah berada diatas puing reruntuhan itu.


Raut wajah Ragna tak ceria seperti biasanya dan ia terlihat murung, "Yah, aku hanya berfikir kita sungguh sangat kerepotan melawan Kraken..."


"Dilautan kapal kita ditenggelamkan dan didaratan makluk itu mampu membuat kerusakan parah seperti ini..."


"Aku hanya berfikir jika saja diriku lebih kuat maka kapal kita dulu tak mungkin tenggelam dan juga kehancuran kota seperti ini bisa saja dicegah..." jelas Ragna yang murung itu.


Erinka menjawab dengan tersenyum.


"Mengapa kau tersenyum? Memangnya ada yang lucu?"


"Tidak ada..." jawab singkat Erinka, "Hanya saja aku mulai berfikir bahwa kau perlahan berubah yang semula lelaki hutan dan tak peduli apapun sekarang berubah menjadi penyihir yang punya tujuan kuat..."


Ragna mengangkat wajahnya, "Benar sekali!! Aku adalah penyihir White Tiger dan aku akan berlatih untuk menjadi yang terhebat sama seperti Tuan Julius..." ucapnya dengan semangat, iapun teringat bahwa Kaisar Sihir Julius Nova juga berasal dari guild White Tiger.


"Nah, begitu dong..." jawab Erinka ketika rekannya mulai mendapatkan semangatnya lagi.


Ya, pertarungan telah usai.


Sang rembulan perlahan terbenam dan malampun berganti dengan cerahnya pagi hari lalu diufuk timur terlihat cahaya matahari perlahan menyinari.


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 90 : Pulang!!

__ADS_1


__ADS_2