
BRAKK....
Beberapa orang yang ada di dalam ruangan itu pun menoleh karena kaget mendengar bunyi yang cukup keras. Mereka pun menatap tajam ke arah pria tampan yang dengan sengaja mendorong pintu itu dengan begitu keras sehingga pintu pun terbuka namun dengan menimbulkan bunyi yang keras dan mengagetkan mereka semua.
"Sayang, kamu baik-baik saja kan?" Tanya Tio saat ini dia sudah berada di dekat ranjang sang istri. Raut wajahnya menatap sang istri dengan begitu lekat memastikan kondisi sang istri baik-baik saja.
Ya saat membuka pintu ruang rawat tadi, dia (Tio) melihat Amanda berbaring di ranjang dengan infus di tangan nya. Tio langsung berjalan cepat menuju ke arah Amanda tanpa memperdulikan dokter dan seseorang yang sedari tadi duduk manis tak jauh dari sana menunggu Amanda.
Amanda mengelengkan kepalanya, karena dia masih malas untuk berbicara, rasanya tenggorokannya terasa kering.
Tio mengengam tangan sang istri dengan lembut, raut wajah Tio mengisyaratkan kecemasan.
"Apakah ada yang sakit?" Tanya Tio penuh perhatian.
"Haus...." Lirih Amanda dengan pelan.
__ADS_1
Tio yang mengerti pun melirik ke samping dan segera mengambil minuman kemasan botol tersebut, Tio melirik seseorang yang masih duduk nyaman terdiam di sudut ruangan, pria itu sepertinya tidak terganggu dengan kehadiran Tio saat ini.
Kedua perawat yang mengecek kondisi Amanda sedari tadi pun ikut terdiam, aura Tio begitu mendominasi membuat keduanya takut untuk berbicara. Melihat Tio yang sibuk memberi minum kepada Amanda, kedua perawat tadi pun tak melewatkan kesempatan yang baik untuk segera pergi dari sana.
"Ehemmm..... Kenapa kalian ingin pergi dari sini padahal aku belum bertanya tentang kondisi istriku," sinis Tio menatap tajam kedua perawat tadi. Ya siapa yang tak mengenal Tio, pengusaha muda sukses dan terkenal bertangan dingin bahkan sering di rumorkan kejam tak berperasaan.
"Kondisi nyonya Amanda sudah baik-baik saja tuan," jawabnya menunduk.
"Amanda baik-baik saja, dia cuma pingsan tadi mungkin karena syok, untung saja pemotor tadi juga selamat. Dan ingat kamu harus lebih perhatikan dengan Amanda karena dia sedang hamil," sela laki-laki itu berdiri lalu hendak meninggalkan tempat di mana Amanda di rawat.
"Ck sayang sekali, dia sudah punya suami," batin pria itu menatap ke arah Amanda sekilas setelah itu berlalu pergi meninggalkan ruangan di mana Amanda di rawat. Namun sebelum dia benar-benar keluar dari pintu, terdengar suara merdu.
Sedangkan Tio tertegun sejenak, dia mencerna yang di ucapkan pria tadi.
"Hamil," batin Tio masih belum percaya.
__ADS_1
"Amanda hamil?" Sambung Tio lagi di dalam hati nya saat ini. Entahlah antara binggung dan juga senang.
"Tuan Kami permisi dulu, kalau ada apa-apa silahkan panggil kami atau anda bisa menanyakan langsung kondisi nyonya Amanda kepada dokter langsung," setelah berbicara tersebut keduanya buru-buru pergi dari sana.
Tio tak menggubris, dia masih mematung di tempat. Yang hanya Tio ingat adalah kabar kalau istrinya itu hamil, raut wajah Tio berubah menjadi cerah berbinar. Tio langsung beralih kepada Amanda.
"Sayang benar kamu hamil, aku tak mimpi kan?" Tanya Tio tak bisa menyembunyikan kebahagiaan di wajahnya saat ini.
"Iya, kita punya anak. Hiks hiks hiks hiks hiks hiks," kata Amanda memeluk sang suami dengan tangis kebahagiaan.
Tio melerai pelukannya, dia menyeka air mata sang istri. " Hei kenapa kamu menangis? Harusnya kamu bahagia," tanya Tio dengan binggung.
"Ini air mata kebahagiaan, setelah kita menunggu akhirnya, hiks hiks hiks," jawab Amanda.
Keduanya kembali berpelukan saling berbagi kebagian.
__ADS_1
Amanda tak menyangka di balik musibah tadi, terdapat kebahagiaan yang tak terkira saat mengetahui dirinya hamil, Amanda bersyukur dirinya baik-baik tadi dan tidak terjadi apa-apa dengan kandungannya.
Bersambung....