
Makan malam keluarga telah tiba, Arka sengaja menyiapkan makan malam untuk keluarganya di restoran di Moonblue Hotel. Untuk merayakan kelulusan Hani, Arka mengundang mommy nya dan kedua orang tua Hani, rencananya Arka juga ingin mengundang Hana dan kedua orang tua Hana, tapi gagal karena orang tua Hana sedang makan malam bersama keluarga Satya, mereka juga sedang merayakan kelulusan Hana dan Satya.
Hani terbengong melihat semua persiapan Arka, sangat romantis dan sangat perfect, Arka memang suami yang sangat sempurna.
Arka tegak Diatas pondium mini yang ada direstoran itu.
Di atas sana Arka menatap istrinya yang duduk bersama kedua orang tuanya. "Baiklah, Hari ini untuk merayakan pesta kelulusan istriku, aku mengadakan party kecil disini, dan untuk pengunjung aku akan memberikan gratis makan malam ditempat ini untuk malam ini, bersulang".
Riuh tepuk tangan dan sorakan selamat terus terdengar nyaring setelah pengumuman itu Arka kembali ketempat dimana meja keluarga nya berada.
" Selamat ya sayang" Sekali lagi Arka mengucapkan selamat pada Hani sambil mengecup pipi dan kening Hani.
"Soo sweet banget" gumam Mommy Hani begitu bahagia.
Berbeda dengan mommy Hani, mommy Arka sejak tadi hanya diam dan membalas senyuman sekedar nya saja, mommy Arka juga belum mengucapkan selamat pada Hani sedikitpun.
Sejak Hani mengalami kecelakaan mommy Arka menjadi sedikit lebih dingin pada Hani, dia sedikit menjauh dari Hani dan Arka, Hani menyadari perubahan sikap mertuanya itu, tapi dia tidak pernah tau apa alasan mommy Arka berubah.
__ADS_1
"Kalian berdua kapan punya anak?" komentar tiba-tiba mommy Arka membuat semua orang yang ada disana terdiam dan terkejut. "Kalian tidak berencana menundanya kan? bukankah Hani sudah lulus kuliah apa lagi yang kalian tunggu, jangan bilang kamu pernah melakukan KB Hani" tuduh mommy Arka pada Hani.
Dengan cepat Hani menggeleng, "ti-tidak mom, Hani tidak pernah suntik apalagi makan obat KB, Hani juga ingin secepat memiliki anak, tapi Tuhan belum mengizinkan itu" Hani menunduk dan memegangi perutnya pelan.
"Ya ampun Ris, pernikahan mereka aja baru, kami aja berdua baru memiliki anak saat pernikahan kami sudah berlangsung bertahun-tahun, dan itu kami kehilangan nya" terdengar suara mommy Hani yang terdengar sendu, ketika kembali mengingat kecelakaan yang menyebabkan dia kehilangan anaknya, Daddy Hani yang duduk di samping istrinya itu segera menggenggam tangan istrinya.
"Semua sudah berlalu kita memiliki Hani sekarang, putrimu tidak akan mau melihat kesedihan mu di acara bahagia nya" bisik daddy Hani pada mommy.
"Mereka sudah hampir setengah tahun bersama, saya memiliki anak ketika awal-awal saya menikah" ucap Mommy Arka sedikit ketus.
"Mom, bisa kita bahas yang lain? Arka tidak ingin membicarakan hal ini, masalah anak itu urusan keluarga Arka, mommy tidak perlu ikut campur, Arka kepala keluarga sekarang, jadi Arka mohon mommy jangan pernah mengatur urusan rumah tangga Arka sekarang" ucap Arka tegas.
Daddy tersenyum sekilas, dia sangat bangga dengan menantunya, yang membela istrinya didepan mertua.
"Mom! Arka mohon, kali ini aja mom, selama ini Arka selalu menjadi sempurna dan mengikuti semua kemauan mommy, jadi kali ini saja, tolong jangan ikut campur dalam urusan rumah tangga Arka" Arka dengan cepat memotong ucapan mommy nya dia tidak ingin kata-kata yang keluar dari mulut mommy Arka akan menyakiti Hani.
"Hani?" panggil daddy Hani pelan, namun Hani dapat mendengar itu, perlahan kepalanya yang tertunduk menatap tangannya yang digenggaman Arka terangkat keatas menatap manik mata Daddy.
"Ya dad?"
__ADS_1
"Apa yang ingin kamu lakukan setelah lulus kuliah?" Daddy mencoba mencari cara untuk mengalihkan topik pembicaraan.
Hani tampak sedikit berpikir, "Hani belum tau, tapi rencana pertama Hani akan menjadi sekretaris Kak Arka".
"Iya dad, Arka juga senang jika Hani selama dua puluh empat jam berada dalam pengawasan Arka, Arka juga sudah memindahkan sekertaris Arka yang dulu ke bagian lain" Arka melanjutkan perkataan yang Hani ucapkan.
"Bagus jika kalian selalu bersama" puji Mommy dan daddy serentak.
"Harusnya yang pertama itu program kehamilan bukan kerja, kamu kan sudah jadi istri, tugas nya itu ya ngurus rumah tangga, dan mengurus anak" karena mempunyai kesempatan untuk kembali menyindir, mommy Arka kembali memberika sindiran pada Hani. Keheningan kembali muncul setelah sindiran itu.
"Hahahha" Suara tawa Arka terdengar cukup keras. Arka memegangi perutnya sambil tertawa.
"mommy lupa? dulu saat kecil apa mommy pernah menjadi ibu rumah tangga yang baik? mommy terlalu sibuk dengan teman-teman sosialita mommy, mommy meninggalkan Arka sendirian dirumah bersama para pembantu dan baby sister, mommy sibuk jalan kesana kemari, shopping ini itu bahkan sampai suami mommy sendiri lari dari mommy, apakah hal itu yang mommy maksud sebagai prioritas ibu rumah tangga? hahahha".
Arka mulai meluapkan semua yang dia rasakan pada mommy nya, sejak kecil Arka selalu dituntut untuk menjadi perfect dan sempurna karena Arka akan menjadi pemimpin perusahaan, bukan Hanya dari mommy nya Daddy nya juga tidak terlalu memberikan perhatian pada Arka karena menganggap istrinya yang mengatur urusan rumah tangga, sementara dia harus menafkahi keluarga.
"Arka apa apaan kamu!" Mommy Arka tampak sedikit kesal dengan tuduhan yang diberikan Arka.
"Apa mom? apa? benarkan yang Arka katakan? pernahkah sekali saja mommy datang ke acara disekolah Arka? Arka bahkan meminta supir dirumah untuk menjadi wali Arka dalam setiap acara, Arka kadang sampai membayar orang untuk menjadi orang tua palsu Arka untuk menggantikan ketidakhadiran kalian berdua!" Arka kembali mengingat kan mommy nya akan dirinya dulu, memang sedari kecil Arka dilimpahkan dengan kekayaan, tapi Arka tidak pernah memamerkan kekayaan itu, hanya saja sejak orang tuanya bercerai Arka menjadi berubah dia mulai bersikap seenaknya, dan menghambur-hamburkan uang keluarganya, karena Arka berpikir uang itu hanya ada bersamanya, selama ini Arka selalu merasa hidup sendiri, dia menghamburkan uang keluarganya untuk urusan orang lain, sedangkan untuk dirinya, sedikitpun Arka tidak pernah menggunakan uang orang tuanya untuk dirinya sendiri.
__ADS_1
"Mommy jangan pernah mencampuri urusan keluarga Arka, Arka tidak akan mencontoh mommy dan daddy karena contoh yang kalian berikan tidak memberikan kenangan bahagia apapun bagi Arka, Arka hanya mencontoh mommy dona dan daddy Haris, merekalah panutan hidup Arka, Daddy Haris begitu menyayangi mommy dona, dengan semua kekurangan mommy dona" Arka menjeda kalimatnya, matanya beralih menatap manik mata Hani yang mulai berair.
"Arka akan menjadikan Daddy Haris sebagai contoh rumah tangga yang ingin Arka jalani, bersama istri tercinta Arka, Arka akan menerima apapun kekurangan istri Arka" Kini Arka beralih menatap mata mommy nya. "Jangan oernah mengajarkan atau mengurus rumah tangga Arka, karena mommy saja tidak mampu menjaga kehidupan rumah tangga keluarga mommy, jangan hanya karena satu kesalahan istri Arka, mommy membencinya, bukannya mommy yang berniat menjodohkan Arka dengan Hani? kenapa sekarang mommy terlihat begitu benci dengan istri Arka? hanya karena kesalahan itu?" Arka kembali menyindir kehidupan rumah tangga milik mommy nya.