Twins Love Story

Twins Love Story
Chapter 103 "Lamaran kedua"


__ADS_3

Sore itu Satya dan Hana membantu Bunda Hana menyiapkan makan malam, Hana sama sekali tidak memberi tahu siapa yang akan datang ke rumah nya.


Hana hanya mengatakan ada dua orang spesial yang mau makan malam di rumah, jadi Hana meminta bundanya memasak makanan yang lezat.



bukan hanya Satya yang membantu tapi Ayah Hana juga sedikit membantu.


"Sebenarnya siapa yang mau makan malam di rumah?" ayah Hana bertanya. karena tidak biasanya terdapat banyak masakan-masakan enak dan mewah berjejer didepan meja makan.



"pokoknya orang yang spesial" Hana terkekeh kecil di akhir kalimatnya.


.


Jam sudah menunjukkan jam tujuh malam, Makanan sudah tertata rapi di meja, tapi orang yang di undang belum juga memunculkan wajahnya.


Hana tampak gelisah melihat jam lalu melihat pintu depan.


"Siapa sih yang ditunggu?" kali ini bunda yang berbicara.


tidak menjawab, Hana malah memilih pergi kedepan pintu rumahnya.


"Satya, kamu tau siapa yang diundang?" Ayah Hana pun ikut bertanya.


Satya mengagguk, "tapi Hana bilang biar menjadi kejutan buat ayah dan bunda" Sejak Satya berpacaran dengan Hana dan diketahui kedua orang tuanya, Satya memanggil kedua orang tua Hana dengan panggilan Hana kepada orang tuanya.


.


lima menit berlalu, tidak lama muncul mobil yang selalu Arka bawa didepan rumah Hana. Hana segera menarik kedua orang tuanya ke depan pintu, bermaksud menyambut tamu yang hadir.


Ayah dan bunda Hana tersenyum ketika melihat Hani keluar dari dalam mobil, tapi sedikit heran ketika Hani membawa banyak tas.


Tidak lama Hani keluar, Arka pun keluar, Hani segera menggandeng tangan Arka ke hadapan kedua orang tuanya.


Keduanya disambut baik oleh kedua orang tua Hana dan Hani.


.


Makan malam berlangsung dengan canda tawa. kedua orang tua Hana masih belum tau maksud sebenarnya dari kedatangan Hani dan Arka.

__ADS_1


setelah makan malam mereka semua menikmati cake yang sengaja Hani dan Arka beli sebagai buah tangan.


"hmm.. begini om tante" Arka memulai pembicaraan seriusnya.


Ayah dan bunda Hana kini menatap Arka, dengan pandangan bingung.


"Saya kesini ingin melamar putri oom" Arka menghentikan perkataannya sejenak, mengambil nafas panjang, saat ini jantung nya sedang berdetak dua kali lipat dari biasanya dia tidak pernah segugup ini sebelumnya.


Ayah Hana masih bingung putri yang dimaksud, tadi yang bersama Arka adalah Hani dan sudah jelas Arka mengetahui jika Hana sudah mempunyai kekasih yang sekarang bahkan duduk disebelah putrinya. Ayah Hana sesaat lupa, dia lupa dia juga mempunyai seorang putri lagi, yang saat ini sama gugupnya dengan Arka.


"Saya ingin melamar Hani, secara langsung dari om dan tante"


1 detik


2 detik


3 detik


bahkan sampai detik ke lima Ayah Hana masih mencerna perkataan Arka.


"Ayah!" panggil Hana sekali.


"Pak Bagas!" kali ini Hana sedikit meninggikan suaranya.


Ayah Hana terlonjak dan menatap Hana dengan tajam, yang ditatap malah cengegesan.


"Bisa kamu ulangi nak Arka?" Bunda lebih dulu menyuarakan pikiran Ayah Hana.


Arka kembali mengambil nafas panjang, "Saya ingin melamar putri bapak yang bernama 'Clarissa Hani Widjaya' sebagai teman hidupku selamanya, saya berjanji akan mencintainya dan menyayanginya".


Setetes air mata keluar dari mata bunda Hana, dia terharu, ini pertama kalinya ada pria yang melamar putrinya.


"Kamu tau konflik dalam keluarga Hani dan Hana?" kali ini ayah Hana mulai ikut serius.


"Ya saya tau om"


"Apa keluarga kamu tau situasi Hani saat ini?" tanya Ayah Hana lagi. dia tidak ingin Hani putri yang telah diadopsi oleh keluarga widjaya dicemooh, dan dijelek-jelekkan didepan keluarga Arka. Walau bukan dia yang membesarkan tetap saja Ayah Hana menyayangi Hani seperti dia menyayangi Hana.


Arka menganggukkan kepalanya.


"Ya saya tau om, dan keluarga saya juga sudah tau, mau bagaimanapun saya bersedia menerima Hani sebagai istri saya, sebenarnya kehidupan saya lebih sedih dari kehidupan Hani, Saya anak dari keluarga yang brokenhome, ibu dan ayah saya selalu sibuk dengan dunia mereka sendiri, mereka hanya menjadikan saya robot mereka sejak saya kecil, kehidupan saya tidak pernah bisa bebas, mereka menyuruh ini itu, menjadi seperti ini menjadi seperti itu" Arka menghentikan perkataannya sejenak.

__ADS_1


"karena keluarga saya yang seperti itu, dulu saya tidak percaya yang namanya cinta, Cinta pertama saya bahkan menghianati saya, untuk menghindari segala perjodohan yang ditawarkan ibu dan ayah saya, saya mulai memacari siapa saja, asal wanita itu tidak menyusahkan, setelah bosan saya akan meninggalkannya, tapi"


Arka mengambil sebelah tangan Hani dan menggenggamnya, "kehidupan yang hitam putih itu mulai berwarna kembali setelah bertemu dengan Hani, Hani mengajarkan segalanya pada saya, bahwa jika saya ingin bahagia saya harus berjuang untuk mendapatkan nya, walau akan ada kerikil yang menghambat dan melukai, saya harus maju untuk mencapai kebahagiaan itu, Terima kasih untuk Hani yang telah hadir dalam hidupku".


Arka tersenyum pada Hani di akhir kalimatnya dibalas juga dengan senyuman dari Hani.


"Baiklah ayah dan bunda menyetujuinya, semoga kalian berdua bahagia, ingat jaga Hani dan jangan pernah buat dia menangis" nasehat Ayah Hana.


Saat itu rasanya Arka ingin berlonjak bahagia karena lamarannya telah diterima oleh keluarga kandung Hani.


.


"Jadi itu alasan kak Arka meninggal kan ku" batin Hana. Sedangkan Satya kini menggenggam tangan Hana tanpa berbicara apapun.


.


"Saya berjanji Akan membahagiakan Hani dengan seluruh jiwa dan raga saya om" Sambut Arka dengan wajah tersenyum yang tidak dapat ditahan.


"jangan panggil om dan tante lagi, sekarangkan sudah menjadi menantuku, iya kan bunda? " ledek Ayah Hana.


"hehehe baik Ayah bunda"


"hmm Ayah, Hani mohon maaf sebelumnya yah" kini Hani yang sejak tadi diam mulai berbicara.


"Ada apa?"


"Di pernikahan nanti Hani minta maaf, Hani tidak bisa menjadikan Ayah sebagai pengantar Hani ke altar pernikahan, maaf Ayah" Hani menundukkan kepalanya tidak berani menatap Ayah bagas.


Dia sangat takut Ayah bagas akan marah karena keputusan nya, Hani sebenarnya ingin kedua ayahnya yang mengantarkan, tapi itu tidak mungkin, keluarga Arka dan keluarga Hani adalah keluarga yang terpandang.


Pasti akan muncul beberapa rumor negatif yang muncul, Hani tidak masalah rumor negatif itu hanya tertuju padanya tapi bagaimana jika rumor itu tertuju pada kedua orang tua angkatnya, atau pada keluarga Arka, Hani tidak ingin ada yang menyakiti daddy dan mommy nya.


Hana duduk didekat ayahnya, dan memeluknya dari samping. "tidak apa, kan masih ada Hana".


" Benar kata Hana, Ayah tidak marah Hani, memang seharusnya pak Haris yang mengantarkan mu, kamu adalah putri nya" ucap Ayah Hana, walau ada sedikit penyesalan dalam perkataan yang dia ucapkan.


"Terima kasih Ayah" Setitik air mata keluar setelah Hani berkata begitu.


"kemari lah peluk Ayah" pinta Ayah Hana sambil merentangkan tangannya. Hani segera menghambur ke dalam pelukan Ayahnya. menumpahkan air matanya disana. Mungkin ini pertama dan terakhir kalinya dia bisa memeluk ayahnya seperti itu.


🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2