
KEESOKAN HARINYA
"Bunda....."
"Kak Arin..."
"Bunda..."
Teriak Tio menggema di seluruh mansion.
Sedangkan Amanda yang berada di samping Tio menepuk keningnya pelan, bagaimana bisa suaminya itu berteriak tak jelas saat baru masuk ke dalam mansion sang kakak. Apa suaminya yang terkenal seperti es itu berubah jadi seperti anak-anak.
"Sayang, sudah jangan teriak-teriak. Malu tahu," grutu Amanda mengingatkan Tio saat ini.
"Ngapain harus malu," tanya Tio.
"Apa kamu tidak lihat sedari tadi banyak Art yang memperhatikan kamu berteriak-teriak seperti di hutan," sinis Amanda.
"He he he he he he, lupa Sayang. Aku senang banget saat tahu kalau kamu hamil jadi aku tak sabar ingin memberitahu bunda dan kak Arin," jawab Tio cengengesan.
Ya keduanya sudah pulang dari rumah sakit pagi ini karena kondisi sang istri juga sudah terlihat baik-baik saja tidak lemas seperti tadi kemarin, Tio dengan senantiasa menjaga Amanda selama semalam di rawat di rumah sakit. Terus mengenai siapa pemuda yang menolongnya Amanda menjawab tak tahu saat di tanya oleh Tio pada waktu itu.
Arin turun sambil mengendong Andra yang sepertinya masih mengantuk.
__ADS_1
"Hei dasar adik nakal, kamu pikir rumah kakak ini hutan apa? Pakai teriak-teriak segala hah...." Bentak Arin kesal, karena ulah Tio yang berteriak heboh seperti tadi membuat Andra terbangun dari tidurnya, padahal si kecil itu baru saja tidur beberapa menit, ah lebih tepatnya baru 15 menit Andra terlelap.
"He he he he he, maaf kak," jawab Tio yang sadar dia telah membuat kakaknya itu marah.
"Hei kenapa sih kalian ribut-ribut, malu tuh sama Amanda," tegur bunda saat dirinya melihat kedua anaknya itu beradu mulut.
Sedangkan Amanda tersenyum canggung, namun dia dengan cepat berjalan ke arah bunda dan menyalami mertuanya itu dengan mencium tangan sang bunda. Tio pun ikut mencium tangan wanita yang sudah melahirkan dirinya itu dengan penuh kasih sayang.
"Ini nih Bun, ulah si Tio. Gara-gara dia berteriak jadi Andra terbangun padahal baru 15 menit dia tertidur," adu Arin menunjuk ke arah Tio.
"Kamu Tio! Kenapa berteriak seperti tadi. Ah bunda sampai kaget dan mengira terjadi sesuatu dengan kamu tetapi untung saja kamu baik-baik saja," omel bunda kepada sang anak. Yang di omeli hanya tersenyum cengengesan membuat bunda menghela nafas panjang merasa lega melihat kondisi anaknya itu baik-baik saja tidak kurang satu apapun.
"Rasain di marahi Oma, salah sendiri teriak-teriak seperti Tarsan," celetuk Aurel yang berjalan melewati mereka semua berjalan menuju ke arah Amanda.
"Hai Tante cantik," sapa Aurel memeluk Amanda.
"Ck dasar malu-malu meong," ledek Tio membuat Aurel mendelik tak suka.
"Om Tio jelek," ledek Aurel meloto ke arah Tio karena kesal.
"Duh kalian malah ribut di sini, ayo duduk kasihan Amanda dari tadi kamu ajak berdiri pasti dia lelah," ajak bunda.
Tio menatap ke samping, dia baru ingat kalau sedari tadi dia keasyikan berteriak sampai lupa dengan sang istri yang menemaninya di samping.
__ADS_1
"Aduh maaf sayang, aku lupa. Ayo kita duduk," Tio menuntun sang istri dengan pelan penuh kelembutan membuat Arin yang melihat kelebaian sang adik di buat jengah. Sedangkan Aurel masih setia berada di samping Amanda.
"Kalian mau minum apa?" Tanya Arin.
"Aku mau jus jeruk saja," jawab Amanda.
"Kalau aku seperti biasa kopi," jawab Tio.
Arin pun berjalan menuju ke arah dapur sambil mengendong Andra dan meminta salah satu art untuk membuatkan minuman untuk Tio dan Amanda. Setelah itu Arin membawa Andra ke kamarnya, meminta sang pengasuh untuk menemani Andra.
DI RUANG TAMU....
Semua sudah duduk di tempatnya, Arin pun duduk tak jauh dari sang bunda. Untuk Aurel, anak itu sudah kabur ke kamar sang adik tentu saja untuk bermain.
"Aku mau bilang kalau Amanda hamil," kata Tio dengan senyum cerah.
"Alhamdulillah...." Jawab bunda dengan senang.
"Wah kakak dapat 2 ponakan dong," kata Arin dengan senang, karena jujur saat tahu kalau Nisa istrinya Rio hamil, Arin bisa tahu ada raut kesedihan di wajah Amanda namun itu sesaat dan Arin sempat melihatnya kala itu.
"Nanti kita buat acara tujuh bulanan untuk Nisa sekaligus selamatan untuk kehamilan Amanda juga," jawab bunda dengan senang.
"Oh ya besok kita ke panti untuk berbagi dengan mereka yang ada di sana," kata bunda.
__ADS_1
"Tio kamu harus jaga Amanda jangan buat dia sedih karena mood ibu hamil itu berubah-ubah," jelas bunda menasehati anaknya.
Bersambung.....