
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Sejak tadi di apartemen dan di perpustakaan Satya terus saja melihat jam dan layar ponselnya, tapi ketika ditanya pria itu mengatakan 'tidak ada apa-apa' hal itu membuat Hana risih dan sedikit kesal.
"Huh" Hana menggeram kesal sambil memukul mukul kaca mobil pelan.
"Kenapa?" Satya yang sadang kekasihnya itu sedang kesal segera menggenggam sebelah tangan Hana yang bisa dia raih, sebelahnya lagi masih fokus menyetir.
"Sat.. kamu selingkuh ya?"
'ckiiitttt' Satya sontak mengerem mobilnya, untung saja jalanan sedang sepi dan tidak ada mobil dibelakangnya, jadi mereka berdua aman dari kecelakaan.
"Apa selingkuh?" pria itu bertanya dengan nada gusar. "Apa maksudnya?!"
"Sejak tadi tu kamu sering fokus ke jam dan ponsel kamu, ada yang ditunggu? selingkuhan baru ya?" Gadis itu semakin merengut menampakan kekesalannya pada Satya.
"Hah" Satya bernafas lega, "Aku ada janji sama teman, tapi aku tunda dan dia marah, makanya sejak tadi aku liat ponsel, maaf ya jadi diamin kamu".
" Beneran?" Hana kembali menatap kedua bola mata Satya mencari kebohongan di dalamnya.
Pria itu mengangguk dan tersenyum, "iya benaran, jangan mikir yang aneh-aneh ya" setelah berkata seperti itu Satya kembali melakukan mobilnya.
.
"Masuklah kedalam" Satya mengantarkan Hana sampai depan rumah Hana.
"Kamu gak masuk dulu? di dalam ada ayah sama bunda"
"Kayaknya gak bisa, aku sudah di tunggu teman teman" pria itu berusaha menolak dengan halus.
Hana tampak kecewa, tapi dia tetap berusaha tersenyum, "Jangan pulang terlalu malam, jangan minum-minum beralkohol, kalau sudah sampai apartemen segera hubungi aku" ancam Hana layaknya seorang kekasih yang khawatir.
Satya merapi kan rambut Hana yang sedikit berantakan, dia tersenyum sangat tampan, pria itu sangat suka jika Hana kembali pada mode manja dan menakutkan.
"Baiklah aku janji akan melakukan semuanya, jangan khawatir gitu dong"
"Benaran gak ada ceweknya disanakan?"
Satya kembali menggeleng pelan, "tidak, cuma ada beberapa laki-laki itu saja, lagian kalau ada ceweknya aku akan segera melapor" tegas Satya.
"janji ya" Hana menunjukkan jari kelingkingnya pada Satya.
"iya aku janji" Jawab Satya sambil meraih jari kelingking Hana dengan jari kelingkingnya menautkan kedua jari itu lalu mengecup kening Hana. "cepatlah masuk, diluar sangat dingin" bisik Satya tepat ditelinga Hana.
'cup' Hana mengecup bibir Satya sekilas lalu dia segera berlari masuk kedalam rumahnya.
__ADS_1
"Bye my prince" teriak Hana sebelum pintu tertutup.
Satya memegang bibirnya yang baru dicium Hana, kemudian sebuah senyuman muncul dari bibir itu.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Arka berjalan memasuki hotel Moonblue diikuti dengan Sandi di belakang nya.
Pria itu sedikit risih dengan tatapan para karyawan wanita yang menatapnya dan ada juga beberapa pengunjung wanita menatap Arka hingga tidak sadar menabrak dinding.
"Apa yang salah dariku?" gumam Arka pelan sambil melihat wajahnya melalui kaca lift.
Sandy yang mendengar perkataan Arka sedikit tersenyum, "Kata orang pria yang sudah di miliki itu memiliki aura yang berbeda, pancarannya lebih karismatik gitu".
Arka menatap sandy bingung, " Maksudmu aku gitu?" tunjuk nya pada diri sendiri.
"Siapa lagi yang bertanya tadi, lagian kita di lift ini cuma berdua".
" Wahh menyebalkan sekali tatapan para wanita itu, membuatku takut" Arka kembali fokus dengan map ditangannya.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
"Bagaimana dengan malam pertamamu" Sandy tersenyum jahil kearah Arka.
Arka yang sedang menyesap kopi langsung terbatuk, karena pertanyaan spontan dari sahabatnya itu.
"gila! baru juga datang dan bertemu, kenapa Hal pertama yang kau tanyakan malah hal itu!" gerutu Arka masih terbatuk batuk.
"Tidak salahkan nyoblos nya?" ledek Sandy kembali.
Arka segera melempar bolpoin ditangannya kearah Sandy, "Dasar sinting!" Arka kembali menggerutu dan menatap Sandy dengan mata yang sinis.
"Ya siapa tau malam pertamamu gagal karena gak bisa-bisa nyoblos!" gelak tawa Sandy terdengar sangat nyaring didalam ruangan Arka.
"Kalau sangat penasaran kenapa tidak coba sendiri?" kini Arka balik meledek Sandy, baru-baru ini Sandy kembali putus dari pacarnya jadi Arka punya kesempatan untuk kembali meledeknya.
Sandy merubah ekspresinya menjadi sangat masam. "Aku sudah puas celup sana sini, kau saja yang belum berpengalaman" Balas Sandy dengan kembali tertawa puas melihat muka Arka yang kesal.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
"Kau sudah memutuskan siapa pengganti Hani?" tanya Sandy, pria itu tampak sibuk merapikan beberapa map di meja sekretaris tempat Hani berkerja dulu. Mereka berdua sekarang sudah masuk ke mode serius, pembicaraan tentang tadi seolah terlupakan.
"Belum" Jawab Arka singkat, masih fokus membaca laporan dalam map yang diberikan Sandy.
"Mau sampai kapan? aku juga punya pekerjaan lain, aku tidak bisa membantu pekerjaan Hani, apa minta istrimu untuk kembali bekerja?" ide briliant Sandy tiba-tiba muncul.
"Dia kuliah" Lagi-lagi Arka kembali menjawab dengan singkat.
__ADS_1
"Ahh" Sandy menghela nafas panjang, "bagaimana jika kau ambil saja resepsionis baru itu untuk jadi sekretaris mu? dia lumayan pintar, sayang dia memilih jadi resepsionis" tawar Sandy lagi, pria itu terlihat sangat putus asa kali ini, pekerjaannya semakin menumpuk ditambah dengan liburnya Arka beberapa hari yang lalu, sekarang Arka masih saja tidak mau mencari sekretaris yang baru, alhasil semua pekerjaan sekretaris beralih padanya.
"Hani melarangnya, kalau mau cari, cari saja tapi dia Harus pria tidak boleh wanita" tegas Arka masih tidak mau menatap Sandy.
Sandy menatap ekspresi Arka yang serius, "baiklah akan aku coba" pasrah pria itu. sekarang sangat sulit mencari pria yang mau menjadi secretary, kebanyakan wanita, tapi apa boleh buat, Sandy yakin itu adalah permintaan ibu negara.
'tring tring tring'
Dengan gerakan cepat sandy segera mengangkag telepon yang berdering.
📱"ada apa?"
Arka melirik sedikit kepada Sandy yang mengangkat telepon dengan mode serius.
📱"anu, anu pak ada investor yang ingin bertemu dengan pak Arka"
📱"Sudah tanya dia sudah buat janji sebelum nya?"
📱"Sudah pak, dia belum buat janji tapi, dia minta sampaikan pesan jika 'bapak Jaka ingin bertemu'"
📱"Siapa?! bapak jaka?! siapa itu?!" Sandy sedikit kesal karena pekerjaan dia sepertinya akan bertambah.
Arka yang sejak tadi memperhatikan akhirnya mengambil alih telepon Sandy.
📱"Suruh saja buat masuk, di ruangan meeting, aku akan segera kesana" ujar Arka.
📱"Baik Pak" resepsionis itu segera menutup teleponnya.
"Kau kenal dengan pak jaka itu?" tanya sandy penasaran.
Arka mengangguk singkat, "sepertinya aku kenal"
"Siapa?" tanya Sandy kembali karena dia mulai penasaran.
"Kita liat aja nanti, kau pasti tau" Arka menolak untuk menjawab dia lebih memilih membuat Sandy semakin bingung.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Arka dan Sandy berjalan menuju ruangan meeting.
'Ceklek' pintu terbuka dan tampaklah pria yang cukup seumuran dengan daddy nya Arka tegak di sana.
Pria tua itu menyunggingkan senyuman lebar, "Lama tidak bertemu nak Arka" sapanya sopan. sambil merangkul Arka.
Arka sangat menghargai, pria tua itu dulu, tapi sekarang tidak lagi, dia sudah tau kebusukannya pria tua itu.
"Lama tidak berjumpa Kak" Sapa wanita yang ikut bersama pria tua itu.
__ADS_1
Sandy sedikit terkekeh, sekarang dia tau apa maksud dari perkataan Arka tadi. Sepertinya dua orang yang hadir itu mempunyai maksud terselubung pada Arka setelah mereka melihat Arka muncul di TV.
...☘️☘️☘️☘️☘️...