Twins Love Story

Twins Love Story
Bab 78


__ADS_3

"Ayo kita pergi," ajak perempuan itu mengengam tangan laki-laki itu dengan cepat menarik tangan nya.


"Tetapi dia...." Lelaki itu seakan tidak mau pergi dan masih ingin melanjutkan permasalahan sepele tadi.


"Sudahlah dia juga tidak sengaja," kata perempuan itu dengan lembut.


"Gara-gara dia, kamu hampir saja jatuh," protes pria itu masih kukuh.


"Uhuk uhuk uhuk uhuk uhuk uhuk...."


Tiba-tiba perempuan itu terbatuk berkali-kali membuat pria itu langsung menatap perempuan itu dengan penuh rasa khawatir.


Dengan cepat pria itu membopong tubuh perempuan tadi meninggalkan Nisa yang masih terdiam bengong menatap ke arah punggung mereka yang semakin menjauh.


Pluk....


Tepukan pelan mendarat di pundak Nisa membuat Nisa langsung menoleh ke belakang, ternyata di sana ada sang suami tengah menatap dirinya dengan heran.


"Sayang, kamu melihat apa?" Tanya Rio dengan nada heran bercampur binggung.

__ADS_1


"Oh tadi aku tak sengaja menabrak perempuan cantik terus temannya, pacar atau suaminya, entahlah pria itu siapa tetapi dia marah-marah karena tak terima aku menabrak perempuan tadi," jelas Nisa kepada Rio.


"Kamu tidak apa-apa kan?" Tanya Rio langsung memutar tubuh Nisa menghadap ke arahnya, pandangan Rio tertuju ke tubuh Nisa secara teliti membuat bisa memutar bola matanya jengah.


"Jangan mulai lagi deh," grutu Nisa di dalam hati menatap ke arah Rio jengah.


"Aku tidak apa-apa," jawab Nisa dengan cepat sebelum drama di mulai.


"Benar kamu tidak apa-apa ? Atau kita perlu ke rumah sakit takutnya ada tulang yang patah, atau otak kamu geser," kata Tio dengan khawatir nan lebay.


Nisa melotot ke arah Rio mendengar Rio secara tak sengaja mengatakan otak Nisa geser itu artinya Rio mengatakan Nisa 8tamg gila, sungguh ingin rasanya Nisa menjitak kepala sang suami agar semakin waras tentunya.


"Ayo pulang, aku lelah," kata Nisa menarik tangan Rio pergi menuju hotel.


Rio hanya pasrah saat sang istri menariknya.


Di tempat lain....


"Kenapa kita harus pergi? Bukannya kamu ingin bertemu dengan Rio?" Tanya pria yang tak lain adalah Ardimas.

__ADS_1


"Aku sudah bahagia melihat dia tersenyum bahagia seperti itu meskipun bukan dengan ku," kata Renata bagai pisau tajam yang menusuk hati Ardimas.


"Harusnya kamu yang bahagia bersama Rio bukannya seperti ini Re, aku sedih melihat mu seperti ini mencintai namun harus merasakan sakitnya pengorbanan, pengorbanan agar pria itu bahagia , harusnya kamu kasih tahu semuanya Re bukan seperti ini," batin Ardimas tersebut dengan miris menatap wanita cantik di depannya saat ini yang terlihat begitu pucat.


Ardimas hanya bisa menghela nafas kasar.


"Ayo kita kembali ke rumah sakit, sudah waktunya kamu minum obat. Aku tak mau kamu telat minuman obat dan tambah sakit nanti dokter Ade memarahi ku," kata Ardimas mengingatkan namun dengan nada cemberut.


"He he he he he he, maaf Dim." Jawab Renata dengan rasa bersalah, wajah Renata terlihat sendu saat berbicara.


"Hei jangan marah, aku cuma bercanda kok. Ayo kita balik ke rumah sakit," aja Ardimas mengandeng tangan Renata.


"Iya aku ngerti kok, ayo kit pulang saja," jelas renata merasa tubuhnya semakin lemah.


Deg deg deg deg deg...


Jantung Nisa berdetak kencang saat seseorang pria tampan


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2