
Rio dan Nisa akhirnya sampai juga di negara p.
"Ah akhirnya aku bisa istirahat dan bersenang-senang di sini," guman Gere sambil mengerakkan tangannya ke kanan dan ke kiri. Memutar tubuhnya dengan kata lain Gre saat ini sedang meregangkan otot-otot nya yang kaku.
Saat ini ketiganya tengah berjalan beriringan menuju ke arah parkiran. Nisa sedari tadi mengekor di belakang Rio, Nisa terlihat begitu kesal karena tak bisa mengimbangi langkah kaki sang suami yang lebar itu.
"Hei kamu di sini kerja untuk menjaga ku bukannya liburan dan bersenang-senang," protes Rio yang mendengar kata Gre tadi.
"Haiiiissssshhh....! Kamu menganggu kesenanganku saja. Ahhh aku juga ingin sekali-kali liburan biar mata ku tidak sepet melihat berkas yang menggunung di atas meja, kali aja di sini aku bisa menemukan perempuan cantik yang mau jadi kekasihku," grutu Gre penuh harap lalu melirik sinis ke arah Rio.
"Ck aku akan mengadukan mu kepada kak Abraham," ancam Rio namun sekedar ucapan saja untuk menakut-nakuti saja.
"Hei dasar tukang mengadu," grutu Gre dengan wajah cemberut.
Sedangkan Nisa memilih diam, dia tak ingin ikut campur obrolan keduanya, dia hanya tersenyum tipis mengelengkan kepalanya melihat tingkah laku keduanya saat ini.
"Hei tuh muka jelek amat," ejek Rio melihat wajah Gre yang cemberut itu.
"Biarin," Gre semakin merajuk seperti anak gadis membuat Rio tak tahan ingin tertawa.
Ha ha ha ha ha ha ha.....
Perbincangan hangat keduanya menarik perhatian beberapa orang, terlebih lagi perempuan. Bagaimana tidak wajah tampan keduanya saja sudah mencuri perhatian apalagi keduanya saat ini seperti sedang bercanda.
Nisa menarik tangan Rio membuat Rio menatap ke arah Nisa.
"Kenapa?" Tanya Rio menatap Nisa heran.
Nisa mendekat ke arah Rio, wajahnya maju mendekat ke telinga Rio dengan cepat.
"Sudah jangan ribut, kita jadi pusat perhatian orang-orang yang lewat," bisik Nisa di telinga Rio saat ini.
Rio yang mendengar itupun langsung menoleh ke kanan kiri dan benar saja ada beberapa orang yang melihat ke arah mereka.
"Mana mobil nya?" Tanya Rio clingak-clinguk mencari mobil yang menjemput mereka.
Sedangkan Gre masih sibuk dengan ponselnya, entah apa yang pria itu lakukan. Chating dengan perempuan atau mengatur semua urusan Rio selama berada di sini.
"Hei mana mobil yang akan mengantarkan kita hari ini?" Kesal Rio menatap ke arah Gre dengan tajam.
__ADS_1
"Oh tunggu saja, tadi sudah ku hubungi kok," jawab Gre singkat dan masih sibuk dengan ponselnya.
5 menit mobil tak kunjung datang.
"Hei mana?" Kesal Rio dia sudah berjongkok karena lelah berdiri.
"Sabar dulu, nih aku telepon dulu," kata Gre dengan santainya. Sedangkan Rio yang mendengar itupun melotot.
"Kamu dari tadi main hp itu ngapain? Ku kira kamu dari tadi menghubungi supir," tanya Rio marah dengan wajah garangnya menahan kesal kepada pria tampan di depannya saat ini.
"Sttt.....! Kamu jangan marah-marah, malu di lihat orang. Sabar pasti nanti juga datang kok," bujuk Nisa memegang tangan Rio menyalurkan rasa hangat yang bisa meredakan emosi nya saat ini.
"Sabar bro jangan marah-marah nanti cepat tua. Tuh denger kata istri mu yang bijak itu," kata Gre dengan santai namun Rio justru menatapnya dengan sinis.
"Kita naik taksi saja," putus Rio menarik tangan Nisa dengan cepat.
"Hei tunggu, bentar lagi supirnya sampai. Jangan pergi," cegah Gre dengan panik.
Rio tak menggubris, dia menarik tangan Nisa cepat.
"Jangan hiraukan dia," pinta Rio saat melihat Nisa berkali-kali melihat ke belakang.
"Kamu harus nurut suami, atau kamu ingin ku tinggal," ancam Rio yang sudah dilanda emosi itu.
Nisa pun memilih terdiam tak ingin berdebat dan membuat suasana hati Rio semakin kacau, dia mengikuti langkah kaki Rio dengan cepat.
"Hei tunggu," teriak Gre mengejar Rio dan Nisa.
"Aduh bagaimana ini, bisa-bisa aku di pecat tuan Abraham," grutu Gre cepat berlari sambil menarik koper di tangannya.
Para pengawal bayangan yang di tugaskan oleh Abraham memantau gerak-gerik Rio itupun langsung berlari mendatangi Rio dan Nisa. Mereka tak ingin adik ipar tuannya itu mengalami kesulitan karena seperti perintah Abraham, mereka harus menjaga Rio dari jauh dan membantunya saat sedang kesulitan.
"Tuan anda mau kemana?" Tanya bodyguard itu dengan sopan.
"Aku lelah menunggu, jadi bisakah kalian memanggilkan taksi," jawab Rio.
"Bagaimana kalau anda naik mobil milik kami," tawar bodyguard itu karena akan cukup lama untuk menunggu taksi lewat.
Rio melirik ke arah Nisa, Rio mengira mereka akan semobil dengan bodyguard di dalam mobil yang penuh sesak.
__ADS_1
"Tuan bisa mengunakan mobil itu di temani supir saja dan kami bisa mengikuti tuan mengunakan mobil lain, tetapi maaf kalau mobil yang kami gunakan hanya mobil biasa bukan mobil mewah," kata bodyguard itu sambil menunduk sopan. Bodyguard itu berbicara dengan lancar seolah mengetahui isi pikiran dari pria di depannya itu.
"Baiklah," jawab Rio.
Setelah itu Rio dan Nisa pun berhenti, keduanya menunggu mobil yang akan mereka gunakan.
Bodyguard itupun menghubungi supir dan memintanya datang untuk mengantarkan Rio ke hotel yang sudah di pesan oleh Abraham.
Tak lama mobil pun tiba di depan mereka.
Gre yang berlari menyusul Rio pun tersenyum saat melihat ada mobil yang berhenti tepat di depan Rio dan Nisa.
Hos hos hos hos hos hos.... Gre mengatur nafasnya karena lelah berlari.
"Kan benar kata ku, pasti supir segera datang. Tetapi kok mobilnya berbeda ya," kata Gre menyergit heran.
Rio tak menggubris pertanyaan dari Gre, dia menarik tangan Nisa agar mengikutinya masuk ke dalam mobil. Koper keduanya di masukkan ke bagasi oleh bodyguard tadi.
Saat Rio ingin menutup pintu mobil, di hentikan oleh teriakan dari Gre.
"Hei tunggu aku, aku belum masuk," kata Gre.
"Kamu di sini saja, tunggu mobil yang sudah kamu siapkan tadi," jawab Rio dengan dingin.
"Ha?? Maksudnya apa? Bukannya ini mobilnya?" Tanya Gre binggung.
Rio tak menggubris, dia melirik ke arah bodyguard tadi.
"Maaf tuan, sebaiknya anda jangan menganggu tuan Rio. Biarkan mereka pergi," bodyguard tadi menghalangi Gre.
Mobil pun melesat cepat pergi meninggalkan Gre dan bodyguard tadi.
"Hei kenapa aku di tinggal?" Teriak Gre kesal.
"Tuan sebaiknya menunggu mobil yang sudah anda pesan untuk tuan Rio, saya mau pamit undur diri," kata bodyguard itu sopan namun seperti ejekan apalagi bodyguard itu dengan cepat masuk ke dalam mobil hitam yang terparkir tak jauh dari sana.
"Ahhh siiiiiaaaalllll...." Teriak Gre kesal.
"Kenapa mereka semua meninggalkan ku di sini sendirian. Nih juga supir itu hilang kemana? Di hubungi dari tadi tidak bisa-bisa," grutu Gre marah-marah.
__ADS_1
Bersambung....