Twins Love Story

Twins Love Story
Chapter 118 S2 "Bertengkar"


__ADS_3

Untuk yang masih setia membaca Terima kasih banyak ya, dan Terima kasih untuk like nya πŸ’žπŸ’žπŸ’ž


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Hani dan Arka saat ini sedang menikmati waktu berdua mereka setelah seharian mereka tidak bertemu karena kesibukan Arka yang harus mengurus hal ini dan itu di kepolisian belum lagi masalah Leo yang sangat marah pada Arka.


Leo masih mengira perkataan Jesica itu adalah kebenarannya, dia marah pada Arka yang tiba-tiba kembali muncul dan merebut Jesica, tapi dengan bantuan Mike dan Satya, Leo akhirnya mengerti jika dia hanya dimanfaatkan oleh Jesica.


Leo berhasil keluar dari jeruji besi dengan membayar ganti rugi pada para korban, sedangkan Jesica dipulangkan kembali ke negara asalnya, tapi melihat dari tingkahnya sepertinya Jesica akan kembali mengganggu hubungan rumah tangga Hani dan Arka.



"Bagaimana jalan-jalan hari ini?" tanya Arka sambil mengusap pipi Hani pelan.


"Aku sangat senang, kakak tau tadi Hana mengabulkan permintaan ku" Hani terkekeh kecil sambil mengingat ketika dia dan Hana berpakaian selayaknya anak kembar. "Aku dan Hana berpakaian berdandan serta memakai aksesoris yang sama seperti anak kembar lainnya, aku sangat senang sekali" lanjut Hani pada ceritanya.


Arka begitu bahagia melihat Hani tersenyum dan tertawa bahagia saat ini, makanya Arka akan menjaga Hani agar tetap bersamanya, bahkan Arka rela untuk tidak mempunyai anak asal tetap bersama Hani.


"Daddy, mommy, ayah dan bunda tertawa ketika melihat kami berdua berdandan layaknya anak kembar" Hani kembali melanjutkan ceritanya. "Apakah masalah kakak sudah selesai?" kali ini Hani bertanya karena khawatir. Arka, Mike dan Satya kompak tidak mengatakan apapun, dan mereka seolah-olah menjadi orang bodoh ketika ditanya hal itu.


Arka sedikit mencubit pipi Hani, "Tidak perlu khawatir, semuanya sudah beres, untung aku membawa kedua temanmu, mereka cukup berguna".


"Kenapa aku tidak boleh tau masalahnya?" Hani menggembungkan pipinya bersikap seperti sedang marah, tapi malah tampak menggemaskan dimata Arka.


Arka mengecup sekilas bibir Hani, "Masalah sudah kelar, jadi tidak perlu dibicarakan lagi, sekarang yang perlu dibicarakan adalah kamu telah membangkitkan sesuatu sayang" bisik Arka terpat ditelinga Hani, membuat dia merinding sejenak.


Hani menepuk tangan Arka yang mulai nakal, "Tidak sekarang" Hani duduk dari posisi nya buang sedang berbaring dalam pelukan Arka. "Sekarang kakak jelaskan dulu".


" Jelaskan apa lagi?"


"Jelaskan kenapa kakak tidak pernah mau bicara pada Hana, apa kakak masih menyukai nya? kakak terlihat seperti orang yang sengaja menghindari Hana karena masih memendam perasaan kakak pada Hana".


Arka kembali menarik Hani untuk masuk kedalam pelukannya, "Baiklah kakak akan menyapanya dan bersikap baik padanya".


"Gak gitu juga, maksud Hani itu, kakak bersikap normal" Hani berusaha mengelak Arka yang sejak tadi menc**m tengkuknya.


"Iya-iya apa aja semuanya akan kakak lakukan untuk mu, tapi ini bentar ya" Arka mengarahkan tangan Hani pada benda pusakanya.


Hani menggeleng cepat, menolak. Tapi apalah daya jika Arka bertindak. Maka Hani hanya pasrah membiarkan Arka melakukan apapun padanya.


πŸ¦‹ps : maaf Author gak bisa lagi buat adegan yang panas, takut gak lolos terus heheheπŸ¦‹

__ADS_1


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Hana menghampiri Satya yang sedang melamun menatap pantai.


"Melamun terus, melamun apaan sih?" Hana ikutan tegak disebelah Satya.



Tangan Satya merangkul Hana agar lebih mendekat. "Melamunin kamu" goda Satya.


"Ihh gombal" Hana mengeluarkan kartu nama yang diberikan Yuri tadi pada Satya.


Satya meraihnya dan terlihat bingung.


"Tadi ada casting aku dadakan, agensi besar, untuk jadi actress dan model disini" Jelas Hana.


"Kamu terima?"


"Belum, tadi aku bilang mau tanya dulu, menurutmu aku cocok gak jadi actress?"


"Yakin, agensinya?"


" Ooohh"


"Hanya itu? gak wow gitu?"


"Woooaahhh hebat, luar biasa, fantastis, bentar lagi aku bakal punya pacar artis!" Seru Satya dengan wajah yang dibuat-buat.


"Dasar Bang-Sat nyebelin" kesal Hana, wajahnya sudah cemberut.


"Kamu yakin mau coba? banyak loh cobaan yang harus kamu lalui" Satya merapikan rambut Hana yang terbang-terbang karena terkena angin.


"Apaan?"


"Belajar bahasa disini, belum lagi belajar vocal, lalu saingan yang sangat banyak, gak liat di newtube banyak yang mengeluh susah menjadi trainee di Korea" Satya mengurutkan satu persatu masalah yang ada.


"ini agensi besar Bang-sat! lagi pula aku yakin bisa melaluinya" Hana begitu terobsesi dengan hobby acting nya.


"Berapa lama? setahun dua tahun? atau sepuluh tahun, dan biayanya dari mana?" cecar Satya lagi.


"Paling beberapa tahun" Hana masih menjawab dengan nada ketus.

__ADS_1


"Yah terserah kalau gitu" Satya melepaskan rangkulannya dan kembali menatap pantai, dia tau Hana sangat keras kepala, dia tidak akan berhenti sampai disetujui, dan sangat susah untuk merubah keputusan Hana.


Bahkan Satya sebagai pacarnya tidak dapat merubah keputusan nya jika Hana sudah memilih.


"Satya!"


"Apa?" Jawab Satya dengan nada lembut.


"dukung aku! Kamu itu pacar aku" rengek Hana.


"Kalau mendukung demi kebaikan akan aku dukung tapi jika untuk menjadi actress aku menolak untuk mendukung" Satya juga kekeh menolak Hana.


"ihhh emang kenapa kalau aku belajar disini, masalah biaya kan bisa aku cari cara aku kan bisa kerja".


Satya masih diam tidak menggubris Hana yang sejak tadi menggoncang tangan Kirinya.


"kamu pasti takut LDR an denganku kan? makanya menolak" Tebak Hana.


Satya masih diam tidak menjawab.


"Kan cuma beberapa tahun, lagian mereka udah janji kok bakan buat aku jadi actress besar, nama aku bisa terkenal di dunia, aku janji tidak bakal selingkuh kamu satu-satunya orang di dalam hatiku"


"Sekarang saja hatimu masih terbagi, tidak ada jaminan aku akan tetap disana selamanya" Gumam Satya pelan, namun dapat didengar oleh Hana. "Berhenti menjadi begitu terobsesi pada Hani".


" A-pa mak-sud-mu?" gagap Hana.


"Apa tujuanmu menjadi actress? agar cepat kaya, dan bisa belanja ini itu, jika seperti itu ayo kita menikah, aku juga kaya, aku punya apartemen atas namaku, aku punya mobil dan motor, apa lagi Han? aku cuma minta jadi Hana yang dulu, jangan terobsesi dengan saudara kembar mu"


"Aku tidak terobsesi dengan Hani! Hana itu ya aku! apa susahnya mendukung ku" Hana mulai emosi wajahnya sedikit memerah.


"Jika tidak terobsesi lalu apa namanya untuk orang yang hanya memikirkan dirinya, mau sampai kapan kamu menjadi actress? sampai umur tiga puluh? tidak umur empat puluh? lalu adalah aku di masa depanmu yang menjadi actress itu?"


Hana terdiam, "tentu saja ada!"


"Aku tidak yakin, bahkan sekarang kamu terobsesi menjadi actress karena ingin mendapatkan kembali perhatian Arka!" Mata Hana melotot mendengar ucapan Satya. "berhenti mengelak, pertemuan mu dan dia bukannya saat kamu dipanggung? Arka tertarik padamu lalu kalian mulai dekat, begitu kan? kamu ingin mendapatkan perhatian Arka!"


"Kenapa Arka terus yang kamu bicarakan! aku sudah melupakan dia!" Bentak Hana tidak kalah dengan Satya. Untung saja saat ini keduanya berada diluar dan kawan kawan mereka sedang pergi ketempat lain, jadi tidak ada yang melihat pertengkaran sepasang kekasih itu.


"Kamu egois Hana, kamu tidak memikirkan bagaimana nasib saudara kembar mu, dia begitu benci menjadi pusat perhatian jika kamu menjadi artis dia akan ikut terseret, dan tidak bisa bebas, lalu kamu tidak memikirkan janjimu dengan kedua orang tua mu, bukannya acting hanya hobi, bukannya kamu berjanji akan fokus ke kuliah dan bekerja kantoran dihadapan kedua orang tua mu, ingat Han, ayahmu sakit, dia tidak menyukai pilihanmu saat ini" Setelah berkata begitu Satya pergi meninggalkan Hana yang terpaku disana. Kata-kata Satya terus terngiang di otaknya.


...☘️☘️☘️☘️☘️...

__ADS_1


__ADS_2