
"Aku tidak berbohong Kak Satya, itu benar-benar Hana aku punya videonya dan juga saksi yang membenarkan Hana telah berselingkuh di belakangmu! kak tolong jangan mau disakiti oleh wanita seperti Hana! masih banyak wanita yang lebih baik dari Hana kak"
"terus wanita itu kamu?!" kesal Hana, " noh! buka jalan dibelakangmu!" perintah Hana.
Semuanya sontak membuka jalan yang ada dibelakang Linda.
Dari sana muncul seseorang dengan menggunakan masker, masih terlihat menunduk.
Hani berjalan masuk dari jalan yang baru saja terbuka itu. Dia menatap keselilingnya yang memandang dia dari kaki sampai kepala.
"Risa! buka maskermu" teriak Hana. dia memang sengaja memanggil Hani dengan nama Clarissa toh itu juga nama Hani.
Hani kembali menoleh dan melangkah mendekati Hana.
kerumunan itu masih diam menatap setiap gerakan yang Hani lakukan. "Buka maskermu!" perintah Hana.
Hani segera membuka Maskernya. betapa terkejutnya orang-orang yang menjadi penonton bukan hanya penonton tapi Linda juga terkejut, Hana merangkul Hani dan mendekatkan wajah mereka.
"Mirip kan? wajah ini sama dengan wajahku kan?" Hana mencubit dagu Hani pelan lalu menunjuk wajahnya sendiri.
Beberapa penonton yang mengenal Hani dan Hana Hanya diam. beberapa yang tidak mengenal mereka terlihat sangat terkejut, mereka sama sekali tidak tahu bahwa Hana memiliki saudara kembar.
"Liat mata kami, hidung dan mulut, sexy bukan!" Hana meledek Linda dengan memegang bibir nya.
.
"Wah ternyata Hana kembar, tidak dapat Hana aku bisa dapat saudara kembar nya, kan wajahnya mirip hahaha" batin Faris.
.
"A-apa maksud mu! foto i-itu memang kamu! kamu pasti menyalahkan orang itu untuk menutupi aibmu!" pekik Linda tidak mau mengaku salah. Walau didalam Hatinya dia sudah ketakutan.
__ADS_1
"foto apaan sih?" bisik Hani di dekat telinga Hana.
"Foto kamu lagi dipeluk, gandengan sama kiss dengan Arka" Hana tersenyum meledek kearah Hani, kedua alisnya dinaik turun kan.
"Benaran?! ya ampun malu banget" gumam Hani pelan, sambil menutupi mukanya.
"udah gak usah malu gitu, sekarang tanggung jawab udah buat nama aku tercemar" bisik Hana lagi.
"maksudnya?"
"itu ulat bulu nuduh aku selingkuh didepan Satya dengan memberikan bukti foto kamu" Hana menunjuk kearah Linda.
"Gak usah nunjuk-nunjuk! akui saja perbuatanmu, gak usah sok alim!" bentak Linda.
"Berisik banget sih!" teriak Satya dari belakang, "kamu sudah liat buktinya, Hana punya saudara kembar! dan yang ada difoto itu saudara kembar Hana! aku juga kenal dengan orang yang ada di dalam foto! sekarang apa lagi?!" bentak Satya.
"kak Satya, kamu ditipu oleh wanita berbisa itu, tolong percaya aku, dia pasti membuat rencana agar dia bisa menipu kakak" Linda memelankan nada suaranya, berusaha bersikap lemah lembut dan bersikap seperti gadis baik-baik agar Satya percaya padanya.
Perasaan Linda pada Satya sangat lah besar, awalnya dia hanya mengagumi Satya dari jauh, tapi setelah bisa berbicara dan jalan berdua Satya, Linda menjadi besar kepala, dia merasa Satya bisa juga jatuh hati padanya, dan dia yakin jika dirinya yang lebih lama mengenal Satya dia pasti bisa mendapatkan perhatian Satya.
"Udah, capek tau liat ulat bulu kayak kamu! pergi sana! Satya itu gak akan percaya pada mu, dihatinya hanya ada Hana, jangan mempermalukan diri disini, aku kenal pria yang ada difoto! kami semua kenal pria itu, apa perlu kekasih nya yang menelpon" Chika ikut andil dalam membela Hana. dia merangkul bahu Hani.
merasa semuanya sia sia, dengan pasrah Linda mundur dari kerumunan itu, bisa saja yang dikatakan Chika benar, jika pria itu datang, akan tambah malu Linda.
"Awas kalian! pokoknya akan aku tunjukkan sifat aslimu Hana!" ancam Linda sebelum benar-benar pergi.
Chika mengangkat tangannya seolah olah siap mau memukul, "apa!! kalo berani sini! dasar ulet bulu! kalian juga masih mau nonton! huh" kesal chika mengusir para penonton dadakan.
Tidak lama penonton hilang malah banyak anggota tim basket yang berusaha mendekati Hani, mereka mulai mengerumuni Hana, Hani dan Chika yang masih berdiri berdekatan.
Kebanyakan dari mereka berusaha berkenalan dengan Hani, termasuk Faris, melihat tingkah Hani yang malu-malu dan sedikit pendiam membuat dia lebih tertarik dengan Hani. Kan tipe yang penurut lebih banyak disukai.
🌺🌺🌺🌺🌺
Tidak terasa tiga bulan sudah hampir berlalu, kabar soal rencana pernikahan Arka dan Hani sudah menyebar dengan luas walau hanya beberapa teman dekat Hani dan Hana dan lebih banyak para pengusaha serta teman-teman kerja Arka dan Ayah Hani, disusul dengan undangan yang menjadi bukti bahwa mereka benar-benar akan menikah.
__ADS_1
Beberapa teman kuliah Hani terkejut, karena Hani memutuskan untuk menikah muda bahkan saat dirinya belum lulus kuliah. Meski begitu mereka tetap mendukung keputusan apapun yang diambil oleh Hani.
Belakangan ini Hani dan Arka juga dibuat sibuk untuk mempersiapkan pernikahan mereka, mulai dari memilih apartemen untuk tempat tinggal nanti, dan juga memilih perabotan baru.
Bukan hal mudah untuk menyatukan dua pikiran manusia, meski masih sering terjadi perdebatan namun Arka selalu berhasil mengimbangi Hani, ia tak mau bertengkar dengan Hani karena hal apapun hingga semuanya berjalan dengan lancar.
.
Besok hari yang penting itu tiba, Hani merasa tidak bisa tidur dengan nyenyak malam ini. Ia terus menatapi langit-langit kamarnya dan tersenyum membayangkan bagaimana nantinya setelah menikah dengan Arka.
.
“Mommy” Hani muncul di ambang pintu kamar orang tuanya, ia menghampiri ibunya yang tengah berbaring sendirian karena Ayahnya belum pulang bekerja.
“iya, belum tidur baby?”
“Boleh aku tidur dengan mommy malam ini?”
“Eiiiy, tentu saja. Tapi daddy mu bagaimana nanti?”
“Hari ini saja, pleaseee” Hani menunjukan wajah memohon nya, Ibunya lalu bergeser dan membiarkan Hani untuk merebahkan tubuh disampingnya.
“Nanti rumah ini akan terasa sepi, Hanya ada mommy dan daddy” Ucap ibunya, Setelah Hani berbaring di sampingnya. Hani kemudian memeluk ibunya dan mencium aroma yang nanti pasti akan dirindukan olehnya.
“Aku akan sering main ke rumah, ataaau mommy dan daddy yang harus sering main ke rumah kami nanti” Balas Hani.
“Tentu saja, waahh putri mommy sudah mau menikah rupanya”
Hani tersenyum sekaligus merasa sedih karena tidak akan lagi tinggal satu atap dengan ibunya yang begitu ia sayangi. Ia mengeratkan pelukan itu pada ibunya
“terima kasih mom, sudah mau mengurusi ku dengan sangat baik meski aku bukan anak kandung mommy”
“Eiiy mommy yang harus berterimakasih padamu, terimakasih sudah lahir ke dunia ini dan membuat mommy serta daddy tidak kesepian”
Air mata hampir saja menetes namun Hani buru-buru mengusapnya, Ia tidak mau menangis malam ini dan membuat matanya menjadi sembab Karena besok adalah hari yang sangat penting dan Hani harus tampil cantik di depan semua tamu undangan yang datang.
__ADS_1
🌺🌺🌺🌺🌺