
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Setelah dari hotel, mereke semua segera kembali ke villa karena ingin menatap sunset yang didekat villa. Mereka semua mandi dan berganti pakaian, dan bersiap-siap dengan beberapa barang bawaan.
Arka berjalan sambil menggandeng Hani dan menjinjing kamera nya, sudah lama sekali dia tidak memotret, akhir-akhir ini dia sibuk dengan beberapa pekerjaan yang diberikan mommy nya dan daddy Hani, Arka sengaja meminta pekerjaan yang ingin dialihkan ke Hani dia yang pegang, Arka Takut istrinya kecapekan dan takut penyakit istrinya kambuh.
Arka memang tidak pernah mengatakan pada Hani, tentang pekerjaan nya yang bertambah karena permintaan nya pada daddy Hani. Ia takut Hani akan marah padanya.
.
Hana memilih menjauh dari pasangan Hani dan chika, dia memilih duduk di salah satu ayunan. sedangkan satya berdiri di sebelahnya menatap kearah pantai.
"Sat... " Panggil Hana, tangannya menyodorkan ponsel yang selalu dia bawa kemana-mana.
"tolong fotoin" pinta Hana sambil menunjukkan pupoy eyes nya.
Satya mengambil ponsel Hana, menekan password Hana dan mencari fitur kamera.
"hmm.. itu mencet mencet pasword nya enak banget ya" ledek Hana.
Satya tertawa, "Mau diambilkan gak ni?"
"i-iya mau, tapi candid ya" Hana segera berfose ketika Satya mengarahkan kamera padanya.
Setelah mengambil beberapa foto, Satya kembali mendekat kearah Hana duduk di pasir dan mengembalikan ponsel Hana.
"waahh keren, aku bisa upload di sosmed" komentar Hana dia sibuk memilih foto yang ingin dia upload.
"Kalau kita menikah, kamu mau bulan madu dimana?" Satya tiba-tiba bertanya.
"apa?" tanya balik Hana karena tadi dia masih sibuk dan tidak terlalu mendengar kan.
"mau bulan madu dimana kalau kita menikah nanti?" Ulang satya sekali lagi.
"Menikah?"
"Kau tidak mau menikah dengan ku?" Satya sedikit emosi bukankah tujuan akhir mereka pacaran adalah pernikahan, apa Hana tidak mau menikah dengannya karena kurang kaya seperti Arka.
"Bukan tidak mau, tapi aku tidak kepikiran sampai sana, impianku masih banyak, aku belum juga bisa berbakti pada ayah dan bunda" Hana menatap satya yang kini terdiam sambil menatap kearah Pantai.
"Sat... kamu marah?" Belum ada tanggapan juga dari Satya. "Sat.. " rengek Hana tangannya kini beralih mengelus bahu Satya.
"bukan karena aku berbeda dari Arka cinta pertamamu?" akhirnya Satya mengeluarkan suara nya tapi masih tidak mau menatap Satya.
Hana segera duduk dihadapan Satya menghalangi pandangan Satya, dia memegang kedua pipi Satya agar Satya menatap kedua matanya.
__ADS_1
"Dengarkan aku baik-baik, sekarang aku tidak punya perasaan pada Arka, aku hanya menganggap nya kakak ipar, yang aku cintai itu kamu, aku mohon jangan seperti ini, jangan membandingkan dirimu dengan orang yang pernah hadir dalam hidupku, kamu dan orang orang itu berbeda dan jelas itu berbeda, aku mohon jangan pernah meninggalkan ku Sat" Raut wajah Hana terlihat sedih, memang saat ini dia sedang bingung dengan sikap Arka, tapi dapat Hana pastikan apapun yang terjadi mau Arka masih memiliki perasaan padanya dia akan tetap memilih Satya, karena Satya lah yang dapat membuatnya tertawa dan bahagia.
Satya segera meraih pinggang Hana menariknya dan Satya membiarkan badannya berbaring di pasir, mereka berpelukan di atas pasir pantai.
Hana masih diam membiarkan tubuhnya menghimpit tubuh Arka, tangannya beralih mengelus dada Satya.
"Stop Hana, nanti kau membangunkan sesuatu yang tidak boleh bangun" tangan Hana seketika berhenti. "Aku tidak akan meninggalkanmu tapi aku hanya sedikit ragu kau yang mungkin meninggalkan ku" lanjut Satya setelah Hana berhenti.
"Aku cuma punya kamu, bagaimana caranya aku meninggalkanmu? aku tidak tau caranya" gumam Hana pelan.
"ehemmm" dehaman seseorang membuat Hana dan Satya segera duduk, Satya menepuk nepuh pasir yang menempel pada lengannya dan juga lengan Hana, setelah itu menatap kearah suara orang yang mengganggu ke romantisan mereka.
"Batuk makan obat sana" komentar Hana pada orang yang mengganggu nya.
"ingat masih ada kamar di villa, jangan ngelakuin hal aneh disini" Mike dan chika lah telah mengganggu mereka berdua.
"kalau iri bilang tuh masih banyak tempat untuk kalian berpelukan" Hana menunjuk beberapa spot kosong yang mungkin bisa digunakan oleh pasangan seperti mereka.
Mike memegang tangan chika, "ayo kita coba" ucap Mike dengan senyum jahil.
'Puk puk puk' Chika segera memukul punggung Mike berkali-kali.
"Coba?! hah?! emang mau coba apa?!" Kesal Chika masih memukul-mukul Mike.
"Ampun sayang aku cuma bercanda".
...☘️☘️☘️☘️☘️...
"kak aku capek" keluh Hani karena sejak tadi dia diminta berpose karena Arka sibuk mengambil fotonya.
"Sekali lagi, senyum dong princess"
"Ini yang terakhir, aku ingin menikmati sunset" gerutu Hana kemudian ia kembali berpose semanis mungkin.
'Klik' Arka tersenyum menatap hasil jepretan nya, sudah lama sekali dia tidak mengambil foto, walaupun hanya mengambil foto Hani, itu sudah membuat Arka sangat bahagia.
"pinjam, aku juga mau liat" pinta Hani tangannya ia tadahkan kearah Arka.
Arka segera berjalan mendekatinya dan menunjukkan hasil foto yang baru saja dia ambil.
"bagus, apa aku jadi foto model aja ya" gumam Hani sambil menatap kamera yang menampilkan foto dirinya.
"Gak boleh!" tolak Arka cepat.
"Loh kok gitu?" Hani cemberut dan menatap Arka dengan kesal.
__ADS_1
"Aku tidak mau kecantikan istriku di nikmati banyak orang cukup aku saja yang menikmatinya" kekeh Arka sambil mencubit pipi Hani yang sedang cemberut.
"Ihhh kak Arka!" Hani hendak memukul Arka, tapi Arka segera menghindar dan berlari menjauhi Hani. Jadilah kedua pasangan pasutri itu kejar-kejaran dipantai.
kebetulan keadaan pantai saat itu cukup sepi jadi mereka dapat sesuka hati berlari kesana kemari.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Setelah insiden tadi Chika ikutan duduk di pasir disebelah Hana dan Mike duduk disebelahnya.
Mata mereka menatap kedua pasangan yang sejak tadi asik bermesraan, Arka berkali kali mengambil foto Hani.
"Enaknya di foto sama photograper profesional" gumam Chika iri melihat Hani dan Arka.
"Kak Arka tidak profesional, dia belajar photografi secara otodidak" ucap Hana spontan tanpa dia sadari Satya dan Chika langsung menatap Hana serentak.
"Tampaknya Kak Arka dan Hana lebih dari sekedar kakak senior dan adik junior" selidik Chika, yang hanya Chika tau Arka dan Hana satu sekolah, tapi Chika tidak tau sama sekali Arka dan Hana pernah punya hubungan dekat.
"Apa?" tanya balik Hana cepat.
"Hubunganmu dengan kak Arka dulu lebih dari junior dan senior kan?" selidik Chika kembali.
"Chika!" Mike mengkode Chika agar segera mengganti pertanyaannya. tapi yang dikode masa bodoh, dia tetap penasaran dengan hubungan Arka dan Hana.
Hana menghela nafas panjang, "dulu memang ada, tau sendiri kak Arka itu seorang Casanova, setiap kelas pasti ada wanita yang dia dekati, tapi seperti aku dan jesica, kami hanya dimanfaatkan Kak Arka sebagai pelipur hatinya__" Hana berhenti sejenak.
"Sebenarnya aku takut, Hani akan diperlakukan sama denganku__"
"itu tidak mungkin!" potong Chika cepat.
"Iya aku tau, dari cara kak Arka menatapnya, dari caranya mempertahankan dan memperhatikan Hani aku tau Hani adalah wanita yang dia pilih sebagai masa depannya dan wanita terakhir nya" Hana tidak memungkiri bahwa perlakuan yang dia dapat dan perlakuan Arka pada Hani jelas sangat berbeda.
"Kau tidak berniat yang macam-macam kan Han?" Chika menatap Hana dengan horor.
Hana menggeleng setelah itu dia menyandarkan kepalanya di bahu Satya, "aku memiliki pengganti yang sangat menyayangi dan mencintaiku, dia juga sangat tampan".
" Aku setuju, Satya orang tampan yang kedua yang aku akui" Chika mengangguk setuju.
"kalau Satya kedua, yang pertamanya pasti akukan sayang?" Mike merangkul Chika dengan senang.
"huh kepedean, yang pertama itu Kak Arka, kedua Satya dan kamu yang ketiga" Chika mengurutkan daftar list orang tampan didalam pikirannya.
"Sayang aku kan pacarmu, kenapa aku yang ketiga?"
Chika menggeleng dan menepuk bahu Mike pelan, "bersyukurlah masuk kedalam list ku, belum ada ketampanan yang bisa menyayangi kak Arka selama mata ini terbuka".
Hana dan Satya kembali tertawa melihat pertengkaran keduanya, obrolan yang tadi sempat terlupakan karena tingkah kedua orang itu.
__ADS_1
...☘️☘️☘️☘️☘️...