
Kini sampailah keduanya di aula di mana acara itu akan di adakan.
Rio pun menghampiri saudara kembarnya itu, dia ikut mengandeng tangan Tio satunya lagi.
"Ck berasa mau sunat kalau gini," grutu Tio dengan suara kecil namun cuma bisa di dengar oleh Arin dan Rio saja.
"Pffttt...." Rio berusaha sekuat tenaga menahan tawa agar tidak mengacaukan semuanya terlebih lagi, semua tamu tertuju ke arah mereka.
Arin menatap Tio dengan melotot.
"Jangan berisik, kamu gak malu sama rekan bisnis mu. Tio yang biasanya dingin melawak di acara pernikahannya," sinis Arin dengan suara pelan.
"Benar tuh kak, biar nih anak jadi omongan orang," bisik Rio.
"Iya iya kak, nih aku diam," kata Tio.
Ketiga berbisik-bisik berbicara karena tak ingin membuat mereka jadi bahan tertawa para tamu undangan.
"Mereka benar-benar kembar," lirih wanita cantik tak jauh dari.sana yang tak lain adalah Nisa.
"Kenapa?" Tanya Denis heran.
"He he he he he he he, tidak kok cuma aku baru lihat sekarang kalau ada kembar yang begitu mirip. Kalau potongan rambut mereka sama pasti tidak akan ada yang bisa bedakan," jelas Nisa mencari alasan.
☘️☘️☘️
Kembali ke tiga bersaudara itu...
"Anakku bunda ganteng banget sih, sebentar lagi akan menikah. Ingat pesan bunda ya nak," kata bunda sambil memeluk sang anak.
Arin maupun Rio tak kuasa menahan tangis, keduanya pun ikut memeluk bunda dan Tio bersamaan.
"Bun aku terjepit nih, pengap," protes Tio.
Ketiganya pun melepaskan pelukannya saat menyadari kalau Tio kesulitan.
"He he he he he he, maaf bro," kata Rio cengengesan.
Sedangkan bunda masih sibuk mengusap air mata nya dengan tisu. Bagaimana tidak sedih mengingat Tio adalah anak laki-laki yang selalu mengingatkan mereka kepada sosok ayah, ayah yang telah pergi meninggalkan mereka di saat mereka membutuhkan nya, kehilangan itu semakin membuat keluarga bahagia itu terpuruk.
__ADS_1
"Bunda sudah dong jangan sedih, masa anak nya nikah kok sedih sih harus nya tuh bunda senang bentar lagi mantu bunda nambah 1 lagi," bujuk Tio.
Mereka bertiga pun membawa Tio untuk duduk di kursi yang di sediakan,
10 menit berlalu....
Akhirnya yang di tunggu-tunggu pun tiba juga, keluarga mempelai wanita sudah hadir di sana namun Amanda masih di berada di tempat yang tak jauh dari sana menyaksikan sang kekasih hatinya mengucapkan janji pernikahan.
Kini Tio di temani saudaranya yang tak lain adalah Rio dan Bimo sedangkan di depannya sudah ada papa dari Amanda dan pak penghulu.
Arin dan Abraham sudah menganggap Bimo dan Doni sebagai keluarga mereka sendiri.
Pembawa acara pun melakukan tugasnya untuk memandu acara dari awal sampai akhir tak lupa pembawa acara pun membaca basmallah dan di teruskan dengan surat Al-Fatihah agar acara berlangsung dengan lancar.
Sedari tadi Tio merapal kan ijab kabul itu di dalam hati nya, dia tak ingin salah dalam mengucapkan nya.
Ustadz pun membaca lantunan ayat-ayat suci itu dengan suara merdunya mampu menyejukkan hati siapapun yang mendengarnya.
Arin beserta Abraham pun duduk menyaksikan itu dengan senyum kebahagiaan.
Aurel pun di pangku oleh Abraham agar dia tak membuat kekacauan dengan suara imutnya itu. Abrian duduk sendiri di samping Arin dengan gaya cool nya, di belakang kursi Abrian ada dokter Rian namun dia begitu kesal karena Abraham bersikap dingin padanya seperti halnya sang anak Abrian yang sedari tadi irit bicara, bahkan istri dokter Rian menyapa nya pun Abrian memilih pergi menghindar membuat dokter Rian menghela nafas kasar melihat tingkah laku 2 orang itu.
Dokter Esta dan bunda pun duduk di dekat Arin.
Dan sampailah pada acara inti yakni acara ijab qobul.
Bunda semakin erat mengengam tangan Arin saat menyaksikan anak laki-laki nya mengucapkan ijab kabul.
Semua terasa hening saat Tio dengan satu tarikan serta suara lantang mengucapkan ijab kabul itu.
SAH
Semua bisa bernafas lega saat mendengar kata sah yang keluar dari mulut para saksi.
ALHAMDULILLAH
Semua ikut mengucapkan Alhamdulillah bersamaan dengan munculnya Amanda yang diapit oleh mama dan sahabatnya.
Bimo dan Rio pun mundur dan Amanda pun sekarang dituntun untuk duduk di samping Tio.
__ADS_1
DEG
DEG
DEG
Tio begitu deg degan saat melihat wajah dari cantik. di hadapannya itu semakin cantik kalau di tatap dari dekat.
"Ayo mas Tio pasangkan cincin ini di jari mbak Amanda,"
Lamunan Tio buyar saat pak penghulu meminta dia untuk menyematkan cincin itu di jari lentik sang kekasih, ah bukan kekasih namun lebih tepatnya sang istri.
Dengan senyum manis Tio menyematkan cincin itu dan kini giliran Amanda.
Tak lupa Amanda mencium tangan milik Tio dengan tulus. Tio pun menaruh tangan satunya di ubun-ubun Amanda sambil melafalkan doa ba'da nikah. Dengan harapan pernikahan ini akan langgeng sampai akhir hayat keduanya.
Amanda begitu bahagia, akhirnya dia dan Tio telah resmi menjadi sepasang suami istri.
Setelah itu keduanya pun mendatangi akta nikah dan di lanjut acara doa dari pak penghulu, berhubung pak penghulu sibuk jadi setelah membaca doa tadi pak penghulu pun pamit untuk undur diri.
Acara pun di lanjut lagi dengan acara sungkeman kepada kedua orang tua.
Tio maupun Amanda berkali-kali meneteskan air mata nya saat sungkem dengan kedua orang tua mereka, tak lupa papa Amanda pun memberi wejangan kepada Tio dan meminta Tio untuk menjaga dan membahagiakan Amanda begitupun dengan bunda Tio juga memberi nasehat yang sama.
Setelah itu di lanjut dengan acara resepsi.
Tio maupun Amanda sudah duduk manis dengan senyum selebar mungkin di atas pelaminan. Keduanya bagaikan raja dan ratu sehari.
Acara pagi ini cuma di hadiri oleh kerabat, sahabat saja dan untuk sore hari sampai keesokan harinya adalah tamu undangan yang tak lain adalah rekan bisnis Abraham dan Tio tentunya.
Rio menghampiri saudara itu dan memeluk nya tak lupa mengucapkan selamat dan memberikan doa tulus untuk rumah tangga saudara nya itu.
Rio begitu bahagia akhirnya sahabat baiknya yang tak lain adalah Amanda telah resmi menikah dengan kembarannya.
"Titip sahabat ku ya, awas Lo kalau buat dia mewek," ancam Rio.
"Ha ha ha ha ha ha, pasti lah. Oh ya thank ya buat doa nya, semoga kamu juga cepat nyusul aku," kata Tio menepuk pundak Rio.
"Selamat ya, titip saudara ku. Nanti kalau dia nakal kamu cepat-cepat kasih tahu aku biar ku jewer nih telinganya," kata Tio kepada Amanda.
__ADS_1
Bersambung....
Yee selamat buat Amanda dan Tio🎊