Twins Love Story

Twins Love Story
Chapter 121 S2 "Liburan berakhir"


__ADS_3

Sudah dua jam Mereka semua mendarat di bandara. Chika dan Mike sudah pulang diantar oleh supir Arka.


Dan sekarang pasangan Hani, Arka dan Hana Satya duduk bersama di ruang keluarga lebih tepatnya di ruang keluarga daddy Hani kebetulan orang tua Hana juga datang menjemput.


"Hana kamu masih lengkap kan?" selidik ayah Hana dengan mata yang memicing tajam.


"Lengkap apanya?" Hana malah balik bertanya karena tidak mengerti.


"Satya tidak ngapa-ngapain kamukan?" Ayah Hana kembali mengulangi pertanyaannya dengan lebih detail.


Satya yang sudah tau arti pertanyaan ayah Hana, segera mengangkat kedua tangannya 'tanda menyerah'.


'Satya gak ngapa-ngapain Hana kok Yah, Hana masih lengkap" Satya membela dirinya.


"Benaran?" bunda Hana juga ikutan bertanya.


"Ya ampun benaran Bunda ayah, kalau gak percaya tanya aja tu sama Hani, kami kan liburannya bareng-bareng, lagian Hana tu tidur satu kamar sama Chika" Hana juga ikut menjelaskan.



Ayah dan bunda menatap Hani berbarengan, "Benar itu Hani?"


"Pembagian kamarnya memang seperti itu, Chika dan Hana satu kamar, sementara Satya dan Mike satu kamar, tapi Hani gak tau apa mereka memang seperti itu kamar Hani berada diluar, jadi Hani gak tau" Balas Hani dengan tampang yang sangat polos.


Arka sejak tadi menahan tawanya, melihat Satya yang sudah mulai ketakutan, dan Hana yang sudah mulai kesal dengan penuturan istrinya itu.


"Benaran Hana dan Satya gak ngapa-ngapain kok" Hana berusaha kembali membela diri.


"Bohong bun, menurut penglihatan Arka mereka memang tidak melakukan hal lebih dari suami istri tapi... " Hana dan Satya menahan nafas mereka ketika Arka menjeda kalimatnya. "Kalo ciuman panas udah hahaha" Tawa Arka akhirnya pecah.


Muka kedua pasangan itu sudah semerah buah tomat yang matang. Ayah Hana sudah muncul tanduk dikepalanya, sedangkan daddy Hani yang sejak tadi hanya ikut mendengarkan ikutan tertawa bersama Arka.


'puk puk puk' itu adalah suara pukulan dari Hani untuk Arka yang masih tertawa lepas.


"Kakak nyebelin banget kasian mereka kan" bisik Hani dengan suara kecil kepada Arka.


"Biarin sayang, biar mereka bisa cepat menikah" balas Arka dengan bisikan juga.


.


"ini gak bisa dibiarkan, kalian berdua harus cepat menikah__!" putus Ayah Hana setelah mendengar cerita Arka.


"Gak mau!" Hana dengan cepat memotong ucapan ayahnya.

__ADS_1


'Deg' Jantung Satya terasa teriris ketika kembali mendengar penolakan dari Hana untuk buang kesekian kalinya, dia tau Hana memang bakal menolak dirinya tapi tetap saja jantung nya kembali bereaksi seperti pertama kali mendapatkan penolakan Hana.


Gadis itu menoleh kearah Satya yang tertunduk, diraihnya tangan Satya agar pria itu tau Hana bukan menolaknya tapi Hana masih belum siap untuk menikah.


"Hana dan Satya masih pacaran normal kok, lagian Hana gak mau nikah cepat!"


" Tapi pacaran kalian udah sampai cium-cium Hana" Bunda Hana berbicara dengan nada selembut munkin.


"Baru cium aja, gak sampai ke yang lainnya! Hana pokoknya gak mau nikah muda, titik!" Gadis itu seperti biasa bersikap keras kepala.


"Bunda saat seumur kamu dan Hani sudah hamil"


"Mommy juga" Mommy Hani ikut menambahkan perkataan bunda Hana.


"Itu jaman dulu bun! jaman sekarang itu beda"


"Apa bedanya Hani saudara kembar kamu udah nikah sekarang" Bunda kali ini juga ikutan tidak mau kalah.


"Bun, kami memang kembar, tapi maaf Hana ya Hana, Hani ya Hani, pikiran kami berdua itu berbeda, Hani mungkin berfikir kalau menikah muda itu tidak apa-apa, tapi Hana gak mau, Hana masih mau menikmati kehidupan kuliah Hana, Hana masih mau bekerja, menikmati masa muda Hana bersama teman-teman Hana, jika menikah banyak yang harus Hana pikirkan mau tidak mau Hana harus memangkas waktu Hana untuk keluarga Hana! Hana belum bisa!"


"Baik-baik ayah mengerti, asal pacaran kalian tetap normal, jika kamu hamil duluan ayah akan hapus namamu dalam kartu keluarga" Ayah Hana menengahi.


Hana segera duduk dan memeluk ayahnya itu dengan sayang, "Makasih ayah ku yang saaaaaaanggaaat ganteng" ucap Hana senang diakhiri dengan kecupan di pipi ayah Hana.


"Yah, jangan Hana saja yang diadili, Hani juga, kan masalah di Bandara belum selesai" Hana Kali ini mengompori para orang tua agar adil dalam bertindak.


"Hani, jadi apa keputusan nya?" ke empatnya merasa cemas jika yang mereka harapkan tidak ingin segera dikabulkan oleh Hani.


"Keputusan apa dad?"


"Kamu mau punya anak?"


"Tentu saja mau, siapa yang tidak mau, tapi Hani gak tau kapan diberinya"


"Benar itu Arka?" Ayah Hana ikutan menyelidiki.


"Benar, ayah dan daddy tenang saja, Arka dan Hani sudah berusaha, tapi kami tidak tau kapan kami akan diberikan"


"Syukurlah" ke empat orang tua itu sama-sama berucap syukur atas keputusan Hani.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Hana menatap jam yang tertera pada ponselnya 'pukul 10 AM' gadis itu kembali mencari nama Satya dan menelpon nomor itu lagi.

__ADS_1


Ini sudah ke lima kalinya dia menelpon tapi Satya tidak juga mengangkat teleponnya.


"Dia sangaja tidak mengangkat atau masih tidur karena jetlag?" gerutu Hana, "Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus menemuinya" putus Hana lalu segera bersiap-siap.


.


tiga puluh menit kemudian Hana sampai di apartemen milik Satya, dengan mudahnya dia mengkombinasikan password Satya lalu dia masuk.


Mata Gadis itu berkeliling menatap apartemen seperti kapal pecah, memang tidak ada yang membereskan selama seminggu lebih.


Sambil menggerutu Hana mulai membersihkan, memilah-milah pakaian yang sembarangan Satya letakkan, biasanya Satya selalu rapi, entah karena berangkat terburu-buru kemarin saat pergi ke Korea atau Satya sedang malas berberes rumah.


'Ceklek' pintu kamar Satya terbuka, Pria itu terlihat rapi dan gagah saat ini seperti mau pergi kencan.


Hana melipat kedua tangannya didada, menatap Satya dari atas lalu kebawah, "tampan sekali berniat pergi kencan sama siapa?"


Pria itu hanya tersenyum dan mulai mendekati Hana, dia memeluknya dan mengecup bibir Hana sebentar lalu menyuruh Hana duduk.


"Aku mau ke rumahmu sayang, gak taunya ada disini".


"Telepon ku tidak diangkat pesan juga tidak dibalas, yakin mau menemui aku?" tanya Hana, masih juga curiga.


Satya merangkul Hana memeluknya kembali, "curigaan banget sih, dengerin ya, tadi malam itu aku baru juga sampai rumah langsung tidur, udah gak tau ponsel diletak dimana, ini baru siap mandi mau ke rumahmu, ehh kita sehati ternyata"


"Ngapain mau ke rumah?"


"hmm itu, kita kan mau nyelesaikan skripsi dengan cepat, jadi aku mau ngajak ke perpustakaan, untuk mencari referensi untuk skripsi kita" Sempat ada jeda dalam perkataan Satya tapi Hana tidak terlalu memikirkan kan hal itu.


"Ya udh ayo, tapi beresin dulu apartemen kamu yang seperti kapal pecah ini" Hana menunjuk setiap sudut apartemen Satya yang mulai berdebu dan berserakan pakaian-pakaian Satya.


"Siap bos" Satya mengecup pipi Hana sekolah lalu meraih pakaian-pakaian nya.


'tring tring'


Bunyi dering ponsel Satya membuat mereka berdua terdiam, Satya segera meraih ponselnya.


📱"Nanti aku hubungi lagi" Setelah berkata begitu Satya segera menutup teleponnya.


"Siapa?" Hana mulai penasaran.


"Cuma Mike, mungkin urusan pertandingan basket" jawab Satya asal. dia tidak ingin memberi tahu Hana saat ini tentang siapa yang menelpon.


"oohhh" Hana kembali melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


📲 Satya : "Hana sedang di apartemen ku, aku akan menghubungimu nanti malam, jangan menelponku" Dengan cepat Satya mengirim pesan pada penelpon nya tadi.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


__ADS_2