
Satu bulan pun berlalu....
Hari-hari Nisa pun terasa damai.
"Eh besok di hotel kita ada acara besar loh, kamu tahu nggak..." Kata Rere teman Nisa.
"Tidak...." Jawab Nisa cepat membuat temannya begitu kesal.
"Dengerin dulu kalau orang bicara, main seenaknya saja potong," kata Rere mencebikkan bibirnya.
"He he he he he he, maaf. Ya sudah ayo lanjutkan lagi," kata Nisa merasa tak enak, dia pun meminta temannya itu untuk melanjutkan ucapannya lagi.
Rere pun mendengus kesal namun dia tetap lanjutkan ucapannya tadi.
"Ada pengusaha sukses di usia muda yang sedang mengadakan acara resepsi pernikahan di hotel ini, jadi 2 hari ini kita akan sibuk menjamu tamu undangan. Oh ya kamu jangan lupa dandan yang cantik," jelas Rere membuat Nisa menyergit heran saat mendengar ucapan terakhir dari Rere tadi.
"Terus hubungan apa sama aku?" Tanya Nisa dengan binggung.
"Anisa yang cantik dan imut, masa kamu tidak mengerti sih," grutu Rere sebal sampai memanggil Nisa dengan sebutan Anisa.
"He he he he he he he, tidak," jawab Nisa cengengesan.
Duakkk....
Ingin rasanya Rere pingsan di tempat karena melihat kepolosan dari temannya itu.
"Ck jangan salahkan orang kalau kamu sering di tipu, kamu itu terlalu lugu," kata Rere menatap Nisa sinis.
"Apa hubungannya dengan aku, terus kapan aku di tipu?" Tanya Nisa yang tak terima.
"Ck masih pura-pura lupa, ingat gak dulu ada ibu-ibu nangis-nangis di luar pura-pura kehilangan uang 200, ibu itu bilang untuk beli buku sekolah anaknya kan terus kamu dengan enteng nya memberikan uang mu 200 ribu untuk menggantinya, ck memang kamu aja yang terlalu polos mudah percaya dengan orang," jelas Rere membuat Nisa terdiam berfikir.
Nisa memutar ingatannya untuk mengingat tadi yang di ucapkan oleh temannya itu.
"Asal kamu tahu ya, wanita itu setelah dapat uang dari kamu dia langsung ganti baju yang bagus di toilet dan pergi ke mal untuk beli baju," sambung Rere membuat Nisa melotot tak percaya.
"Ya mana ku tahu," kata Nusa penuh penyesalan.
"Ya sudah jangan bahas lagi, pokoknya kamu sekarang harus berubah jangan mau di tipu atau di manfaatkan oleh orang lain," jelas Rere memperingati Nisa agar tak ceroboh lagi dalam bertindak.
Nisa mengangguk patuh, dia tak berani bersuara mengingat dia sering melakukan kesalahan akibat rasa kasihan.
__ADS_1
"Ingat ya, besok dandan yang cantik karena besok tamu nya kebanyakan pengusaha masih muda, siapa tahu nanti ada yang naksir kita terus jadiin kita istri deh," kata Rere mengingatkan Nisa tak lupa tatapan matanya berbinar cerah membayangkan kisah cinta antara pengusaha muda kata raya dan gadis biasa seperti dirinya.
"Haaallaaah mimpi kamu ketinggian,dah jangan menghayal terus dasar Upik abu mimpi jadi Cinderella," grutu Nisa mengelengkan kepalanya tak habis pikir dengan pemikiran temannya itu.
Nisa pun memilih pergi untuk mengecek kamar yang ada di sebelah dan belum dia bersihkan. Rere pun mengekor di belakang Nisa.
"He he he he he he he, ya siapa tahu mimpi ku jadi nyata, nanti kalau kejadian beneran kamu harus traktir aku bakso pak Doni," tantang Rere mantap Nisa dengan percaya diri.
"Terserah kamu aja lah," jawab Nisa enteng.
"Hei kalian dari tadi berisik banget sih, kerja-kerja sebelum kena omel pak Bagas."
Tiba-tiba terdengar suara yang begitu familiar di telinga mereka berdua, mereka berdua menoleh saat mengetahui ada orang yang sengaja masuk untuk menegur Nisa dan Rere.
Awalnya mereka berdua terdiam kaget, takut itu suara atasan mereka yang terkenal galak, namun saat menoleh dan melihat wajah Denis, keduanya pun menghela nafas lega.
"Ha pak Denis saya kira siapa? Bikin orang takut saja," grutu Rere.
"Ha ha ha ha ha, maaf maaf... Habisnya kalian berdua asyik banget sih ngerumpi nya," kata Denis tanpa rasa bersalah karena membuat mereka berdua ketakutan.
Nisa mengelengkan kepalanya, tak heran dengan kelakuan Denis yang sering iseng.
"Pagi-pagi begini pak manager sudah muncul di sini, ada apa pak?" Tanya Nisa berpura-pura serius.
"Aku keluar dulu ya," kata Rere bersiap lari keluar namun tangan nya di cekal oleh Nisa.
Nisa mengelengkan kepalanya, meminta Rere untuk tidak keluar dan menemaninya di sini.
"Kamu di sini saja re, aku cuma mau nawarin Nisa buat sarapan pagi bareng aku takutnya dia belum sempat sarapan tadi," jelas Denis membuat wajah Nisa bersemu merah atas perhatian kecil darinya.
"Maaf bukannya aku menolak tetapi aku sudah sarapan tadi," lirih Nisa merasa tak enak.
"Ya sudah tidak apa-apa, oh ya besok temani aku untuk datang ke acara pernikahan teman aku yang lebih tepatnya diadakan di sini," pinta Denis penuh harap.
"Emm bagaimana ya?" Nisa di landa kebingungan.
"Ayo terima saja Nisa, kapan lagi diajak ke acara orang kaya," bisik Rere di telinga Nisa membuat Nisa menatap Rere dengan tatapan tajam.
"Ayolah, karena aku binggung harus pergi dengan siapa?" Denis masih berusaha membujuk Nisa.
"Iya aku mau, tetapi aku tak punya gaun mewah," lirih Nisa.
__ADS_1
'Yes yes akhir nya,' batin Denis bersorak gembira.
"Ya sudah kamu jangan khawatir, semua nya aku yang urus. Yang penting kamu mau," jelas Denis penuh semangat.
"Kalian selamat bekerja, emm... Aku pergi dulu," kata Denis tak bisa menutupi rasa bahagianya saat ini.
"Iya pak," jawab Rere semangat.
Setelah itu Denis keluar dari kamar itu dengan senyum mengembang.
"Cie diajak calon pacar," ledek Rere tersenyum jahil ke arah Nisa.
Plukk....
Nisa melempar bantal ke arah Rere.
"Wleee gak kena," ledek Rere.
"Awas kamu."
Nisa mencoba mengejar Rere.
"Ha ha ha ha ha, tuh muka merah banget sih kayak tomat,"
"Tutup tuh mulut, awas kalau kamu ember," kesal Nisa.
"Ha ha ha ha ha,"
Tap tap tap tap tap tap tap....
Terdengar suara langkah kaki cukup nyaring membuat Rere maupun Nisa melihat ke luar kamar.
"Hus jangan berisik, itu sepertinya bukan orang biasa," kata Nisa memperingatkan Rere.
"Iya, ya sudah aku cepat kita bereskan semua ini terus kita bisa pergi secepatnya," ajak Rere.
Mereka berdua langsung berhenti tertawa dan serius bekerja karena melihat beberapa pria berjas hitam dengan langkah kaki yang terdengar nyaring itu.
Nisa maupun Rere bisa menebak kalau mereka semua bukan pegawai biasa apalagi seperti Rere katakan tadi kalau akan ada acara penting di hotel ini.
.
__ADS_1
.
Bersambung.....