
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Jam sepuluh malam Satya baru sampai didepan Apartemen nya, ketika membuka pintu Apartemen Satya cukup terkejut pasalnya lampu di apartemen nya menyala, Satya ingat betul dia telah mematikan lampu sebelum dia pergi ke kantor kemarin.
Baru saja Satya hendak melangkah menuju kamarnya, tampak disofa Hana sedang tidur sambil memegang ponsel ditangannya.
Satya segera mempercepat langkahnya ke kamar, pria itu mandi dan berganti pakaian dengan cepat, setelah itu dia menghampiri Hana yang masih tertidur disofa.
"Sayang, Sayang" Satya mengelus pelan pipi Hana, dia ingin membangunkan Hana dan menyuruh nya tidur diatas kasur. Tapi Hana masih belum bangun juga, wanita itu tampak nyenyak sekali.
Tangan Satya segera bergerak pelan mengangkat tubuh Hana, menuju kamarnya, membaringkan gadis itu di samping nya dan dia juga ikut tidur disebelah kekasihnya.
Pria itu segera mematikan lampu yang menyala dan menggantikan dengan lampu tidur. dia sudah sangat lelah dan sudah dua hari tidak bertemu kasur.
"Selamat tidur sayang ku" Satya mengecup singkat kening Hana lalu mulai menjadikan gadis itu sebagai pengganti bantal gulingnya.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Pagi harinya Hana cukup terkejut ketika merasakan lengan besar Satya memeluknya. Seingat Hana, dia tidur di sofa.
"Sepertinya dia memindahkan ku" gumam Hana pelan.
Hana memperhatikan wajah tidur Satya yang sangat nyenyak, lalu perlahan wajah Hana mendekat dan menciun bibir Satya singkat.
"Kau selalu membuatku khawatir, kenapa selalu menghilang tanpa pemberitahuan?" gumam Hana lagi.
"eenggghhh" Satya sedikit bergumam kecil, tapi mata pria itu masi tertutup, tampaknya dia sangat kelelahan.
Hana segera mandi dan berganti pakaian rumah, hari ini adalah hari minggu, Hana ingin menghabiskan waktu bersama Satya di apartemen, kemarin Hana sudah izin tidak menemani Hani karena ingin fokus menyelesaikan tugas akhirnya di apartemen Satya.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
📱"Iya chika, nanti aku akan mengurus yang lainnya"
__ADS_1
Hani tampak sibuk dengan teleponnya, pagi-pagi sekali chika memgabari dirinya tentang tugas akhir yang harus Hani buat agar bisa segera menyelesaikan kuliahnya.
Sarapan didepannya masih belum tersentuh sedikitpun.
Arka yang baru saja keluar dari kamar mandi segera mendekati Hani. tangannya meraih bubur di nampan makan Hani.
"Buka mulutnya princess" Arka menyodorkan sesendok penuh bubur kearah bibir Hani.
Hani segera membuka mulutnya, dan mulai makan dengan disuapin Arka.
📱"Ya sudah nanti siang aku akan mengunjungi mu" Suara chika dari ponsel.
📱"hmm hmm" Jawab Hani karena mulutnya penuh dengan bubur yang disuapin Arka.
"Kakak mau ke kantor?" Hani melihat rambut Arka yang sedikit basah, sepertinya pria itu keramas dan belum mengeringkan rambutnya dengan benar.
Arka menggeleng pelan, "aku akan pergi setelah kamu pulang ke rumah kita" Arka kembali menyendokkan bubur pada Hani.
"kenapa?"
Arka mencubit pipi Hani yang sedikit gembul karena berisi bubur, "beberapa hari yang lalu kakak meninggalkanmu, kamu kecelakaan dan berada disini sekarang, lalu kemarin baru kakak tinggal beberapa jam, sudah ada orang yang mencoba membunuhmu, kakak masih mau hidup, jantung kakak serasa berhenti ketika mendengar beberapa percobaan pembunuhan padamu".
Tersangka satu-satunya itu sudah hilang, jadi Arka masih belum mengetahui siapa dalang insiden yang terjadi pada istrinya.
Arka curiga pada Jesica, karena saat di jeju, Arka meninggalkan jesica begitu saja, memberikan segala keputusan pada asistennya.
"Kakak akan bekerja disini saja" Arka menunjuk laptop dan beberapa dokumen yang menumpuk di dekat sofa.
Hani menunduk, "Maaf ya kak semua karena aku" ucapnya pelan.
Arka segera menarik dagu Hani agar menatap matanya, "bukan kamu yang harusnya minta maaf princess, seharusnya itu aku, semua ini tidak akan terjadi jika aku tidak terlalu mempesona" Arka menaik turunkan alisnya dan tersenyum nakal kearah Hani.
'Puk' Hani menepuk dada Arka cukup keras, "ihhh masih juga narsis! udah punya istri juga!"
"ohhh harus itu, hahahaha" Tawa Arka senang.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
'Prankkk' pecahan kaca terdengar di mana-mana, Jesica membanting apa saja yang ada didekatnya. Rencana yang sudah dia buat dengan matang harus gagal lagi untuk kedua kalinya.
__ADS_1
Chintya dan Linda yang melihat kemarahan Jesica hanya mampu menunduk ketakutan.
"Sial! brengsek! sialan!" umpat Jesica berkali-kali. "Kenapa wanita itu masih hidup!! kenapa dia selalu beruntung?! dia mendapatkan Arka, dia juga berkali-kali selamat dari maut!! sialan!" Jesica kembali membanting apa saja yang ada di dekat nya.
"Tenanglah Jes, kita belum ketahuan, masih banyak jalan untuk membunuh wanita itu" Chintya berusaha meredam kemarahan Jesica. Saat ini dirinya juga kesal, Hani kembali selamat dari maut, Chintya berpikir harusnya wanita itu mati ketika obat itu masuk ke tubuhnya tapi, Jesica mendapat kabar bahwa wanita itu baik-baik saja, dan sekarang penjagaan pada Hani diperketat.
dua puluh empat jam ruangan Hani di jaga oleh bodyguard yang akan berganti shift. dan setelah kegagalan kedua, ruangan itu sangat sulit di masuki oleh orang lain.
"Bagaimana dengan si supir itu?" tanya Linda dengan nada suara yang pelan, dia sangat takut rencana pertama mereka di bocor kan oleh si supir karena Linda yang bertemu dengan si supir, kedua orang itu hanya bersembunyi menjadikan Linda kambing hitam.
"Dia sudah mati, seolah-olah bunuh diri karena merasa bersalah, orang ku sudah membersihkan dia" Suara jesica terdengar menakutkan.
Linda dan Chintya meneguk ludah mereka sendiri. Mereka seperti telah salah memilih komplotan, Jesica terlihat lebih mirip psikopat dimata kedua orang itu.
"Jika kalian berhianat, kalian juga akan mengikuti jejak si supir" Ancam Jesica seolah olah dapat membaca pikiran kedua wanita itu.
"Si-siapa yang berhianat, aku tidak akan berani, aku tidak mau mati" ucap Chintya dengan ketakutan.
"A-aku juga, aku tidak akan berhianat" sambung Linda juga dengan ketakutan.
"Lalu suster itu bagaimana?" Chintya kembali bertanya, rencana kedua mereka kembali gagal, padahal suster itu sudah mengatakan dia memasukkan obat pada infus Hani, tapi Wanita itu masih hidup setelah waktu yang mereka perkirakan.
"Dia menghilang, sepertinya dia bersembunyi dariku dan juga dari keluarga Wanita itu" Jesica sama sekali tidak mau mengebutkan nama Hani. Dia sangat benci dengan Hani, karena berhasil mendapatkan Arka, padahal dia yang lebih dulu kenal dengan Arka, dan dia juga lebih lama berteman dengan Arka.
Mata jesica kini mematap Chintya dari bawah ke atas, wanita itu adalah mantan pacar pertama Arka yang membuat Arka menjadi seorang playboy, selama ini jesica selalu berharap dia dapat mengobati rasa sakit Hati Arka dengan hadir dirinya di hidup Arka, tapi kenyataan nya dia tidak mampu membuat Arka jatuh cinta padanya.
"Apa yang Kak Arka lihat darimu!" tanya Jesica sambil menatap remeh Chintya.
"Jangan memandatku seperti itu! aku cantik tentu saja Kak Arka suka padaku" Chintya berusaha meninggikan dirinya sendiri.
"Hah! kak Arka pasti sakit mata melihat wanita sepertimu!" ejek Jesica lagi.
Tapi kali ini Chintya tidak berani membela dirinya, al walau saat ini dia sangat geram dengan hinaan yang diberikan Jesica padanya.
"Berhenti berdebat, sekarang kita harus menyelesaikan masalah yang telah kita buat, diantara kalian apakah masih punya rencana?" Linda berusaha menengahi pertengkaran kedua orang itu.
Jesica dan Chintya sama-sama terdiam mereka berdua tampak berpikir keras. sudah dua kali rencana yang mereka buat selalu berakhir dengan kegagalan, Hani lagi-lagi berhasil lolos dari maut.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
__ADS_1