Twins Love Story

Twins Love Story
Bab 99


__ADS_3

Brughhh....


Ahhhh....


Tio yang belum menutup teleponnya di kagetkan dengan suara yang begitu nyaring sampai terdengar di telinga nya.


Sejenak Tio terpaku di buatnya, namun kemudian dia tersadar dari keterkejutannya saat ini, pikirannya pun langsung tertuju kepada Amanda. Tio benar-benar takut terjadi sesuatu yang buruk mengingat bunyi itu seperti bunyi benturan yang cukup keras.


"Halo, halo.... Pak supir, halo," Tio berteriak dari sebrang telephon memanggil nama sang supir namun tak ada sahutan dari sang supir, pikiran Tio bertambah cemas.


"Halo, halo, pak supir apakah kamu mendengarkan, halo.... Halo.... Halo," Tio tak putus asa kembali meneriakkan itu lagi namun sia-sia saja, tak ada sahutan dari sana.


Tut.....


Tut.....


Tut.....


Tut.....


Panggilan pun terputus secara sepihak.


"Brengsek, " Tio mengumpat karena kesal.


Tio semakin cemas di buatnya, diapun mencoba menghubungi nomor sang supir untuk kedua kalinya.


Namun.....


"Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan. Tut.... Tut... Tut...." Jawaban dari sebrang membuat Tio kalap.


"Amanda sayang kamu di mana? Apa kamu baik-baik saja," lirih Tio dengan nada begitu khawatir, Tio takut terjadi sesuatu kepada istri tercintanya itu.


Sedangkan saat ini Nino...

__ADS_1


Nino berjalan menuju lift dengan membawa barang-barang milik Tio dengan tergesa-gesa.


"Hu untung Bos mengajiku besar kalau tidak mana mau aku di suruh-suruh begini," grutu Nino menatap barang bawaannya.


Ada jas, laptop dan berkas-berkas yang belum sempat Tio cek.


Ting....


Lift berhenti di lantai terbawah, Nino pun keluar dan berjalan cepat namun seperti berlari kecil membawa semua barang milik bosnya itu.


Sampailah dia di lobi, Nino mengedarkan pandangannya dia tersenyum lega saat melihat bos nya itu masih berada di sini. Nino pun mendekat.


"Hos hos hos hos hos hos hos hos," Nino berjongkok, mengatur nafasnya saat dirinya sudah sampai di dekat Tio, sedangkan Tio sudah menyadari keberadaan Nino memilih berdiam saja, Tio masih sibuk mengotak-atik ponselnya.


"Bos ini semua barang-barangnya," kata Nino menyodorkan semuanya namun Tio tak bergeming.


"Kenapa sih bos, diam saja tak mengambilnya," grutu Nino di dalam hati.


"Diam, aku tidak budek," jawab Tio sedikit keras membuat Nino tertegun karena berada di bentak Tio.


Tio pun menghela nafas panjang, dia kelepasan berbicara dengan nada tinggi, Tio begitu frustasi.


"Maaf, aku sedang cemas memikirkan keberadaan Amanda," lirih Tio.


Nino mengangguk paham. " Untung saja aku belum menikah, kalau tidak bisa pusing aku seperti bos," grutu Nino di dalam hati nya saat ini.


"Bukannya nyonya Amanda sudah pulang ya bos?" Tanya Nino karena dia menebak Amanda pulang terlebih dahulu.


"Iya tadi dia pulang diantar supir tetapi baru saja aku menghubungi sang supir dan berbicara sebentar tiba-tiba terdengar suara benturan yang begitu keras, setelah itu supir itu tak bisa di hubungi lagi," jelas Tio membuat Nino terbelalak kaget mendengarnya.


"Apa terjadi sesuatu dengan nyonya bos," ceplos Nino.


"Entahlah, aku juga binggung," jawab Tio dengan lesu.

__ADS_1


"Bos kenapa binggung, bos telephon sana ke ponsel nyonya," kata Nino membuat dia mengangguk cepat.


"Kenapa aku tidak ingat ya," kata Tio dengan berbinar.


Tio pun segera menghubungi Amanda.


Tut....


Tut...


Tut...


Tut....


Namun Tio harus menelan kekecewaan karena nomor Amanda tak bisa di hubungi. Tio kembali lesu. Tiba-tiba Tio teringat sesuatu, dia kembali mengotak-atik ponselnya mencari keberadaan Amanda.


5 menit...


Tio berseru. "Ketemu," katanya saat dia sudah berhasil mendapatkan titik di mana keberadaan Amanda.


Tio melacak keberadaan Amanda melalui alat yang sengaja Tio pasang di mobil miliknya, semua itu bukan karena inisiatif dari Tio melainkan Abraham sang kakak ipar. Abraham meminta semua keluarganya untuk berhati-hati mengingat Arin dan Aurel pernah di culik jadi dia memerintahkan semua mobilnya terpasang alat pelacak agar memudahkan nanti kalau ada sesuatu yang tak terduga.


"Ketemu bos?" Tanya Nino dan diangguki oleh Tio.


"Mana jas ku. Kamu urus semua berkas itu dan aku titip laptopku juga bawa ke mansion milikku," punya Tio kepada Nino.


Tio bergegas memasukkan ponselnya dan memakai jas miliknya.


"Aku pergi dulu," pamit Tio.


Tio melesat cepat, dia memanggil supir kantor untuk mengantarkan dia ke tempat tujuan.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2