Twins Love Story

Twins Love Story
Chapter 132 S2 "Bersalah"


__ADS_3

🦋cuap cuap author🦋


Kemarin ada yang bilang Arka lebih cocok sama Hana, ini jadi buat Author galau, apa buat aja ya jadi kenyataan??


gimana menurut semuanya?? apakah kita ganti pasangan mereka??


Untuk yang masih setia membaca Terima kasih ya, tanpa dukungan kalian author gak semangat buat ini novel, tapi berkat like dan komen kalian author jadi semangat untuk tetap menulis walau pembacanya dikit. hehehe Terima kasih semua


🦋end cuap-cuap author🦋


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Empat Jam kemudian baru lampu di UGD mati, semua yang ada disana segera berdiri menunggu dokter keluar dari sana.


'Ceklek'


Ketika dokter keluar, semuanya pada sibuk menanyakan kabar Hani dengan tidak sabar.


"Tenang, tenang semuanya, semua operasi berjalan lancar dan pasien sudah dalam kondisi stabil, kami akan pindahkan dia keruang perawatan" jelas Dokter tersebut.


"Maaf Pak, anda suaminya kan?" Dokter menoleh pada Arka.


"i-iya dok ada apa?" tanya balik Arka takut-takut.


"Bisa kita bicara berdua?"


Arka mengangguk dan segera mengikuti dokter itu, sementara yang lainnya akan menuju kamar rawat Hani.


.


"Ada apa dok?" tanya Arka langsung to the point.


"Begini pak, apa bapak siap mendengar kabar buruk ini?" dokter itu berusaha membaca ekspresi Arka.


"A-ada apa ya dok?" Ketakutan Arka mulai kembali muncul, pikiran negatif terus menghantui kepalanya saat ini.


"Begini pak, akibat kecelakaan itu kemungkinan buat pasien kembali hamil itu sangat kecil, tapi bukan tidak mungkin, pasien bisa hamil kembali namun rawan keguguran, karena rahim pasien sangat lemah" tutur dokter itu sopan.


Arka mencermati setiap perkataan dokter itu, dia sangat bersyukur Hani dapat selamat, dan tidak terlalu memperdulikan masalah kehamilan, toh Arka akan tetap mencintai Hani seperti janjinya.


"Apa istri saya akan cacat setelah kecelakaan itu dok?" Arka lebih bertanya akan hal lain dari pada masalah kehamilan Hani.


"Untuk sekarang memang saudari Hani akan membutuhkan alat bantu untuk berjalan karena ada retakan pada tumitnya, tapi itu tidak membuatnya cacat, Saudari Hani tetap bisa berjalan seperti biasanya setelah melalui pengobatan rutin" jelas dokter.


"tidak ada efek lain setelah ini kan dok?"


"Seperti yang sudah saya jelaskan, saudari Hani akan kesulitan hamil, karena kecelakaan itu, tapi efek lainnya masih belum bisa kita lihat, karena pasien belum sadar"

__ADS_1


Arka mengangguk mengerti.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Arka duduk diluar rumah sakit sambil menatap langit malam, waktu ternyata sudah berlalu sangat cepat.


Otak Arka sekarang memikirkan bagaimana cara untuk mengatakan pada kedua orang tua Hani dan pada mommy Arka tentang kondisi Hani.


"Kakak tau, daddy tidak mengizinkan ku untuk menggantikan posisi daddy, daddy bilang dia masih sanggup mengontrol perusahaan yang dia punya, daddy juga bilang dia akan melepaskan semuanya pada cucunya nanti"



kembali terngiang di pikiran Arka tentang pembicaraan mereka saat di pulau jeju.



Arka tertunduk, dia tidak sanggup untuk mengatakan pada Hani, dia ingin segera memiliki anak, untuk daddy nya.


"Arka?" panggilan lembut itu membuyarkan lamunan Arka. Arka segera menoleh tampak Daddy Hani berjalan mendekat kearah nya.


"Dad, apa Hani sudah siuman?"


Daddy Hani menggeleng, "belum, kenapa disini? nanti jika Hani sadar dia pasti mencari mu" Daddy duduk disebelah Arka dan menepuk bahu Arka pelan. Daddy seolah tau Arka sedang menanggung beban yang sangat berat saat ini.


"Ceritalah, mungkin daddy bisa memberikan solusi untuk mu" Suara daddy yang sangat lembut berhasil membuat Arka merasa nyaman.


"Dad, apa daddy ingin segera punya cucu" lirih Arka, dia tidak berani menatap daddy Hani.


"Hani hamil saat kecelakaan itu terjadi" jelas Arka.


Daddy segera membekap mulutnya sendiri, "Jangan katakan kalau rahim istrimu juga diangkat" suara daddy mulai terdengar ketakutan.


Arka menggeleng sebentar, "tidak, kata dokter Hani masih bisa Hamil, tapi itu sulit".


Daddy menepuk bahu Arka sekali lagi, nafasnya yang tadi tercekat kembali normal. "Sulit bukan berarti tidak bisa, sekarang zaman sudah semakin canggih teknologi berkembang pesat, semakin banyak orang-orang pintar, kita pasti bisa menemukan cara agar istrimu hamil, kalau perlu daddy akan mengumpulkan seluruh dokter untuk membantu membuat kemungkinan hamil semakin besar, jangan patah semangat Arka".


Arka mengangguk setuju dengan ucapan mertuanya itu, bukankah dia kaya raya, untuk apa uangnya kalau bukan untuk membeli kebahagiaan istrinya.


"Apa yang harus aku katakan pada Hani dad?"


Daddy menggeleng tidak setuju dengan keputusan itu, "Masalah ini cukup kita berdua saja yang tau, Hani ataupun mommy Hani tidak perlu tau, istriku itu akan syok berat jika mendengar berita ini, dia pasti menyalahkan dirinya sendiri atas musibah ini, dia akan menganggap kutukannya menurun pada putrinya_" Daddy menjeda kalimatnya.


"Jadi sebaiknya kita saja yang menyimpan rahasia ini" daddy menepuk bahu Arka sekali lagi, diakhir kalimatnya.


Arka mengangguk mengerti, dia bersyukur ada daddy Hani saat ini disampingnya, berbicara dengan mertuanya itu dapat membuat Arka tenang, dia melihat sosok Ayah yang sudah lama dia rindukan pada diri Daddy.


"Masalah kecelakaan Hani, daddy akan mencari tau lebih dalam tentang ini, perasaan daddy ini bukan Hanya kecelakaan biasa"

__ADS_1


Sebelumnya saat menunggu Hani di operasi Mike dan Chika datang dengan membawa kabar, bahwa mereka berhasil menangkap supir truk yang menabrak Hani.


Sang supir truk mengaku, dia tidak sengaja menabrak Hani karena mengantuk, tapi dari penyelidikan kepolisian, tabrakan itu terlihat sangat disengaja, dan sang supir sampai sekarang belum mau mengaku siapa yang menyuruhnya.


"Arka akan ikut membantu Dad"


"Tidak usah, biar daddy saja, kau harus fokus pada istrimu saat ini, dia membutuhkan mu" Daddy mengelus puncak kepala Arka, "istrimu itu aslinya sangat manja saat sakit, dulu daddy sampai tidak boleh pergi bekerja untuk menemaninya di rumah sakit, jadi jangan bosan pada sikap manjanya"


Arka tertawa kecil mendengar cerita Daddy Hani. "Arka mengerti Dad, Arka akan menjaga Hani seperti janji Arka pada daddy saat itu"


"Bagus, ayo kita ke ruangan Hani, nanti dia pasti mencari mu"


Arka menyetujui ucapan mertuanya itu, ia segera beranjak berdiri mengikuti daddy yang sudah jalan duluan.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Satya dan Hana sama-sama terdiam ditempat mereka. pembicaraan antara Arka dan Daddy Hani tidak sengaja mereka dengar saat hendak keluar mencari makan malam untuk kedua orang tua Hani dan Hana.


🍁 Flashback On 🍁


Hana memegang lengan Satya, bibirnya mendekat kearah telinga Satya.


"Temani aku mencari makan malam untuk semuanya, jika tidak sekarang, mereka tidak akan makan sampai pagi" Bisik Hana pelan.


Satya segera menyetujui usulan Hana, mereka berdua keluar diam-diam tanpa sepengetahuan orang yang ada disana.


Saat sampai diluar Satya dan Hana tidak sengaja melihat Arka dan daddy Hani sedang berbicara serius.


Tidak ingin mengganggu keduanya memilih mencari jalan lain, tapi langkah kedua nya terhenti ketika mendengar pernyataan Arka.


"Dad, apa daddy ingin segera punya cucu" Suara Arka terdengar lirih.


Satya dan Hana sekarang memilih bersembunyi untuk ikut mendengarkan pembicaraan kedua orang itu.


"Apa yang terjadi?" suara daddy Hani menyahut.


"Hani hamil saat kecelakaan itu terjadi".


"Jangan katakan kalau rahim istrimu juga diangkat" Hana meremas kedua tangannya ketika mendengar pertanyaan daddy Hani.


"tidak, kata dokter Hani masih bisa Hamil, tapi itu sulit" Terdengar suara penjelasan Arka yang sangat pelan.


"Sulit bukan berarti tidak bisa, sekarang zaman sudah semakin canggih teknologi berkembang pesat, semakin banyak orang-orang pintar, kita pasti bisa menemukan cara agar istrimu hamil, kalau perlu daddy akan mengumpulkan seluruh dokter untuk membantu membuat kemungkinan hamil semakin besar, jangan patah semangat Arka"


Satya memegang tangan Hana yang sejak tadi terkepal. dia berusaha menenangkan Hana yang sampai saat ini menyalahkan dirinya sendiri atas kecelakaan yang terjadi pada Hani.


Hana kembali mengeluarkan air matanya, dia tidak sanggup melihat kesedihan yang diderita saudara kembarnya.

__ADS_1


🍁 Flashback off 🍁


...☘️☘️☘️☘️☘️...


__ADS_2