
Hana baru saja sampai lapangan basket, disana memang terlihat orang-orang yang sedang bertanding Basket, juga tampak banyak penonton disana.
Mata Hana mulai memperhatikan satu persatu pemain yang sedang berlari di lapangan, dia tidak melihat sosok Satya. sosok jangkung itu seolah-olah sedang bersembunyi darinya.
"Han" chika menepuk bahu Hana, untuk menyadarkan gadis itu.
"Satya ternyata tidak ikut, kamu tidak tau?" Hana baru menatap Chika setelah mendengar pernyataan wanita itu.
Hana menggeleng pelan tangannya segera meraih ponsel didalam tas, dan kembali mencoba menghubungi nomor Satya.
📱"nomor yang ada tuju sedang sib__" kembali yang terdengar hanya suara operator.
Wajah gadis itu sudah berubah sedih, Chika segera menepuk bahu Hana memberi kode kepadanya untuk menjauh dari sana.
.
Setelah sampai di tempat yang lumayan sepi, Chika menyuruh Hana untuk duduk dan dia duduk disebelahnya.
"Sebenarnya ada apa sih?" Chika berusaha bertanya, dia ingin tau dulu masalah Hana dan Satya baru dia akan memberikan nasehat.
Yang ditanya bukannya menjawab hanya menggeleng pelan tidak semangat.
"Kalian bertengkar?" tanya Chika lagi.
Hana kembali hanya menggeleng pelan, dia juga bingung dengan sikap Satya yang sedikit aneh akhir-akhir ini.
"Han, ayo cerita padaku, jika kamu cerita mungkin aku bisa bantu".
Wanita itu mulai menatap mata chika, " aku benaran gak tau, Satya mulai berubah" lirih Hana dengan mata yang mulai berembun.
"Sejak kapan?"
Hana tampak berpikir, "sejak liburan kita waktu itu".
"Kamu yakin pertengkaran kamu waktu di pulau jeju sudah selesai"
Ucapan chika kembali mengulang memori Hana tentang pertengkarannya dengan Satya saat di pulau jeju. Hana pikir mereka sudah menyelesaikan permasalahan nya, dan Satya sudah memaafkan dia.
'Apa mungkin, Satya sebenarnya sengaja menghindarinya karena masalah waktu itu?' pikir Hana.
"Udah selesai, aku gak ada membahas pertengkaran kami sejak pulang dari sana"
"hmmm" chika mulai memikirkan alasan perubahan hubungan Hana dan Satya. "Apa Satya masih cemburu pada kak Arka?" Hana memang sudah menceritakan pada chika tentang hubungan nya dulu.
"itu lebih tidak mungkin, Satya bukan orang yang seperti itu".
"kalau begitu kita rubah pertanyaan nya, kamu merasa Satya bersikap aneh padamu, sikap aneh seperti apa yang kamu maksud?" chika mulai menyelidiki setiap sudut permasalahan.
__ADS_1
"Dia mulai mengabaikan telepon dan pesan ku, saat aku menemuinya, dia terlihat seperti ingin menghindari ku".
"Mungkin Satya sudah capek mengalah, dan dia ingin berfikir tentang hubungan kalian yang selalu bertengkar" chika spontan berucap.
'Deg' jantung Hana mulai berdetak tidak karuan, perutnya tiba-tiba terasa sakit.
'Apa yang dikatakan Chika memang benar?' pikir Hana lagi. Jantung Hana seperti ada yang meremas, Hana mulai gelisah saat ini.
'grep' tangan chika menggenggam tangan Hana yang mulai bergetar.
"Jangan pikirkan yang aneh-aneh, lupakan saja perkataan ku yang tadi"
"tapi__"
Chika menggeleng, "maaf atas ucapan ku yang tadi, aku yakin Satya tidak akan seperti itu, Aku bisa melihat cinta Satya sangat besar padamu".
Hana sedikit tenang, tangannya yang bergetar mulai stabil, begitu juga detak jantungnya.
" Aku harus menemui Satya" putus Hana.
Chika mengangguk setuju, "perlu ditemani?" tawar chika.
"tidak perlu, aku sudah tidak apa sekarang Terima kasih ya" Hana berucap dengan tulus, Chika adalah teman wanita pertamanya yang mampu membuat dia nyaman dan mau berbagi cerita.
"itu gunanya teman, jika kau butuh aku, aku akan selalu ada, karena kita sudah berteman"
Hana memeluk chika sebentar mengucapkan banyak terima kasih, setelah itu dia menuju apartemen Satya.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Hana menuju kearah kamar tidur Satya, disana terlihat rapi. lalu hana kembali ke ruang tamu, dan kembali menghubungi nomor Satya.
📱"nomor yang ada tuju sedang sib__"
Hana menghela nafas panjang, Satya seperti menghilang dari hadapannya, 'apa benar yang diucapkan chika?' Hana kembali memikirkan ucapan chika.
Jantung Hana kembali sakit ketika memikirkan setiap ucapan Chika tadi.
'ceklek'
Mata Hana langsung menoleh kearah pintu masuk.
1 detik
2 detik
3 detik
__ADS_1
Mata kedua orang itu saling menatap, dipikiran Satya dia merasa berhalusinasi jika melihat Hana. Hana pun begitu.
"Han, itu kamu?" Satya bertanya untuk memastikan.
"iya ini aku" jawab hana pelan. Lalu tangannya terangkat mengambil bantal disofa dan melemparkan nya tepat mengenai badan jangkung milik Satya.
"Auu sakit Han" Satya mengambil bantal itu dan mendekati Hana.
'puk puk' kali ini Hana memukul lengan Satya dengan sangat keras, Hana tau tidak akan mempan memukuli pria berotot didepannya itu.
Satya melepaskan bantal yang dia pegang beralih meraih tangan Hana menggenggam tangan mungil itu, "Ada apa? sakit tau"
"Ada apa kamu bilang!? hanya itu!? nomor tidak bisa dihubungi, kamu tidak memberi kabar, kamu juga tidak ada di apartemen, sebenarnya kamu kenapa menghindari ku!" teriak Hana kencang, mata itu sudah mulai berkaca-kaca.
Satya segera memeluk Hana yang masih berusaha memukulnya. "Maaf ya, aku sibuk banget hari ini"
Satya mendudukkan Hana di sofa dan dia duduk di sampingnya dengan merangkul Hana kembali.
"Aku ingin segera lulus dari kampus, jadi aku tadi menemui senior-senior yang aku kenal" Satya mulai menjelaskan.
"Kenapa nomormu sibuk terus?" Hana berusaha menahan emosinya saat ini.
"Tadi aku menelpon salah satu senior yang berada diluar kota"
"Selama itu?" tanya Hana tidak percaya.
"Iya sayang, kebetulan tugas akhir senior itu sama dengan tugasku, cuma beda beberapa, jadi dia banyak menjelaskan hal-hal yang tidak aku ketahui"
Ketika kata 'Sayang' itu terucap dari bibir Satya, Hana mulai merasa tenang. Segala pikiran buruk yang tadi terpikirkan seolah-olah menguap tidak bersisa.
"Lain kali kasih tau dulu jika ada urusan-urusan seperti ini"
Satya menempelkan bibirnya pada pipi Hana. "Baiklah aku janji tidak akan menghilang tanpa kabar lagi".
Kedua orang itu lalu saling berpandangan, Satya lebih dulu mulai mendekati wajah Hana yang sudah menatapnya.
'cup' sebuah c**man mendarat di bibir Hana, awalnya hanya menempelkan bibir, tapi Satya menggigit pelan bibir bawah Hana agar terbuka, setelah itu lidah Satya mulai masuk dan menjelajahi bagian dalam bibir Hana.
"Ahh" Hana mulai mendesah akibat ciuman yang diberikan Satya padanya.
"Sat..." tangan gadis itu mulai mendorong tubuh Satya yang sekarang sudah berada diatas badannya. Satya tidak sadar mereka sudah dalam posisi saling menindih.
'cup' Satya mengakhiri ciuman itu dengan kecupan singkat dibibir Hana.
"Maaf aku kelepasan" grogi Satya, dia kembali ke posisi duduk awal.
__ADS_1
Gadis itu juga ikut duduk wajahnya menatap kearah lain, berusaha meredam debaran jantung yang mulai bergemuruh.
...☘️☘️☘️☘️☘️...