
Rio sedang merasa galau di dalam kamarnya saat ini, apalagi kalau bukan galau tentang siapa wanita yang bersama dirinya kemarin. Entahlah Tio benar-benar tak ingat wajahnya yang dia ingat adalah rambut wanita itu panjang, dengan hidung mancung dan bibir tipis.
Sedangkan kembarannya yang tak lain adalah Tio saat ini sedang berada di dalam mobil. Dia tengah melajukan mobilnya dengan perasaan begitu gembira karena ingin berjumpa dengan pujaan hatinya.
"Ah rasanya kangen banget sama Amanda, lama tidak bertemu," guman Tio dengan wajah berseri-seri mengingat sang kekasih hatinya.
Cittty.....
Tinnnnn.......
Tio harus memberhentikan mobilnya secara mendadak karena ada perempuan muda yang begitu sembrono menyebrang jalan tanpa memperhatikan ada mobil Tio yang melaju kencang tadi.
"Aaaahhhh....." Perempuan itu menjerit dengan kencang, dia begitu terkejut saat mobil di depan nya hampir saja menabrak dirinya.
"Hei kalau nyebrang pake mata dong, ini sudah tahu jalanan rame masih saja teledor. Untung aku sempat ngerem mendadak kalau tidak bisa bahaya," bentak Tio menatap perempuan di depan nya dengan tajam.
DEG
DEG
Sedangkan perempuan itu masih tak bergeming di tempatnya, tubuhnya bergetar hebat melihat wajah Tio yang muncul dari dalam mobil mewah itu dan jangan lupa tatapan matanya yang begitu galak, serta tangan nya menunjuk ke arah perempuan itu dengan marah.
"D-ia kenapa bi-sa berada di sini," lirih wanita itu ketakutan.
Dengan cepat wanita itu berlari sambil menarik tas berisi pakaian miliknya dengan tergesa-gesa.
Tio yang melihat itu pun mengerutkan keningnya melihat tingkah laku wanita di depannya yang begitu aneh. Seolah takut melihat dirinya.
"Kenapa dia lari begitu cepat, apa aku menyeramkan ya? Ck dasar aneh. Apa dia kira aku hantu apa?" Sungut Tio dengan kesal melihat reaksi wanita tadi.
"Ah sudahlah, ngapain aku pusing. Mending aku cepat ketemu Amanda tersayang," kata Tio berbinar mengigat wajah cantik kekasihnya itu.
Brummmm......
Tio pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, dia tak ingin kejadian tadi terulang kembali.
...----------------...
__ADS_1
Sedangkan perempuan tadi, setelah berlari langsung memilih bersembunyi di balik pohon besar tak jauh dari tempat itu.
"Hos hos hos hos hos hos...."
Perempuan itu memegang dada nya seraya mengatur nafasnya yang ngos-ngosan karena berlari tadi.
"Kenapa dia bisa berada di sini, untung saja dia tak mengenali ku," lirih perempuan tadi berbicara dengan pelan karena sedikit ketakutan.
'Padahal aku sengaja pindah ke kota ini untuk menghindari orang itu, tetapi kenapa aku masih di pertemukan dengan pria itu,' sambung perempuan itu di dalam hati saat ini.
Tatapan mata nya masih fokus menatap mobil mewah yang melaju kencang meninggalkan tempat ini.
Pukk....
Tepukan pelan dari belakang membuat nya kaget.
"Aahhhh...." Perempuan itu berteriak kaget.
"Eh Nisa kamu kenapa?" Tanya pemuda dari arah belakang.
Ya perempuan tadi yang bertemu dengan Tio adalah Nisa. Nisa yang sama yang membantu Rio ke dalam kamar hotel dan berakhir dengan insiden yang tak menyenangkan.
"Denis..." Nisa menutup mulutnya tak percaya bisa bertemu dengan pria ini lagi.
"Iya ini aku, kenapa kamu begitu kaget seperti melihat hantu saja," canda Denis dengan senyum yang menawan.
"He he he he he, aku cuma kaget saja. Aku kira kamu orang jahat, maklum aku kan baru di kota ini," kata Nisa mencoba mengelak ucapan Denis yang sedikit ada benarnya itu.
Ya bagi Nisa wajah pria di hotel itu yang tak lain adalah Rio terlihat begitu menakutkan bagi Nisa sampai saat ini meskipun dia sedikit merasa lega karena pria itu tak sampai merenggut miliknya saat itu.
Namun karena insiden ktp tertukar itu sehingga membuat Tiara menganggap Rio adalah Tio karena bagaimanapun mereka kembar dan yang membedakan hanya potongan rambut dan bentuk fisik saja.
"Oh aku kira apa, tenang aku baik kok tidak makan orang," seloroh Denis dengan candaan.
"Ha ha ha ha ha ha. Kamu bisa saja," jawab Nisa tertawa membuat wajahnya terlihat semakin cantik dan benar saja Denis sampai tak berkedip menatap nya.
'Cantik,' guman Denis tentunya di dalam hati.
__ADS_1
"Hey...."
Nisa melambaikan tangan nya di depan wajah Denis.
"Eh iya kenapa?" Tanya Denis yang tersadar dari lamunannya.
"Kok kamu tanya aku sih, justru aku yang harusnya bertanya sama kamu, kenapa? Karena aku lihat kamu sepertinya melamun," jelas Nisa mengerutkan keningnya binggung.
"He he he he he he, tidak apa-apa. Aku cuma teringat sesuatu," elak Denis karena dia tak mungkin berbicara yang sebenarnya.
Bisa-bisa wanita cantik di depan nya langsung ilfil atau lebih parahnya lagi langsung ambil jurus langkah seribu kan bisa berabe.
Entahlah sejak melihat wajah teduh perempuan yang bernama Anisa itu membuat Denis langsung jatuh hati kepada nya.
Denis terbebas dari penjara dan memilih merantau ke kota lain dan dia baru saja kembali lagi ke kota ini setelah mendengar kabar kalau wanita yang begitu dia cintai sedang sakit, wanita itu tak lain adalah mama Rita. Denis memilih pergi dari kota ini dan menata hidupnya agar lebih baik lagi, dia sudah meninggalkan kebiasaan buruknya dan menata masa depan nya demi sang mama.
"Ayo ikut aku?" Ajak Denis menarik tangan Nisa pelan.
"Eeh kemana?" Tanya Nisa penasaran.
"Kata nya kamu baru kan di kota ini, jadi aku tunjukkin tempat kos atau kontrakan buat kamu," jelas Denis.
"Sebentar ya, aku hubungi teman ku dulu. Aku ingat ada teman yang tinggal di kota ini," jelas Nisa.
"Eh ok, bagaimana kalau kita duduk di sana sambil minum atau nyemil," ajak Denis, tangannya menunjuk ke arah minimarket yang tak jauh dari sana.
"Hmm.... Ok," Nisa mengangguk setuju.
Keduanya berjalan beriringan menuju ke arah minimarket, Nisa memilih duduk di depan minimarket karena Denis bersikeras untuk membelikan dia minuman dan cemilan.
Nisa berkali-kali mencoba menghubungi temannya namun nihil panggilan itu tak di respon sang teman. Nisa berfikir mungkin temannya itu sedang sibuk bekerja.
"Ini..." Denis menyodorkan minuman dingin kepada Nisa.
"Terimakasih, maaf merepotkan," kata Nisa sambil tersenyum tulus.
Nisa tak pernah berfikir kalau Denis adalah pria yang jahat, Nisa percaya Denis orang yang baik terlihat dari wajah nya tulus serta tatapan matanya.
__ADS_1
Nisa juga senang bisa mengenal pria seperti Denis, kesan Nisa terhadap pria tampan itu adalah pria yang ramah, dengan senyum yang selalu menghiasi wajahnya.
Bersambung.....