Twins Love Story

Twins Love Story
Bab 33


__ADS_3

Dengan wajah lesu, Denis pun keluar dari hotel tempat pesta pernikahan Tio tadi.


Dia begitu cemas memikirkan bagaimana keadaan Nisa saat ini. Denis pun berjalan dengan menunduk seolah tengah memikirkan banyak hal.


Bruaaaaakkkk....


Aaaa....


Tanpa Denis sadari dia menabrak seseorang, Denis tak menyangka namun dengan cepat Denis menopang tubuh itu dengan cepat, dia sungguh kaget saat mendengar teriakan namun tubuh Denis merespon dengan cepat sehingga wanita itu tidak sampai terjatuh dan membentur keramik.


Wanita itu juga merasa bersyukur karena dia tidak sampai jatuh, entah apa yang akan dia alami nanti kalau dia benar-benar jatuh dan tertunduk di lantai.


Setelah itu Denis membantu perempuan itu berdiri, tetapi Denis maupun perempuan itu sibuk memperhatikan tubuh wanita itu, perempuan itu mengusap dadanya dengan lega.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Denis penuh khawatir saat mengetahui yang di tabrak nya saat ini adalah seorang perempuan.


Mendengar orang itu bertanya dengan rasa khawatir membuat wanita itu mendongak dan tersenyum manis kepada orang yang telah menyelamatkan diri nya saat ini.


"Aku baik-baik saja, terima ka...." Wanita itu tak melanjutkan ucapannya karena merasa kaget, wanita itu langsung terdiam, tubuhnya serasa membeku di tempatnya saat melihat saat mengetahui siapa orang yang telah menolong dirinya saat ini.


Pria itu.....


"Rena...." Beo Denis terkesiap saat mengetahui siap yang berdiri di depan nya saat ini.


Wanita yang di rindukan nya, wanita yang pernah di sakiti nya, wanita yang masih ada di hatinya sampai saat ini.


Dia adalah Rena mantan kekasih Denis dulu.


Denis menatap ke arah perempuan yang bernama Rena itu dengan kaget bercampur binggung.


Tubuh wanita di depan nya itu terlihat masih sama dengan dulu, masih terlihat cantik dan menarik namun ada yang membuat Denis binggung sekaligus penasaran adalah perut Rena yang sedikit membuncit berbeda saat dulu bersama dengan nya.


Dengan cepat dia menormalkan kembali wajahnya.


'Aku harus segera pergi dari sini,' batin perempuan bernama Rena itu.


Entahlah apa yang terjadi diantara kedua nya saat itu sehingga membuat Rena ingin menghindari pria di depannya itu, pria yang dulu pernah mengisi hatinya waktu itu.


"Maaf kamu salah orang," wanita itu dengan tegas berbicara seperti itu.


Greeppp....

__ADS_1


Dengan cepat Denis menarik tangan Rena yang sudah berbalik badan bersiap untuk pergi menjauh atau lebih tepatnya lagi berusaha menghindari dirinya saat ini.


"Ren, tunggu?" Pinta Denis.


Denis enggan membiarkan Rena pergi.


"Untuk apa?" Tanya Rena dengan getir. Terselip rasa sakit hati melihat pria itu muncul lagi hadapannya saat ini.


"Aku minta maaf," lirih Denis dengan sendu.


"Ha ha ha ha ha ha, minta maaf untuk apa? Untuk kata putus yang dengan enteng kamu ucapkan pada saat itu, atau untuk kata-kata kejam yang pernah kamu lontarkan kepada ku saat itu dan sampai membekas di hati ku sampai saat ini," sinis Rena enggan untuk menatap wajah pria yang pernah menorehkan luka di hatinya.


Pria yang dulu pernah dia cintai, dan pria yang juga sudah menorehkan rasa sakit di hati nya saat itu.


"Untuk semua nya, maafkan aku. Aku sudah berusaha mencari mu waktu itu, saat aku tahu kamu menghilang tanpa jejak setelah aku mengucapkan permintaan putus," lirih Denis menunduk menyadari semua kesalahan nya di masa itu.


Masa-masa dia dan keluarganya berjaya, membuat dirinya berada di atas angin dan sering memperlakukan orang sesuka hatinya.


Setelah dia bosan, dia mencampakkan perempuan sebaik Rena.


"Maafkan aku Ren,"


Denis menyesal....


Setelah beberapa bulan tak bertemu, Denis dan Rena di pertemukan lagi di sini.


Setelah hampir 5 bulan dia tak melihat perempuan itu.


Rena tersenyum getir saat ini, menertawakan nasib yang dia alami saat ini.


"Sudah tidak ada yang perlu di bahas lagi, aku sudah melupakan semua rasa sakit itu," kata Rena melepaskan paksa cengkraman tangan Denis.


Rena dengan cepat berjalan untuk menghindari Denis. Namun Denis pun tak tinggal diam, dia berlari berusaha mengejar Rena. Denis tak ingin kehilangan perempuan itu apalagi sesuatu masih terdiam di benaknya saat ini. Sesuatu yang begitu mengganjal di hati nya sedari tadi saat melihat tubuh Rena.


"Rena tunggu...."


"Rena jangan pergi, ku mohon," pinta Denis.


Denis masih berteriak memanggil nama perempuan itu.


Hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks....

__ADS_1


Perempuan itu menangis dalam diam. Dengan cepat Rena mengusap wajah nya yang terkena sisa-sisa air mata.


Perempuan bernama Rena itu berbalik, kini tatapan nya jatuh di wajah Denis. Wajah yang masih sangat dia cintai namun rasa itu kembali di tepis Rena dalam-dalam saat mengingat bagaimana rasa sakit yang dulu pria itu berikan kepada nya.


"Pergi ku mohon, jangan ganggu aku lagi," Rena menatap dengan penuh permohonan.


"Tidak...."


Denis mengelengkan kepalanya menolak permintaan dari perempuan itu.


Pandangan Denis beralih ke perut Rena, melihat itu Rena dengan cepat menutupi perut nya dengan merapatkan kardigan yang di pakainya.


"Rena ku mohon katakan kepada ku, apakah yang ada di dalam perut mu adalah anak ku?" Tanya Denis dengan wajah yang di liputi rasa penasaran bercampur penyesalan.


"Tidak, dia anak ku bukan anak mu," bantah Rena berkata sambil menggelengkan kepalanya dengan cepat seolah mengatakan kalau ini bukan anak pria itu melainkan hanya anak nya.


Rena yang sudah pasrah dengan keadaan hanya bisa menangis.


" Hiks hiks hiks hiks hiks, ku mohon pergilah," Rena menangis sesenggukan meminta Denis untuk pergi dari nya.


"Tidak, ku mohon aku hanya ingin tahu apakah itu benar anakku?" Tanya Denis dengan penuh harap, tak lupa tatapan memohon yang Denis berikan kepada Rena saat ini.


"Kalau pun iya, kamu mau apa? Itu semua bukan urusan mu kan hah," bentak Rena yang sedang menahan kesal bercampur rasa sedih saat ini.


Rena berusaha melepaskan tangan nya, dia pun berbalik pergi.


Greeppp.....


Namun semua itu sia-sia, dia hanya bisa pasrah saat tubuhnya di peluk dari belakang oleh Denis.


"Ayo kita menikah," ajak Denis saat dia begitu yakin kalau anak yang ada di dalam perut perempuan itu adalah anak nya.


"Hiks hiks hiks hiks hiks hiks,"


Rena hanya bisa menangis, setelah perjuangan nya untuk mempertahankan anak ini, dia harus pergi meninggalkan keluarganya dan tinggal sendiri di tempat yang tidak ada orang yang mengenali dirinya.


Denis pun membawa Rena menuju ke arah mobilnya.


Di dalam mobil, akibat bujukan dari Denis. Rena pun menceritakan bagaimana kehidupan nya setelah dia di putuskan Denis dan di nyatakan hamil, saat Denis harus mendekam di penjara, Rena pun pergi mencari tempat tinggal baru karena keluarganya begitu malu dan tak mau menerima nya.


Awalnya Rena ingin mengugurkan kandungan nya namun dia tak tega. Ya anak itu ada karena kesalahannya mabuk di pesta ulang tahun temannya dan berakhir dengan Denis di pagi hari namun setelah keduanya sepakat menjadi sepasang kekasih namun tanpa di duga satu bulan Denis memutuskan dirinya karena dia bilang telah di jodohkan dengan perempuan yang dia sukai oleh kedua orang tua nya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2