Twins Love Story

Twins Love Story
Chapter 113 S2


__ADS_3

Hana, satya, chika dan Mike berjalan memasuki hotel mewah milik Arka.


Chika memutar badannya melihat interior yang ada, hotel itu tampak sangat megah dan luar biasa.


"Aku tidak tau kalau kak Arka itu sangat kaya" komentar Chika masih sibuk melihat-lihat.


"tuan-tuan dan nona nona silahkan ikuti saya menuju restoran" jelas salah satu karyawan Arka yang menyambut mereka.


Chika segera tersadar dari kekagumannya, dia segera berjalan mengikuti karyawan tersebut hingga sampai di teras hotel, disana terlihat Hani dan Arka yang melambaikan tangan bermaksud menyambut mereka.


"huh mentang-mentang pasangan suami istri baru, gak mau lepas ya sejak kemarin" ledek Hana, sekarang Hana berusaha bersikap biasanya didepan Hani dan Arka.


Hani melirik Arka sebentar lalu kembali melirik Hani, "jangan buat kami iri dong" ledek Hana kembali. tadi dia melirik Arka untuk memastikan kecurigaannya, sejak hari pernikahan Arka dan Hani, Bahkan sebelum itu Arka sedikitpun tidak pernah memandang Hana berbicara kepadanya pun tidak.


Hana sedikit curiga Arka masih memiliki perasaan padanya, kalau tidak kenapa Arka bersikap seperti orang asing dan malah lebih menganggap Hana tidak pernah ada di sana.


Sebenarnya sudah lama Hana ingin mencari momen untuk bicara dengan Arka hanya berdua, Hana ingin memastikan dengan benar sikap Arka kepadanya apakah karena Arka masih memiliki perasaan padanya?


"ihh Hana biarin dong namanya juga pasangan suami istri baru, tentu aja masih lovey dovey, ya gak sayang" Chika memilih duduk di samping Hani di sebelahnya Mike sementara Satya dan Hana memilih duduk disebelah Arka.


"Udah coblos belum?" tanya Mike spontan tanpa sensor sedikitpun. Hanj yang sedang minum langsung terbatuk mendengar pertanyaan Mike.


Arka segera mengusap pelan punggung Hani dan melirik kearah Mike, "Jangan menggoda istriku!"


"Cieee udah panggil-panggil istri" ledek Chika.


"Gara-gara pak tua ini aku jadi tidak bisa memanggil Hana dengan sebutan lain" Satya yang sejak tadi diam akhirnya ikut berbicara juga.


"kenapa?" tanya Hana heran.


"Habisnya semua nama panggilan manis udah si tua ambil" jawab Satya sambil tersenyum sinis kearah Arka.


"Sialan! kita cuma beda beberapa tahun! jangan memanggilku seperti itu! emang apa saja nama panggilan yang aku ambil?" Arka menatap Satya dengan pandangan marah.


"Sayangku" bukan Satya yang menjawab tapi Hana.

__ADS_1


"Cintaku" kali ini Satya yang menjawab sambil mencubit pipi gemas Hana.


"Baby" sambung Mike ikutan dan tangannya merangkul bahu Chika.


"istriku" Chika tidak mau kalah dia juga ikut menyebutkan salah satu panggilan Arka yang diberikan pada Hani.


"Princess?" kali ini Hani yang ikutan menyahut, dia tersenyum nakal pada Arka.


Arka mengangkat kedua tangannya tanda menyerah, "semuanya membully ku, baby kenapa ikut-ikutan juga?"


Mereka semua tertawa mendengar jawaban Arka yang berusaha membela dirinya.


"Kau juga! tiba-tiba protes! cari sana nama panggilan untuk sayangmu!" bentak Arka pada Satya yang hanya dibalas kekehan oleh Satya.


.


Sedang asik-asiknya bersenda gurau tiba - tiba Jesika duduk di hadapan Arka dan Hani. Dia tampak sangat cantik dan mempesona ditambah Jesica saat itu menggunakan pakaian yang sedikit ketat dan sexy.


"Arka, aku boleh ikut gabungkan? sepertinya seru makan ramai ramai seperti ini" tanpa menunggu jawaban Jesica duduk dan meletakkan salad dan jus nya di meja.


"apa itu P-L-K-R chika?" tanya Hani dengan tampang bingungnya.


"Valak-kor! perebut laki orang!" jawab Hana sambil ber tos ria dengan Chika. jika sudah ada bau-bau pelakor Chika dan Hana sudah siap mengangkat tangan untuk berperang menghabisi para pelakor.


Wajah Jesica berubah merah seperti menahan marah "Kalian apaan sih, aku itu teman Arka pas kuliah, kami teman dekat" Jesica menatap Arka meminta pertolongan atau bantuan dari Arka, yang ditatap masih setia diam sambil sesekali memotong daging di piringnya dan meletakkan ke dalam piring istri nya.


"Arka jelasin dong, teman kamu kok kasar kayak gini!" Jesica tampak tidak Terima karena dia tidak dibantu oleh Arka.


"Ohhh teee-maaannnn toh kok gak liat ya pas waktu Hani dan Arka nikahan" Chika balas menatap sinis.


"Kamu ya---!"


"Wahhh Valaknya marah" belum sempat Jesica melanjutkan caci maki nya, Hana lebih dulu memotong.


Jesica beralih menatap Hana dengan sinis, tapi kini menatap istri Arka lalu kembali menatap Hana, tampak kebinggungan muncul dari raut mukanya.

__ADS_1


"kenapa? heran ya liat ada dua bidadari turun ke bumi?" Goda Hana.


"Kembar?" spontan Jesica berucap pelan.


"emang nya kenapa kalau kami kembar?" Hani tampak sedikit emosi.



"Gak ada" jawab Jesica cepat. Entah kenapa dia sedikit takut dengan Hana, aura intimidasi Hana lebih menakutkan dari Hani. "Aku cuma teman kok dengan Arka, teman dekat, jadi kalian jangan negatif thingking gitu".


Jesica kini menatap Hani, " Gak papa kan aku makan disini Hani? aku dan Arka itu teman, udah lama banget aku gak makan bareng Arka lagi, Arka tiba-tiba menghilang setelah acara wisuda kemarin, sejak itu aku kehilangan kontak dengan Arka, padahal kami itu sangat dekat, kami sering jalan bareng, nonton bareng, kamu tau sendirilah gimana pergaulan di Amerika".


"Arka tiba-tiba menghilang? hahaha itu tandanya kamu tidak penting bagi Arka" Chika kembali menghina Jesica.


"Benar bagi kami para pria, jika kami mempunyai seseorang yang spesial, kami akan berusaha menjaga orang tersebut dan akan mengikatnya, cara salah satu kami mengikat orang itu adalah dengan menikah, jika seorang pria tiba-tiba menghilang tanpa kabar tandanya hanya satu kamu tidak ada dalam pikirannya sedikit pun, yang artinya kamu tidak mendapatkan tempat dihatinya" Satya sejak tadi diam mendengar kan akhirnya ikut bicara. Entah kenapa dia tidak suka dengan cara Jesica menyudutkan Hani.


"Benar banget, jangan kepedean baru diajak makan dan nonton sudah di anggap memiliki tempat khusus di hati, maaf maaf ni ya kakak cantik, kakak itu cantik loh jangan menggoda milik orang" Chika menepuk paha Mike, karena tidak Terima pacarnya memuji kecantikan Jesica.


"diantara semua teman perempuan Arka cuma aku yang tidak dipacari Arka, karena Arka menghargai perasaan ku" Jesica masih belum terima dengan pembully an yang di arahkan padanya.


Arka mengambil nafas panjang, Arka sudah jengah sekali dengan sikap Jessi yang merasa memiliki hubungan spesial dengannya, padahal Arka bersikap baik padanya karena sahabat Arka ada yang menyukainya dan meminta Arka untuk menjaga perasaan Jesica jangan membuat nya bersedih.


Arka baru siap siap mau mengatakan sesuatu tapi terhenti ketika tangan Hani menggenggam tangannya, ditatapnya Hanj yang tersenyum lembut pada Arka.


"Maaf Jesica, anda memang teman suami saya, tapi saya disini sangat risih dengan sikap anda, teman dekat? lalu kenapa memangnya? aku adalah istri Sah Arka Rezvan Arezkhi, sekali aku mengikat nya aku tidak akan melepaskan nya, jadi jangan coba-coba mengganggu hubungan rumah tangga ku, aku memiliki banyak teman dan keluarga yang melindungiku, kamu maju satu langkah, mereka akan mendorongmu sepuluh langkah, jadi selagi aku masih bersikap sopan, mohon undur diri dari sini" Jelas Hani setenang mungkin.


Chika dan Hana bertepuk tangan dan menunjukkan jempol mereka ke arah Hani.


Jesica yang merasa sangat tersinggung segera tegak dan pergi membawa piring dan gelas yang dia bawa tadi.


"Waaahhhh ini baru top! sekarang aku baru mau mengakui mu sebagai saudara kembar" Hana memuji Hani dengan tangan yang masih menunjukkan jempol terangkat.


"Ya elahhh Hana! dia itu lahir barengan dengan kamu, dari perut yang sama, jelas kalian kembar sudah pasti itu tandanya kalian saudara! Aneh aneh aja dasar Ratu pelakor".


"Ni anak di kasih hati minta jantung, dibaikin malah ngeledek!" Hana menyingsingkan lengannya hendak berdiri tapi ditahan Satya, Chika masih asik menjulurkan lidahnya ke arah Hana, sementara Hani tertawa melihat candaan keduanya.

__ADS_1


...☘️☘️☘️☘️☘️...


__ADS_2