Twins Love Story

Twins Love Story
Bab 48


__ADS_3

Saat ini Rio dan Nisa sedang berada di mal terbesar di kota ini.


Rio mengajak Nisa untuk pergi membeli kebutuhan nya karena waktu itu Nisa tak membawa apa-apa, cuma pakaian yang melekat di tubuhnya mengingat waktu itu Rio lah yang memaksa Nisa nikah dengan nya keesokan harinya.


Keduanya saat ini sedang berjalan beriringan. Sedari tadi Rio tak melepaskan genggaman tangannya dari tangan Nisa, sedangkan Nisa hanya bisa pasrah tak ingin berdebat kala Rio dengan seenaknya sendiri menarik tangan Nisa berjalan kesana-kemari.


"Bagaimana kalau kita masuk ke toko itu," kata Rio menunjuk ke arah toko yang tampak ramai di kunjungi beberapa wanita.


"Terserah kamu saja...." Hanya kata itu yang keluar dari mulut Nisa saat ini.


"Ayo," Rio menarik Nisa dengan semangat berjalan menuju ke toko dengan langkah lebar nya.


Nisa memutar bola matanya malas saat Rio menariknya dengan cepat.


"Hos hos hos hos hos," Nisa berjongkok sambil mengatur nafasnya saat Nisa sudah sampai di depan toko itu.


Rio mau menarik tangan mungil itu lagi namun Nisa mencegahnya dan melayangkan protes kepada Rio.


"Ish bentar, aku masih lelah karena mengikuti langkah lebar kamu itu," protes Nisa saat Rio mau menariknya masuk.

__ADS_1


"Hehe maaf," Rio menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Ayo kita sekarang masuk ke dalam dulu, nanti kamu duduk saja di sana," bujuk Rio.


Dengan langkah pelan bercampur malas Nisa mengikuti langkah kaki Rio.


'Baru kali ini lihat perempuan yang malas di ajak belanja,' batin Rio heran tingkah wanita di depannya ini yang berbeda dari wanita lain.


Saat Rio memasuki toko tersebut beberapa wanita menatap Rio penuh minat bahkan ada yang terang-terangan mengedipkan mata nya dengan genit ke arah Rio. Bahkan para pegawai wanita terdiam sedari tadi memperhatikan Rio.


"Duh gila gila gila tuh cowok ganteng banget sih,"


"Iya benar mana tubuhnya beuuuuhhh kekar begitu, ah pasti empuk tuh lengan lalau di peluk,"


"Sepertinya tuh orang tajir deh,"


"Iya benar, keren banget sih. Kalau gitu aku mau dong jadi yang kedua, aku ikhlas lahir batin,"


"Yeee itu sih mau kamu," kata temannya memukul lengan temannya itu.

__ADS_1


"Sttt jangan keras-keras, lihat tuh di samping ada pawang nya gaes," kata wanita itu menunduk ke arah Nisa.


"Ck masih cantikan aku daripada tuh perempuan," sinis temannya menatap Nisa tak suka.


Itulah bisik-bisik para perempuan tadi yang mengagumi ketampanan seorang Rio.


'Ck dasar perempuan ganjen, lihat yang tampan saja langsung semangat. Gak tahu apa kalau pria yang mereka kagumi itu sudah ada yang punya, apalagi istrinya ada di samping nya tetap saja mereka gak malu natap ke arah Rio dengan mesum begitu,' grutu Nisa di dalam hati nya saat ini melihat tak suka ke arah perempuan-perempuan yang sedari tadi mengangumi suaminya itu.


Rio tak menghiraukan semua wanita itu.


"Ayo, abaikan saja mereka," kata Rio menarik tangan Nisa menuju sofa yang di sediakan di sudut ruangan itu.


"Kamu duduk saja di sini, aku yang akan pilih baju-baju nya nanti kamu tinggal pilih dan coba kalau ada yang tidak suka kamu bilang saja," kata Rio mengelus rambut Nisa.


Sontak hal itu mampu membuat beberapa wanita tadi menatap Nisa dengan iri.


"Duh tuh cewek beruntung banget sih,"


"Iya, kapan ya aku punya pacar yang seperti pria itu,"

__ADS_1


"Mimpi.... Ha ha ha ha ha ha ha," kata beberapa temannya itu tak lupa menertawakan wajah masam temannya tadi.


Bersambung....


__ADS_2