
...Warning peringatan!! Di chapter ini ada adegan sedikit dewasa Harap para pembaca bijak...
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Begitu sampai di bandara, Arka dan yang lainnya disambut dengan dua orang karyawan dari ayah Arka. mereka sudah membawa dua buah mobil karena tau Arka pergi bersama rombongan.
.
"Ahhh akhirnya kita sampai juga" Hana merebahkan badannya di sofa ruang tamu ketika sudah sampai divila milik Arka.
Tampak wajah kelelahan dari semuanya, mereka semua menyenderkan badan lelah mereka di sofa.
"Aku ambil kamar diluar, kalian terserah mau ambil yang mana" Arka segera menggandeng tangan istrinya untuk segera berjalan menuju pintu keluar.
"Jangan mengganggu kami ya!" seru Arka sekali lagi, semuanya tertawa mendengar seruan Arka. Tentu saja mereka tau, tentang apa yang akan dilakukan pasangan yang baru saja menikah.
"Pak, ada berapa kamar disini?" tanya Hana pada pelayan yang tadi menyambut mereka.
"Di villa ini ada 3 kamar tidur, dua di villa utama, dan satu di villa luar" jelas sang pelayan, konsep villa yang dimiliki Arka adalah rumah tradisional Korea. yang memiliki rumah sendiri di luar.
"hmm, apakah tuan dan nona akan berpasangan dalam kamar atau__" belum selesai si pelayan bertanya Chika dan Hana lebih dulu menyela.
Mereka sudah diperingati oleh para orang tua agar tetap menjaga adat istiadat dan martabat sebagai wanita walaupun mereka berlibur bersama pasangan mereka.
Hana dan Chika juga sudah setuju untuk berada dikamar yang sama. lain cerita dengan Hani dan Arka yang notaben nya sudah resmi menikah, jadi mereka sah-sah saja berada dalam satu kamar.
"perempuan dengan perempuan dan laki-laki dengan laki-laki kami terpisah" ujar Chika cepat. Mike tertawa kecil melihat wajah panik Chika, dia hanya mengangguk ketika si pelayan kembali menjelaskan denah villa yang mereka tempati.
"Kalau gitu aku kekamar duluan ya Han, mau dibawakan kopernya?" tanya Satya lembut.
Hana menggeleng, "Tidak perlu lagian dekat juga".
...☘️☘️☘️☘️☘️...
"Cantiknya" komentar Hani ketika memasuki kamar mereka.
__ADS_1
Arka memeluk badan Hani dari belakang.
"Apa kau suka sayang" gumamnya masih dengan posisi yang sama.
Hani mengangguk cepat dan kemudian berbalik menatap mata Arka, "Terima kasih kak, aku sangat menyukai ini" Hani lalu mengecup singkat bibir Arka.
.
Hani dan Arka sudah mengganti baju mereka dengan baju tidur, dan sekarang keduanya sedang berpelukan diatas tempat tidur, karena selama dipesawat keduanya lebih banyak tidur jadi mereka tidak bisa tidur kembali.
"Kak, apa kakak bersungguh-sungguh dengan pernyataan kakak waktu dibandara?" Hani menatap wajah Arka menantikan jawabannya.
"Yang mana?" tanya Arka bingung.
"itu tentang mempunyai anak".
"iya, itu memang benar"
Arka sedikit tersenyum lalu mencubit gemas pipi istrinya itu. Ada-ada saja pemikiran istrinya yang luar biasa ini.
"Tidak akan, mau sepuluh tahun lagi, atau dua puluh tahun lagi aku tidak peduli asal ada dirimu itu sudah cukup bagiku" balas Arka.
Hani semakin mengeratkan pelukannya pada Arka. "Kenapa begitu? kakakkan pasti ingin punya keturunan yang mewariskan semua yang kakak miliki".
"Hamil itu yang paling susah adalah si ibu, nanti kamu akan mual-mual, muntah muntah belum lagi emosi naik turun, lalu kamu juga akan merasakan sakit yang melahirkan, aku juga takut dengan kondisi tubuhmu yang seperti ini, apakah kamu sanggup menahan semua penderitaan itu selama 9 bulan? belum lagi nanti saat melahirkan, kakak takut kamu meninggalkan kakak".
Hani mengelus pipi Arka, ingin membuat Arka sedikit tenang, "Kak, aku udah sehat kok, kata dokter aku juga boleh mempunyai anak, aku tidak akan meninggalkan kakak, jadi kakak jangan sedih dong"
Arka mengecup kening Hani, "Apa kamu siap punya anak sekarang?"
Hani mengangguk dalam pelukan Arka."Kakak tau, daddy tidak mengizinkan ku untuk menggantikan posisi daddy, daddy bilang dia masih sanggup mengontrol perusahaan yang dia punya, daddy juga bilang dia akan melepaskan semuanya pada cucunya nanti"
Arka mengangguk setuju dengan keputusan ayah Hani. "kakak setuju, kamu itu harus fokus hanya pada kakak dan nanti fokus pada anak kita".
__ADS_1
Hani menepuk pelan dada Arka, "ihh kakak nyebelin! hani itu mau daddy berhenti dari pekerjaannya, dan menikmati masa tuanya bersama mommy, Hani ingin daddy seperi ayah bagas yang pensiun dini, daddy dan mommy itu sudah tua kak!" Tangan Hani yang tadinya memukul-mukul pelan dada Arka kini beralih mengelus dada Arka. muncul smirk licik dari bibir Hani.
"Jangan menggoda ku baby" ucap Arka yang nafas nya sudah naik turun.
"Kalau memang mau menggoda bagaimana?" Hani mulai mencium pipi Arka.
"Kalau seperti itu aku sudah tidak bisa menahannya lagi, jangan bilang aku membuatmu lelah"
Arka kini beralih menindih badan Hani.
Mulai dari c**man di kening Hani, Hani membiarkan Arka mulai menc*um* dan ******* bibir tipis Hani. lalu turun ke leher jenjang Hani.
Nafas Arka terasa hangat ketika Arka mulai menciumi leher Hani, ia mendesah panjang ketika menghirup aroba tubuh Hani. Dada Hani semakin bergemuruh mendapat perlakuan spesial dari Arka. Ada perasaan bahagia ketika Arka melakukan c**man tadi, ia hendak membalas tapi ia urungkan, ia membiarkan Arka melakukan apapun pada dirinya.
Hani sedikit terkejut, ketika merasakan pangkal tubuh Arka yang menekan pinggangnya, begitu keras.
"Apa kak Arka?oh ya ampun" bathin Hani berkata. Wajah Hani mulai memerah, padahal sekarang mereka berdua masih berbusana bagaimana jika lebih dari ini, Hani sedikit menyesal membangunkan singa yang sedang tidur.
"Sa-yang aku sudah tidak bisa menahan-nya lagi, bolehkah?" Arka menatap Hani dengan pandangan yang mulai haus akan n*fs*.
Hani tidak menjawab dia hanya mengangguk dan tersenyum memperbolehkan Arka melakukan apapun pada dirinya.
Arka perlahan melepas kancing baju nya, melihat dada bidang Arka, Hani segera menoleh kearah lain. Pipinya merona, membuat Arka kembali menc**m wajahnya.
Tangan Arka tidak diam, selama ia sibuk menc**mi Hani tangan Arka bekerja membuka baju tidur Hani dengan perlahan.
Pergulatan keduanya berhenti ketika keduanya sama-sama mendapatkan pelepasan. Arka berkali-kali menciumi puncak kepala Hani.
"Terima kasih Sayang"
...☘️☘️☘️☘️☘️...
maaf ya bagi yang kesal dengan Chapter ini author juga kesal, berkali-kali gak lulus sensor🥺🥺🥺 Harap maaf dan bersabar ya... author udah gak tau lagi mesti gimana biar lulus, jadi banyak yang kata-katanya author hapus 😞🤕
__ADS_1