Twins Love Story

Twins Love Story
Chapter 148 S2 "Hari H" "END"


__ADS_3

Hana dan Satya berjalan pelan menuju atap cafe tersebut, disana ternyata Hani, Arka, Chika dan Mike sudah menunggu kedatangan Satya dan Hana.


Satya sudah merencanakan semua itu hanya untuk Hana, pria itu berpikir ingin membuat kenangan untuk Hana, pernikahan mereka seakan dipaksakan, dan semuanya berjalan terlalu cepat, Satya takut Hana merasa sedih dan tertekan dengan semua itu.


"ini mau kemana sih Sat!" kesal Hana, Satya masih menuntun Hana dengan pelan.


"iya bentar lagi Sampai" ucap Satya dengan lembut.


'1 2 3' Hani memberi aba-aba pada Satya untuk membuka mata Hana.


Pada hitungan ketiga penutup mata Hana terbuka, tampaklah lilin lilin yang membentuk Hati dan beberapa balon berbentuk Hati.


"Kejutan!" serentak Hani dan Chika berteriak.


Hana menutup mulutnya tidak percaya kejutan yang diberikan padanya, Satya mengambil cincin yang tadi dia titipkan pada Arka, setelah itu pria itu berlutut didepan Hana.


"Dewi Hana Saputri, Apakah kau bersedia menghabiskan seluruh hidupmu untuk hidup bersamaku, tidak peduli kaya atau miskin, tidak peduli sehat ataupun sakit, dengan keadaan baik atau buruk, kita berdua tidak akan pernah terpisah, Aku Ardara Satya Pratama, bersumpah akan selamanya mencintai dan melindungi mu, Will you marry me?" Satya masih setia berlutut sambil menunjukkan cincin pernikahan mereka.


Sebulir air mata jatuh membasahi pipi Hana, wanita itu tidak menyangka Satya akan memberikan kejutan seperti itu padanya, Satya pria yang selama ini dia anggap teman sudah berubah menjadi kekasihnya, perasaan yang dia kira hanya kasih sayang biasa berubah menjadi cinta, Pria yang dulu selalu bersembunyi di belakangnya kini berubah menjadi pahlawan yang selalu ada dimana pun dan kapan pun Hana butuhkan.


Dibelakang Satya, Hana, dan Chika bersorak menyuruh Hana menerima Satya.


"Maaf Satya... " ujar Hana pelan


'Deg' ucapan maaf itu membuat jantung Satya seolah-olah berhenti berdetak.


Harapan Satya yang tinggi kini sirna begitu mendengar ucapan maaf itu.


Terjadi keheningan sejenak, keempat penonton seolah olah membeku begitu juga dengan Satya.


"Maaf aku tidak bisa menolak mu, I will marry you" Ucap Hana sambil meraih cincin yang Satya berikan.


Satya sontak memeluk Hana dan menciumnya, sorak sorak ucapan selamat juga di lontarkan oleh keempat orang tersebut.


'ccciiiiitttt twwwaaarrrr' Suara kembang api mulai dinyalakan, Satya sengaja meminta untuk menyalakan kembang api jika Hana menerima lamarannya.


Malam itu para pasangan itu menikmati indahnya kembang api sambil bercengkrama bersama.


☘️☘️☘️☘️☘️


Tidak terasa dua bulan sudah berlalu, dan sekarang adalah Hari H pernikahan Hana dan Satya.


Hana tampak gelisah duduk di meja riasnya, Chika malah menertawakan Hana yang sejak tadi seperti cacing kepanasan.


"Dek! kamu dulu waktu menikah segugup ini gak sih?" Tanya Hana pada Hani yang asik makan sejak tadi.


Hani yang ditanya masih asik melahap rujak yang dibeli Arka saat menuju ke tempat pernikahan Hana.


"Hani!" panggil Hana sekali lagi.


'puk' Chika menepuk bahu Hani pelan, untuk menyadarkan gadis itu.


"Ditanyain tu sama Hana" Chika menjelaskan ketika Hani bertanya kenapa.


Hani segera menatap Hana, "Kenapa sih?"


"Gak ada gak jadi" kesal Hana.


"Bagi dong!" chika dengan cepat mencomot rujak yang Hani makan, "ya ampun masam banget han" pekik Chika setelah buah mangga masuk dalam mulutnya.

__ADS_1


"Gak ah, enak kok" ucap Hani, dia kembali memakan rujak itu.


Hana menatap heran saudara kembarnya itu dari cermin didepannya. "Dek kamu gendutan ya" komentar Hana melihat pipi Hani yang sedikit chabi dari biasanya.


Mendengar komentar Hana, Chika segera memperhatikan Hani dari atas hingga bawah, "iya Han, kamu gendutan" ceplos chika begitu saja.


"Apaan sih! jangan ngeledek kayak gitu! mending pikirkan saja pernikahan Hana yang beberapa jam lagi akan dimulai" kesal Hani, ketika kedua orang itu mengejeknya.


"wueeekkk" Hani segera membekap mulutnya dan berlari kearah kamar mandi di kamar rias itu.


Hana dan chika segera berlari mengikuti Hani, mata merek berdua saling berpandangan dan tidak lama muncul senyum hangat dari kedua orang itu.


"Dek, kayaknya Arka harus beli test pack" komentar Hana setelah melihat Hani.


Hani yang sedang berkumur di wastafel segera menggerutu, "kalian beedua ya, aku lagi muntah-muntah bukannya dibantuin malah disuruh beli tes--t pacckk___" Hani segera membekap mulutnya ketika sadar apa yang baru saja Hana katakan padanya.


"Maksudnya aku Hamil?" tanya Hani sekali lagi berusaha meyakinkan dirinya atas dugaan Hana.


Hana dan Chika sama-sama mengangguk, "Mana ada orang makan rujak yang asam seperti itu,badanmu tampak berisi dan kamu baru saja muntah-muntah, kemungkinan besar itu benar" ujar Chika disetujui juga dengan Hana.


"Setelah acara ini aku akan segera meminta kak Arka untuk ke rumah sakit" Hani terlihat sangat gembira, tidak lupa dia mengelus perut ratanya berharap dugaan Hana dan Chika benar.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Acara pernikahan Hana sedikit tidak biasa, dimulai dengan Hana dan Satya yang berboncengan menuju altat pernikahan mereka.



Satya tampak sangat gagah mengendarai motor besar menggunakan tuksedo hitamnya.



Sampai dialtar kedua orang itu turun dan mengatakan ucapan penyambutan pada semua orang yang Hadir.



Ucapan Terima kasih juga tidak lupa mereka sampaikan pada semua yang hadir di acara pernikahan mereka.


Hani berjalan perlahan didampingi Arka memberikan cincin pernikahan Satya dan Hana.



Satya memyambutnya dan memasang kan cincin pada jari Hana.


begitu juga dengan Hana, wanita itu juga memasang kan cincin pada Satya.



Tidak lama pendeta datang dan mulai acara utama yang sudah ditunggu-tunggu semua orang.


Dengan sangat lantang Satya berucap.


"Aku Ardara Satya Pratama, bersumpah akan selalu mencintai, menyayangi dan melindungi Hana, dalam susah maupun senang, dalam kaya maupun miskin, dalam sakit maupun sehat, aku akan selalu mencintainya"



Hana tersenyum dan mulai mengucapkan sumpahnya, "aku Dewi Hana Saputri, bersedia hidup bersama Satya, dalam susah maupun senang, dalam kaya maupun miskin, dalam sakit maupun sehat, aku akan selalu mencintai Satya selamanya".


Tidak lama pendeta menyuruh keduanya berciuman, Satya mengecup puncak kepala Hana.

__ADS_1



"aku mencintaimu" bisik Satya lalu pria itu beralih mencium pipi Hana.



"Sangat mencintai mu" bisik Satya lagi, dan akhirnya mereka berdua berciuman mesra, diikuti riuh tepuk tangan dari penonton.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Hani dan Arka berjalan ke panggung, mereka akan mengucapkan sepatah dua patah kata untuk Hana dan Satya yang baru saja resmi menjadi suami istri.



"Untuk kakak perempuan ku yang tersayang, walau pertemuan kita sangat singkat, tapi aku sangat senang dengan waktu yang kita lalui bersama, selamat atas pernikahanmu, aku sangat bahagia melihat tawa mu, aku akan selalu menjadi adikmu walau kita sudah memiliki kehidupan baru yang akan menanti kita, jangan patah samangat dalam menghadapi hidup ini, gengamlah tangan pasanganmu dan melangkah maju tanpa takut, semua akan bisa dilalui jika kalian terus bersama, sekali lagi selamat atas pernikahan kalian, dari adik tersayangmu Hani".


Hana menangis bahagia mendengar ucapan Hani di atas panggung.


"Untuk adik iparku, selamat atas pernikahan kalian, semoga kalian cepat diberikan momongan, bahagia selalu, selamat dariku dan Hani" ucap Arka singkat.



Setelah itu beberapa teman Hana juga mengucap selamat pada Hana.


Acara pernikahan Hana dan Satya sudah mulai berakhir, acara terakhir ialah acara foto bersama para pengantin.


Hana dan Satya sudah bersiap untuk berfoto bersama keluarga nya.


" 1 2 ___"


ucapan sang photograper terhenti saat Hani berlari keluar dari barisan, Arka yang cemas berjalan mengikuti Hani yang berlari.


"Ada apa dengan Hani? kenapa dia menutup mulut seperti itu?" tanya bunda cemas.


Hana tersenyum pada bunda dan mengelus tangannya pelan.


"baik kita ulangi lagi" ucap fotografer lagi.


"Hani hamil bunda" bisik Hana pada telinga Bunda nya.


"1 2 3"


"Hamil??!" Sontak bunda cepat.


"Hamil..." serentak para orang yang mengikuti ucapan bunda.


'Cekrek' Foto pun terambil.


'Kehidupan itu sangat sulit ditebak, yang awalnya teman berubah menjadi kekasih, yang awalnya benci berubah menjadi cinta, jangan pernah berhenti berharap untuk masa depan kita, karena kebahagiaan pasti akan datang'


...☘️☘️END☘️☘️...


Terima kasih untuk yang sudah mengikuti novel ini, semoga suka dengan akhir ceritanya, dan terima kasih untuk dukungan kalian semua.


ini bukan akhir, kita akan bertemu lagi di novel lainnya, nantikan ya novel lainnya.


Terima kasih untuk semua dukungan dan like nya, love you all


...💞💞💞💞💞💞...

__ADS_1


__ADS_2