Twins Love Story

Twins Love Story
Chapter 129 S2 "Kecelakaan"


__ADS_3

...☘️☘️☘️☘️☘️...


Tiga orang gadis cantik tampak duduk dipinggir lapangan basket, mereka sedang menunggu Satya dan Mike yang sedang latihan basket.


"Jangan cemberut gitu dong Han" Chika mencolek dagu Hani, dia sangat gemas dengan tingkah absurd Hani.


Sedangkan yang sedang diganggu Chika masih cuek dan tidak menggubris. Hani tampak asik dengan game didalam ponselnya.


"Aku sedang kesal jangan mengganggu" Ancam Hani.


"Kasian loh suami kamu, sejak kemarin gak bisa bicara sama istrinya" Hana kembali meledek.


Hani mengehentikan permainannya mulai menatap sinis Hana dan Chika, "Kalian tu ya! masih saja membela Kak Arka jelas-jelas dia itu salah, Kak Arka pergi sama sekretaris cantik itu tanpa pemberitahuan, terus aku juga baru tau sekretaris itu sudah kerja selama 1 minggu sama kak Arka" emosi gadis itu mulai membara.


"Ya kan perginya juga sama Sandy dek" Hana berusaha menjelaskan pada Hani, tapi Hani masih juga kekeh dengan pendiriannya. memang saat sebelum Arka pergi Arka sudah menjelaskan status sekretaris barunya adalah kekasih Sandy, dan Arka juga menjelaskan dia pergi bertiga bukan berdua dengan sekretaris nya.


Saat itu Arka pergi, tanpa bisa melihat wajah istrinya yang sedang marah besar. Dan selama Dua hari Arka sama sekali tidak bisa berbicara dengan istrinya, hanya Hana yang sesekali mengirimkan kabar dan foto tentang kegiatan yang sedang Hani lakukan.


"Kasian loh ntar suami kabur kalau istrinya suka ngambek".


Hani melempar tasnya kearah Hana, "Hana nyebelin!" Bentak Hani, sebenarnya Hani juga bingung dengan sikapnya sekarang ini, dia saat ini merasa sangat ingin marah dan tidak bisa memaafkan apapun itu alasan yang diberikan, dia cuma mau dekat dengan Arka, tapi Arka pergi tanpa mengajak nya, sedangkan sekretaris yang baru 1 minggu bekerja sudah diajak Arka.


.


Mike dan Satya tampak menghampiri ketiga gadis itu.


"Udah lama disini?" tanya Satya pada Hana, sambil meraih handuk dan minuman yang Hana sodorkan padanya.


Hana mengangguk, "Kira-kira tiga puluh menitan".


"Lama banget sampai berjamur" celoteh Hani masih dengan ekspresi cemberut dan matanya masih fokus pada ponsel.


Satya dan mike serempak terkejut, karena tidak biasanya Hani mau menjawab pertanyaan mereka, apa lagi dijawab seperti itu.


Hana menjawab pertanyaan Satya dan mike dengan isyarat tangan.


'Ibu hamil lagi sensitif, jangan ditanya tanya' Hana membentuk tangan melingkar seperti perut yang membuncit lalu tangan yang membentuk isyarat mulut yang sedang berbicara dan mengisyaratkan tanda silang.


Seolah mengerti Satya dan mike mengangguk singkat.


"Kenapa kalian ngeliatin gitu!" seru Hani tiba-tiba. Mood Hani memang sedang hancur sekarang.


"Gak ada" jawab keempatnya serempak.


"Jangan bohong! pasti mau nyalahin lagi kan!"


Chika mencubit gemas pipi Hani, "Gak ada cantik, jangan marah-marah terus nanti cepat tua loh, nanti kalo cepat tua Hana yang jadi lebih unggul cantiknya" Chika berusaha membujuk Hani.

__ADS_1


"Apaan sih gak lucu chika!" Hani menepis tangan chika, kini matanya beralih pada Satya dan Mike.


"ueeekkk" Hani menutup hidung dan mulutnya dengan tangan.


"Kalian berdua cepat mandi dan ganti baju, bau banget tau!" perintah Hani.


Satya dan Mike mencium badan mereka sendiri, memang mereka berdua berkeringat tapi tidak bau seperti yang Hani bilang.


"Cepat ganti!" perintah Hani sekali lagi.


Hana segera mendorong Satya dan Mike untuk segera mengikuti perintah Hani, takutnya jika tidak dituruti dia akan marah-marah lagi.


'Fix Hamil' pikir keempatnya serentak.


.


Lima belas menit waktu yang diperlukan Satya dan Mike untuk mandi dan berganti baju, mereka berdua sudah terlihat gagah ketika menghampiri ketiga gadis yang menunggu mereka.


"Hani kami berdua udah rapikan?" Goda Mike pada Hani yang masih cemberut dan melipat tangannya di dada.


Hani tidak menjawab dia hanya berlalu melewati dua pria tampan itu. "Ayo pergi" ajaknya tanpa melihat keempat orang itu.


"Mau kemana Han? bentar lagi suami kamu sampai rumah loh" sahut Hana cepat. Hal tersebut membuat Hani segera berbalik menatap ke empat orang itu dengan ekspresi kesal.


"Aku lapar mau makan xxxx" Hani menyebutkan tempat yang lumayan jauh dari kampus mereka.


Hani berbalik melipat kedua tangannya didada, "Aku mau makan di sana titik".


"Ya udah kalau gitu aku perginya bareng Satya ya" Hana merangkul lengan Satya dengan manja.


"Aku juga Han, aku bareng Mike, kita beriringan menggunakan 3 mobil" Chika tidak mau kalah dia juga ingin berduaan dengan kekasihnya.


Hani melirik ke empat orang itu, "terus aku sendiri?" Hani menunjuk pada dirinya sendiri.


Chika dan Hana serentak mengangguk, "Kan nanti makannya sama-sama, cuma perginya pakai mobil masing-masing" jelas Hana.


Hani mengehela nafas panjang, "Terserah lah" pasrah nya lalu kembali melanjutkan jalannya menuju mobil, "Awas kalian nanti aku kaduin sama kak Arka" ancam Hani sebelum memasuki mobilnya.


Hana dan chika tertawa melihat tingkah Hani yang semakin kekanak-kanakan.


"Katanya lagi marah sama kak Arka, tapi masih bergantung sama kak Arka, hahahaha dasar si Hani" gumam chika di setujui juga dengan Hana.


.


Mobil Hani berada pada posisi depan, sedangkan mobil Satya berada dibelakang mobil Hani, dibelakang Satya ada Mike dan chika yang mengikuti.


"Kenapa gak sama saudara kembarmu?" Tanya Satya sambil melirik kearah Hana.

__ADS_1


Hana menggeleng sebentar, "Gak suka ni berduaan sama aku?"


"Bukan gitu, kasian kan dia bawa mobil sendirian" Bela Satya.


"Biarin deh, lagi capek dengarin Hani ngomel terus, gara-gara suaminya".


"Emang suaminya kenapa?"


"Udah tau istri pencemburu masih juga Terima sekretaris bohay dan sexy" Ketus Hana.


"Biasanya Hani gak terlalu memikirkan itu kan?"


"Lain cerita sekarang tu dia sedang hamil, makanya emosinya kayak gitu" Hana sangat yakin bahwa saudara kembarnya itu sedang hamil.


"Yakin banget Hani hamil"


"Liat aja tingkahnya, capek ngurusi ibu hamil"


Satya melihat mobil Hani sedikit laju dan mulai menjauh beberapa meter dari mobil Satya.


"Han, telepon Hani, minta di pelan kan kecepatan mobilnya, kita tidak buru buru, bahaya nanti" perintah Satya.


Hana segera meraih ponselnya didalam tas.


Pada deringan pertama Hani langsung mengangkat telepon dari Hana.


"Apaan?" terdengar suara kesal Hani dari sana.


Hana terkekeh kecil.


"Dek, jangan laju-laju kami masih mau lama berduaan dalam mobil" Satya sedikit mencubit pipi Hana karena ucapannya pada Hani.


"Ihh nyebelin banget sih, iya-iya ini di pelankan" Hani tambah kesal dengan ucapan Hana, tapi masih mengikuti perintah kakaknya untuk menurunkan kecepatan mobilnya.


"Aduh pintarnya adikku" puji Hana sambil tertawa kecil.


Baru Hana hendak menutup teleponnya, mata Hana seketika melotot, ponsel yang ada ditangannya terjatuh.



'BRRAAAAKKKK'


terdengar bunyi yang sangat keras. Mobil Satya dan Mike mengerem mendadak.


Dunia Hana seperti sedang melakukan slow motion, "TIIDAAAAKKKKK!!" teriak Hana kencang. Air matanya sudah jatuh. dunia Hana seakan Hancur saat itu juga.


...☘️☘️☘️☘️☘️...

__ADS_1


__ADS_2