
...🦋Author Saya🦋...
novel Ini bakalan tamat beberapa chapter lagi Author berencana akan membuat novel kedua, Terima kasih untuk semua dukungannya, tetap dukung terus ya. dan Terima kasih buat like dan komentar nya.
...🦋🦋🦋🦋🦋🦋...
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Setelah merasa cukup tenang, Hana segera berlari masuk kedalam kamar Satya, pria itu sedang tegak di balkonnya menatap kearah luar.
Hana mendekati Satya dan memeluk pria itu dari belakang.
"Maaf, maafkan aku" Tangis Hana kembali pecah didalam pelukan itu.
Satya masih diam tidak berbalik, dia membiarkan tangan kecil itu begetar memeluknya.
"Kau tau, aku memiliki ketakutan tentang sebuah hubungan, aku takut orang-orang akan meninggal kan ku, aku takut kamu juga meninggalkan ku, setiap hari rasa cintaku semakin besar padamu, setiap hari juga aku ketakutan kau akan meninggalkan ku" Hana berusaha menjelaskan semua yang dia rasakan pada Satya. tentang ketakutan dia ketika Satya meninggal kan nya.
"Aku marah karena kamu dengan sangat mudahnya mengatakan putus, apa hubungan kita hanya sedangkal itu?" Satya masih tidak mau berbalik melihat Hana.
"Aku salah, aku minta maaf, aku tidak tau kenapa aku mengatakan itu, aku hanya ingin kamu mengatakan yang sebenarnya padaku, tapi aku takut kata-kata yang keluar dari mulutmu adalah perpisahan untukku" Suara Hana mulai bergetar.
Satya dapat merasakan punggungnya terasa basah, dia tau kekasihnya itu menangis, tapi pria itu masih tidak mau menurunkan egonya.
"Satya.. jangan tinggalkan aku" pinta Hana sekali lagi.
Satya akhirnya mengalah suara tangis Hana dan tangannya yang bergetar membuat Satya kembali luluh. Pria itu berbalik dan memeluk Hana, membiarkan gadis itu menumpahkan tangisnya di dada bidang Satya.
"Masih mau berpisah dariku?" bisik Satya tepat di telinga Hana.
Hana menggeleng, "Aku mencintaimu Satya".
"Aku juga mencintaimu Hana" Balas Satya sambil mengelus puncak kepala Hana.
"ayo" Satya menarik Hana dan membawanya kembali duduk disofa, tangan Hana masih setia memeluk Satya, karena itu Satya memangku nya.
"Baiklah aku akan mengatakan semuanya_"
Hana langsung menutup kedua telinga dengan tangannya sendiri, dia memejamkan mata, dia takut Satya akan mengatakan hal yang tidak ingin didengarnya.
Perlahan tangan Satya membuka tangan Hana yang menutupi telinga, "tidak apa, ini bukan hal yang membuatmu takut, aku sudah berjanji tidak akan meninggalkan mu" Satya berusaha membuat gadis itu kembali tenang.
Hana mencoba memberanikan diri dengan menatap mata Satya.
__ADS_1
Setelah mata Hana mulai menatap matanya Satya mulai menceritakan semua yang dia sembunyikan dari Hana, rencana kejutan yang ingin dia berikan pada Hana juga tentang rencananya yang ingin membuat Hana bekerja sebagai model iklan dalam perusahaan nya. Satya menceritakan semua hal itu tanpa ditutupi, dan Hana adalah orang pertama yang tau tentang Satya yang memiliki perusahaan sendiri, bahkan orang tua kandung Satya tidak tau apapun mengenai putra mereka sendiri.
.
Hana mendengar kan setiap ucapan Satya, perasaannya kembali menghangat, mendengar semua usaha yang Satya lakukan untuk dirinya.
"Jadi apa masih salah paham dengan ku?" Tanya Satya di akhir ucapannya.
Hana menggeleng kan kepalanya, Bibirnya mengecup singkat bibir Satya, "Aku mencintaimu Ardara Satya Pratama".
Satya tersenyum, " apakah aku hanya dapat satu kali kecupan?"
Hana menggeleng, lalu dia kembali mengecup bibir Satya. Setelah itu kecupannya berubah jadi ciuman, dan *******. mereka berdua cukup lama berciuman di sofa itu.
Satya mulai gelap mata, ciumannya berubah mulai menelusuri leher jenjang Hana. Gadis itu awalnya masih diam menikmati tapi kelamaan dia akhirnya sadar dan menahan badan Satya agar menjauh darinya.
"tidak boleh lebih dari ciuman" bisik Hana mengingat kan.
Pria itu mengecup singkat bibir Hana, "Maaf" ujar Satya, dia sudah bisa mengendalikan nafsunya.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
"Wahh selamat ya chika, baby bagaimana denganmu? apa sudah siap?" tanya mommy pada Hani yang masih sibuk dengan laptop ditangannya.
Hani melirik maminya sebentar lalu kembali lagi fokus pada laptop nya, "Sedikit lagi mam" Balasnya.
"tidak terasa kita bentar lagi lulus, kamu mau kerja dimana setelah lulus Han?"
Hani melirik Chika lalu daddy dan Arka, "karena aku tidak diterima bekerja dengan daddy, jadi aku akan kembali bekerja sebagai sekretaris kak Arka".
Mereka semua tertawa mendengar ucapan Hani.
" Kenapa kamu tidak mau Hani bekerja bersamamu Ris?" tanya Ayah Hana.
Daddy Hana menggeleng, "cukup dia menjadi ibu rumah tangga, atau membantu suaminya, aku tidak ingin dengan tubuh seperti itu dia membantuku, yang ada aku akan kesusahan dengan adanya dia dikantor".
"Daddy! daddy nyebelin!" Hani tidak Terima dikatakan sebagai beban oleh Daddy nya.
"Makanya cepat Hamil, biar anakmu yang akan menggantikan daddymu" ucapan bunda Hana membuat Hani terdiam dan kembali mengelus perutnya dia teringat kembali pada perkataan Hana yang mengatakanbbahwa dia sedang Hamil saat itu, tapi setelah kecelakaan, pembicaraan tentang kehamilan seolah-olah kata sakral yang tidak boleh diucapkan didepannya.
"Liat! kau kembali memegang perutmu Hani!" Chika menunjuk kearah tangan Hani yang kembali memegang perutnya, "Oh iya sebelum kecelakaan bukannya Hana mengatakan kau hamil?"
__ADS_1
"Apa Hani hamil?!" serentak bunda dan mommy menghampiri Hani.
Dengan gerakan cepat Hani menggeleng, "Gak mommy, Hana itu cuma asal tebak aja, gara-gara Hani marah-marah terus dengannya, kan waktu itu Hani lagi marahan sama kak Arka".
Arka masih diam dia tidak mau banyak berbicara tentang kehamilan, seandainya dia tau jika Hani sedang hamil, dia tidak akan meninggalkan istrinya itu sendirian, dan dia tidak akan mengizinkan istrinya menyetir sendiri.
"Bunda juga ingat, waktu kamu kerumah waktu itu sikap Hani berbeda, bunda juga berpikir kamu hamil" Bunda mulai ikut berbicara.
Mommy Hani mulai melirik kerahasiaan Arka dan suaminya, yang diak saja, "Apa kata dokter Arka?"
Arka masih diam, dia tidak mendengar pertanyaan mommy Hani.
"Kak, apa aku benaran hamil?" pernyataan Hani pun masih tidak mampu menyadarkan Arka dari lamunan.
"Arka!" panggilan mommy Hani yang keras baru mampu menyadarkan Arka dari lamunan.
"Ahh apa mom, maaf Arka terlalu fokus sama kerjaan Arka" Kilah Arka berusaha menyembunyikan kegugupan nya.
"Apa kata dokter tentang Hani?" Tanya bunda kembali.
"Dokter bilang Hani sudah baik-baik saja, gak ada yang lain" ucap Arka cepat. Dia tidak berani menatap mata Hani dan juga mommy Hani.
Tampak kekecewaan didalam mata Hani, padahal dia berharap untuk segera mempunyai anak, tapi sepertinya keinginan nya itu tidak bisa terkabul dengan cepat.
"udah pembicaraan itu di hentikan sampai sini saja, daddy masih sanggup bekerja, Jadi daddy tidak masalah kalian berdua belum diberikan momongan, berdoa saja semoga kalian cepat diberikan momongan" Daddy berusaha menengahi pembicaraan mereka tentang anak.
Mata daddy melirik Arka yang terlihat sedih, pria itu tidak berani mengangkat kepalanya menatap kedua mertua nya.
"Iya bunda dulu juga lama baru bisa melahirkan kalian berdua, jadi jangan bersedih ya sayang" Bunda mulai menghibur Hani dan Arka yang terlihat sedih.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
'tring tring'
📱"Kami sudah berhasil menangkap suster itu"
📱"Bagus segera bawa dia ke hadapan ku saat ini!"
📱"Baik"
setelah telepon tertutup muncul senyuman dari bibir orang yang menerima telepon, "Kita berhasil menangkap suster itu".
...☘️☘️☘️☘️☘️...
__ADS_1