Twins Love Story

Twins Love Story
Chapter 147 S2 "Gaun pengantin"


__ADS_3

"Kalau aku, keduanya adalah pilihan yang bagus tergantung kondisinya, bukankah mertua Hani sangat mendesak untuk punya anak, kalau dikondisikan seperti itu aku lebih menyarankan pilihan kedua, tapi kalau Hani dan Arka mau sabar sebaiknya pilihan nomor satu" Jelas Hana. Dia tidak memaksakan pilihannya pada Hani, dia tidak ingin adiknya itu bersedih.


"Benar tapi semua itu juga tergantung, bissaja pilihan pertama diberi lebih cepat, siapa yang tau" lanjut Chika membenarkan perkataan Hana.


'tok tok tok' seorang karyawan butik itu masuk kedalam ruang VIP mereka.


"Bagaimana sudah dapat pilihannya kak?" tanya karyawan itu.


Hana menunjuk tiga buah desain yang telah disiapkan untuknya, "Apakah aku bisa mencoba semuanya, aku bimbang diantara tiga ini".


" Baik akan kami siapkan, apa mau coba sekarang?" Tanya karyawan itu lagi.


"Sebentar lagi kak, calon suami saya masih dijalan" jawab Hana sambil melihat pesan masuk didalam ponselnya.


"Baik, kalau begitu saya undur diri dulu mau mempersiapkan gaun yang dipilih, jika mau mencoba silakan tekan bel nya ya kak" setelah berkata seperti itu, karyawan itu pergi.


"Masih lama si Satya?" Chika sibuk menatap jam tangan dan ponselnya.


"Sebentar lagi, katanya kena macet dijalan" Hana kembali melirik pesan dalam ponselnya.


☘️☘️☘️☘️☘️


Beberapa menit kemudian Satya baru saja sampai diparkiran dia segera berlari menuju ruangan yang sudah di pesan.


Begitu masuk Satya mendapatkan sedikit omelan dari Hana, baru setelah itu Hana masuk kedalam ruangan fitting.



Hana keluar dari ruangan dengan sangat elegant, sampai-sampai Satya terpana melihatnya.


"Bagaimana?" tanya Hana, dia sedikit memutar badannya.


Hani dan Chika hanya mengangguk dan tersenyum kikuk, sementara Satya mengelus tengkuknya. "Sayang bukankan itu terlalu seksi? kamu cantik pakai itu dan terlihat seksi tapi aku tidak mau mereka melihat mu seperti ini" komentar Satya dengan halus, agar Hana tidak mengamuk, bisa bahaya jika Hana mengamuk.


"Menurut kalian ini seksi?" Hana balik bertanya pada kedua orang wanita yang sejak tadi hanya mengangguk dan tersenyum.


"Sedikit" Hani mengatakan hal itu dengan pelan lalu dia bersembunyi dibelakang Chika.

__ADS_1


"Bagaimana dengan yang lain saja" tawar Chika, "lagian itu terlihat terlalu sederhana untuk pernikahan" lanjut wanita itu lagi.


"Baiklah" Hana berbalik dibantu dengan beberapa karyawan untuk kembali mencoba pakaian lainnya.


Ketika tirai sudah tertutup, ketiga orang itu baru bisa bernafas lega. Hana itu jika marah tidak akan ada yang bisa menenangkan nya kecuali bunda.


'cekrek' tirai kembali terbuka, kali ini menampilkan Hana yang tampak sangat cantik dengan desain yang berbeda, untuk desain ini Hana memilih menggerai rambutnya karena bagian punggung sangat terbuka.



Satya kembali takjub melihat gadisnya yang memakai gaun pernikahan. Hana terlihat sangat cantik, elegan dan seksi.


'Bisakah ke seksi annya itu disembunyikan hanya untukku' gumam Satya dalam hatinya.


Ketiga orang itu sama sama tidak berkomentar hanya diam dan menatap takjub pada sosok Hana yang berdiri didepan mereka.


"Apakah ini juga seksi?" Hana lebih dulu bertanya kepada ketiga orang itu, dengan gerakan cepat mereka bertiga serentak mengangguk. "Haiiss! kalian benar benar menyebalkan! Yakkk! Bang sat! apa aku tidak cantik memakai ini?" Bentak Hana pada Satya yang masih menatap Hana dengan takjub.


"Cantik sayang, sangat cantik, sangking cantiknya aku tidak mau ada yang melihatmu, nanti mereka akan meneror ku karena ingin merebut mu dariku" Satya berusaha mengarang kalimat yang bagus, agar tidak membuat Hana marah dan mengamuk sekarang saja tanda-tandanya sudah mulai keluar.


Dari mata itu terdapat sedikit kesedihan yang dipancarkan oleh Hani.


"Baiklah aku akan ganti yang lain" dengan cepat Hana segera berbalik agar Hani tidak terlalu memikirkan perkataan nya.


.


Pakaian terakhir, Hana keluar dengan sangat pelan, dia sangat malas mendengar protes lagi dari ketiga orang itu, dia juga sudah sangat lelah berganti pakaian terus sejak tadi.



Hana masih menunduk tidak mau menatap ketiga orang itu, padahal ketiganya sangat terpana melihat penampilan Hana. kali ini lebih anggun dan berkesan berkelas, tidak terlalu seksi dan terlihat sangat cantik.


Hana menghela nafas panjang, dia memberanikan diri menatap kearah depan, dilihatnya mata Satya yang sedikit berair dan mata Hani serta Chika yang menatap terpesona.


"Kau sangat cantik, kita pilih ini saja" ucap Satya Akhirnya.


Satya segera mendekati Hana dan memeluk gadis itu, dia sangat bahagia saat ini. mereka yang berada disitu segera memalingkan wajah mereka ketika melihat Hana dan Satya bersiap siap akan ciuman.

__ADS_1


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Hana tampak bingung menatap jalanan yang di lewati, wajah Hana segera berpaling menatap Satya yang masih fokus dalam menyetir mobil.


"Kita mau kemana?" Tanya Hana Akhirnya.


"Mau pergi ke suatu tempat" jawab Satya santai tanpa beban.


"Bang sat! kamu ingat kan janjimu sama bunda?" Tanya Hana lagi.


Satya hanya menganggukkan kepala tapi matanya masih fokus menyetir mobil.


Tidak mendapat jawaban yang diinginkan Hana kembali mengingat kan Satya tentang janjinya, "Kamu sudah melanggar 2 janji ke bunda loh, pertama pergi cuma berduaan dan kedua pulang malam" Hana menunjukkan kedua jarinya kearah Satya.


Satya memang pernah berjanji pada bunda Hana, untuk tidak memulangkan Hana pada tengah malam, lalu tidak boleh hanya berduaan dengan Hana, dan terakhir Hana dilarang menginap di apartemen Satya.


Mengenai Hani dan Chika, mereka sudah pulang satu jam lebih cepat dibanding Hana dan Satya. Satya baru menghadiahkan Arka dan Mike motor baru, katanya kedua orang itu mau double date menggunakan motor baru mereka.


"Aku tidak boleh menginap loh Bang!" ancam Hana, pada Satya.


Satya tertawa pelan mendengar semua ocehan Hana, "aku sudah izin sama bunda dan ayah, jadi tidak apa untuk hari ini".


Hana segera menyilangkan tangannya di dada, " tidak apa, apanya?! jangan bilang kamu mau DP duluan?!"


'puk' tangan Satya dengan cepat memukuk pelan jidat Hana.


"DP apanya? kalau ngomong hati-hati Sayang"


Hana memijat keningnya yang dipukul Satya, "Ya siapa tau, udah gak sabar" gerutu Hana.


'nyut' Satya kini mencubit pelan pipi Hana, "Ini mulut kalau gak ngebantah sehari aja bisa gak?".


Hana segera menyingkirkan tangan Satya yang mencubit pipinya, "Gak bisa, gak tenang ini Hati, nanti tambah dipercepat pula pernikahan kita".


'Sreeettt' Mobil Satya berhenti di sebuah cafe yang cukup mewah. Satya segera bersiap keluar, sebelum itu dia memperingatkan Hana untuk menutup matanya, dan Hana akan jalan dengan bimbingan Satya.


...☘️☘️☘️☘️☘️...

__ADS_1


__ADS_2