Twins Love Story

Twins Love Story
Chapter 127 S2 "Emosi"


__ADS_3

Arka memberikan kembali ponsel Chintya. "Jika hanya ingin menunjukkan ini segera pergi" pinta Arka dengan sopan pada Chintya.


Chintya tampak syok, ternyata yang dibilang wanita itu kenyataan, Arka tidak percaya padanya, tapi Chintya tidak kehabisan akal, dia mengambil ponselnya dan memutar rekaman pembicaraan dia dan Hana sebelum berada di cafe.


"Silahkan, kita akan liat siapa yang lebih di percaya kak Arka, aku atau kamu"


Dalam ruangan sepi itu terdengar suara Hana yang begitu percaya diri.


Arka memijit pelipisnya dan tertawa kecil, "Ternyata karmaku sangat besar" gumam Arka pada dirinya sendiri. dia sangat capek, banyak sekali wanita masa lalu nya yang muncul semenjak wajah Arka dinyatakan sebagai pewaris dari Starcity company.



Chintya tidak terlalu mendengar gumaman Arka dia hanya tau Arka terlihat frustasi, dia tersenyum senang sepertinya rencana yang dia buat berhasil. "Dan bukan hanya itu, bella disini juga menjadi saksi, bahwa istrimu sedang berselingkuh sekarang!" ucap Chintya begitu bangga.


"I-itu benar Arka, aku melihat istrimu bersama orang lain" Bella memberanikan dirinya untuk mengatakan apa yang baru saja dia liat.


Arka menghela nafas panjang, ditatap nya Chintya lalu bella bergantian, "Lalu?"


"I-itu kamu tidak marah? kamu pasti kecewa Arka!" Chintya mulai gusar. Arka tidak seperti orang yang akan marah pada istrinya.


"Kenapa aku harus marah? dan kenapa juga aku harus kecewa? tolong kalian jelaskan!" Arka menunjuk kearah Chintya.


Chintya kembali menunjukkan foto Hana dan Satya yang terlihat seperti orang yang sedang berpelukan.


"Ini bukti perselingkuhan yang dilakukan istrimu, dia begitu berani berselingkuh dibelakang mu, kamu harusnya marah dan berterima kasih padaku karena telah menunjukkan kebusukan istr___"


'Brakkk' Tangan Arka memukul meja sehingga terdengar bunyi hantaman yang sangat keras.


"Dengarkan aku baik-baik Chintya, Aku tidak peduli istriku selingkuh atau mendua kan ku! Jika dia selingkuh aku akan merebutnya kembali! Jika dia ingin pergi dariku, aku akan mengikat dia sehingga dia tidak bisa lari dariku! kau mengerti itu!" Emosi Arka memuncak ketika Chintya menghina dan menjelekkan istrinya.


Chintya dan bella tampak ketakutan, ini pertama kalinya mereka melihat kemarahan Arka. Mereka berdua ingin segera pergi dari sana tapi apa daya tenaga mereka seperti hilang karena mendapatkan bentakan dari Arka.


.


"Kak jangan marah-marah" suara halus dan lembut itu merubah suasana yang tadinya tegang menjadi damai dan hangat.


Hani keluar dari ruangan pribadi Arka, dia duduk di pangkuan Arka memeluknya, dan mengelus punggung Arka untuk menenangkan macan buas yang sedang marah.


"Kak Chintya kak bella, maaf ya sepertinya kalian salah paham" Hani beralih menatap Chintya dan bella masih dengan posisi duduk diatas pangkuan Arka.


"Yang kakak berdua liat itu bukan aku, sebentar" Hani merogoh saku nya dan mengambil ponselnya melakukan video call pada saudara kembarnya.

__ADS_1


📱"Hallo hallo! ada apa?!?" Seru Hana dari ponsel.


📱"Kak, kakak lagi-lagi mengerjai orang lain kan!" Hani tampak cemberut pada layar ponselnya, Arka sudah mulai tenang dia meelngarahkan tangannya pada perut Hani memeluk gadis itu agar Hani tetap pada pahanya.


📱"Hahahaha jadi mereka berdua menemui kak Arka!?" mengesankan sekali!"


Chintya dan bella tampak bingung melihat Hani yang berbicara pada orang yang belum mereka lihat wajahnya.


📱"Kakak harusnya bilang kalau kakak itu kembaran ku, biar urusannya cepat selesai" Hani mengarahkan ponselnya pada Chintya dan bella.


"ini kakak kembarku Hana, kami kembar identik dan pria yang kalian lihat bersamanya adalah kekasihnya, tolong jangan salah paham lagi ya" jelas Hani lembut.


📱"Hai!! lihatkan siapa yang Arka percaya! Hahaha" sapa Hana pada Chintya dan Bella yang sekarang sudah sangat malu.


Hani kembali mengarahkan ponselnya pada dirinya.


📱"Kak, jangan seperti itu" cegah Hani lembut.


📱"Biarin! aku akan tetap melakukannya berapa kalipun, ini untuk menunjukkan pada kak Arka, kalau dia harus sering waspada banyak valak diluar sana!" Hana tidak mau mengakui kesalahannya, dia hanya tidak ingin adik kembarnya itu tersakiti, Adik kembarnya memiliki hati yang sangat lembut, jika Arka menyakiti nya, Hana takut Hani akan hancur sekali.


📱"Terima kasih Hana" Arka menjawab dari balik punggung Hani.


📱"Minggu depan aku kirim" Balas Arka singkat. Hani sama sekali tidak cemburu melihat interaksi kakak kembarnya dan suaminya, dia malah senang Arka dan Hana sudah dapat bercanda dan saling meledek, gadis itu juga tidak masalah jika Arka membelikan Hana hadiah, Arka bukan lagi karyawan biasa, dia sudah menjadi Ceo dan pasti uangnya sangat banyak.


.


"Sekarang kalian sudah mengerti kan? kenapa aku sangat marah dengan tindakan kalian berdua!" Arka berkata setelah Hani menutup video call nya.


kedua wanita itu tidak berbicara apapun, mereka hanya tertunduk ketakutan.


"Chintya!" seru Arka, karena Chintya tidak mau mengangkat kepalanya.


Dengan pelan kepala Chintya terangkat, mata nya menatap mata Arka yang terlihat sangat menakutkan.


"Kamu pikir, jika aku akan kembali padamu setelah tau istriku selingkuh?" Arka menunjukkan senyum sinis nya.


"Otakmu di letak dimana? Kamu orang pertama yang membuatmu hidupku hancur! kamu yang membuat aku tidak percaya atas nama cinta! dan kamu pikir aku akan kembali karena aku masih memiliki harapan padamu?!" jangan pernah bermimpi! mulai sekarang lupakan aku dari hayalanmu! aku tidak akan pernah memilihmu walau kau satu-satunya wanita di dunia ini!"


"Maafkan kami kak Arka" Bella yang lebih dulu bersuara.


Mata Arka kini menatap Bella yang masih menunduk karena ketakutan.

__ADS_1


"Kamu juga Bella, apa maksudmu seperti ini? kamu pikir aku memilihmu?"


"ti-tidak kak" ujar Bella tergagap.


"Bella, kamu pikir aku pernah mencintai mu? selama ini aku hanya mempermainkan wanita, aku tidak pernah memakai Hati sebelum aku bertemu dengan istriku" Wajah Arka tampak melembutkan ketika membicarakan Hani. "Pernahkah kau ingat aku menyatakan perasaan ku pada kalian?"


Bella menggeleng, yang Arka katakan memang benar, selama ini hanya dialah yang menyatakan suka dan cinta pada Arka, sikap lembut Arka lah yang membuat Bella berpikir Arka juga menyukainya.


"Kalian berdua__"


Kata-kata Arka terhenti ketika Hani mengusap lengan Arka pelan.


"Kak lapar, udah ya marahnya" rengek Hani dengan menunjuk wajah imutnya pada Arka.


"Ahh" Arka menarik nafas panjang untuk meredam amarahnya. "Sekarang bisakah kalian pergi dari sini!?" Usir Arka pada Chintya dan juga Bella.


Kedua gadis itu segera mengambil tas mereka dan berlari kearah pintu dengan tergesa-gesa tanpa mengucapkan satu kalimat pun.


'krruuyukk'


Arka menatap Hani sambil tersenyum. Gadis itu malah nyengir memperlihatkan gigi putihnya.


"Lapar" Rengeknya sambil memegangi perut.


"Baiklah kita makan diluar" Arka menarik Hani dan berjalan sambil merangkul gadis itu. "Kasian istriku kelaparan" ledek Arka sambil mengelus perut rata Hani.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Hana masih tertawa setelah menutup teleponnya. Dilihatnya Satya masih asik makan, dimeja makan.


Pria itu tidak tampak cemburu lagi pada Arka, dan sekarang sikapnya lebih dewasa.


Hana merangkul Satya dari belakang, "Enak gak masakan buatanku?"



Makanan yang dimakan Satya adalah masakan hasil buatan Hana, karena tadi selesai dari berbelanja, Satya merasa lapar dan Hana lebih memilih memasak dari pada makan diluar.


"Enak banget, udah cocok jadi istri" komentar Satya.


...☘️☘️☘️☘️☘️...

__ADS_1


__ADS_2