
Arka menghentikan mobilnya didepan rumah Hani.
"Bagaimana sudah lega baby?" tanya Arka sambil menggenggam tangan Hani.
Hani mengangguk senang, awalnya dia terus merasa bersalah pada Ayahnya dia lebih memilih Daddy Haris di banding kan dengan ayah Bagas. tapi setelah mengeluarkan segalanya tadi Hani menjadi lega.
"Kakak Harus ingat sekali aku menggenggam tangan ini, tidak akan pernah aku biarkan pergi dariku" ancam Hani.
"Tentu saja baby, aku juga sekali aku menggenggam tangan ini Aku akan terus selamanya bersamamu, dan tidak akan melihat wanita lain" yang dikatakan Arka memang benar sejak tadi makan malam dirumah Hana, Arka tidak pernah melirik Hana, sekalipun walau saat menceritakan masa lalu yang didalam nya ada Hana, Arka tetap tidak menatap Hana.
"Aku mencintaimu kak Arka"
"Akupun begitu" Arka menarik badan Hani, dan mulai memberikan c**man pada bibir Hani yang kini sudah menjadi candu bagi Arka.
Arka sangat ingin pernikahannya dipercepat, jadi dia bisa terus bersama Hani dari pagi hingga malam, tapi dia sangat menghargai keputusan Hani dan menyerah kan segala keputusan ditangan Hani.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Hana mengantar Arka sampai depan halaman rumahnya, masih dalam keadaan diam. mereka berdua sejak tadi tidak ada berbicara apapun.
"sudah tau kan sekarang?" Satya buka suara.
Hana menatapnya heran.
"Bagaimana perasaanmu ketika tau alasan dia meninggalkanmu" sambung Satya lagi.
"Sat, apa maksudnya sih?" Hana tidak menjawab malah membalikkan pertanyaan.
"Selama ini pasti kamu bertanya-tanya apa alasan pria itu pergi, dan kenapa dia memilih Hani bukan dirimu, begitu kan?"
"Sat, kau masih berpikir aku menyukai dia?"
Satya mengangguk, "aku yakin, saat ini aku belum memasuki Hatimu seratus persen, jadi bagaimana perasaanmu ketika tahu alasan dia?"
Hana menghela nafas, yang dikatakan Satya memang benar, Arka masih memiliki tempat spesial di hati Hana, walau itu sudah berusaha Hana tepis berkali-kali.
"Kesal sekaligus marah" Hana menatap mata Satya, "tapi sekarang aku memilikimu, Satya adalah obat ku, tanpa Arka aku sekarang tidak merasakan apapun tapi tanpamu aku tidak bisa, jadi aku mohon percayalah, aku sekarang hanya mencintai mu Ardara Satya Pratama".
Satya segera memeluk Hana, "mulai hari ini hapus nama dia dalam hidupmu, kamu terlalu berharga untuk dia yang hanya mempermainkan mu, dan isi semua kekosongan dihati mu dengan namaku, mengerti?"
__ADS_1
Hana Hanya mengangguk didalam pelukan Satya.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Pagi ini Hana tidak ada jadwal kuliah, dia ke kampus hanya untuk menemani Arka yang sedang latihan basket bersama Tim Basket. Sebagai pacar sekarang Hana lebih sering menjadi pemandu sorak yang menunggu Satya berlatih.
'puk'
Chika menepul bahu Hana pelan, "Pagi Han" Sapanya.
"pagi juga, ada apa kesini? gak ada jam kuliah?"
Ditanya seperti itu bukannya menjawab Chika malah menunduk malu.
"tung-tunggu dulu" Hana berusaha menebak dari gerak gerik chika dan tingkahnya yang melirik-lirik Mike yang masih fokus bermain basket.
"Kalian udah jadian?" tanya Hana dengan Nanda yang sedikit tinggi.
"Iya" jawab Chika pelan sambil mengangguk pelan.
"iihhh gak usah sok malu kayak gitu, jijik tau!" Hana mengusap bahunya sendiri seperti orang yang merinding.
"Hana! kamu nyebelin banget sih! bukannya ngucapin selamat, ehh malah ngeledekin! nyebelin banget tau!"
.
Satya dan timnya telah selesai latihan. Mereka sudah berlatih cukup lama.
.
Ketika Satya sampai Hana langsung memberikan handuk kecil dan minuman dari tasnya kepada Satya. begitu juga dengan Chika.
Chika tampak sangat bahagia saat ini.
.
"Sialan si Satya, enak banget dia dapat si bunga
kampus!" Faris menatap tajam ke arah Satya dan Hana yang terlihat sangat mesra.
.
Hana, Satya, Chika dan Mike masih asik bercerita, namun semuanya terhenri ketika lagi-lagi Linda datang bersama dua Antek-anteknya yang kemarin terus menjadi ekor Linda.
__ADS_1
"Kak Satya Bolehkah kita berbicara berdua?" Linda kembali menganggap Hana tidak ada disana.
"ngapain si ulat bulu datang lagi" ledek Hana pelan tapi tetap dapat didengar oleh satya dan yang lainnya.
"memang gatal banget tu cewek" sambung Mike ikut-ikutan. Awalnya dia memang setuju Satya bersama dengan Linda, tapi setelah melihat tingkah Linda yang sangat berlebihan akhir-akhir ini Mike mulai jengah dengan sikap Linda, jika dia punya pacar seperti Linda akan segera dia putuskan, apa lagi Satya yang udah cinta mati sama Hana.
"Apa Lagi? disini aja ngomongnya!" perkataan Satya sedikit tinggi.
Beberapa orang juga mulai mendekat ingin mencari tahu apa yang akan terjadi.
Faris tersenyum senang saat dia kira akan ada perkelahian dan pertengkaran yang terjadi dalam hubungan Hana dan Satya.
Dengan percaya diri Linda mengeluarkan foto yang telah dicetaknya, disitu terdapat foto Hani bersama Arka yang sedang bergandengan tangan, Hani dan Arka sedang berpelukan bahkan Hani dan Arka sedang berci*man.
Linda melemparkan foto-foto itu di hadapan Satya. Satya, Hana, Chika dan Mike serentak mengambil foto-foto yang Linda lemparkan. bukan Hanya itu kedua antek-antek Linda berjalan membagikan selembar demi selembar foto kepada para penonton dadakan yang mulai penuh.
Beberapa ada yang bersorak bahagia, sifat asli Hana ketahuan didepan pacar idaman satu kampus, siapa lagi kalau bukan Satya.
Awalnya Satya sedikit bingung siapa didalam foto itu, namun ketika memperhatikan jelas sosok cowok yang ada, bukannya marah Satya malah tersenyum.
"itu bukan editan!" Linda berteriak, dia kesal Satya bukannya marah malah diam sambil tersenyum. bukan Hanya Satya, Hana tidak terlihat ketakutan karena disidang mendadak. Chika dan Mike malah menghela nafas panjang melihat kelakukan Linda.
"aku punya video Hana sedang mencium pria itu beberapa hari yang lalu!" lanjut Linda lagi sambil mengangkat ponselnya dan menampilkan video Arka yang sedang mencium Hani secara mendadak didepan gerbang kampus.
"wwwoooooo keren!" sorak salah satu penonton yang memang tidak suka dengan Hana, dia salah satu anti fans Hana, dia sangat membenci Hana dan sekarang dia sangat senang Hana diadili didepan orang-orang jadi kebusukan Hana akan diketahui semua orang.
"Salah alamat tu" celetuk Chika.
"Kamu jangan ikut-ikutan!" tunjuk Linda pada Chika.
"yeee... aku benar lagi, itu bukan Hana!" lanjut Chika masih dengan nada santai. Tidak seperti Linda yang sudah sangat emosi.
"Itu Hana! jelas-jelas itu muka Hana! aku tidak berbohong!" Kesal Linda karena Satya masih senyum tanpa menggubris tindakan Linda.
"Muka emang benar muka Hana, tapi itu bukan Hana hahahaha" kali ini Chika tidak dapat menahan tawanya begitu juga dengan Mike.
Para penonton masih dibuat bingung dengan pernyataan Chika, dan sikap Satya yang tidak emosi ketika mendapatkan bukti perselingkuhan kekasihnya.
"Yang dikatakan Chika memang benar, muka memang muka Hana tapi itu bukan Hana" Kali ini Satya ikut berkomentar.
"Aku tidak berbohong Kak Satya, itu benar-benar Hana aku punya videonya dan juga saksi yang membenarkan Hana telah berselingkuh di belakangmu! kak tolong jangan mau disakiti oleh wanita seperti Hana! masih banyak wanita yang lebih baik dari Hana kak"
"terus wanita itu kamu?!" kesal Hana, " noh! buka jalan dibelakangmu!" perintah Hana.
__ADS_1
πΊπΊπΊπΊπΊ