Twins Love Story

Twins Love Story
Bab 83


__ADS_3

Drap drap drap drap drap.... Dia berjalan cepat sesekali berlari kecil sambil mengendong perempuan cantik itu.


"Nisa bertahanlah," lirih pria itu dengan wajah khawatir.


"Kenapa dia di sini? Apa yang membuatnya berada di rumah sakit?" Batin pria itu bertanya-tanya dalam hati nya saat ini.


Raut wajah cemas terlihat begitu kentara di wajah dan matanya menatap ke arah perempuan dalam gendongannya saat ini.


Dia semakin mempercepat langkah kakinya.


Drap drap drap drap drap....


Terdengar langkah kaki begitu menggema, pria itu berlari sambil sesekali menatap ke arah wajah cantik yang masih terpejam dalam gendongannya saat ini.


"Suster tolong bantu saya membuka pintu ini," pinta pria itu saat melihat salah satu suster melintas di depannya.


Ceklek...


Dokter menyergit saat pintu ruangannya di buka seseorang dari luar.


Suster pun membantu pria tadi saat melihat pria itu sedikit kesusahan. Setelah pintu terbuka lebar, pria itu bergegas menaruh Nisa ke atas ranjang.


Setelah itu dokter mengusir suster keluar mengetahui siapa yang masuk ke dalam ruangan prakteknya.

__ADS_1


"Dokter Reno tolong teman saya," kata pria itu sedikit berteriak karena panik kepada dokter yang sepertinya cukup akrab dengan nya.


"Siapa dia?" Tanya sang dokter menyergit heran, saat melihat temannya itu datang mengendong seseorang perempuan yang sepertinya pingsan.


"Sudah jangan banyak tanya, cepat kamu periksa saja dia," jawab pria itu datar tak menanggapi pertanyaan dari dokter tampan yang masih dilanda penasaran.


"Ck sabar, aku ambil alat ku dulu," kata dokter Reno kembali ke meja mengambil stetoskop miliknya.


Setelah itu dokter Reno memeriksa Nisa dengan hati-hati, beberapa kali dia menyergit kan keningnya sambil melirik ke arah pria di depannya dengan pandangan rumit.


"Dia kenapa?" Tanya pria itu dengan raut khawatir.


"Sebenarnya siapa dia?" Bukannya menjawab justru Dokter Reno malah bertanya kepada dirinya.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan dia? Apa dia menderita penyakit yang berbahaya?" Tanyanya dengan panik.


"Terus kalau bukan, dia kenapa?" Tanya pria itu langsung beralih menatap ke arah Nisa dengan prihatin.


"Sepertinya dia hamil," jawab dokter Reno dengan singkat.


"Hamil? Tidak mungkin kamu pasti bohong," Pria itu tercengang lalu mengelengkan kepalanya sebagai tanda tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh dokter yang sudah lama menjadi sahabatnya itu.


"Hmmm ....." Dokter Reno berdehem sambil menepuk pundak temannya itu dengan tatapan rumit.

__ADS_1


Melihat temannya yang kaget membuat mulut sang dokter terasa gatal untuk tidak bertanya.


"Ansel jangan bilang kalau ini anak mu terus kamu menyangkalnya?" Tanya dokter Reno dengan pandangan menyelidik.


Pria yang dipanggil Ansel hanya bisa mengelengkan kepalanya dengan lemas, menatap nanar wanita yang namanya masih segar di ingatannya itu dengan kecewa.


Ya yang telah membawa Nisa tadi adalah Ansel, dia tak sengaja berpapasan dengan Nisa di lorong rumah sakit. Ansel sengaja memperhatikan Nisa dari kejauhan namun sorot matanya tak sengaja melihat Rio berlari mengejar Nisa dari kejauhan. Ansel pun bergegas menghampiri Nisa namun siapa sangka Nisa justru pingsan dan pas Ansel sudah berada di dekatnya. Dia dengan cepat meraih tubuh Nisa agar tidak terjatuh ke bawah dinginnya lantai rumah sakit.


Sedangkan di tempat berbeda...


Bruuuuuakkk....


Pyarrr.....


"Ahhhh......" Rio menjambak rambutnya kasar, setelah beberapa jam menunggu ternyata Nisa belum juga kembali.


"Nisa di mana kamu?"


Tiba-tiba Rio tersadar seperti ada sesuatu yang janggal.


"Kenapa Nisa bisa berada di sana? Pasti ada seseorang yang merencanakan semua ini," guman Rio memikirkan semua kemungkinan bahkan orang-orang yang bisa melakukan semua ini.


"Apakah dia Ansel? Tuduh Rio.

__ADS_1


Rio pun mengirimkan pesan kepada seseorang untuk menyelidiki Ansel hari ini, Rio hanya mencurigai satu orang mengingat dia dan Nisa saat ini berada di negara orang tentunya musuh tidak ada yang tahu karena mereka juga datang menggunakan pesawat pribadi milik Abraham. Selama berada di sini hanya satu nama saja yang pernah mengusik mereka.... ANSEL HARVIS.


Bersambung....


__ADS_2