Twins Love Story

Twins Love Story
Chapter 115 S2 "Masalah"


__ADS_3

...☘️☘️☘️☘️☘️...


Sedang asik menikmati makanan sambil bersenda gurau Arka dikejutkan dengan telepon dari manajer hotel.



📱"Hallo"


📱"Hallo, pak maaf saya mengganggu waktu makan malam anda"


📱"Langsung saja tidak perlu basa basi" Singkat Arka, Hani segera menggenggam tangan Arka untuk meredam emosinya, dan tindakan Hani dilihat oleh Hana, Hana kini menatap Arka yang tersenyum lembut pada Hani.


📱"Ada masalah di restoran pak, beberapa pengunjung hotel yang makan di restoran di bawa ke rumah sakit" jelas manajer tersebut.


📱"Apa yang terjadi? kami tadi juga makan disana tapi kami baik-baik saja" tanya Arka bingung.


📱"Maaf pak, kami tidak tau, sebaiknya bapak segera kesini, ada beberapa polisi yang ingin bertanya pada pimpinan, ini tentang nama baik hotel pak" manajer itu kembali menjelaskan dengan sedikit ketakutan. Dia sangat takut melihat amukan Arka.


📱"Baiklah aku akan segera kesana" Arka akhirnya pasrah, dia hendak pergi tapi tangannya ditahan oleh Hani.


"Mau kemana?" rengek Hani.


Arka mengelus rambut Hani lalu mengecup kening Hani, "ada masalah di hotel, beberapa tamu di bawa ke rumah sakit karena keracunan makanan, jadi aku harus memberikan keterangan dan melakukan inpeksi ke dapur restoran" jelas Arka.


"ikut... " Hani kembali bertingkah seperti anak kecil, ini lah sifat aslinya, jika dia sudah sangat dekat dengan orang, dia akan bertingkah sangat kekanakan.


Arka menggeleng pelan, "Jangan kamu di sini aja, bahaya di sana".


Hani tetap tidak mau dia berkali-kali merengek ingin ikut.


"Begini saja, bahaya kalau wanita pergi keluar malam-malam, biar aku dan Mike yang ikut, kalian para wanita disini saja menunggu kabar dari kami" Satya menengahi perdebatan Hani dan Arka.


Arka menoleh pada Satya, "lebih baik kami berdua ikut Ar, istrimu pasti cemas jika kamu sendiri, makanya dia merengek ingin ikut" Hani menyetujui ide Satya, dia tidak ingin Arka sendirian disana makanya dia memaksa ikut, apalagi ada valak disana, dia pasti terus berusaha mengejar-ngejar Arka.


Akhirnya Arka pasrah dia pergi dengan salah satu asistennya yang sudah disiapkan oleh daddy Arka, Satya dan juga Mike, meninggalkan Hani, Hana dan Chika di villa.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Arka sampai di rumah sakit tempat para tamu yang ditangani. terlihat beberapa orang berseragam polisi sedang mengerumuni Jesica yang terus menangis, kemungkinan sebagai manager restoran, kepolisian terus bertanya pada Jesica dan menyalahkan dia atas insiden yang terjadi.


"Arka!" teriak Jesica yang langsung berlari kearah Arka meninggalkan polisi-polisi yang mengerumuni nya.

__ADS_1


Dengan spontan Arka menangkap tubuh Jesica yang sengaja menubruk tubuh Arka.


"Apakah anda bapak Arka?" tanya kepala salah satu polisi yang menggunakan seragam yang berbeda dari yang lain.


"Ya saya Arka, pemilik hotel tempat kejadian" Arka melepaskan pegangannya pada bahu Jesica. dia berusaha menghindari Jesica yang mau menjatuhkan dirinya sekali lagi kedalam dekapan Arka, tapi dengan cepat Mike menarik Jesica agar menjauhi Arka.


"Bisakah bapak ikut dengan kami?" pinta polisi itu dengan sopan.


"Baik" Setelah berkata begitu Arka mengikuti para polisi tersebut, "Aku pergi bentar" pamit Arka pada Mike dan Satya.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Wajah Arka terlihat sangat lelah dan murung setelah keluar dari ruang introgasi, Mike, Satya dan Jesica segera mendekati Arka.


"Ma-maaf kan aku Arka, i-ni semua salahku" ucapan spontan Jesica membuat ketiga pria itu menatapnya.


"Apa yang terjadi?" tanya Satya dengan tenang.


"Ini semua salahku, aku pikir orang itu sudah melupakanku, semua ini salahku aku takut Arka" Jesica menutup wajahnya dengan telapak tangan nya suara tangisnya mulai terdengar pilu.


Arka memijit pelipisnya pelan, dia tidak tau jika semua ini akan terjadi dan itu juga ada sangkut paut dengan dirinya. Didalam sana Arka menyerah kan semua keputusan kepada polisi setempat dan akan memberikan ganti rugi pada para korban.


"Hiks hiks" suara tangisan Jesica makin kencang dan Arka membiarkannya saja. dia lebih memilih duduk di kursi tunggu yang tadi ditempati Satya dan Mike.


"Apa yang terjadi?" tanya Satya sekali lagi dia sedikit menepuk bahu Arka, agar Arka sadar dari lamunannya.


Arka mengambil nafas panjang sekali lagi, "Dulu di Amerika aku punya sahabat karib bernama Leo__" Arka menjeda kalimatnya, mengingat Leo dia jadi teringat kedekatan Leo dan Jesica, Leo selalu menyatakan perasaanya pada Jesica, tapi Jesica selalu menolak.


"Dia yang memasukkan sesuatu kedalam makanan di restoran secara diam-diam" Lanjut Arka lagi.


"Kenapa?" Mike tampak bingung dengan pernyataan Arka.


"Dia terobsesi dengan Jesica" Arka menengadahkan kepalanya menatap Jesica yang kini sudah berdiri didepannya dengan tangan terkatup. "Jesica bilang aku meminta dia kembali bersamaku___". Arka menggertak kan giginya menahan amarah.


"Itu tidak benar! itu bohong!" potong Jesica cepat.


"Tidak benar?! Lalu apa kebenaran yang keluar dari mulutmu!!" Arka sudah tidak dapat menahan amarahnya. Dia sangat murka dengan kelakuan Jesica yang membuat hubungannya dengan Leo menjadi berantakan, itu juga salah satu alasan kenapa Arka menghilang dari hadapan Jesica tanpa alasan, agar Jesica bisa cepat melupakannya, dan beralih pada Leo.


"Arka, kau percaya apa yang dibilang Leo? dia itu gila! dia terlalu terobsesi denganku, aku tidak pernah mengatakan hal itu, Leo pasti mengada-ngada" Bela Jesica tangannya berusaha memegang tangan Arka, yang kemudian ditepis oleh Arka dengan sangat tidak manusiawi.


"Hahaha" Arka tertawa sinis, matanya memancarkan kemarahan yang luar biasa, Mike dan Satya sempat takut dibuatnya.

__ADS_1


Satya menepuk bahu Arka pelan berusaha membuat Arka tenang, bukankah tadi cara seperti ini yang Hani gunakan untuk menenangkan Arka? pikirnya.


"Leo gila? ya dia memang pria gila karena terlalu mencintai mu! Leo adalah pria yang sangat baik dan lugu sebelum dia bertemu denganmu!" Bentak Arka sekali lagi.


Jesica kini tegak, tadi dia terjatuh saat Arka menepis tangannya yang berusaha meraih tangan Arka.


"Arka, kau harus percaya padaku, aku takut pada Leo, dia itu psikopat, dia selalu mengejar ku mengikuti ku kemanapun, jadi aku bilang, aku dan kamu sudah berpacaran dan setelah itu dia meninggalkan ku hanya itu caranya yang dapat aku pikirkan agar Leo menjauhiku" Jesica kembali mencoba membela dirinya didepan Arka.


"Benarkah?" Arka kembali tertawa, "Lalu kenapa saat aku menghilang secara tiba-tiba kau kembali berhubungan dengannya? ingin memanfaatkan Leo yang lugu? padahal dia sudah menjauhi mu! kau ingin memanfaatkan kekayaannya? hanya karena Leo tidak lebih kaya dariku kau langsung meninggalkan nya dan berusaha mengejar ku yang sudah memiliki istri!"


Jesica berkali-kali menggeleng, "Tidak itu tidak benar, kebetulan saja Leo berhasil menemukanku lagi, dia kembali menguntit ku, aku sudah menolaknya berkali kali tapi dia tetap tidak mau dia__"


"Menolak? menolak katamu?" Arka menghentikan kalimat Jesica. "apakah menolak itu dengan cara tidur bersama? melakukan S**s karena kau takut padanya? Bukan sekali tapi berkali kali kalian melakukannya, dan kenapa kau memberikan kep*r*w*n*n mu padanya! kau membuat dia semakin terobsesi denganmu! jika kau bilang tidak menyukainya jauhi dia! Brengsek!" Arka memukul kursi yang didudukinya sangking kesal dan marah.


Jesica terlihat syok, ketika Arka mengatakan semua kebenarannya, dia tidak mengira Leo akan mengatakan semua kebenaran itu pada Arka, Jesica pikir Leo akan menyimpan rahasia itu bersamanya saja, memang benar Jesica selama ini seperti yang dituduhkan Arka padanya, dia memanfaatkan leo untuk kesenangan pribadinya. Jesica pikir Arka akan memilih percaya padanya, tapi Jesica salah tatapan Arka saat ini sama sekali tidak menunjukkan kepercayaan dan simpati pada dirinya.


Satya sudah tau pokok masalahnya, dia mengusap punggung Arka, "Ayo kita pulang".


"Iya ayo, pulang" Mike menyetujui ide Satya.


Arka hanya pasrah ketika mike dan Satya berusaha memapah dirinya.


.


Perjalanan mereka sangat sunyi sekali, tidak ada kata yang keluar dari mulut mereka bertiga. Arka masih diam memikirkan nasib Leo yang dijadikan kambing hitam agar Arka kembali dekat dengan jesica.


"Terima kasih" suara Arka tiba-tiba.


"Untuk apa?" tanya Mike dan Satya berbarengan.


"Untuk memenangkan ku dan menjauhkan ku dari wanita valak tadi" terdengar sedikit kekehan dari ketiganya ketika Arka menyebutkan jesica dengan panggilan yang Hana berikan.


"Apa tujuan Leo melakukan itu?" Mike yang menanggapi.


"Agar aku jatuh bangkrut, dan Jesica kembali memilih dirinya" jawab Arka pelan tapi dapat di dengar oleh Mike dan Satya.


"Kalau tujuan Jesica?" tanya Mike lagi. dia begitu penasaran alasan Jesica melakukan scenario tersebut.


"Menarik simpati ku, Leo memang sudah sering melakukan hal-hal gila hanya untuk mendekati Jesi, dia bahkan rela memberikan seluruh harta nya untuk Jesi, hanya saja Jesi tidak suka dengan pria sepertinya, Jesi suka tantangan semakin sulit dia mendapatkan hal yang dia inginkan, maka semakin ingin dia mendapatkan hal itu, padahal kekayaan Leo hanya sebelas dua belas denganku, Jesi lebih memilihku karena aku sudah memiliki Hani" Arka kembali menghembuskan nafas panjang.


"Tolong jangan beritahu apapun pada Hani tentang masalah ini" pinta Arka pada keduanya.

__ADS_1


"Baiklah" jawab Mike dan Satya berbarengan.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


__ADS_2