
Hani terlihat makan dengan lahap sekali, dia terus membuka mulutnya ketika mommy nya menyendokkan bubur kedalam mulut Hani.
"Lahap banget makan nya sayang" Arka duduk di ranjang Hani sambil mengelus rambut Hani.
"Mom ini siapa?" Hani menunjuk pada Arka dengan wajah yang sangat polos.
"ini suamimu sayang, jangan bilang kamu hilang ingatan tapi tadi baik-baik saja" Mommy terlihat sedikit khawatir.
"Kok suami Hani mukanya lecek kayak gini, Ini bukan suami Hani kan?"
Pernyataan Hani membuat semua orang yang ada disitu tertawa mengejek Arka. Mau bagaimana lagi sudah dua hari Arka seperti mayat hidup, makan pun bisa dihitung hanya sekali selama dua hari itu.
"Ini udah lumayan kemarin lebih parah" mommy Arka menambahkan.
"Sayang kok bilang gitu sih, kan aku khawatir makanya seperti ini" Arka mencubit pelan pipi Hani.
Hani menepia tangan itu, "Ganti baju dan mandi sana, gak mau liat suami Hani kalah ganteng dari daddy dan ayah".
Arka segera beranjak mengambil tas yang berisi baju dan segera masuk kekamar mandi yang ada diruangan Hani. Semuanya tertawa melihat tingkah Arka.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Dua hari telah berlalu, setelah Hani bangun dari komanya.
Selama dua hari pula Arka, selalu menjadi suami siaga untuk Hani. Arka membawa beberapa bajunya ke rumah sakit, dia tidak pulang ke apartemen nya, selama itu dia tinggal di rumah sakit menemani Hani.
seperti sekarang, Arka asik mengupas buah apel untuk istri tercintanya.
"Makan yang banyak ya sayang" Arka mengelus lembut pipi Hani.
"Kakak gak kerja?" Tanya Hani bingung, karena pria itu tampak membawa semua pekerjaannya kerumah sakit. "Gak ada meeting?"
"Ada tapi bisa digantikan" Jawab Arka sambil menyuapkan sepotong apel kedalam mulut Hani.
"Sebaiknya kamu pergi kerja saja nak, biar mommy, bunda dan Hana yang menjaga" ujar mommy Hani, karena saat ini yang ada dikamar hanya mereka berlima.
Arka melirik Hani, ingin tau bagaimana reaksi istri manjanya itu. Melihat reaksi istrinya biasa saja, pria itu menjadi bingung. padahal beberapa hari yang lalu Hani tampak kesal pada Arka yang bekerja didampingi sekretaris baru.
'mungkin karena tidak hamil lagi' pikir Arka.
"Kenapa kakak liatin gitu" tanya Hani sambil menyuap sepotong apel lagi ke dalam mulutnya.
"Dek, kamu gak cemburu?" bukan Arka yang bertanya melainkan Hana.
Hani tampak berpikir sebentar lalu menggeleng, "Kan kak Arka dah janji"
"Janji?!?" Serempak Hana dan Arka bertanya.
Hani mengangguk, "iya pas Hani bangun dari koma, kak Arka janji bakal jaga jarak dari para wanita" Jawab Hani polos.
"Maksudnya jaga jarak gimana sayang?" Arka kembali bertanya.
"Jaga jarak tiga meter dari para wanita diluar sana" Tegas Hani.
Hana dan yang lainnya hanya bisa tertawa melihat pertengkaran pasangan suami istri itu.
__ADS_1
"Jadi kakak boleh pergi ni?" tanya Arka sekali lagi.
"Iya sana pergi tapi ingat jaga jarak"
Arka terkekeh kecil, sebenarnya pekerjaannya banyak yang menumpuk, apalagi dia membantu perusahaan milik daddy Hani, "Ya udah kakak pergi sebentar ya" Arka mencium kening, kedua pipi Hani baru bibir Hani.
"Haiisss!! Bunda liat tu pasangan mesum" tunjuk Hana kesal pada pasutri yang sedang bermesra an itu.
Bunda dan mommy tertawa kecil, "Gak apa sayang, mereka kan udah nikah, jadi sangat romantis nampaknya" bukannya memarahi mommy sangat senang melihat moment putri dan menantunya terlihat mesra.
"Iri aja, sana cari Satya" ledek Arka.
Hana melemparkan bantal kecil ditangan nya pada Arka, sejak tadi dia kesal sama Satya yang menghilang mendadak tanpa kabar dan tidak bisa dihubungi, "Cepat pergi sana! bikin kesal aja!" gadis itu menggerutu.
"Bunda, mommy, Arka titip Hani ya, kalau ada apa-apa segera telepon Arka" Setelah berkata seperti itu Arka keluar dari ruangan.
.
Setelah Arka pergi Hani menjadi lebih pendiam, dia mengusap perutnya pelan, merasa seperti ada sesuatu yang hilang dari dirinya.
"Kenapa baby? lapar? atau sakit perut?" Mommy Hani mengusap puncak kepala Hani pelan.
Hani menggeleng sebentar, "Gak mam, hanya saja aku merasa ada yang hilang dariku mam".
ketika mendengar kata-kata Hana, tatapan Hana segera beralih pada perut Hani, Hana tidak tau rasanya menjadi Hani tapi dia tau saat ini Hani merasa separuh jiwanya hilang, bayi yang dia tidak tau ada padanya telah pergi meninggalkan dirinya.
" Kamu ini, Arka baru pergi sebentar, udah kangen aja" ternyata mommy Hani salah pengertian, dia mengira Hani sudah merindukan suaminya yang baru saja berangkat kerja.
Hani hanya tersenyum membalas perkataan mommy nya.
'tok tok tok' seorang suster masuk kedalam ruangan Hani dengan menggunakan masker.
"Oh iya silahkan Sus" mommy Hani segera menyingkir untuk memberikan ruang pada suster yang bekerja.
"Apakah nona sudah makan?"
Hani menggeleng menjawab pertanyaan suster itu.
"ini obatnya diminum setelah makan, dan saya akan menyuntikkan obat juga di infus nya" tangan suster itu terlihat sangat terampil dalam melakukan pekerjaan nya.
Hana memperhatikan setiap gerak gerik suster itu, dia merasa ada yang aneh dari suster itu, tapi Hana masih belum tau apa yang mengganjal.
"Obatnya sudah saya masukkan, yang untuk obat minum, diminum saat sudah makan ya".
Hani kini mengangguk, "Baik sus Terima kasih".
Suster itu tersenyum dibalik maskernya, saat dia hendak keluar, Hana segera menahannya, "suster bagaimana keadaan adik saya?"
Suster itu berbalik tapi tidak berani menatap mata Hana, "Saya hanya memberikan obat, saya tidak bisa memeriksa pasien" jelas suster itu.
"siapa nama suster? kenapa suster tidak pakai nametag?"
Suster itu segera memegang dadanya, tempat biasanya diletakkan nametag, "Saya mohon maaf, saya tidak tau jika nametag saya hilang, nama saya suster Rani".
" Tidak apa Sus, biasa itu lupa, Suster segera balik saja, Terima kasih atas penjelasan nya" Bunda tersenyum ramah pada suster itu.
Suster itu menunduk lalu segera menghilang dari ruangan Hani.
__ADS_1
"Bunda kenapa disuruh pergi? Hana merasa ada yang aneh pada suster itu".
"Aneh kenapa?" bunda malah balik bertanya.
"Hana tidak tau tapi, ada yang mengganjal darinya"
Mommy mendekati Hana dan mengusap bahu Hana pelan, "Tidak apa, ini rumah sakit milik daddy, jadi semuanya baik-baik saja".
'Semoga seperti itu' doa Hana dalam hati.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Suster yang tadi masuk keruangan Hani segera berlari keluar begitu pintu kamar Hani tertutup.
Dia segera berlari ke daerah yang tidak ada CCTV. setelah merasa aman, tangannya sibuk mencari ponsel untuk menghubungi seseorang.
📱"Ha-halo" sapanya sedikit gugup.
📱"Bagaimana? kau sudah melakukan tugasmu?" tanya jessica cepat.
📱"i-ya sudah, saya sudah memberikan suntikan itu pada infusnya, tiga puluh menit lagi dia akan mendapat serangan jantung" jawab suster itu.
📱"bagus, tapi bagaimana jika dokter lain masuk dan memberikan obat lagi padanya?"
📱"anda tenang saja nona, waktu pemberian obat untuk gadis itu satu jam lagi, sementara serangan jantungnya akan terjadi tiga puluh menit lagi, semua pekerjaan sudah saya selesaikan".
📱"Ya sudah aku akan mengirim bayaran mu setengahnya".
📱"Ke-kenapa setengah nona?" pekik suster itu tidak terima.
📱"tentu saja setengah dulu, sisanya akan saya berikan saat pemakaman wanita itu" terdengar suara tawa jesica dari sebrang ponsel.
Suster itu tampak gelisah dan ketakutan, bagaimana jika dia ketahuan, padahal dia berencana akan keluar dari rumah sakit setelah menerima bayaran nya.
📱"Sudah untung aku memberikan bayarnya separuh, jika rencana mu sempurna maka besok kamu akan menerima semua pembayaran mu, mengerti!" bentak jesica.
Suster itu mengangguk berkali-kali.
📱"ba-baik sa-saya mengerti nona" muncul sedikit senyum jahat dari wajah suster itu. paling tidak dia hanya tinggal menunggu satu hari maka dia akan hidup enak, setelah itu.
📱"ingat jangan beritahu siapapun, jika kau ketahuan jangan pernah menyebutkan tentang aku, jika kau menghianati ku, aku akan membunuhmu dan juga keluarga mu, ingat itu" ancam jesica pada suster itu.
📱"Ba-baik nona, nona tenang saja, saya selalu bermain bersih dan sempurna, wanita itu akan mati sebentar lagi"
Jesica tertawa keras, dia sangat senang sebentar lagi wanita yang menghalangi hubungan dia dengan Arka akan mati.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
🦋Cuap cuap Author🦋
Gimana udah pada tegang belum? hehehe kalo Hani tiada kan Hana bisa jadi penghibur Arka, dan mereka bersama menghadapi masalah yang datang, Hana dan Arka kan sama-sama pemberani, pasti bisa melawan tiga Valak jahat.
Buat yang masih baca dan mendukung novel ini makasih banyak ya dari author.
Terima kasih buat like dan komentar nya, tanpa kalian novel ini tidak akan author lanjutin, jadi Author berterima kasih pada semuanya untuk dukungannya,
Love you all 💞💞💞❤❣️❣️❤💞💞💞
__ADS_1
🦋end Cuap cuap Author🦋