Twins Love Story

Twins Love Story
Bab 36


__ADS_3

Nisa mengerutkan keningnya saat melihat video yang di maksud oleh Rio tadi.


"Video apa ini," guman nya lirih.


Nisa yang dilanda rasa penasaran pun menelan tombol play untuk melihat isi dari video itu.


Nisa menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini.


"Denis....." Lirih Nisa mengucapkan satu nama yang dia yakini kalau pria dalam video itu adalah Denis, orang yang selama ini dekat dengan nya.


Nisa pun sesekali mengerutkan keningnya melihat adegan demi adegan yang Terlihat dalam video itu.


"Astaga,"


Nisa di buat terbengong saat melihat Denis memeluk wanita itu dari belakang.


"Ck kenapa kamu cemburu melihat pria yang kamu cintai memeluk wanita lain," kata pria itu dengan sinis.


D E E G G G G.....


Nisa menoleh saat mendapati suara pria yang tak asing di telinga nya. Nisa terbelalak mata nya melihat siapa yang ada di depan nya saat ini.

__ADS_1


'Dasar seperti hantu saja, suka muncul seenaknya sendiri, datang tak di duga dan pulang harus di usir dulu,' grutu Nisa di dalam hati nya saat ini karena merasa kesal tiba-tiba Rio sudah muncul dan berada di dalam kamar nya saat ini.


Nisa melirik ke arah Rio yang sudah berada di dekat Nisa atau lebih tepatnya Rio saat ini berada di depan Nisa tengah menatap sinis ke arah nya.


"Siapa yang cemburu," protes Nisa tak terima kalau Rio menuduh nya cemburu melihat Denis berpelukan dengan wanita di video itu.


"Ya kamu siapa lagi, secara kemarin ada yang bilang kalau Denis adalah kekasih nya," kata Rio dengan pandangan sedikit kesal mengingat apa yang dikatakan oleh Nisa kemarin.


"Tuh lihat dan dengar sendiri kalau kekasih mu itu sudah menembak perempuan cantik itu sampai hamil," tambah Rio memanas-manasi wanita cantik di depan nya itu, Rio ingin Nisa sadar dan melepaskan pria yang bernama Denis dan menikah dengan nya secara sukarela tanpa ada paksaan.


"Kan kemarin aku hanya membohongi mu," ceplos Nisa tanpa sadar.


"Upppss...." Nisa menutup mulutnya, dia benar-benar meretuki dirinya yang keceplosan berbicara.


'Ck kenapa nih mulut lemes amat sih,' lirih Nisa merutuki kecerobohannya untuk kesekian kalinya.


Entahlah Nisa sering kelepasan berbicara saat bersama dengan Rio.


"Oh jadi kamu susah mulai nakal ya, kucing kecil. Ok baik.... Tunggu hukuman dari ku," kata Rio menatap tajam ke arah Nisa di sertai seringaian yang mengerikan.


'Hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks, kenapa nih orang senyum nya terlihat begitu mengerikan seperti hendak menerkam ku saja,' batin Nisa menangis di dalam hati nya.

__ADS_1


'Terus hukuman apa yang di maksud nya,' batin Nisa bergidik ngeri.


Rio berjalan semakin mendekati Nisa, dia ingin melihat wajah Nisa yang sudah pucat pasi ketakutan itu.


"A-ku tidak sengaja ber-bohong ke-marin. Aku hanya asal bicara saja," lirih Nisa dengan tergagap mencoba untuk mengelak agar dirinya tidak mendapatkan hukuman dari pria itu.


"Ck asal bicara apa nya, mana ada asal berbicara lancar begitu kalau tidak di sengaja mana ada," kata Rio tak percaya dengan ucapan wanita di depan nya.


Entahlah saat bersamaan dengan Rio, rasanya perasaan Nisa seperti naik rollercoaster. Kadang kesal melihat kelakuan nya yang sering muncul tiba-tiba, marah mendengar ucapan Rio yang terlihat begitu menyebalkan karena tidak bisa di bantah dan tiba-tiba di buat ketakutan seperti ini.


Nisa menghela nafas panjang berkali-kali menormalkan tekanan yang ada di dalam hati nya saat ini.


"Iya aku memang aku sengaja terus kamu mau apa? Itu hak ku," kata Nisa mencoba kuat tidak lemah.


"Ck akhirnya kamu ngaku juga, sebagai hukuman bagaimana kalau besok kita menikah, lumayan resepsi pernikahan Tio dan Amanda masih satu hari lagi," kata Rio dengan percaya diri.


"Besok...." Nisa melotot, dia tak percaya dengan apa yang di pikirkan oleh pria di depannya saat ini.


Sungguh ingin rasanya Nisa mengigit darah pria di depannya itu sampai kering kalau bisa agar dia tidak semena-mena dengan nya lagi.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2