Twins Love Story

Twins Love Story
Chapter 123 S2 "Tawaran Pernikahan"


__ADS_3

"Lama tidak berjumpa Kak" Sapa seorang wanita yang cukup sexy.


Arka yang disapa hanya tersenyum sekilas, lalu menyuruh tamunya untuk duduk kembali.



"sudah berapa lama kalian berdua tidak bertemu?" Pria tua itu kembali memulai obrolan.


"sekitar beberapa hari yang lalu Dad" wanita yang datang bersama pak tua itu menjawab lebih dulu.


"Wahh benarkah itu? itu pasti takdir, dulu kalian kan pernah memiliki hubungan, pasti kalian rindu masa-masa itu" Si pria tua kembali mulai mengulang memori lama Arka.


Sandy terbatuk-batuk menahan tawa, bisa saja pak tua itu mencari celah untuk menyatukan anaknya dengan Arka kembali.


Arka masih diam dan mendengarkan ucapan pak tua itu. Mata pria itu melirik kearah wanita yang duduk tepat didepannya, wanita itu sengaja menundukkan badannya agar belahan dadanya terlihat oleh Arka, dan dia sengaja berpura pura malu ketika mata Arka bertemu dengannya.


"Kakak kemarin buru-buru banget dad, jadi kami gak sempat makan bersama" Suara wanita itu hampir membuat Arka dan juga sandy muntah, Arka tetap berusaha menjaga etikanya didepan pria tua itu, selama ini Arka diajarkan untuk bersikap sopan pada orang yang lebih tua darinya, ya walau kadang dia suka tidak sopan pada kedua orang tuanya sendiri.


"Aduh nak Arka kenapa terburu-buru gitu, harusnya kemarin itu kalian makan bersama, siapa tau cinta kalian bersemi kembali"


Arka semakin meremas kedua tangannya, dulu yang menentang hubungan Arka dan wanita itu adalah pria tua itu sendiri, sekarang dia malah mendorong putrinya untuk kembali mendekati Arka. Memang kuasa uang dan kekayaan bisa membuat orang gelap mata.


"Maaf sebelumnya pak, bukannya Chintya sudah memiliki tunangan ya" Arka akhirnya membuka suaranya, di sampingnya Sandy manggut-manggut setuju dengan ucapan Arka.


Ya, wanita yang datang itu adalah Chintya bersama dengan ayahnya, tidak ada yang tau alasan kedua manusia jadi-jadian itu datang menemui Arka.


"Aku sudah tidak bertunangan dengan pria jahat itu lagi kak" Chintya menunduk dan terisak kecil, entah dia menangis benaran atau hanya berbohong yang tau hanya dia sendiri.


"Iya nak Arka, Pria itu ternyata sangat jahat, dia selingkuh dari putri daddy, kasian Chintya" tambah Daddy Chintya untuk membuat Arka simpati.


"Karma itu" gumam Sandy kecil Hanya dapat terdengar oleh Arka.

__ADS_1


"Daddy minta maaf ya kalian berpisah gara-gara daddy, tapi sekarang daddy sudah tau siapa yang terbaik untuk Chintya, Arka kamu mau kan kembali bersama Chintya, daddy tidak akan melarang hubungan kalian berdua lagi" Daddy Chintya meraih tangan Arka dan menggenggam nya.


Dengan sopan Arka melepaskan genggaman tangan itu, "Maaf Pak semua sudah terlambat, saya sudah tidak memiliki perasaan lagi pada Chintya, jika bapak kesini hanya untuk pembicaraan ini maka___".


"bu-bukan, daddy kesini mau menawarkan kerja sama, Chintya berikan berkasnya pada nak Arka" Daddy Chintya terlihat gusar dan sedikit marah, dulu Arka sangat mencintai putrinya sampai memohon-mohon untuk bisa tetap bersama Chintya tapi tetap ditolak sekarang malah terbalik, dia seperti sedang memohon untuk kebaikan Arka kembali bersama putrinya.


Chintya menyodorkan map yang ada dalam tasnya, dia berusaha tersenyum manis ketika Arka menyambut map itu.


"Saya akan membacanya nanti__"


"Nak Arka bagaimana kalau sekarang saja dibaca, daddy takut kamu nanti lupa dan tidak mau membaca berkas itu" Lagi-lagi daddy Chintya memotong ucapan Arka.


"ahhh... baiklah" Arka menghela nafas panjang lalu berusaha tersenyum ramah.


"hmm apa benar nak Arka tidak memiliki perasaan lagi pada Chintya?" Tanya pria tua itu sekali lagi untuk meyakinkan dirinya.


Arka masih fokus membaca map ditangannya, dia berpura-pura untuk tidak mendengarkan.


"ohh saya sudah tau"


"Lalu kenapa bapak masih menanyakan hal yang sudah pasti jawabannya? bapak pasti tau pak Arka baru saja menikah, sudah pasti dia sangat mencintai istrinya, kenapa bapak malah menawarkan mantan pacar yang sudah membuat pria ini terluka?" geram Sandy emosi pria itu sudah sampai ke ubun-ubun.


"tenang, saya tau justru saya mau memberi kenikmatan pada nak Arka, zaman sekarang ini punya istri satu itu udah gak laku, enak punya dua, saya saja punya tiga istri, masak anak muda seperti Arka kalah sama saya" yang dikatakan daddy Chintya memang benar dia memiliki 3 istri dan Chintya adalah anak dari istri pertamanya.


"Terima kasih atas penawaran bapak tapi saya tidak tertarik" Arka menutup map yang tadi dia baca, isi dari map itu sama sekali tidak ada yang menarik bagi Arka begitu juga dengan ajuan proposal pernikahan, pria itu lebih menolak tawaran itu.


"Apa yang tidak disukai dari proposal itu nak?" pria tua itu berusaha berbicara dengan nada lembut.


"Bapak bisa mengganti lagi judul proposal dan isi nya, nanti bapak bisa berikan ke resepsionis dibawah jika sudah ada perubahan dan mengenai pertanyaan bapak tentang istri kedua saya juga menolak nya" jawab Arka masih dengan sikap ramahnya.


"ohh, kalau begitu bagaimana jika kita makan siang bersama, saya yang akan mentraktir makan siang kali ini".

__ADS_1


" Maaf Pak saya__"


"ayolah nak Arka, sudah lama sekali kalian berdua tidak berbincang bukan, ini terakhir kalinya saya bisa ada disini lagi, bulan depan saya sudah harus pergi".


Arka menyikut lengan Sandy, berusaha memberi kode agar sandy yang mengambil alih pembicaraan, karena kalau Arka menolak, pasti Daddy Chintya tetap memaksa.


"Maaf Pak kami masih banyak meeting, karena tadi bapak menemui kami tanpa pemberitahuan jadi kami menunda beberapa pekerjaan Pak Arka"


"Ohh kalau begitu aku bisa minta nomor ponsel kak Arka? aku baru belajar tentang bisnis daddy jadi sebagai teman kamu maukan membantuku?"


"baiklah" Arka memberikan nomor ponselnya pada Chintya, dia sama sekali tidak sadar jika setelah ini Chintya akan terus mengganggu kehidupan rumah tangga dia dan Hani.


'Ceklek' pintu ruangan meeting itu terbuka menampilkan Hani yang menyembulkan kepalanya kedalam ruangan itu.


"Ahh maaf, saya pikir tidak ada orang disini" Hani menundukkan kepalanya pada dua orang tamu Arka.


"Sayang, ngapain kesini?" Arka menghampiri Hani, mengecup sekilas kening Hani dan membawa Hani kehadapan dua tamu tak diundang itu.


"Pak, perkenalkan ini istri saya Hani, sayang mereka adalah tamu ku, kamu kenalkan dengan Chintya, dan yang disebelah nya itu adalah ayah Chintya" Hani menyapa kedua tamu itu dengan sangat ramah dan senyum resepsionis yang pernah dipelajari nya.


"Selamat datang di moonblue hotel, maaf saya tadi tidak tau jika ada orang disini" Hani menunduk sekali lagi.


Sebenarnya wanita itu tau akan kehadiran dua tamu tak diundang Arka, makanya dia masuk kedalam ruangan meeting, dia berharap pertemuan Arka dan dua tamu tak diundang itu masih belum selesai, Hani ingin tau apa yang ingin kedua tamu itu lakukan.


"Iya tidak apa-apa, kami juga sudah mau keluar, urusan kami sudah selesai, ayo dad" Chintya bersikap ketus pada Hani, "Kak nanti aku akan menghubungimu" ujar Chintya dengan nada selembut mungkin, setelah itu dia dan daddy nya pergi dari ruangan itu.


Hani manatap sinis kearah Arka.


"Sayang dengarkan aku dulu ya, ini tidak seperti yang kamu pikirkan, aku akan menceritakan semuanya, tapi sebelum itu katakan padaku, kenapa kamu bisa ada disini sayang?" Arka sedikit curiga pada Hani, karena tidak biasanya Hani memasuki ruangan yang dia kira kosong, Hani lebih memilih pergi ke atap atau balkon dia tidak suka berada sendirian di dalam ruangan.


"Sebenarnya... "

__ADS_1


...☘️☘️☘️☘️☘️...


__ADS_2