Twins Love Story

Twins Love Story
Chapter 107 S2 "Makan Malam"


__ADS_3

🐱 Hello, Author ada waktu bentar ni jadi ngelanjutin lagi deh tapi cuma 1 chapter maaf ya, masih sibuk banget.


Jangan lupa dukungannya ya, dan Terima kasih yang udah ngedukung Author. Thank you All 🐱


Acara pernikahan Hani dan Arka sudah selesai, sekarang hanya ada keluarga dan teman dekat Hani dan Arka yang berkumpul di restoran yang sudah disiapkan Arka untuk menjamu keluarga dan kerabat untuk makan malam.


Arka yang sudah merencanakan semuanya, Arka sangat ingin Hani Bahagia, jadi dia mempersiapkan semuanya sendiri, dia mau keluarga besar Hani dan Arka makan bersama menikmati waktu makan malam sambil berbincang.


Namun sayang insiden tentang foto tadi menyebabkan Hani terus diam.


Sejak acara selesai Hani masih mendiamkan Arka. Walau Arka sudah menjelaskan, jika foto Hana masih tertinggal di memori kamera pasti karena dia sudah lupa kalau foto Hana masih ada.


Arka sudah berkali-kali berbisik mengatakan Hanya mencintai Hani, Arka saat ini sangat takut, bisa bahaya jika hanya karena foto Hani bakal kabur darinya.


"Haus" komentar Hani, dengan cepat Arka segera tegak dan berlari mencari air minum untuk Hani, sedikit senyuman muncul diwajah Hani. Sebenarnya dia sudah tidak marah lagi, namun entah kenapa tiba-tiba sifat isengnya keluar, Hani hendak mengerjai Arka.


.


'Puk' Sandy memegangi kepalanya yang ditepuk tiba-tiba oleh Arka.


"Gara-gara kamu!" Kesal Arka lalu berlalu begitu saja dengan menenteng gelas dan ceret minuman.


"Salah sendiri!" bela Sandy sambil menjulurkan lidah.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Hana terlihat termenung di dekat bar, sementara Satya sedang pergi kekamar kecil. Saat ini Hana sedang menunggu pasangan pengantin untuk turun ke restauran yang sudah di booking Arka.


Hana sedang malas menjawab pertanyaan para orang tua yang menanyakan apakah dia mengenal Arka, dan pertanyaan tentang kapan Hana akan menyusul. Karena hal itu Hana lebih memilih keluar sebentar untuk menikmati waktu berpikir, agar Hana bisa menjernihkan pikirannya.



Tiba-tiba saja Satya muncul dan mengejutkan Hana, "Kau melamun lagi, akhir-akhir ini kau sangat suka melamun, Ada apa, apa karena Arka lagi?"


Hana menghela nafas panjang setelahnya dia menjawab, "Bukan, jika aku mengatakannya apa kau Akan menertawakan ku atau malah menyalahkanku?"


Satya memilih duduk disebelah Hana dan menggeser tubuh Hana sehingga berhadapan dengannya, "Katakanlah aku siap mendengarkan"


"Aku iri dengan Hani..." Hana menghentikan perkataannya sejenak menatap manik mata Satya, "Bukan karena dia berhasil mendapatkan kak Arka, Hanya saja aku iri, sejak kecil dia tidak pernah hidup susah, liat saja rumah orang tua yang mengadopsi nya sangat besar, jika Hani mau berbelanja dia hanya menggunakan black card yang diberikan keluarganya, hidupnya sangat berlimpah dengan Harta, sedangkan aku harus memikirkan bagaimana cara membayar uang kuliah jika beasiswa ku dicabut".

__ADS_1


Satya masih diam membiarkan Hana melimpahkan semua kegundahan hatinya jika tidak begini Satya takut Hana akan berubah menjadi orang yang berbeda.


"Aku tau setiap orang memiliki kisahnya sendiri tapi kenapa harus Hani..." Hana menunduk meremas kedua tangannya, " Aku merasa sangat jahat, melihat Hani saat ini, aku iri sekali dengannya, aku bahkan merasa senang saat kak Arka masih menampilkan fotoku di acara itu, Aku munafik kan?"


Satya tegak, dan menghela nafas panjang.



tangannya meraih tangan Hana hingga Hana masuk kedalam pelukannya. "itulah namanya manusia, setiap manusia memiliki sifat jahatnya, aku tidak akan menyalahkan mu, aku hanya akan mengatakan aku akan berusaha membahagiakan mu sampai kamu merasa kebahagiaan milikmu tidak akan bisa Hani dapatkan".


Pelukan itu terasa Hangat bagi Hana, pelukan dan kata-kata Satya cukup membuat Hana kembali berpikiran jernih.


'Setiap manusia punya sisi jahatnya, dan kita tidak bisa menyalahkan sisi jahat itu, karena itulah manusia diberi kesabaran dan keikhlasan untuk memerangi sisi jahatnya.'


Cukup lama mereka berpelukan hingga Chika muncul dan mengganggu mereka.


" Dicariin dari tadi ternyata disini, itu semuanya sudah kumpul, ayo kalian berdua ikut" seru chika.


.


"Ayo kita pergi" Satya mengecup kening Hana sebentar, lalu menggenggam tangan Hana. Bibir Hana terangkat membentuk sebuah senyuman, perlakuan Satya membuatnya semakin jatuh hati pada Satya.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Baru saja Hana dan Satya menginjakkan kakinya di dalam restauran, bunda sudah memarahi pasangan itu karena datang terlambat.


"Harusnya yang telat itu pengantinnya ini malah kalian" balas ayah Hana diiringi tawa yang lainnya.


Satya Dan Hana hanya tersenyum membalas pertanyaan itu, mereka lebih memilih diam agar tidak ditanya-tanya yang lain.


"Pengantinnya sedang merajuk makanya cepat kesini" Ayah Hani ikut meledek sambil melirik Hani dan Arka yang masih diam diaman.


"Gimana gak merajuk suaminya salah pasang foto dad" sambung ibunya Hani.


"Lagian kamu juga Arka, kok bisa salah sih? untung aja tamu pada gak tau" kali ini ibunya Arka juga ikutan.


Arka kembali mendesah, sudah berkali-kali dia membela diri tapi semua yang ada di situ tidak ada yang membelanya.


Saat sedang asik bencengkrama bersama, Tiba-tiba saja alarm di ponsel ayah Hani berbunyi.

__ADS_1


'tring-tring'


Otomatis suasana menjadi hening dan semua pada menatap ke arah ayah Hani.


"kenapa tidak diangkat?" tanya Ayah Hana.


"ini bukan telepon tapi alarm".


" Alarm?" tanya mereka serempak, mulai muncul tanda tanya di kepala mereka masing-masing.


Ayah Hani memang sengaja selalu membuat alarm untuk mengingat kan putrinya Hani agar jangan lupa minum obat.


"Ini alarm untuk mengingatkan princess minum obat".


Semua mata kini berbalik menatap Hani.


" Baby kamu sakit?" tampak kekhawatiran di wajah Arka. Selama ini dia tidak tau jika Hani diwajibkan minum obat karena Hani selalu sembunyi-sembunyi memakan obatnya.


Hani menggeleng pelan dan tersenyum, dia tidak ingin membuat keluarga dan suaminya khawatir.


"Walau Hani terlihat sehat-sehat, dia harus rutin minum obat untuk jantungnya, anggap aja seperti vitamin untuk jantungnya" bukan Hani yang menjelaskan melainkan ibu Hani yang menjelaskan.


"bagaimana jika Hani lupa minum obatnya mom?" tanya Hana dengan pandangan yang nanar.


"kalau sekali dia kali tidak apa, tapi jika keseringan akan membahayakan penyakit jantungnya mungkin akan kambuh" Jawab ibu Hani.


"Sekitar 6 tahun yang lalu Hani harus menjalani operasi yang kedua karena penyakitnya kambuh dan itu---"


"Daddy, cukup" Hani memotong perkataan ayahnya. Padahal Ayahnya ingin mengatakan bahwa operasi kedua Hani itu terjadi karena Hani selalu lupa untuk memakan obatnya secara rutin.


Hani selalu berusaha bersikap seperti orang normal, Dia tidak ingin orang memandang dirinya dengan pandangan kasihan.


"Pokoknya sekarang Hani sehat, hanya harus minum obat rutin dan cek up kesehatan setiap setahun sekali, itu aja kok" Hani berusaha menuntaskan pembicaraan tentang dirinya.


"Maka dari itu, sekarang Arka bertugas untuk mengingat kan Hani memakan obatnya secara rutin, kamu mengerti Arka" Ayah Hani menekankan nama Arka, agar Arka tidak melupakan tugas barunya sekarang.


Arka mengangguk dan sebelah tanganya dia gunakan untuk menggenggam tangan Hani, "Arka berjanji, akan selalu mengingat kan Hani, dan menjaga nya, Daddy tenang saja".


Walau malam itu makan malam keluarga itu di bumbui dengan sedikit konflik dan masalah tapi tetap berjalan menyenangkan dan membahagiakan. Hani sangat senang bisa berkumpul bersama keluarganya dan keluarga Arka walau ayah Arka tidak dapat Hadir, namun cukup dengan kehadiran ibu Arka itu sudah cukup membahagiakan.

__ADS_1


'Tidak ada keluarga yang sempurna, akan ada pertengkaran, adu argumen, saling iri, tapi kemanapun kita pergi keluarga yang akan menjadi pelindung nomor satu bagi kita'


...☘️☘️☘️☘️☘️...


__ADS_2